(Senin, 23/09/13) Sekitar pukul 17.00 wib, kami 11 orang berangkat dari Yogyakarta menuju Magelang, ‘SINGO’ itulah nama kelas kami. Singo berasal dari sebuah singkatan “santri rong ewu songo” artinya santri dua ribu sembilan. Dalam perjalanan ada insiden, salah satu sepeda motor yang kami bawa mengalami masalah. Tapi karena posisi sudah malam, motor itu dipaksa berjalan untuk mencari tukang tambal ban. 

Alhasil, setelah dibongkar ternyata bukan hanya bocor ban yang kami temukan, tetapi ban dalamnya sudah sobek sepanjang 20cm. Mau tak mau kami pun menggantinya dengan yang baru, sebab besoknya akan mengadakan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Dieng, itulah the next our destination.

Setelah khatm al-Qur’an untuk orang tua Ahmad Nurdani (Dani) yang sedang melaksanakan ibadah haji. Kami menginap satu malam disana, esok paginya kami berangkat menuju Dieng sekitar pukul 07.30 dari Magelang. Alhamdulilah selama perjalanan tidak ada kendala.

Sepanjang perjalanan sebelum tiba di tempat tujuan, misalnya saja di tugu pandang Dieng, rasa dingin sudah menyambut kami. Sehingga kami pun terpaksa membeli sarung tangan, sal dan penutup kepala untuk mengurangi dingin. Itulah Dieng, meskipun tengah hari tetapi tetap saja dingin. Meskipun demikian, pemandangan indah dari atas pegunungan menjadi obat untuk menangkal rasa dingin tersebut.

Perjalanan yang kami lalui sekitar 3 jam lamanya, pukul 10.30 kami tiba di telaga warna dan foto-foto disana. Sewaktu kami disana ada sepasang kekasih yang sedang melakukan prewed. Ada juga yang lagi ngobrol sama pasangannya dan keluargannya. Setelah menyusuri telaga warna selama 30 menit, kamipun balik lagi.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang. Tak butuh waktu lama untuk tiba disana hanya sekitar 5 menitan. Disana kami disambut dengan bau blerang yang tidak terlalu tajam, tapi lumayan mengganggu. Butuh sekitar 5 menit untuk berjalan menuju Kawah Sikidang yang mengeluarkan asap dan lumpur yang mendidih.

Ada beberapa turis yang membersamai kami ketika menuju kawah, bahkan ketika kami hendak pulang. Para turis itu hampir semuanya membawa kamera untuk mengabadikan momen mereka disana. Selain menawarkan wisata kawah, anda juga bisa berfose dengan kuda putih dan menungganginya.

Sekitar 15 menit kami disana dan foto-foto bareng, akhirnya kamipun memilih kembali dan melanjutkan perjalanan. Tujuan kami yang selanjutnya ialah Candi Arjuna. Dari papan informasi yang kami baca dari papan informasi, nama Candi Arjuna itu hanya penamaan yang diberikan oleh penduduk saja, adapun nama aslinya tidak diketahui.

Selain Candi Arjuna disana juga terdapat nama yang lain. Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Putradewa dan Candi Sembadra. Jadi totalnya ada 5 candi yang ada disana. Sebetulnya masih banyak tempat yang belum kami kunjungi, tetapi karena waktu dan perjalanan pulang yang cukup jauh sehingga kamipun memilih untuk berekspedisi cukup sampai disitu.

Ada banyak wisata yang ditawarkan di Dieng, tapi hanya 4 tempat yang dapat kami kunjungi. Telaga Warna, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater, dan Candi Arjuna. Air Terjun, Bimolukar, Waduk Walaslintang, Sikunir, dan lain-lain. Adapun makanan khas yang ditawarkan disana yaitu Mie Ongklok dan Buah Carica.

Anda tertarik??... silakan datang dan kunjungi langsung.

--------------------

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Jangan lupa, biar cakep dan cantik silakan ninggalin satu atau dua patah kata. Apa pun komennya boleh, yang penting sopan dan tdk promosi.

Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme