Umi janji, Umi akan mendidik anak-anak, membesarkan anak-anak. Sehingga Abi bangga sama mereka. Mereka akan menjadi besar seperti Abi.
Itulah teriakan istri Uje. Ia berusaha menggoyang-goyangkan badannya dan berbuat apapun agar suami tercinta bisa bangun kembali. Saya, suami tercinta sudah tak mampu apapun selain terbujur kaku.

Siapa yang tak sedih dan merasa kehilangan ketika ditinggalkan oleh seseorang yang kita sayangi. Apalagi sudah sangat lama membersamai kita dalam keseharian, berbagi, dan saling mencintai. Tentu tak mudah untuk melepaskannya begitu saja. Jangankan untuk berpisah selamanya, pisah sementara waktu saja pasti sangat berat.

Inilah yang saat ini dialami oleh Umi Pipik (istri Alm. Uje). Kini hanya dirinya dan anak-anaklah yang menjalani kisah hidup dalam berkeluarga. Sebab sang suami kini telah pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali. Sungguh-sungguh sangat berat. Hal seperti ini tentu tidak pernah terbesit dalam pikirannya, tetapi inilah takdir yang harus dijalani.

Semua tentang Uje hanya tinggal kenangan, tapi meskipun demikian baginya Uje tetap hidup dan selalu ada di sisinya. Sang suami begitu besar pengaruhnya, begitu membekas dan sosok yang tidak ada duanya. Karena saya bisa kuat dan tegar seperti ini karena suami saya. Umi harus kuat, umi harus jadi kayak seperti Abi.. itulah pesan Uje sewaktu masih hidup.
Di dalam mobil jenasah saya peluk keranda, saya ngobrol. Dan saya yakin suami saya mendengarkan saya. Saya bilang, Abi, Umi bangga punya suami seperti Abi. Abi bangga, Allah kirimkan manusia seperti Abi.
Meski tidak menampik rasa kehilangan yang begitu dalam dari raut wajah Umi Pipik, beliau berusaha tegar dan mengikhlaskan semuanya. Inilah kehidupan, yang kita cari di dunia ini hanyalah keselamatan. Suami dan anak-anak merupakan titipan, kelak titipan itu akan diambil oleh yang punya.
Uje buat saya, beliau selain suami, beliau guru buat saya. Saya bangga luar biasa. Saya selalu ingat kata-kata beliau, yang selalu mengajarkan saya dan anak saya. Ke anak saya beliau selalu bilang, Abi tidak akan pernah memaksa kalian harus seperti Abi. Kalian sudah bermanfaat untuk orang lain saja, Abi sudah senang.
Tugas Umi Pipik saat ini yaitu membesarkan keempat anaknya dan menjadikan mereka penerus dakwah Abinya.

Harapan saya, semoga Umi Pipik tetap menjaga Alm. Uje dan memilih untuk tidak menikah lagi. Sebab bagaimanapun kecintaan Umi Pipik terhadap uje sudah sangat lama. Apalagi semuanya dibangun dari nol, dari belum punya apa-apa dan kemudian hingga jadi seperti ini. Semoga Umi Pipik bisa terus tegar dan setia pada sang suami. (baca kisahnya DISINI)

Khusus untuk para calon istri dan calon suami, mari tiru apa-apa yang bisa dijadikan pelajaran, dan buang apa yang selayaknya tidak perlu. Jadilah suami yang sayang terhadap istri, dan begitu juga sebaliknya. Selalu menjaganya, menghormatinya, memperhatikannya, mengasihinya, dan memenuhi kebutuhannya. Jangan pernah meninggalkanya, apalagi menyakitinya. 

Semoga saya bisa meniru semua kebaikan Uje, terutama bisa menyayangi keluarga. Amiin.[]

--------------------

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Jangan lupa, biar cakep dan cantik silakan ninggalin satu atau dua patah kata. Apa pun komennya boleh, yang penting sopan dan tdk promosi.

Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme