Engkau adalah tulang rusukku, aku akan kembali.. Aku disini sedang berjuang untuk masa depan kita. Aku juga suka dengan lagu ini, sebagai penyemangat diri untuk jadi lebih baik lagi. Karena dirimu begitu berharga.. LastChild - Seluruh Nafas Ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita

Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali

Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hooo..)

Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi

Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini



Saya begitu tersentuh dengan kenangan Umi Pipik ketika menceritakan tentang sosok Alm. Suaminya. Untuk itu saya bertekad untuk bisa menjadi sosok seperti Uje. Sosok yang begitu luar bisa bagi Istri, dan anak-anaknya. Ingin menangis rasanya kala mendengar Bilal (anak terakhir usianya masih balita) menyanyikan algu yang berjudul ayah di Youtube.

Walau bagaimanapun tidak mudah untuk bisa melupakan semuanya. Umi itu kuat, tangguh dan punya Allah yang maha segalanya. Semoga Umi Pipik gak menikah lagi ya....
Sewaktu saya melihat dan menyaksikan sendiri, begitu banyak antusiasme masyarakat yang ingin memegang keranda, menggendong dan ingin mensolatkan, ingin mengantar ke pemakaman. Di dalam mobil jenasah saya peluk keranda, saya ngobrol. Dan saya yakin suami saya mendengarkan saya. Saya bilang, Abi, Umi bangga punya suami seperti Abi. Abi bangga, Allah kirimkan manusia seperti Abi.

Karena saya sama beliau dari nol. Karena saya juga bukan... bukan...bukan... Saya juga bukan wanita, bukan wanita yang baik-baik...kita berdua mengarungi perjalanan yang luar biasa. Kita berdua susah senang. Ini adalah ujian yang harus saya nikmati berdua.

Saya bilang, Abi bisa lihat ribuan masyarakat mengagumi Abi. Abi bangga...Abi bangga. Umi janji, Umi akan mendidik anak-anak, membesarkan anak-anak. Sehingga Abi bangga sama mereka. Mereka akan menjadi besar seperti Abi. Saya bicara seperti itu.
Tak hanya kalimat-kalimat di atas, ungkapan Umi Pipik seperti di bawah ini juga buat saya tersentuh banget. Disini Uje begitu menyayangi keluarganya, anak-anak dan istrinya. Inilah ucapan seorang kepala rumah tangga yang begitu bertanggungjawab dan peduli terhadap keluarganya. 
Dan saya ingat kata-kata terakhir beliau di sini, di meja makan. Beliau bilang, kalau Abi masuk surga, terus Abi melihat gak ada orang tua Abi di situ, Abi akan tanya sama Allah, ya Allah, saya tidak mau masuk surga karena tidak ada orang tua saya. Saya mau keluar mencari orangtua saya.

Lalu dia bertanya kalau Abi masuk surga, gak ada anak-anak Abi, Abi akan bilang sama Allah. Ya Allah saya masuk surga tapi kamu meninggalkan anak-anak saya.

Kalau Abi masuk surga, Abi gak melihat ada Umi, Abi akan keluar, ya Allah kenapa gak ada istri saya. Jadi, buat saya beliau lebih mengutamakan orang lain terlebih dahulu.
Uje, kini semua tentang dirimu cukup menjadi pelajaran bagi kami. Semoga kami bisa menjadi sosok seperti dirimu yang begitu cinta dan sayang terhadap keluarga. Semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan terus baik. Terus bersabar dan selalu menjadi orang memaafkan.
Beliau juga mengajarkan saya, jika kita dicaci maki, kita dizolimi, kita jangan pernah membalasnya dengan caci makian. Doakan mereka. Itulah sesungguhnya kemuliaan.
Untuk Umi Pipik, tetap tegar dan tabah. Kami yakin almarhum merasa bangga memiliki seorang sosok pendamping yang bisa tegar dan luar biasa. Semoga orang yang saya sayangi saat ini dan seterusnya, bisa sekuat dan setabah Umi Pipik dikala saya harus 'pulang' duluan untuk menghadap Allah swt. Tapi saya akan berdoa, semoga saya diberikan umur yang panjang untuk bisa terus mendampingi orang-orang yang saya sayangi.[]

Umi janji, Umi akan mendidik anak-anak, membesarkan anak-anak. Sehingga Abi bangga sama mereka. Mereka akan menjadi besar seperti Abi.
Itulah teriakan istri Uje. Ia berusaha menggoyang-goyangkan badannya dan berbuat apapun agar suami tercinta bisa bangun kembali. Saya, suami tercinta sudah tak mampu apapun selain terbujur kaku.

Siapa yang tak sedih dan merasa kehilangan ketika ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi. Apalagi sudah sangat lama membersamai kita dalam keseharian, berbagi, dan saling mencintai. Tentu tak mudah untuk melepaskannya begitu saja. Jangankan untuk berpisah selamanya, pisah sementara waktu saja pasti sangat berat.

Inilah yang saat ini dialami oleh Umi Pipik (istri Alm. Uje). Kini hanya dirinya dan anak-anaklah yang menjalani kisah hidup dalam berkeluarga. Sebab sang suami kini telah pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali. Sungguh-sungguh sangat berat. Hal seperti ini tentu tidak pernah terbesit dalam pikirannya, tetapi inilah takdir yang harus dijalani.

Semua tentang Uje hanya tinggal kenangan, tapi meskipun demikian baginya Uje tetap hidup dan selalu ada di sisinya. Sang suami begitu besar pengaruhnya, begitu membekas dan sosok yang tidak ada duanya. Karena saya bisa kuat dan tegar seperti ini karena suami saya. Umi harus kuat, umi harus jadi kayak seperti Abi.. itulah pesan Uje sewaktu masih hidup.
Di dalam mobil jenasah saya peluk keranda, saya ngobrol. Dan saya yakin suami saya mendengarkan saya. Saya bilang, Abi, Umi bangga punya suami seperti Abi. Abi bangga, Allah kirimkan manusia seperti Abi.
Meski tidak menampik rasa kehilangan yang begitu dalam dari raut wajah Umi Pipik, beliau berusaha tegar dan mengikhlaskan semuanya. Inilah kehidupan, yang kita cari di dunia ini hanyalah keselamatan. Suami dan anak-anak merupakan titipan, kelak titipan itu akan diambil oleh yang punya.
Uje buat saya, beliau selain suami, beliau guru buat saya. Saya bangga luar biasa. Saya selalu ingat kata-kata beliau, yang selalu mengajarkan saya dan anak saya. Ke anak saya beliau selalu bilang, Abi tidak akan pernah memaksa kalian harus seperti Abi. Kalian sudah bermanfaat untuk orang lain saja, Abi sudah senang.
Tugas Umi Pipik saat ini yaitu membesarkan keempat anaknya dan menjadikan mereka penerus dakwah Abinya.

Harapan saya, semoga Umi Pipik tetap menjaga Alm. Uje dan memilih untuk tidak menikah lagi. Sebab bagaimanapun kecintaan Umi Pipik terhadap uje sudah sangat lama. Apalagi semuanya dibangun dari nol, dari belum punya apa-apa dan kemudian hingga jadi seperti ini. Semoga Umi Pipik bisa terus tegar dan setia pada sang suami. (baca kisahnya DISINI)

Khusus untuk para calon istri dan calon suami, mari tiru apa-apa yang bisa dijadikan pelajaran, dan buang apa yang selayaknya tidak perlu. Jadilah suami yang sayang terhadap istri, dan begitu juga sebaliknya. Selalu menjaganya, menghormatinya, memperhatikannya, mengasihinya, dan memenuhi kebutuhannya. Jangan pernah meninggalkanya, apalagi menyakitinya. 

Semoga saya bisa meniru semua kebaikan Uje, terutama bisa menyayangi keluarga. Amiin.[]

Tak biasanya, makan serasa tak berasa.. dada sesak.. pikiran gak karuan.. itulah yang saya rasakan saat ini. Ini berat dan sangat sulit bagi saya. Meski ini bukan yang pertama kali, tapi tetap saja rasanya gak nahan. Hanya dengan ikhlas dan sabar semua ini bisa saya jalani.

Mungkin ini kisah hidup yang harus saya jalani, semuanya sudah takdir dari sang mahakuasa. Jangankan manusia biasa, sekelas nabi, aulia dan para ulama juga pasti mengalami ujian yang berat, hanya saja ujian mereka jauh lebih berat ketimbang kita-kita ini. Saya yakin dibalik semua ini ada kisah yang tersembunyi. Ada pelajaran yang berharga.

Kisah hidup, Rabiah Al Adawiyah sampai Ibn Hazm Alandalusi mereka memiliki kisah yang berbeda dan itulah kisah yang harus dambil hikmahnya. Nikmati semuanya dan berpikirlah positif, yang harus kamu lakukan saat ini adalah fokus dengan masa depan dan cita-cita. Kelak semuanya akan datang kembali.

Masalah demi masalah datang sejatinya itu hanya sebuah proses untuk jadi lebih baik. Jangan pernah menyalahkan siapapun, termasuk diri sendiri. Bukan masalah yang menjadi alasan, tetapi seberapa besar bisa mengambil pelajaran dari permasalahan yang ada. Perbaiki diri dan teruslah introspeksi diri.

Jelas ini hikmah, ini rezeki dari Allah. Ia sayang dengan saya, semuanya ia lakukan agar saya bisa berubah dan jadi lebih baik lagi.. terima kasih atas semuanya... saya harus lebih rajin ngaji al-Qur’an, sholat berjamaah 5 waktu plus rowatibnya juga, sholat duha dan tahajud, perbanyak puasa, jadi penyabar, dan mukhlis (orang yang ikhlas). So tetaplah tersenyum manis dengan nikmat ini. []  



(Senin, 23/09/13) Sekitar pukul 17.00 wib, kami 11 orang berangkat dari Yogyakarta menuju Magelang, ‘SINGO’ itulah nama kelas kami. Singo berasal dari sebuah singkatan “santri rong ewu songo” artinya santri dua ribu sembilan. Dalam perjalanan ada insiden, salah satu sepeda motor yang kami bawa mengalami masalah. Tapi karena posisi sudah malam, motor itu dipaksa berjalan untuk mencari tukang tambal ban. 

Alhasil, setelah dibongkar ternyata bukan hanya bocor ban yang kami temukan, tetapi ban dalamnya sudah sobek sepanjang 20cm. Mau tak mau kami pun menggantinya dengan yang baru, sebab besoknya akan mengadakan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Dieng, itulah the next our destination.

Setelah khatm al-Qur’an untuk orang tua Ahmad Nurdani (Dani) yang sedang melaksanakan ibadah haji. Kami menginap satu malam disana, esok paginya kami berangkat menuju Dieng sekitar pukul 07.30 dari Magelang. Alhamdulilah selama perjalanan tidak ada kendala.

Sepanjang perjalanan sebelum tiba di tempat tujuan, misalnya saja di tugu pandang Dieng, rasa dingin sudah menyambut kami. Sehingga kami pun terpaksa membeli sarung tangan, sal dan penutup kepala untuk mengurangi dingin. Itulah Dieng, meskipun tengah hari tetapi tetap saja dingin. Meskipun demikian, pemandangan indah dari atas pegunungan menjadi obat untuk menangkal rasa dingin tersebut.

Perjalanan yang kami lalui sekitar 3 jam lamanya, pukul 10.30 kami tiba di telaga warna dan foto-foto disana. Sewaktu kami disana ada sepasang kekasih yang sedang melakukan prewed. Ada juga yang lagi ngobrol sama pasangannya dan keluargannya. Setelah menyusuri telaga warna selama 30 menit, kamipun balik lagi.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang. Tak butuh waktu lama untuk tiba disana hanya sekitar 5 menitan. Disana kami disambut dengan bau blerang yang tidak terlalu tajam, tapi lumayan mengganggu. Butuh sekitar 5 menit untuk berjalan menuju Kawah Sikidang yang mengeluarkan asap dan lumpur yang mendidih.

Ada beberapa turis yang membersamai kami ketika menuju kawah, bahkan ketika kami hendak pulang. Para turis itu hampir semuanya membawa kamera untuk mengabadikan momen mereka disana. Selain menawarkan wisata kawah, anda juga bisa berfose dengan kuda putih dan menungganginya.

Sekitar 15 menit kami disana dan foto-foto bareng, akhirnya kamipun memilih kembali dan melanjutkan perjalanan. Tujuan kami yang selanjutnya ialah Candi Arjuna. Dari papan informasi yang kami baca dari papan informasi, nama Candi Arjuna itu hanya penamaan yang diberikan oleh penduduk saja, adapun nama aslinya tidak diketahui.

Selain Candi Arjuna disana juga terdapat nama yang lain. Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Putradewa dan Candi Sembadra. Jadi totalnya ada 5 candi yang ada disana. Sebetulnya masih banyak tempat yang belum kami kunjungi, tetapi karena waktu dan perjalanan pulang yang cukup jauh sehingga kamipun memilih untuk berekspedisi cukup sampai disitu.

Ada banyak wisata yang ditawarkan di Dieng, tapi hanya 4 tempat yang dapat kami kunjungi. Telaga Warna, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater, dan Candi Arjuna. Air Terjun, Bimolukar, Waduk Walaslintang, Sikunir, dan lain-lain. Adapun makanan khas yang ditawarkan disana yaitu Mie Ongklok dan Buah Carica.

Anda tertarik??... silakan datang dan kunjungi langsung.

Sabtu 07/09/13 saya beserta teman-teman santri yang lain mengunjungi kediaman Ustadz yang pernah menjadi pengasuh kami di PONPES UII untuk sowan. Beliau adalah Ust. Roy Purwanto, atau kami biasa menyapa beliau dengan panggilan Ust. Roy.

Beliau adalah sosok yang luar biasa, bahkan beliau adalah inspirator saya. Selain karena keilmuan dan spiritualitas nya yang balance, beliau juga selalu mengajarkan saya untuk terus dan terus berbuat baik tanpa akhir, dan juga Istiqamah. al-Istiqamatu Khairan min alfi al-karamah......

Letak "istana" beliau cukup dekat dengan Candi Prambanan, kalau dari arah Yogyakarta hanya perlu melewati candi perambanan sedikit, terus belok kanan. Tinggal melewati rel kereta api, kemudian pesawahan dan beberapa rumah penduduk, akhirnya tiba disana.  

Perjalanan kami untuk menyambangi kediaman beliau yaitu bada’ sholat maghrib. Saat itu saya nekat mengendarai motor astrea honda tahun 1991, meskipun kondisi lampu depan mati, STNKnya juga mati. Bahkan, motor itu belum seminggu baru beres karena kasus ditilang polisi.  Dengan bismillah dan lillahita’ala saya pun tetap pede mengendarainya.

Oh ya, motor itu juga sudah tidak ada rem depan, yang ada hanya rem belakang. Butuh keahlian khusus memang, dan dibutuhkan keberanian tingkat tinggi untuk mengendarainya. Karena banyak faktor itulah saya pun hati-hati betul dalam perjalanan malam itu, meskipun kondisi jalanan cukup terang dan aspalnya sangat baik.

Tetapi, siapa sangka. Ternyata benar kata beberapa teman, kalau kita sudah hati-hati betul dalam berkendaraan eh ternyata ada orang lain yang ugal-ugalan dan sembrono. Kala itu saya mengendarai motor dengan kecepatan 60/km. Posisi saya waktu itu ada di sebelah kiri. Tiba-tiba ada mobil sedan dari belakang dengan kecepatan tinggi, kemudian mobil tersebut memasang lampu rating ke kiri, saya kira mau isi bensin di SPBU.

Karena posisi mobil tadi berhenti mendadak dan motor yang saya kendarai tidak memiliki rem depan, akhirnya saya menabrak bagian belakang mobil sedan tersebut. Meskipun sudah direm belakang, tetap saja motor itu tetap nyosor untuk mencium belakang mobil. Untungnya hanya benturan kecil dan tidak terjadi apapun.

Seolah tidak ada apa-apa, dengan sigap saya pun langsung menarik gas dan melanjutkan perjalanan tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Kejadian ini hanya membuat saya tersenyum kecil dan mulut berucap “ada-ada saja tadi..alhamdulilah untung gak kenapa-kenapa.”

Setiba di kediaman Ust. Roy, kami bersalaman dan disuguhi kue dan teh hangat. Malam itupun terasa begitu cair dan mengingatkan kami tentang kepemimpinan beliau sewaktu masih menjadi pengasuh kami beberapa bulan yang lalu.

Disana kami ditemani Mas Robitul Firdaus, calon kandidat doktor yang saat ini sedang menyelesaikan tesisnya di Malaysia. Tak lupa ada asatidz pengabdian, dan teman-teman santri lain. Disana kami mendengarkan cerita dan kisah-kisah lucu yang dulu masih dirahasiakan oleh Ust. Roy. “Dulu saya masih jadi pengasuh, jadi sengaja tidak saya ceritakan...” mendengar ucapan beliau, sentak kami pun tertawa. 

Tak hanya itu, beliau juga memberikan petuah, wejangan, mauidzah hasanah, atau pesan untuk kami semua. Beliau tak pernah henti untuk menyuruh kami ayo keluar negri, dan keluar negri. Bahkan beliau sempat cerita sewaktu kuliah s2. Ketika ust. Roy kuliah, sang dosen sempat menghina, “Sudah s2 kok belum pernah ke luar negri, minimal numpang kencinglah disana...” kamipun terbahak-bahak mendengar kisah itu.

Beliau juga berpesan untuk terus meningkatkan spiritual dan intelektual santri. Sebab itulah yang membedakan mahasiswa santi UII dengan mahasiswa yang lainnya. Minimal salah satu dari keduanya ada dalam diri  santri. Para santri juga dipesan supaya memiliki satu amalan, apapun itu yang paling disukai. Sebab dulu ada salah seorang sahabat nabi, yang gemar membaca suat al-Ikhlas.

Surat al-Ikhlas ia baca bahkan sebelum surat-surat yang lain dibacanya. Kemudian ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada rasulullah. Ya rasul, si fulan bin fulan selalu membaca surat al-ikhlas sebelum surat yang lainnya. Kemuidan rasulullah bertanya kepad sahabat yang bersangkutan. Apakah benar demikian?  Pemuda itu menjawab, saya mnyukainya ya rasul. Kemudian rasulullah tersenyum dan berkata, kelak amalanmu akan memasukanmu ke dalam syurga.

Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda: 'Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ' Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, 'Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.' Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya (HR.Bukhari| Shahih| Kitab: Tauhid| No:6827) 

Terakhir, yang dipesankan oleh beliau adalah untuk berbakti/ bekhidmat. Berbakti kepada orang tua, guru, tempat dimana kita tinggal dan di manapun. Berkhidmat merupakan sebuah tanda bagi seseorang terhadap kesetiaanya.  Kesetiaan dapat diukur dari pengabdiannya. itulah beberapa pesan dari ustadz Roy. Acara malam itupun ditutup dengan membaca fatihah bersama-sama.

Pada saat tulisan ini ditulis, Ust Roy sedang berada di Kanada - Amerika, dalam rangka short course. Semoga Allah memberikan kelancaran, kemudahan, keberkahan serta keselamatan. Amin ya rabbal ‘alamin.[]


Tanpamu aku bisa.. bersama-Mu aku jauh lebih sempurna...” – Ust. Willy -

Pada acara sharing malam jum’at, pertama kali saya mendengar kalimat tersebut.  Tapi saya sudah lupa, malam jumat kapan tepatnya. Kata-kata itu begitu dalam dan menyimpan sejuta makna. Kata Ustadz Willy, tulisan tersebut beliau tulis di buku diarynya sewaktu dulu, ketika masih jomblo (belum punya istri).

Tanpamu aku bisa...”  maksudnya  adalah  fokus untuk belajar dan mengejar cita-cita. Lupakan semua yang dapat menghambat, mempersuram dan apalah namanya. Fokus pada niat dan lakukan dengan kerja keras, kelak semua yang diinginkan akan terwujud. Wanita, pacaran dan semuanya memang menggiurkan, tapi lihatlah bahayanya, serta akibatnya. Banyak yang karirnya terhambat gara-gara ngurusin pacar.

Berpikirlah jauh ke depan, kelak semuanya akan datang dan justru malah akan menghampirimu sendiri. “Kun Mathluban Wa Laa Takun Thaliban...” Jadilah orang yang dicari, jangan jadi orang yang mencari. Begitulah kata Ust. Ayif juga. Untuk jadi orang yang dicari butuh usaha yang keras diawal. Kalau meminjam perkataan Ust. Luthi Chabib “ingat, syarat dan ketentuan berlaku..”

“...bersama-Mu aku jauh lebih sempurna..” sulit memang untuk bisa lepas dari yang namanya sebuah perasaan. Perasaan cinta pada dasarnya ialah fitrah, tapi selayaknya dan sudah seharusnya tidak disalahgunakan sebelum pada waktunya. Perbanyak kesibukan dan tetap berpikir positif, bahwa kelak wanita pilihan itu akan bersama kita.

Untuk sementara dan saat ini serahkan semuanya kepada yang maha kuasa, maha dari segala maha. Tidak perlu khawatir, sebab Dia-lah yang memiliki semuanya. Biarkan semua diatur-Nya dan berusahalah sebaik mungkin dengan terus menjaga diri dari hal-hal yang merusak nya. Banyak olahraga, diskusi, dan baca buku untuk menambah jadwal kesibukan.Tujuannya supaya stamina tetap oke, ibadahnya lancar, pengetahuannya jalan.

Intelektual dan spiritual berjalan secara berbarengan, itu idealnya. Karena kedua faktor ini sangat dibutuhkan dan wajib dimiliki oleh kita sebagai muslim. Tapi keduanya terasa kosong dan hampa tanpa adanya kesalehan sosial. Dengan demikian, tiga aspek ini lengkaplah sudah, kelak orang yang memiliki ketiganya ini akan disebut dengan manusia yang bermanfaat. Secara keilmuan ia bagus, spiritualnya istiqamah, dan interaksi sosialnya terbangun dengan keluarga, tetangga, dan lingkungannya. Secara otomatis orang akan banyak meminta bantuan padanya.

Arti dari kata "tanpamu" ialah tidak membersamai seseorang yang kita dambakan (baca: pujaan hati) entah karena belum datang atau karena terpisah jarak dan waktu. Lebih tepatnya adalah menjaga diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjalankan perintah ajaran agama islam yang agung. Sedangkan arti kata "bersama-Mu" ialah dekat dengan Allah swt. Dengan kata lain, mengisi hari-hari dengan sibuk beribadah tanpa memikirkan dia (seseorang yang belum jelas akan datangnya).

Jadi maksud kata bijak di atas (menurut saya) ialah untuk saat ini lebih baik tidak memikirkan hal-hal yang menyangkut pendamping hidup, tetapi yang harus dilakukan saat ini ialah lebih mendekatkan diri kepadaNya dan terus tawakal atas usaha yang sudah dilakukan. Yakinlah semuanya sudah diatur dan saat ini kita sedang mengikuti skenario yang  Allah buat.

Rasanya terlalu luas saya menjabarkan kata-kata indah tersebut. Tapi inilah yang dapat saya tangkap maksudnya. Adapun para pembaca memiliki interpretasi yang berbeda, saya kira sangat wajar adanya dan itu sah-sah saja. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki isi kepala yang berbeda (baca; pemikiran).

Tetapi yang jelas kata-kata ini begitu terasa dan mencuat kedalam pemikiran saya, tatkala ada ‘problem pribadi’ yang hanya saya dan ‘dirinya’ saja yang tahu. Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi pembaca,dan tentunya ‘seseorang’ yang saya maksudkanpun sempat membacanya. Allahu'alam.[]


Pada tulisan yang sebelumnya, saya menuliskan tentang siapa kami dan saya sempat  mengucakapkan selamat kepada salah satu sahabat kami yang diwisuda (tulisan sebelumnya). Bulan kemarin, tepatnya 31 Agustus 2013, tiga orang sahabat saya telah diwisuda.

Kami berasal dari daerah yang berbeda, kami juga mengambil jurusan yang berbeda pula di kampus. Jumlah kami kini tersisa 12 orang. Inilah tempat kuliah kami, Fakultas Hukum (FH), Fak. Ekonomi (FE), Fak. Ilmu Agama Islam (FIAI), Fak. Teknik informatika (FTI), dan Fak. Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Kami dipertemukan di tempat yang sangat istimewa. Tempat ini merupakan 'kawah condrodimuko' bagi kami, karena disinilah kami 'digembleng' dan 'dipecut' agar jadi manusia yang sesungguhnya. Untuk lebih jelas siapa saja kami dan kuliah tempat kuliah, ini datanya :

Ahmadi Hasanudin Dardiri (solo) - (FH), Ady Guswady (Lombok, NTB) - (FH), Ahmad Zaini Aziz (Lampung) - (PAI-FIAI), Achmad Nurdany (Magelang) - (Ilmu Ekonomi-FE), Amir Hamzah (Banten) - (PAI-FIAI), M. khorirul Ansor (Tulungagung) - (Informatika-FTI),  Miqdam Musawwa (Yogyakarta) - (Kimia-FMIPA), Syaifulloh Yusuf (Lampung) - (PAI-FIAI), Samsul Zakaria (Lampung) - (Hukum Islam-FIAI), Syahruddin (Lampung) - (Hukum Islam-FIAI), Tubagus Syukron Tamimi (Lampung) - (Hukum Islam-FIAI), Yasser Azka Ulilalbab (Semarang) - (Teknik Industri-FTI).

Kembali kepada topik awal, sahabat saya yang diwisuda bulan kemarin mereka adalah Ahmad Zaini Aziz, Syaifulloh Yusuf, dan Ady Guswady. Kesemuanya memperoleh predikat cumlaude. Bahkan sahabat saya yang satu fakultas dan sekaligus satu kelas, yaitu Ahmad Zaini Aziz memperoleh penghargaan PIN EMAS.

Kepala Rektor Universiatas Islam Indonesia, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. memberikan ucapan selamat dan dilanjutkan dengan pemasangan pin sebagai simbolik.

Pin Emas merupakan ajang penghargaan yang diperoleh mahasiswa yang memiliki nilai Indeks Prestasi Kumulatif tertingi. Dua sahabat akrab saya ini merupakan kandidat pin emas. Hanya saja Syaifulloh Yusuf atau saya biasa memanggilnya dengan ‘Ucup’ terpaut tanda koma. IPK keduanya sama-sama diatas 3.90

Oh ya, sebetulnya ada dua sahabat saya juga yang sudah pendadaran atau ujian skripsi. Hanya saja mereka menunda pelaksanaan wisudanya. Bahkan salah satu diantara keduanya sudah melanjutkan ke jenjang pendidikan S2. Siapa kah mereka?? Tunggu saja pada tulisan saya yang selanjutnya.

Selamat ya Cup, Ziz, dan Ady.... Ucup dan Aziz juga sudah melanjutkan ke S2, sedangkan Ady belum. Katanya lagi nunggu waktu yang tepat. Ketika tulisan ini dibuat, mereka bertiga masih menunggu surat pengabdian dari pihak Rektorat UII. Semoga dapat tempat yang nyaman di hati ya…


Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesuciannya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta

Kuinginkan dia, yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada, ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya

Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku

Tiada yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku

Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu

Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
Dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku...

-------------------------------------
Saya pikir semua orang kenal dengan lirik lagu di atas? Ya lirik lagu ini adalah persembahan terakhir dari Alm. Ustadz Jeffry al-Buchori. Lagu ini pertama kali dibawakan live oleh Alm. ketika di undang oleh Empat Mata, trans7. Disana pula almarhum membawa sang istri tercinta, yang kala itu meneteskan air mata ketika dilantunkannya lagu "Bidadari Syurga" ini.

Beberapa hari yang lalu, ketika Istri Alm. di undang ke acara empat mata untuk yang kedua kalinya, Umi Pipik atau Mbak Pipik biasa disapa, tersedu dan mengucurkan air mata kala video kenangan beliau bersama alm. menyanyikan lagu tersebut diputar. Tak hanya Mbk Pipik, tetapi penonton di studio juga banyak yang ikut menangis kala itu.

Saya juga ikut sedih dan pengen nangis. Tapi karena banyak teman-teman juga yang nonton, jadinya jaim dong. Terlebi saya kan anak cowok, masak cengeeng.

Sosok Alm. Uje merupakan figur yang sangat baik, kepada saya, anak-anak bahkan kepada sahabat-sahabatnya. ungkap sang istri yang baru saja selesai masa iddahnya.

Sebelum meninggal pun beliau sempat mengatakan "Ummi... Ummi harus jadi kayak seperti Abi.. " walaupun pada waktu itu Mbak Pipik tidak merasakan itu sebagai sebuah pertanda bahwa sang ustadz gaul itu akan pergi untuk selama-lamanya.

Semoga keempat anak Alm. bisa menjadi penggantinya kelak. Uje meninggal dunia pada tangga 26/04/13 setelah pulang dari kemang dengan mengendarai motor kawasaki. Beliau membentur pohon palm hingga kepala bagian sebelah kiri terluka parah. Ketika di rumah sakit ternyata beliau sudah tiada. Sebelum berangkat ke kemang, kondisi beliau memang kurang sehat. bahkan ketika pulang dari kemang sempat terjatuh dua kali.

Semoga Allah menerima amal beliau, dan memasukannya ke dalam orang-orang yang beruntung. Amiin []


Pernahkan anda dikecewakan? Atau merasa kecewa?.. saya yakin semuanya pernah mengalaminya, entah besar ataupun kecil bentuknya. Kecewa karena sahabat, keluarga, tetangga dan lain sebaginya. Kecewa lawan katanya ialah puas.

Kalau kita lihat kamus besar bahasa indonesia (KBBI), kecewa yaitu kecil hati; atau tidak puas karen tidak terkabul keinginannya, harapannya, dan sebagainya. Sedangkan puas merupakan kebalikan darinya. Puas yaitu merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb) karena sudah terpenuhi hasrat hatinya.

Kedua sifat ini sering kita alami, terutama dalam kehiduapn sehari-hari. Tetapi, jika kita kembali kepada ajaran agama, khususnya agama Islam (keselamatan) kedua-danya adalah baik. Dai sejuta umat, Zainudin MZ menyampaikan “kita sring mengartikan rizki itu berupa duit atau material, padahal rizki itu bisa berbentuk non-material. Bahkan kekecewaan itu pun merupakan sebuah rizki..

Dengan kecewa itu justu bisa menjadikan seseorang lebih dewasa, lebih hati-hati dan yang paling utama ialah belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Kekecewaan merupakan penawar yang luar biasa, dan menghantarkan seseorang untuk jadi lebih baik. Tetapi sebaliknya, kepuasan itu justru membuat seseorang manjadi sombong dan takabur.

Dari kecewa kita dapat belajar tentang sebuah proses, kesungguhan, kegigihan dan kerja keras. Tidak ada kata menyerah sebelum titik darah penghabisan, itulah moto orang yang kecewa. Tapi ada tipe orang yang ketika merasa kecewa atau dikecewakan justru malah berhenti sampai disitu. Ia enggan memulainya lagi sampai kapan pun “saya sudah terlanjur sakit hati...”.

Bagi orang yang demikian, kekecewaan merupakan harga mati. Silakan orang lain mau mengatai apapun, saya tidak akan marah. Tapi asal jangan pernah melakukan satu hal, yaitu membuat kecewa. Mengecewakan baginya sama artinya dengan sebuah kepercayaan. Kepercayaan itu dibangun karena ada rasa percaya pada seseorang.

Ketika kepercayaan itu sudah tidak dipegang, berarti secara tidak langsung hal itu sudah membuat kecewa. Kepercayaannya telah hilang dan telah dikhianati. Tipe orang yang manakah anda? Tapi tidak kemudian memasang wajah sinis atau tidak bersahabat. Berusahalah tetap tersenyum meski kecewa..(seperti gambar ilustrasi di atas)

Berbicara tentang puas, maka makhluk yang namanya manusia itu tidak akan pernah menemukan kepuasan. Kepuasan yang saat ini dikatakan hanyalah kepuasan yang sifatnya sementara. Hakikatnya kepuasan itu tentu tidak akan pernah ada ujungnya. Sudah punya satu ingin punya dua, sudah punya dua ingin punya tiga dan sebagainya.

Adapun mengobati rasa puas yang buas itu dengan cara Qanaah. Qanaah yaitu merasa cukup dengan apa yang diperoleh. Salah satu ciri bertaqwa menurut menantu Rasulullah saw; Ali ra yaitu ‘al-qana’at bi al-qalil’ merasa cukup dengan yang sedikit. Pernahkan kita merasa cukup dengan sesuatu yang kecil? Allahu’alam []

Terima kasih tuhan, mungkin inilah jawaban dari doaku selama ini. Aku ingin bisa fokus dan melupakan semuanya untuk sementara waktu. Selama ini memang pikiran ini terlalu berat digunakan untuk memikirkan hal-hal yang begitu rumit dan bercabang. Kalau aku ibaratkan, otak ini seperti hardisk yang kapasitasnya sudah mau  penuh. Kalau buka program yang baru pasti lola setengah mati.

Kapasitas hardisk yang yang ku miliki memang tak sebesar hardisk yang lain. Jadi aku tak mampu menampung semua data yang ada, apalagi hingga berpuluh-puluh atau sampai ratusan gigabyet. Kapasitas yang aku miliki hanya 80gb, dan ram (memori) hanya setengah gigabyet (500mb). Jadi ya bisa dikatakan super lelet, kayak pentium  empat untuk jaman sekarang.

Setiap komputer tentu tak akan lepas dari yang namanya virus. Virus yang selama ini menempel dalam hardisk ku akhirnya bisa dihilangkan, akupun begitu senang. Untungnya data-data yang lain tetap ada dan tidak hilang. Butuh waktu yang lama untuk menghilangkan virus ini, selama itu pula aku berusaha mencari cara untuk mengusir virus-virus itu enyah dari dalam hardisk.

Manusia itu jangan seperti virus, yang kerjaannya hanya merusak program saja. Terlebih virus itu juga masuk lewat benda-benda yang tidak kita ketahui dan tersembunyi, misalnya lewat falsdisk, lewat program yang di download dan lain sebagainya. Dengan kata lain virus masuk dengan cara menyelinap dan tiba-tiba komputer jadi lelet.

Nah manusia itu seharusnya bisa mengambil pelajaran dari hal ini. Apabila sesuatu hal, lewat jalan yang tidak pada tempatnya, berarti itu salah atau dengan kata lain tidak dibenarkan. Bisa dipastikan ada ‘misi’ yang lain untuk merusak dan 90% berpotensi merusak program yang ada didalamnya.

Hubungan atau ikatan antara suami dan istri, itu diibaratkan sebuah komputer. Ketika ada ‘orang ketiga’ berarti komputer itu sudah terkontaminasi virus. Cepat ataupun lambat komputer itu akan mengalami kerusakan dan harus dipasangi anti virus. Tapi, sehebat apapun anti virus itu biasanya tetap kalah, ternyata virus itu lebih lihai masuknya.

Orang ketiga berarti virus yang akan merusak hubungan antar keduanya. Jika dibiarkan akan semakin menjadi dan berakhir pada perceraian. Sebelum hal itu terjadi, maka diawal harus betul-betul ada komitmen dari pihak suami ataupun istri. Tujuannya untuk mengcover hal-hal yang tidak diinginkan. Uji dulu, sebelum memilih !!

Mencegah virus dalam komputer, kuncinya yaitu rajin-rajinlah mengecek atau meng-update anti virus yang kita miliki. Supaya virus yang masuk tidak terlalu banyak dan komputer tetap stabil. Perlu digarisbawahi, untuk menguji anti virus yang kita gunakan itu betul-betul kuat salah satu caranya adalah dengan memasukan virus kedalamnya.

Jika virus itu mampu dihilangkan, berarti anti virus tadi memang betul hebat dan sudah terbukti ampuh. Jika sebaliknya, atau anti virus itu hanya abal-abal, mendingan dibuang saja... Silakan cari yang lebih teruji, dan betul-betul tangguh.


Hari ini tepatnya tanggal 21 agustus 2012, bertepatan pada H – 2 setelah perayaan hari Raya Idul Fitri 1433 H. Tak banyak memang kegiatan ku selain silaturahmi kedua tempat yaitu ketempat nenek dan kakekku, selebihnya hanya diam di rumah karena ku termasuk orang yang tidak suka bepergian ditambah hari ini, pasti semua tempat rekreasi akan penuh disesaki orang – orang yang sibuk berlibur.

Sampai akhirnya “ Aa “ begitu panggilan ku saat ini untuk “ Dia “ orang yang saat ini selalu ada dan setia mendampingiku, meskipun telah banyak batu kerikil, dan ombak besar yang kita hadapi tapi akhirnya kami pun dipersatukan lagi, dan semoga sampai kelak nafas ini tak berhembus lagi. Sore ini tepat pukul 18 : 23 aku menulis tulisan ini diiringi lagu yang ku suka “ Seluruh Nafas ini”, ya last child feat Giselle , semakin menambah atsmosfer ruangan kamar tidur ku, dikala aku memang benar – benar sedang rindu dirimu yang jauh disana.

Ya sebenernya aku menulis tulisan ini karena permintaannya “Aa” kata nya untuk mengisi kekosongan ku, untung – untung bisa menghasilkan karya. Sebenarnya aku suka menulis terutama puisi, tapi kadang aku selalu terhalang oleh yang namanya “ mood”, ya sebenarnya sih itu hanya alas an, “kalau kita niat semuanya bisa terkalahkan terlebih fasilitas ada, “ itu yang selalu dikatakan Aa buat ku, yang selalu susah jika disuruh menulis. Akhirnya sampai pada saat nya aku mengeluarkan gagasanku untuk menulis, ya sesuai judul diatas, Aa memberiku judul “Sabar dan Syukur“ dua kata yang mungkin memang sederhana, tapi ia memintaku untuk mengurainya.

Ku mulai dengan kata sabar, sabar ? setidak nya yang ku tau tentang kata itu ialah, simple tapi sulit bagi sebagian orang dalam pelaksanaannya, termasuk aku. Sabar memang mudah tuk diucap, tapi sangat sulit tuk dilakukan. Ketika orang terkena musibah, ketika orang sedang jengkel, ketika sedang kesal, marah, menunggu lama, benci dengan seseorang dan segala sikap dan tindakan yang banyak menguras emosi pasti kita menasehatinya dengan satu kata “ SABAR”, ya sabar…., semua pasti ada hikmahnya, sabar… kita harus sabar..!!! mudah memang mengucap kata itu. Tapi bagaimana jika semua itu kita yang mengalami ? apa kata sabar masih bisa kita pertahankan ?.

Sebagai manusia biasa tentu sikap sabar seringkali kita jadikan alasan, “ aku sabar, aku sudah sangat sabar, tapi sabar ku ada batasnya “ setidaknya itu yang selalu kita ucap tatkala sikap sabar tak mampu lagi kita pertahakan. Terutama aku, ya aku pun sama perempuan biasa yang selalu kerap jengkel dan kesal.

Apalagi dalam hubungan yang kami jalan. Kata itu selalu ku pelajari dan ku aplikasikan setiap harinya,  dikala waktu dan jarak belum berpihak pada kita, saat ini aku dan “dia” memang kerap harus bersabar karna waktu dan jarak yang menjadi salah satu rintangan untuk hubungan kami, dan pastinya selalu mempengaruhi hubungan kami. Meskipun berbagai alat komunikasi telah canggih saat ini, tapi kami selalu menghadapi kendala.

Tak jarang cekcok dan pertengkaran sering terjadi diantara kami. Tentu semua itu membuat ku banyak mendalami apa itu sikap sabar. Dan kini, untuk saat ini kata sabar bagiku ialah seperti obat, pahit tapi berbuah kesembuhan. Karena “ sesungguhnya Allah bersama orang – orang yang sabar “  ( Al – anfal: 46 ) Dan tentunya menghasilkan syukur.

Ya judul kata yang kedua syukur, sebelum jauh aku menulis tulisan ini aku mohon maaf yah kalau tulisan nya belum bisa professional, kan masih belajar dan mencoba. Oke kita lanjut kata yang kedua, kata orang tua ku hidup kami memang tak selalu berkecukupan, tapi kami harus selalu “ bersyukur” karena masih banyak yang kurang seberuntung kami.

Kata Aa ketika aku selalu mengeluh tentang letih nya jalani hidup, Aa slalu mengingatkan untuk sabar dan bersyukur. Ketika aku tak memenangkan juara 1 dalam perlombaan puisi kala itu dan malah mendapatkan juara 2, kata Aa  “ bersyukur” itupun sudah lumayan.

Itu yang selalu mereka ucapkan kita semua keinginan dan harapan ku tak bisa kudapatkan, ketika semuanya tak sesuai yang ku harapkan, katanya mungkin itu yang terbaik untuk ku dan aku harus slalu bersyukur untuk itu, ya untuk nafas yang masih berhembus, untuk fisik yang sempurna.

Untuk orang tua yang lengkap, untuk orang – orang yang selalu sayang padaku, dan untuk segala kekurangan dan kelebihan yang kumiliki. Aku bersyukur memiliki orang tua yang tetap semangat bekerja keras untuku, aku bersyukur bakat yang telah Maha Kuasa berikan padaku, yang telah membuatku kini percaya diri, dan tentunya aku bersyukur ada “kamu” yang slalu setia menyayangiku, menerima segala kekurangan ku, dan tetap sabar menghadapi egois dan cengengnya aku.

Dan akhirnya jelas kata syukur dan sabar itu tak henti – hentinya terucap dan selalu ku aplikasikan dalam hari – hari ku. Karena Allah SWT berfirman “ sesungguhnya jika kamu bersyukur maka AKU akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-KU maka sesungguhnya azab KU sangat pedih “ ( Ibrahim : 7 )

Demikian ku akhiri tulisan ku dengan firman Allah berikut, karena tak ada yang lebih benar, dan kebenaran itu hanya dari Allah SWT. Buat Aa, yang selalu tak pernah henti mendukungku, selesai juga tulisanku, maaf yah kalau kurang bagus. “ sayang kamu selalu “

Yah.. belum cukup katanya, jadi terpaksa harus dilanjutkan lagi deh tulisannya. Maaf yah gak jadi diakhiri tulisannya sebelum mencapai target. Sebenarnya ide diotakku udh mencapai batas akhir karena belum melakukan pengisian ulang, jadi harus diisi ulang dulu ya kurang lebih dengan sedikit minum susu dan cemilan di toples, he..he… bisa dilanjut nanti.

Akhirnya ditagih lagi deh tulisannya, yuk lanjut lagi masih dalam tema yang sama. Sabar dan syukur, coba sejenak kita fikirkan berapa kali dalam sehari kita bersikap sabar ditengah rumit dan sulit nya kehidupan ini, dan berapa kali dalam sehari kita bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan.

Apa kita ingat untuk mengucap syukur ketika begitu nikmat makanan yang kita makan setiap harinya ?
apa kita selalu bisa sabar ketika orang buat kesal ? ya memang kata yang sederhana namun sulit.

Syukur itu nikmat, setidaknya itu yang saya rasakan ketika apa yang kita inginkan tak mampu jadi milik kita, dan ketika kita bersyukur itu yang selalu membuat kita tak selalu menengok ke atas, tapi tengoklah selalu kebawah. Sabar itu pahit rasanya namun menyejukan jiwa, karena itulah yang ku rasa ketika mulut mengucap sabar maka hati berusaha tenang, dan fikiran pun tak beban.

Cukup dulu yah untuk tulisannya, jika terlalu banyak saya khawatir malah keluar dari tema. Maaf yah kalau belum sempurna.

----------------------------------
Hanya catatan ini yang bisa ku baca dan menjadi kenangan terindah...
Sabar itulah yang saat ini saya pelajari, sabar menunggu "dirinya"
Bersyukur, karena pernah mengenal dan dekat dengan "dirinya" yang begitu istimewa.
Betul memang, kita akan merasa begitu mencintai setelah kehilangan....


Miss World merupakan kontes kecantikan tingkat dunia yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Setelah kematiannya pada tahun 2000, Istri Morley; Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua.

Biasanya, Miss World tinggal di London selama masa baktinya. Dan memiliki agenda keliling dunia dan serangkaian acara lainnya. Adapun pemegang titel Miss World saat ini (tahun  2012) adalah Yu Wenxia dari Republik Rakyat Cina (sumber : wikipedia).

Miss World 2013, yang akan berlangsung di Bali bulan september nanti, menggunakan konsep yang dulu, peserta akan menggunakan satu potong baju renang, hanya saja ditambah kain sarung tradisional Bali. Kain sarung Bali dipakai dari perut hingga bawah, untuk menghormati budaya lokal (katanya). Tentunya, untuk aspek penilaian tetap menggunakan 3B. Kecantikan (Beauty), intelegensi (Brain), dan tes kepribadian (Attitude).

Miss World dimulai sebagai Festival kontes bikini, alih-alih untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu, tetapi acara itu disebut "Miss World" oleh media. Awalnya acara ini hanya acara biasa, tapi setelah mempelajari kontes Miss Universe akhirnya Morley memutuskan untuk membuat kontes menjadi acara tahunan.

Adapun acara miss world yang akan diselenggarakan pertengahan september di Bali menuai banyak pro dan kontra. Menurut pendata Bali; Putu Setia atau yang bernama baptis Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda, Miss world diadakan di Bali tidak melanggar agama, dan mayoritas penduduk Bali beragama hindu. Sehingga kenapa kami (orang hindu) harus mengikuti fatwa majelis ulama indonesia (MUI) untuk menolak miss world.

Lain halnya dengan Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir. Beliau menyesalkan dengan adanya acara ini (miss world). Beliau mengistilahkan acara miss world ini dengan “babi yang dikemas sedemikian rupa agar menjadi halal.” Sekali haram babi itu tetap tetap haram, mau diapakan juga.

Beliau menambahkan, Secara ekonomi dan bisnis, produk Indonesia yang laku di pasaran, dengan menggandeng event Miss World, sebetulnya juga tidak terlalu signifikan. Apalagi hanya kosmetik dan sarung Bali yang menjadi alasan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia. “Itu alasan bodoh” tuturnya.

banyak cara untuk menggunakan media yang lebih murah untuk mempromosikan produk Indonesia dengan cara yang lebih sehat. Juga banyak cara untuk memajukan produk Indonesia tanpa harus menghancurkan moral anak bangsa.Buat apa negara keluarkan triliunan rupiah untuk menyusun kurikum pendidikan karakter, jika akhirnya dirusak oleh event-event seperti ini. Pungkas Ustad Bachtiar Nasir.

Sebagai seorang akademisi dan orang yang beragama islam, jelas saya mendukung sepenuhnya MUI dan MIUMI. Sebab apa yang dipertimbangkan oleh kami (umat islam) adalah atas dasar perintah agama, dalam konteks ini adalah al-Qur'an dan al-Hadits. Bagaimana seharusnya wanita berbusana dan menjaga auratnya, kesemua itu demi kebaikan dan kemaslahatan sang wanita sendiri.

Tak hanya itu, dampak yang timbul dari acara tersebut secara tidak langsung merusak moral kita, jelas ini merupakan penjajahaan karakter kita juga. Sebagai orang Indonesia, budaya yang diajarkan oleh bangsa ini tidak demikian adanya. Jika hal ini tetap dibiarkan, maka negara harus siap menerima konsekuensinya.

Pergaulan yang semakin tidak beretika, cara berpakaian tidak yang sopan, serta gaya-gaya asing yang kini ditiru oleh orang Indonesia sudah sangat memprihatinkan, mungkin sudah tahap stadium empat. Jika hal ini tidak kita cegah dan terus dibiarkan, berarti sama saja kita menghancurkan negara ini dengan cara perlahan. Sadar ataupun tidak, kita sudah menjadi bagian dari pelakunya.

Sumber : disni dan disni
Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme