Tahun 2008 sampai 2009 saya menggunakan Hape ini. Hape samsung yang mirip dengan remot teve atau ht. Meski hanya bisa SMSan ria, saya bersyukur banget. Kalau ada telepon suaranya kecil banget, kalau berisik pasti tidak terdengar.

Layarnya kalau menyala warnanya kuning. Biar lebih trendi saya juga pasang skotlet biru, kemudian tempelan iklan rokok. Kelebihannya ada antena, kebetulan saya bukan orang yang jorok dan iseng, jadi gak pernah dipake buat ngorek kuping.

Sekarang Hape ini masih ada, tapi di rumah. Sebenarnya normal dan masih sehat wal afiat, tapi cargernya tertinggal di kelas. begitu dicek, ternyata sudah raib.

Ya sudah akhirnya mau tak mau saya pun harus ganti hape. Meskipun hape yang kedua masa hidupnya tidak lama. Setengah hari, itulah masa hidupnya. Harus sering dicarger, maklum batrenya sudah bocor.



2009


2010 - Hanya beberapa bulan. Hape inilah yang menjadi alternatif kedua. Meski sering mati dan tidak tahan lama, tetapi sudah agak mendingan kalau dipake nelpon.

Karena sering mati, maka saya pun mempersiapkan batre baru, jadinya punya dua batre untuk jaga-jaga.

Ternyata sama saja, batre yang baru meski mereknya asli, begitu dipasang tidak bisa bertahan lama. Karena itulah akhirnya hape ini saya wakafkan ke orang rumah. 

sekarang hape itu tinggal jasadnya saja, alias tidak kepake di rumah.

Sayapun ganti hape. Sampai saat ini masih top marko top dan tahan banting. Keren dan tidak mengecewakan deh... meski sudah sering terjatuh dan kena air, tetap jaya selalu.

Tidak ada yang berubah, hanya kesingnya sudah tidak seerat dulu, sebab ketika dipuncak terjatuh dan terlindas oleh mobil angkot. Beruntung tidak ada yang rusak sama sekali. Tetapi kesingnya yang tidak bisa merekat kuat.

2010 - sampai sekarang


Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan kesehatan serta kekuatan kepada diri ini sampai pada hari ini masih diberikan kesehatan yang begitu nikmat dan tidak bisa dihitung oleh hitungan manusia.

Shalawat beriring salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhamad SAW. yang telah membawa umat manusia dari kebodohan, dan kegelapan menuju jalan yang lurus serta di terangi dengan cahaya ilmu pengetahuan.

Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Nanang Nuryanto yang telah memberikan tugas yang mulia ini, sehingga dengan menyusun tugas ini saya mampu memahami apa yang saat ini belum saya pahami, diantaranya tentang mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam.

Tahap demi tahap penulis menyusun tugas ini dengan hati-hati agar menghasilkan yang terbaik, namun apalah daya ini hanyalah hasil karya mahsiswa yang baru menginjak bangku kuliah, sehingga masih banyak kesalahan dan kesalahan yang nampak jelas dalam makalah ini. Oleh karena itulah penulis berharap mudah-mudahan makalah ini dapat diterima oleh Bapak, walaupun banyak salah.

Tak ada gading yang tak retak, tak ada yang sempurna di dunia ini karena semuanya memiliki kekurangan . layaknyalah penulis ini sampaikan beribu-ribu terima kasih kepada teman- teman yang telah banyak membantu dalam tugas ini, tanpa kalian penulis bukanlah apa-apa. Mudah-mudahan makalah bermanfaat bagi kita semua.  

1. PENDIDIKAN KEIMANAN

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)

Pendidikan keimanan merupakan pendidkan yang wajib ditanamkan kepada setiap anak, karena hal ini merupakan pondasi awal bagi sang anak dalam mengetahui tuhannya, meyakini semua apa yang menjadi rukun islam ketika ia sudah baligh. Sebagaimana hal tersebut ditulis allah dalam al-quran surat lukman diatas.

Bagaimana cara mengenalkan Allah SWT dalam kehidupan anak?

a. Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan) Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif. Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…:” (H.R Bukhari)

Hubungan yang harmonis, merupakan salah satu hubungan yang didibangun oleh islam itu sendiri bagaimana kita selalu damai dan sejahtera dengan sesama manusia itu sendiri. Bagaimana rasulullah menyuruh kita untuk bisa berlaku seperti lawan interaksi kita.

Sebagaimana hadis dibawah ini yang menyuruh kita untuk mengadakan hubungan yang harmonis agar tercipta hubungan yang hangat dan dekat dengan sang anak, hendaknya kita menerapkan hal ini. “Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.” (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir).

b. Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin

Sebelum makan biasakan untuk berdoa, sebelum masuk rumah, mau berangkat sekolah serta kita bersin katakan alhamdulillah. Dengan hal demikian maka sosok allah akan terbiasa diucapkan dan menjadi tertanam dengan mantap dalah hati masing-masing individu secara sadar ataupun tidak. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan, setelah itu kita tanamkan bahwa apa yang dilakukan oleh kita allah selalu melihat apa yang kita kerjakan.

c. Memanfaatkan momen religius

Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka puasa bareng. Hal ini akan menambah semangat ketika melalukan rutinitas ini, setelah terbiasa dengan hal yang seperti ini akan membuat seseorang merasa senang untuk melakukannya. Dapat membuat seseorang merasa ketagihan untuk melakukannya sehingga merasa kurang sempurna jika tidak melakukan yang demikian yang pernah ia lakukan dengan keluarga. Selain menambah semangat kekeluargaan hal ini sangat membantu untuk membentuk kebiasaan yang baik bagi seseorang.

d. Memberi kesan positif tentang Allah dan kenalkan sifat-sifat baik Allah

Allah itu maha pengasih dan maha penyayang, semua manusia allah beri nikmat tanpa perduli walaupun manusia itu adalah seorang pencuri atau tidak taat pada perintah allah. Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”. Hal ini akan membuat sang anak terbuka lebar matahatinya,dan akan mengamalkan apa yang telah disampaikan sang guru atau orang tua, dan akan selalu di ingatnya.

e. Beri teladan

Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya. Sudah sangat jelas jika orang tua sang anak itu tidak baik maka sifat itu akan muncul dari sang anak itu pula, karena ia akan meniru perbuatan orang tuanya secara tidak sadar. Maka orang tua harus benar-benar mendidik anak agar tidak menjadiakan anaknya berbuat tidak baik.

“hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)

2. PENDIDIKAN AKHLAK

Nabi diutus kedunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia yang mana pada masa itu manusia tidak memiliki akahlak yang terpuji, akhlak mereka sangat bejad, maka allah mengutus muhamad rasulullah saw untuk menyempurnakan akhlak manusia seluruhnya. Kemudian dengan menyuruh anak sholat dan memukulnya jika sudah sampai umur tujuh tahun merupakan pendidkan yang sangat dinajurkan karena hal ini dapat membantu sang anak untuk terbiasa kemudian hari setelah dewasa nanti untuk melaksanaka kewajibannya sebagai muslim.

Rasulullah bersabda:

”Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud).

Bagaimana cara megenalkan akhlak kepada anak :

A. Penuhilah Kebutuhan Emosinya

Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih saying sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan. Anak merupakan anugerah dari allah maka sang anak harus di didik dengan benar dengan cara yang benar dalam hal kehidupanya sehari-hari bahkan emosinya juga. Biasakan anak untuk tidak mudah marah dan selalu dibimbing agar selalu mengendalikan emosinya ketika marah.

Hadits Rasulullah : “ Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka …:” (H.R Bukhari)

B. Memberikan Pendidikan Mengenai yang Haq dan Bathil

“Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .”(Q.S 2:42)

Seperti bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik. Berkelahi itu tidak boleh karena menyakiti orang lain, meghina juga tidak boleh karena manusia itu ciptaan allah dan sama dihadapan allah. Mendidk anak dengan mengenalkan yang hak dan yang batil harus dimulai semenjak dini agar ia terbiasa diantara mendidik anak agar terbiasa adalah:

a. Memenuhi Janji

Ketiak kita berjanji kepada sang anak misalnya akan memberikan hadiah maka jangan sekali-kali tidak ditepati karena sang anak sangat sensitive dengan hal-hal ini, jika tidak di tepati maka selamanya kiata akan dianggap berbohong olehnya. Hadits Rasulullah :”…. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janji itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka.” (H.R Bukhari).

b. Meminta Maaf jika Melakukan Kesalahan

Jangan segan segan minta maaf, walaupun kita tidak memiliki kesalahan kepada mereka. Karena ini akan membentuk karakter mereka ketika sudah besar nanti, agar mereka meniru apa yang kita lakukan terhadapnya. Dengan demikian maka ia akan mudah mengucapkan maaf jika melakukan kesalahan, serta mengakui kesalahan itu.

c. Meminta Tolong/ Mengatakan Tolong jika Kita Memerlukan Bantuan

Meminta bantuan kepada mereka agar merasa di hargai dan diakui keberadaannya, mereka akan merasa senang jika diperhatiakan dan diminta bantuanya oleh kita.

d. Mengajak Anak Mengunjungi Kerabat

mengajak anak berkunjung kekerabat merupakan salah satu hal yang penting, dimana ia kita ajari untuk bersosialisasi dengan kerabat-kerabat yang jauh. Sehingga ketika sudah besar nanti kebiasaan ini akan terus ia kembangkan dengan sahabat-sahabtanya yang lain. Ia akan mudah bergaul dan tidak malu untuk bersosialisai dengan orang yang asing atau baru disekeliling nya.

3. PENDIDIKAN INTELEKTUAL

Menurut kamus Psikologi istilah intelektual berasal dari kata intelek yaitu proses kognitif/berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan. Pendidikan intelektual ini disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak. Menurut Piaget seorang Psikolog yang membahas tentang teori perkembangan yang terkenal juga dengan Teori Perkembangan Kognitif mengatakan ada 4 periode dalam perkembangan kognitif manusia, yaitu:

a. Pendidikan Fisik

“ Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda.” (HR. Thabrani)

b. Pendidikan Psikis

“Dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3:139)

II. PEMBAGIAN MENURUT ILMU PENGETAHUAN MENURUT AL-GHAZALI

Hujatul Islam, al-Ghazali membagi tujuan mempelajari ilmu pengetahuan dengan tiga bagian yang mana setiap bagian itu mengandung hal-hal yang relevan dengan sekarang. Sudah sangat jelas bahwa tujuan pendidikan adalah

1. Tujuan Memepelajari Ilmu Pengetahuan Semata-Mata Untuk Ilmu Pengetahuan Saja

Al-Ghazali mengatakan :

“apabial engkau mengadakan penelitian/penalaran terhadap ilmu pengetahuan, maka engkau akan melihat lkelezatan padanya, oleh kaerena itu tujuan memepelajari ilmu pengetahuan adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri (al- ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, juz 1, 13).

Dari perkaaan tersebut jelas menunjukan bahwa penelitin, penalaran dan pengkajian yang mendalam dalam mencurahkan tenaga dan pikiran adalah mengandung kelezatan intelektual dan spiritual yang akan menumbuhkan roh ilmiah, kepada mereka didalam mencari hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri.

Oleh karena itu ia sangat menganjurkan kepada para pelajar agar menjadi orang cerdas, pandai berpikir, mengadakan penelitian yang mendalam dan dapat menggunakan akal pikirannya dengan baik dan optimal, untuk menguasai ilmu pengetahuan dan sesungguhnya dan mengerti maksudnya.

Perlu di ingat bahwa apa yang al-Ghazali katakan, aspek kecerdasan, keilmuan, dan cinta kebenaran yang dikemukaakan hampir seribu tahun yang lalu masih memeiliki relevansi dengan dunia pendidikan modern, karena sama-sama menganjurkan untuk menggalakan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan ecra meluas dan merata, terutama di abad 20 ini.

2. Tujuan Utama Pendidkan Adalah Pembentukan Akhlak

Al-ghazali mengatakan:

Tujuan murid dalam mempelajari segala ilmu pengetahuan pada masa sekarang, adalah kesempurnaan dan keutamaan jiwanya(al-ghazali, mizanul Amal, 1961, 1 361). Dari pernyataaan ini jelaslah bahwa al-ghazali menghendaki keluhuran rohani, keutamaan jiwa kemuliaan akhlak dan kepribadian yang kuat, merupakan tjuan utama daam pendidikan bagi kalangan manusia muslim, karena akahlak adalah aspe fundamental dalam kehidupan seseorang, masyarakat maupun suatu Negara. Kemudian al-ghazali memberkan nsaihat kepada muridnya :

“hai anak !ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila, dan amal tidak pakai ilmu itu akan sia-sia dan ketahuilah bahwa semat-mata ilmu saja tidak akan menjauhkan maksiat dunia ini, dan tidak akan membawa kepada taat dan kelakun diakhirat tiada akan memeliharamu(menjaga, menghidarkan) daripada neraka jahanam”(al-ghazali. o anak!, 1983,17)

Jadi, antara Ilmu dan amal harus seimbang dan saling melengkapi searah dan setujuan maksudnya atau denana kata lain, ilmu haruslah alamiyah dan amal hau ilmiyah, sehungga dapat tercapai keharmonisan antara ilmu dan ama perbuatan. Kemudian seorang ahli didik dari jerman (1776-1841) Herbart, mengatakan bahwa “tujuan yang asli dari pendidikan ialah mempertinggi aklak kemnusiaan.”

3. Tujuan Pendidkan Adalah Uantuk Mencapai Kebahagiaan Di Dunia Dan Akhirat

Al-ghazali mengatakan:

“dan sungguh engkau mengetahui bahwa hasil ilmu pengetahuan adalah mendekatkan diri keada tuhan pencipta alam, menghubungkan diri dan berdekatan dengan ketinggian malaikat, demikian itu di akhirat. Adapun di dunia adalah kemuliaan, kebesaran, pengaruh pemerintahan bagi pimpinan Negara dan penghormatan menurut kebiasaannya” demikianlah al-gahzali sangat memperhatiakan kehidupan dunia dan akhirat sekaligus, sehingga tercipta kebahagiaan bersama di dunia dan akhrat.

DAFTAR PUSTAKA

Jumlati,Ali.Perbandingan Pendidkan Islam. Jakarta. Rineka Cipta1994
Zaenudin, dkk. Seluk Beluk Pendidikan Al-Ghazali. Jakarta. Bumi Aksara.1991
Mukti, A. Ali.Talimu Al-Muta’allim Versi Imam Zarkasyi Ponorogo.Trimurti.1991
Standar Kompetensi Guru Agama Islam Pada Sekolah Umum Dan Madrasah.DEPAG RI.2004
http://www.libforall.org/indonesia/background-radical-islam-the-new-totalitarianism.html
http://hidayatulhaq.wordpress.com/2008/06/14/tujuan-pendidikan-islam/
http://antocoba.cybermq.com/post/detail/4515/visi-misi-dan-tujuan-pendidikan-nasional
BAB I
PENGERTIAN SARANA DAN PRASARANA

1. PENGERTIAN
Sarana dalam Kamus Alamiah Populer berarti alat atau piranti, Sedangkan Prasarana itu bahan material atau perangkat. Sarana dan prasarana lembaga pendidikan adalah suatu tempat yang dapat mendukung adanya tempat belajar mengajar antara guru dan siswa dalam lingkungan yang disebut sekolah. Dalam pandangan islam, adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman, sekolah islam, jalan menuju sekolah islam, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah islam untuk pengajaran biologi, halaman sekolah islam, sebagai sekaligus lapangan olah raga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan (Mulyasa,2007:49).

Menurut (buku) pedoman penjaminan mutu akademik Universitas Indonesia, prasarana pendidikan adalah perangkat penunjang utama suatu proses atau usaha pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai. Sedangkan sarana pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat/media dalam mencapai maksud atau tujuan.

Dalam peraturan pemerintah No. 20 tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

2. TUJUAN SARANA PRASARANA
Pasal 35 ayat 1 standar sarana pendidikan terdiri atas standar isi, proses,kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaandan penilai pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Sarana dan prasarana amat menunjang akan keberhasilan dan kemajuan sekolah dalam mendidik, mngembangkan potensi anak didik bahkan kemampuan intelektualitasnya. Oleh karena itu, sarana dan prasarana merupakan hal yang harus diutamakan dalam pendidikan karena bisa menjadi daya tarik dan daya jual lembaga pendidikan itu sendiri. Tak terbayang bila sarana dan prasarana itu rusak dan tak layak huni tentunya akan membawa dampak yang buruk bagi masyarakat itu sendiri, bagi guru-guru dan para siswa yang akan belajar di tempat tersebut.

Bila sarana dan prasarana sekolah telah lengkap dan didukung oleh sarana sarana yang lainnya tentulah sekolah itu akan menghasilkan peserta-peserta didik yang memeiliki keunggulan dan wawasan yang luas. Di dalam sebuah media masa sempat diberitakan bahwa ada sekolahan yang memiliki fasilitas yang amat kurang layak huni dan tidak memiliki sarana olah raga membuat mereka mogok sekolah. Kalau sudah seperti ini bisa menjadi masalah semua pihak, entah itu orang tua siswa, guru dan badan-badan pendidikan.

Sejak dahulu sarana dan prasarana yang ada di dalam lembaga pendidikan terus menerus menjadi kendala tiap tahun, dikarenakan masih banyaknya tempat belajar yang tak terjamah oleh pemerintah terutama pelosok pedesaan, sebagai contoh di daerah pegunungan dan bukit bukit yang jauh dari keramaian. Di Pandeglang, masih banyak sekolah yang tak layak huni selain kondisinya yang memprihatinkan, tempat itu tidak strategis, kondisi jalan yang rusak berat dan berada di bukit yang jarang di jamah oleh kendaraan. Sungguh ironis memang, dengan keadaan seperti ini kebijakan-kebijakan dari pemerintah untuk sarana dan prasarana itu tak pernah terwujud, semua itu hanya sampai di saku-saku orang yang tak berperasaan, hanya mementingkan kepentingan pribadi dan tanpa memikirkan sekelilingnya. Alangkah rendahnya martabat bangsa ini bila memeiliki orang-orang seperti ini.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 1 angka 8 Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Manajemen sarana dan pra sarana dari beberapa uraian diatas, sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien.( bafadal,2003). Definisi ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang amat penting di sekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran di sekolah.

Dalam mengelola sarana dan prasarana di sekolah dibutuhkan suatu proses sebagaimana terdapat dalam manajemen yang ada pada umumnya, yaitu : mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemeliharaan dan pengawasan. Apa yang dibutuhkan oleh sekolah perlu direncanakan dengan cermat berkaitan dengan sarana dan prasarana yang mendukung semua proses pembelajaran. Sarana pendidikan ini berkaitan erat dengan semua perangkat, peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan berkaitan dengan semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah seperti ; ruang, perpustakaan, kantor sekolah, UKS, ruang osis, tempat parkir, ruang laboratorium, dll.

Tujuan daripada pengelolaan sarana dan prasarana sekolah ini adalah untuk memberikan layanan secara profesional berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Berkaitan dengan hal ini. Bafadal (2003) menjelaskan secara rinci tentang tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut :
  1. Untuk mengupayakan pengadaan saraan dan prasarana sekolah melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama, sehingga sekolah memiliki sarana dan prasana yang baik, sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efisien.
  2. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan efisien.
  3. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap dperlukan oleh semua pihak sekolah.
Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah/ sekolah islam yang bersih, rapi, indah, sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun untuk berada di sekolah islam. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat fasilitas belajar yang memadai secara kuantitatif, kualitatif, dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh guru sebagai pengajar maupun murid-murid sebagai pelajar.

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA
Dalam Mengelola Sarana dan prasarana sekolah, terdapat sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan agar tujuan bisa tercapai dengan maksimal. Prinsip-prinsip tersebut menurut Bafadal (2003) adalah :
  1. Prinsip pencapaian tujuan, yaitu sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai apabila akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses pembelajaran di sekolah.
  2. Prinsip efisiensi, yaitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di lakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah, dan pemakaian harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
  3. Prinsip administratif, yaitu manajemen sarana dan prasana pendidikan di sekolah harus selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, intruksi, dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh pihak yang berwenang.
  4. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepda personel sekolah yang mampu bertanggung jawab, apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya, maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk setiapa personel sekolah.
  5. Prinsip kekohesifan, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak.

BAB II
BENTUK-BENTUK SARANA PRASARANA
1. GEDUNG SEKOLAH
Gedung sekolah merupakan salah satu penunjang untuk belajar mengajar dan sekaligus merupakan sarana yang efektif dalam mengklasifikasikan peserta didik. Sebuah lembaga pendidikan bisa disebut sekolah bila telah tersedianya suatu bangunan untuk menampung kegiatan belajar mereka. Untuk Sekolah Dasar biasanya memiliki emam kelas yang terdiri dari kelas I – VI, sedangkan untuk SLTP memiliki tiga kelas dan tiap-tiap kelas itu memiliki bagian –bagian ada kelas I.a, I.b, I.c dan seterusnya.

Begitu juga dengan kelas yang berikutnya. Di dalam gedung sekolah terdapat peralatan-peralatan yang dipakai oleh guru untuk menyampaikan materi-materi pelajaran, diantaranya alat-alat pendukung pembelajaran seperti : kursi, meja, papan tulis, kapur tulis, atlas, globe dan alat-alat pendukung laianya. Pada tanggal 28 Maret 2003 Dicky Bastian (7 tahun), murid SDN 2 Cangkring,

Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia karena kepalanya tertimpa pilar atap gedung sekolahan yang roboh sekitar pukul 09.30 WIB pada saat ia mengikuti pelajaran. Selain Dicky Bastian yang meninggal dunia, sebanyak 28 murid lainnya menderita luka-luka,(Bernas, 29/3/2003).

Sungguh teragis kejadian yang menimpa pendidikan di Indonesia, diakibatkan lambatnya pemerintah yang bertindak dalam menangani masalah ini dan cenderung menanti-nanti. Usia Dicky yang seharusnya memerlukan perlindungan baik fisik maupun psikologis dan lingkungan sekolah yang membuatnya merasa aman dan nyaman disaat matahari dan hujan itu datang malahan justru merenggut nyawanya. Cerita gedung sekolah yang buruk bukanlah hal yang baru, tetepi merupakan cerita lama yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Dari masa ke masa lembaga pendidikan selalu mengadakan perbaikan dan evaluasi tentang keberhasilannya dan atas kekurangannya. Kini hampir seluruh lembaga pendidikan memakai media-media elektronik sebagai salah satu penunjang kesuksesan peserta didik, selain mengenalkan kepada peserta didik akan tetapi bersifat mengajari agar suatu saat nanti mampu untuk mengoprasikannya. Akan tetapi hal yang demikian ini hanyalah bagi lembaga-lembaga pendidikan tertentu saja, entah karena jarak sekolah dengan kota dekat sehingga lebih mudah untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah ataukah kemampuan dalam urusan biaya sangat gampang.

Kondisi pendidikan yang buruk di Indonesia di mulai sejak tahun 1970, pendidkan sangat tidak layak. Pada tahun ini tak ada alat-alat yang secanggih alat yang ada sekarang, pada jaman ini listrik masih terbatas dan angkutan sangat terbatas. Namuan pada tahun 1973 kondisi ini mulai membaik pergedungan yang buruk secara mendadak mengalami perbaikan setelah keluar intruksi presiden pada bulan November. Presiden menetapkan dana sebesar 15,8 miliar untuk pembangumnan besar besaran, pembangunan ini yamg di kenal dengan program SD impress.

Tablel di bawah membarikan gambaran lebij lengkap kepada kita tentang kondisi fisik gedung-gedung sekolah di Indonesia yang tenyata cukup mempeihatinkan terutama untuk SD hanya 40% gedung yang baik, hampir 60% dalam kondisi yang buruk . Di bawah ini beberapa data yang menunjukan bahwa sarana pendidikan masih kurang memadai, dari table di bawah ini sangat jelas bahwa perkembangannya tidak menonjol malah menurun. Hendaknya ini menjadi sandaran kita bersama dalam meninjau hasil kerja pemerintah selama ini yang mengkampanyekan orasi-orasi mereka terhadap pendidikan. Inilah perkembangan persentase ruang kelas yang di peroleh dari tahun 1998 – 2003.

PERKEMBANGAN PERSENTASE RUANG KELAS BAIK 1998/1999 - 2002/2003
Jenjang pendidikan Persentase ruang kelas baik
1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003
TK 83,40 81,69 81,86 81,38 82,67
SD 79,00 39,42 41,04 41,62 41,79
SLTP 92,79 85,99 85,07 87,50 82,29
SLTA 93,42 93,46 93,32 93,13 93,07
Sumber data dikdasmen 2004

Adapun jumlah sarana dan prasarana yang di rehabilitasi dari segi sedang dan ringan ada peningkatan yang begitu kecil. Untuk pendidikan dasar jumlah yang harus direhabilitasi cukup banyak sedangkan untuk SLTP agak lebih baik, untuk rehabilitasi tingkat SLTP tidak ada pada tahun 2008. Dari tahun ketahun jumlah rehabilitasi ini makin meningkat justru ini menjadi tugas bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menangani masalah pendidikan agar tidak terjadi korban yang tewas ketika belajar di kelas.

SASARARAN REHABILITASI RUANG KELAS RUSAK 2004 - 2008
SD/MI Satuan 2004 2005 2006 2007 2008 total
Rehabilitasi berat Kelas 23.427 23.666 23.905 24.144 42.671 137.813
Rehabilitasi ringan Kelas 34.903 35.259 35.617 35.972 36.328 178.078
SMP/MTs Satuan 2004 2005 2006 2007 2008 Total
Rehabilitasi berat Kelas 2.450 2.639 2.774 2.875 0 10.747
Rehabilitasi ringan Kelas 723 776 816 845 0 3.160
Sumber data dikdasmen 2004

Jika kita melihat data rasio murid per ruangan kelas seperti yang diperlihatkan pada tabel berikut, yang harus di parhatikan adalah pada tingkat SLTP dan SMA karena rasionya masih di atas 40 murid perkelas. Rasio ini tergolong besar untuk mencapai efektivitas proses pembelajaran. Hanya karena proses pembangunan gesung SD penuh korupsi, sehingga mutunya jelek, maka dana pembangunan itu justru lebih banyak terserap oleh rehabilitasi gedung-gedung SD.

PERKEMBANGAN RASIO MURID PERUANGAN KELAS 1998/1999 - 2002/2003
Jenjang pendidikan Rasio Murid per Ruangan Kelas
1998/99 1999/2000 2000/01 2001/02 2002/03
TK 23 21 30 20 20
SD 26 30 29 26 30
SLTP 44 44 43 41 42
SLTA 44 44 42 38 42
(Sumber data balitbang depdiknas 2003)

Masalah pergedungan sekolah perlu di selesaikan akar masalahnya agar terjadi pengulangan terus menerus terhadap rehabilitasi SD saja, akan tetapi harus merata. Anggaran pendidikan harus merata dan tersalurkan secara evektif dan efisien untuk semua tingkatan untuk menjauhi ketidak adilan antarjenjang pendidikan itu sendiri. Pembangunann untuk tingkat SLTP tidak boleh diabaikan karena itu akan menyebabkan terpuruknya pendidikan karena setelah lulus dari sekolah dasar mereka melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SLTP.

2. GEDUNG – GEDUNG PELENGKAP
Banyak gedung sekolah yang telah berdiri di Indonesia, pada jaman orde baru telah tercatat gedung SD 150.595, SLTP 20.544, dan SLTA 8.690. akan tetapi masih belum lengkap diantaranya masih banyak sekolah-sekolah yang memiliki sarana olah raga, perupustakaan, keterampilan, kesenian dan laboratorium. Hal ini terasa sepele akan tetapi sebenarnya sangat di butuhkan oleh setiap individu yang ada di sekitar sekolah tersebut. Perpustakaan misalnya, sebagai jantung pendidikan hingga saat ini kurang di angggap serius.

Menurut data Deputi Pengembangan Pepustakaan Nasional RI (PNRI), dari sekitar 300.000 SD hingga SLTA, baru hanya 5% saja yang memiliki perpustakaan. Bahkan di duga hanya satu persen dari 260.000 SD yang mempunyai perpustakaan (kompas,25/2/2002). Walaupun data ini tujuh tahun yang lalu tapi sampai saat ini belum terrealisasi dengan jelas , buruknya fasilitas perpustakaan ini berdampak kepada industri penerbitan nasional. Industry penerbitan buku di Indonesia , terutama buku-buku umum tidak bisa berkembang dan akhirnya mereka nelakukan diversifikasi pada penerbitan pada buku-buku pelajaran yang system penjualannya menggunakan cara-cara koersif. Belum lagi dengan adanya sarana intrnet yang dapat mengakses pelajaran apapun yang jelas merugikan penerbit, maka antara penerbit dan pemerintah harus bekerja sama untuk kebaikan bersama.

Demikian halnya dengan fasilitas laboratorium, baik IPA, bahasa, maupun linnya. Beruntung sekarang telah berkembang media pembelajaran yang menggunakan alam sekitar sebagai laboratoriumnya sehingga proses pembelajarannya lebih kaya. Meski demikian, gedung laboratorium tetap diperlukan karena banyak peralatan laborat yang hanya dapat di gunakan di dalam ruangan tertentu dan dengan piranti-piranti tertentu pula. Laboratorium ini memiliki peran yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Jika pada kenyataannya anggaran lebih terserap terhadap rehabilitasi maka pembangunan laboratorium, perpustakaan dan sarana yang lain akan tertunda. Maka salah satu solusi yang tepat adalah pemerintah menganggarkan semua yang di butuhkan oleh pendidikan agar pendidikan di Indonesia maju.

Kurangnya perhatian terhadap masalah ini memperlihatkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam intelektualitasnya, dan juga menunjukan tidak adanya keseriusan dari para pengambil keputusan itu sendiri yang seolah-olah melihat persoakan pendidikan hanya di pandang dari satu sisi saja, sedangkan infra struktur yang lain di panang sebelah mata.

BAB III
KESIMPULAN
Sarana dan prasarana pendidikan sangat dibuutuhkan oleh individu yang ada di dalamnya, dan fungsinya sebagai pengembang intelektualitas peserta didik agar lebih terasah dan terarah sehingga sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi pendidikan yaitu meningkatkan sumber daya manusia dan mampu bersaing dengan kemajuan zaman.

Saat ini Indonesia sangat terpuruk, oleh karena itu sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dan belajar dari keterpurukan ubtuk lebih baik. Perlunya pendidikan yang lengkap dan memenuhi disiplin ilmu –ilmu yang sesuai dengan peserta didik inginkan akan menjadikan intelektualitas yang lebih baik dan akan lebih meningjkat. Kondisi pendidika yang ada saat ini sangat tertinggal jauh dari Negara-negara tetangga, dahulu orang Indonesia dating ke Malaysia dalam rangka mengajari atau menjadi guru akan tetapi sekarang dating ke Malaysia untuk jadi budak. Sangat menyedihkan sekali…..

Mari bersama-sama kita majukan pendidikan Indonesia agar tidak menjadi manusia yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang dapat di perhitungkan oleh siapa saja terutama oleh Negara luar


DAFTAR PUSTAKA
Biro hukum DEPDIKNAS, Undang-undang RI tahun 2003 No. 20. Jakarta 2003
DEPAG RI, Standar kompetensi guru pendidikan agama islam. Depag RI, jakarta 2004
Widiastono tony, pendididkan manusia Indonesia.kompas, Jakarta 2004
Nasution prof. Dr. M.A., teknologi pendidikan, bumi aksara, Jakarta 1994
Deskripsi
Sejak dahulu para pakar telah mencoba meneliti perihal makhluk yang bernama manusia dengan berbagai teori yang bersumber dari logika. Para Filsuf mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang cenderung terus menerus mencipta (uncountable creator). Para sahli ilmu sosial mengatakan bahwa manusia adalah makahluk yang cenderung berkumpul (zoon politicon) sehingga merasa tersiksa kalau diasingkan dari pergaulan antarmanusia. Sedangkan ahli jiwa mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk yang yang punya perasaan (felling), makhluk yang berpikir (thinking), dan berkeingingan (willing). Dan para ahli biologi mengatakan bahwa manusia itu tersusun dari unsure-unsur hayati.

Disebutkan dalam alquran bahwa manusia itu memiliki banyak nama yaitu : Insan, Ins, Nas, Unas, Basyar, Bani Adam, dan Zuriat Adam. Allah menyatakan bahwa Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang teramat sempurna. Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Sesungguhnya berbicara tentang manusia tanpa instrument iman lepada Allah, sama artinya membicarakan sesuatu yang rumit dan cenderung tanpa jawaban yang pasti. Manusia adalah makhluk yang memiliki “unsure ke-illahian”, maka tidak mungkin mendalami masalah tanpa tanpa melibatkan sang penciptanya.

Allah menciptakan manusia dari tanah, selanjutnya dari setetes sperma yang “hidup”dan bertemu dengan indung telur kemudian melakukan pembuahan di dalam perut seorang Ibu, sehingga jadilah manusia. Alquran menjelaskan penciptaan manusia dengan sejelas-jelasnya, “kami jadikan dia sebagai mani dalam simpanan yang aman (rahim), lalu kami jadiakan mani itu segumpal darah, dari segumpal darah itu kami jadikan daging, kemudian kami jadikan kerangka tulang dan akhirnya kami bungkus tulang itu dengan daging. (Qs. Al-mu’minun : 12-14) proses penciptaan manusi dalam rahim diawali dengan perjanajian antara ruh dengan Allah swt, yang berisi tentang persaksian bahwa Allah adalah sebagai Rabb.

Saperti dalam surat Al-araf ayat 172 dijelaskan. “ Dan (ingatlah), ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil persaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “bukankah aku ini tuhanmu? “mereka menjawab : “betul (engkau tuhan kami), kami menjadi saksi.” (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan : “sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang yang lemah terhadap ini (keesaan tuhan).

Allah menciptakan manusia dengan beberapa tujuan, selain tujuan untuk beribadah dan menjadi khalifah dimuka bumi sekaligus untuk menjaga bumi ini agar selalu konsisten dalam putarannya pada porosnya. Selain itu manusia juga diperintahkan utuk mencari kehidupan yang layak bagi hidupnya di alam semesta ini. 

Alam Lingkungan
Ilmu lingkungan (Ekologi) mengintegrasikan pelbagi ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Didalam pelbagi disiplin ilmu seperti sosiologi, epidemilogi, kesehatan masyarakat, pertanian, perikanan dan peternakan, dipandang sebagai ruang lingkup luas dan saling beraitan. Ilmu lingkungan diibaratkan sebagai poros, tempat pelbagi asas dan konsep aneka ragam ilmu pengetetahuan yang terpencar dan terkhususkan dapat digabungkan kembali secara tunjang menunjang, untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingkungan.

Pada saat ini hampir seluruh Negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan sangat perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, agar hasil pembangaunan itu tidak menjadi boomerang kepada manusia sendiri. Untuk itu perlu partisipasi seluruh warga Negara dengan kesadaran tinggi. Partisipasi dan kesadaran itu akan timbul apabila setiap warga nagara memahami ilmu lingkungan.

Pada dasarnya fragmenatsi ilmu pengetahuan kedalam pelbagi disiplin ilmu adalah akibat studi yang menjurus dan mendalam. Penelitian dimasa lampau sering di pusatkan kepada pelbagi kejadian yang khas, kepada penguraian pelbagi situasi yang selalu terpisah-pisah, dan kepada gejala sebab akibat yang terisolasi satu dari yang lain. Didalam ilmu lingkungan tekanan ditunjangkan terutama kepada menyatukan kembali ilmu-ilmu yang menyangkut masalah lingkungan kedalam kategori variable yang serupa, yaitu enrgi, materi, ruang, waktu dan keanekaragaman (defersitas)

Kalau keilmuan integritas telah dapat dipahami,akan Nampak dengan jelas semua disiplin ilmu yang terpencar itu, menelaah masalah dan proses yang serupa, tidak perduli ilmu apakah namanya asal menyangkut ubungan antara jasad dan dengan lingkungannya, fokusnya selalu tertuju kepada proses kecermatan pemindahaan energi dalam pelbagi system. Nampak apapun yang tersebar dalam ruang diatas bumi ini, tidak perduli tumbuhan, hewan, gedung, mobil, kota dan wilayah lain-lain, mempunyai implikasi melakukan pemindahan energi. Jadi, jasad hidup dapat dianggap sebagai materi tempat siklus energi itu beroperasi.

Waktu juga sangat penting, sebab sebuah proses tidak akan sampai pada ambang suatu tingkat apabila tidak diberi cukup waktu untuk mencaoainya. Barangkali keanekaragamannya yang tidak terputus-putus dari sifat morfologi dan genetika menentkan tinggi rendah dinamika makhluk hidup, populasi dan komunitas dimuka bumi. Karena hal itu khas dalam makhluk hidup,maka penting pula untuk diperhatikan . ilmu lingkungan dapat juga dianggap sebagai titik pertemuan “ilmu murni” dan “ilmu terapan”. Ilmu lingkungan sebenarnya ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup, yang menerangkan pelbagi asas dan konsepnya kepada masalah yang luas, yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.

Analisis
Menurut Charles Darwin bahwa manusia itu berasal dari kera (1859) dengan kata lain menegaskan bahwa manusia itu masih satu rumpun dengan kera, evolusi yang dialami oleh kera-kera itu sekian juta tahun mengubahnya menjadi manusia seperti sekarang ini, dengan segala kelengkapan indrawi. Teori Drwin sampai pada saat ini masih menjadi perdebatan dan sangat bertentangan dengan kitab alquran yang menjadi pedoman umat islam, dalam alquran dijelaskan bagaimana manusia diciptakan oleh Allah swt.

Kami jadikan dia sebagai mani didalam simpanan wadah yang aman (rahim), lalu kami jadikan mani itu segumpal darah, dari segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging kemudian kami jadikan kerangka tulang belulang dan akhirnya kami bungkus tulang itu dengan daging. (Qs. Al-mu’minun : 12-14)

Telah jelas bawha alquran sendiri telah menjelaskannya, akan tetapi bila trdapat beberapa hal yang belum diketahui oleh manusia, itu berarti ilmu yang dimiliki oleh manusia belum sampai ketingkat yang demikian karena sesungguhnya ilmu manusia tak akan mampu untuk memikirkan ciptaan Allah swt. Sebenarnya inilah yang harus kita akui, tidak semestinya menggugat alquran dan mengatakan apa-apa yang ada dalam alquran tidak rasional. Hati-hatilah denan perkataan kita terhadap kalamullah karaena ilmu kita belum sampai untuk memikirkan ciptaan-ciptaanya.

Tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini tak semudah membalikan tangan karena manusia yang Allah karuniai dengan akal pikiran ini memiliki karakter ang berbeda-beda. Selain itu, tugas manusia itu sendiri adalah menjaga alam agar tetap baik dan bukan pula sebaliknya, alam bisa memberikan potensi yang baik bagi manusia bila saja manusia bisa mengolahnya dengan baik dan benar tentunya manfaat itu akan dirasakan oleh manusia itu sendiri. Bukan menghancurkannya dan memanfaatkan untuk kepentingan sepihak tanpa memeikirkan akibat yang akan diterima oleh manusia yang lain.

Pemanasan global (global warming) ialah salah satu bentuk keserakahan manusia yang menguras manfaat alam ini tanpa memperdulikan akibat yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Kerusakan di bumi pada abad ini adalah akibat dari kelalaian manusia terhadap tugasnya sebagai pengemban amanah. Sebagai contoh adalah dalam penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi) yang berlebihan akan menghasilkan emisi gas buang, berupa arbon mono-oksida (co2) yang membuat lapisan ozon di kutub utara semakin menipis.

Akibatnya suhu dibelahan kutub utara naik sebesar 1-3 derajat celcius, es di kutub utara mencair menyebabkan naiknya permukaan air laut. Terjadi perubahan iklim yang ekstrim, udara dingin dari Siberia di utara Rusia lebih sering berhembus ke daratan Cina dan Jepang sehingga menimbulkan angin topan di asia timur, asia selatan dan Australia. Curah hujan di asia tenggara menjadi tinggi, perbedaan antara musim hujan dan musim panas menjadi tidak jelas, para petani sering gagal panen karena sering terkena banjir. Pada saat yang bersamaan Negara-negara di afrika dilanda kekeringan, semua ini bukti kezaliman manusia yang mengikuti nafsunya belaka.

Belum lagi dengan rentetan bencana alam pada pada satu dasawarsa ini, hampir tiap tahun Indonesia ditimpa beberapa kejadian yang tidak tanggung-tanggung memakan korban jiwa yang amat banyak. Sebagai contoh, sejak Jaunuari tahun 2006 hingga Juni 2006 telah terjadi 57 kejadian dan memakan korban jiwa 7.297 dan 2 juta lebih warga masyarakat yang menjadi pengungsi, yang menghancurkan ribuan hektar sawah dan kebun warga serta sarana dan prasarana publik. Mulai dari bencana lumpur panas di Sidoarjo, longsor, naiknya permukaan air laut, munculnya gelombang pansang, angin putting beliung, dan perubahan ekstrim iklim musim yang disebabkan oleh pemanasan global menambah daftar bencana di negeri Indonesia.

Menurut para pemerhati lingkungan baik individu maupun institusi/kelembagaan, menyimpulkan bahwa hal ini terjadi akibat kerusakan dan perubahan ekosistem yang luar biasa akibat perlakuan tidak ramah terhadap sumber-sumber daya alam yang selama ini menjadi tumpuan pendapatan ekonomi. Penebangan hutan dan pemanenan hasil alam dilakukan dengan cara yang tidak sehat, bahkan melanggar norma sehingga terjadi kerusakan lingkungan. Fakta terjadinya kerusakan alam saat ini tidak dapat dipungkiri ,terutama di Indonesia, kerusakan yang terjadi akhir-akhir ini terjadi akibat dari keruakan alam yang sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Disamping itu, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), lembaga swadaya masyarakat yang aktif menyerukan pencegahan kerusakan lingkungan dan penelitian lingkungan menyebutkan bahwa setiap tahun bahwa Negara kita menghasilkan jutaan ton sampah yang tak terkelola dengan baik, ditambah dengan adanya banjir sampah impor yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Udara-udar di kota-kota besar telah tercemar akibat indusri dan buruknya system trasnsportasi yang hanya menyebarkan logam berat keudara.

Kerusakan lingkungan yang terjad meliputi lingkungan alamiah dan lingkungan binaan. Lingkungan alamiah adalah kondisi alam yang meliputi hutan, sungai, laut, rawa, pegunungan dan sebagainya. Sedangkan lingkungan binaan atau lingkungan terbangun (the built enivironment) adalah suatu lingkungan yang tempat kegiatan manusia dan ditandai dominasi struktur buatan manusia. System lingkungan binaan bergantung pada asupan energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan. Lingkungan binaan ini meliputi perkotaan maupun pedesaan.

Bila kita telaah lebih lanjut, permasalahan yang kini dihadapi oleh umat manusia pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadia alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai sebuah proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, sebagai akibat perbuatan manusia itu sendiri. Kedua bentuk kejadian di atas mengakibatkan ketidaksimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna. Dari ketidaknyamanan itu dapat dikatkan sebagai bencana. Ali Yafe menyebutnya sebagai kerusakan lingkungan hidup. Adapun bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup itu berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati, kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih,pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya. Selain itu kerusakan yang terjadi baik pada lingkungan alamiah maupun lingkungan binaan juga tidak bisa terlepas dari dari faktor-faktor berikut ini :

1. Ketidak sesuaian antara daya dukung (supply) yang disediakan oleh alam dan daya tamping (demand)
Kasus ketidaksesuaian ini dapat terjadi di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Pada wilayah perkotaan tergambar pada suasana perkotaan yang sangat padat dan kelebihan penduduk, sementara lahan yang tersedia sangat terbatas kapasitasnya. Pengertian kelebihan penduduk adalah kepadatan jumlah penduduk di suatu area yang mencapai titik yang sangat padat sehingga mengakibatkan habisnya sumber daya alam, atau merosotnya kondisi lingkungan. Pesatnya pertimbuhan penduduk dunia dan terbatasnya sumber daya alam, bertambahnya teknoogi modern, yang mengakibatkan merootnya kualitas hidup. Yang terjadi selanjutnya bumi menjadi semakin panas (global warming), udara, sungai dan makin kotor serta teracuni, dan lapisan ozon rusak sebagai efek rumah kaca. Sedangkan pada wilayah pedesaan ketidksesuaiaan tergambar pada kebutuhan akan tempat tinggal yang layak dan sehat namun tidak diimbangai dengan tingkat kesejahteraan ekonomi serta pengetahuan yang memadai.

2. Eksploitasi terhadap sumber day alam yang ketersediaanya sangat terbatas tanpa diimbangai dengan reabilitasi.
Pemanfaaatan utan, air dan energi yang berlebihan mmbuat sumber daya alam tersebut semakin lama semakin menipis tanpa ada upaya memelihara kelestariannay. Pengurasan sumber- sumber daya alam dan mineral, perusakan dan pengotoran lingkungan mengakibatkan ketidak seimbangan ekologis. Kurangnya ketersediaan air bersih dan ketidakseimbangan akses terhadap air mrnjadi puncak dari persoalan lingkungan yang serius dan sedang dihadapi serta menyibukan manusia.

3. Manajemen lingkungan yang buruk
Ini tergambar dari tidak adanya perencanaan pembangunan pemukiman penduduk yang memenuhi standar misalnya lahan seluas satu hektar seharusnya dihuni oleh maksimal 150 jiwa. Kepadatan pemukiman ini akan menyebabkan sanitasi yang buruk sehingga bisa menyebabkan timbulnya berbagai macamkonflik sosial kemasyarakatan dan gangguan kesehatan.

Melihat dari latar belakang di atas bawha perbaikan dan penatan lingkungan, baik lingkungan alamiah ataupun lingkungan binaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh manusia tanpa membedakan latar belakang agama maupun bangsanya. Banyak orang berpikir bahwa terminology lingkungan hidup lebih dikenal dengan sebagai kosakata dari peradaban barat, seperti “agenda 21”, habitat, dan “greenhouse effect”, “ecolabeing”, dan “sustainable development”, sehingga tumbuh anggapan bahwa hanya ahlli-ahli dari Negara baratla yang menguasai masalah lingkungan hidup. Padahal untuk seorang muslim masalah lingkungan hidup sifatnya intern sebagai bagian dari kepribadian.

Kesimpulan
Manusia sebagai pengemban amanah, penjga dan khalifah hendaknya memperhatikan apa apa yang menjadi tanggung jawabnya di muka bumi ini. Tak selamanya menguras manfaat yang ada di dalam isi bumi ini, melalinkanmenjaganya agar terus berputar dengan semestinya jangan sampai membuatnya oleng. Semua ini dikembalikan pada manusia itu sendiri karena manusialah yang diberikan kekuasaan untuk mengurusnya. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian alam di darat dan di lut yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggaung jawab. Dalam alquran Allah berfirman : “ telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Dalam ayat lain Allah menjelaskan bahwa manusia tidak merasa kerusakan itu dilakukan oleh tangan-tangan mereka dan mengatakan bahwa mereka itu melakukan perbaikan. “ Dan apadila dikatakan kepada mereka “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi” mereka menjawab : “ sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

Fenomena lingkungan (alamiah ataupun terbangun)tak terlepas dari pemaaman keberagaman umat islam yang sempitdan cenderung dogmatis sehingga belum mampu untuk mengubah dan menata prilaku manusia terhadap lingkungannya. Agama harus dipahami dalam arti yang lebih luas dan dijadilan basis manusia dalam berprilaku terhadap lingkungannya. Integritas peran agama dan bina sosial dan lingkungan merupakan persyaratan keberlanjutan dalam penataan lingkungan terbangun,sehingga seluruh manusia mampu untuk mengatasi permasalahan linkungan ini. Semua ini akan terwujud bila umat muslim berlandaskan dengan tuntunan yang di garikan oleh Allah dan Rasulnya.


Daftar Pustaka
Alquranulkarim dan Terjemahnya, UII press, 2008
Khalil,Achjar. Pembelajaran Berbasis Fitrah. Jakarta: pelita.2008
Jasin, Maskoeri. Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta: sinar,1994
Yusmin, Alim. Lingkungan dan Kadar Iman Kita. Jakarta:Garmedia. 2006
Jurnal Millah, vol. VI. No 2 februari 2007
Yafie,Ali. Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta : ufuk press, 2006
Pernyataan 25 thn WALHI. Saatnya Kita Berubah, sairan pers,15 oktober 2005
Tiada yang lebih baik daripada ilmu dan ibadah. Jangan kita mempergunakan otak kita melainkan untuk ilmu dan ibadah”. (Imam al-Ghazali)

Salah satu bukti keberhasilan seorang profesor adalah menciptakan sebuah buku, dengan adanya buku membuat kepiawaiannya dikenal di berbagai kalangan sampai dunia internasional. Banyak hal yang dapat kita peroleh dari menulis, mulai dari kemahiran mengolah kata sampai kedalam mempengaruhi seseorang dengan tulisan.

Hal ini sangat mungkin dan telah terbukti dengan pasti. Ketika kita berhasil menciptakan sebuah buku yang begitu bagus tentu orang-orang yang membaca buku anda secara tidak langsung akan mempengaruhi pembaca. Setiap menulis sudah pasti membaca akan tetapi membaca belum tentu menulis. Inilah perbedaan antara menulis dan membaca, menulis itu lebih unggul jika dibandingkan dengan membaca, karena menulis mendapatkan dua keuntungan sekaligus.

Menulis amatlah murah dan mudah, dengan syarat ada kemauan yang sungguh-sungguh dari dalam dirinya. Bahkan kedahsyatan tulisan itu mampu bertahan berabad-abad, mampu mencatat sejarah dengan jelas dan pasti dan yang paling kita butuhkan dari tulisan itu ialah menjadi bahan rujukan dan mengingatkan kita ketika lupa. Jika kita ingat pada zaman rasulullah dan bahkan pada zaman nabi sulaiman tulisan telah di jelaskan sebagai bahasa komunikasi melalui surat yang di antar oleh sekor burung hud-hud.

Manfaat menulis 
Menulis tak hanya dibuku di kertas akan tetepi dimanapun kita berada. Jika kita telah mampu melahirkan sebuah buku atau catatan-catatan di berbagai media - media. Intinya banyak sekali hal yang kita dapatkan ketika peroleh ketika kita mahir menulis maka akan menjadi seorang penulis.

Menurut Lasa HS. (2006:12) bahwa menulis mampu menangkap phenomena-penomena lingkungan masyarakat dan lingkungan alam yang selanjutnya melalui proses berpikir, analisi,disikapi serta memberikan solusi.

Harus diingat apapun yang anda inginkan mesti disertai dengan sungguh-sungguh. Percuma ingin menjadi seorang penulis tapi enggan untuk maju dan merasa malu, karena tidak berhasil menjalani tugasnya dengan baik.

Memberikan dampak positive
Menulis adalah hal yang berhubungan dengan orang banyak akan tetapi masih banyak yang enggan untuk mendalami masalah tulis menulis. Padahal banyak sekali hal yang kita dapatkan dari menulis itu diantaranya adalah kita bisa menjadi professional dan bisa menjadi pakar di dalam tulis menulis. 

Banyak buku yang dapat kita ciptakan banyak karya yang kita hasilkan dan ini dapat berdampak pada hal-hal yang positif di sekeliling kita. Jangan takut untuk salah dan sebuah kegagalan adalah langkah awal untuk memperoleh kesuksesan tersebut. Saya sependapat dengan sebuah kutipan di bawah ini.


Orang yang takut berenang justru perlu di ceburkan ke kolam renang atau ke sungai agar mereka berusaha untuk berrenang dan meyelamatkan diri.( Lasa Hs. 2005)

Kebanyakan orang takut menulis karena beranggapan bahwa dirinya merasa tidak mamapu, padahal menulis dapat di kuasai dan di pelajari dengan otodidak (belajar sendiri) setelah terbiasa maka akan tertata dengan baik dan benar. Tapi jangan lupa untuk membaca, khususnya buku kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

daftar pustaka
Chalil, achjar. Pelajaran Berbasis Fitrah. 2006 PT. Balai Pustaka. Jakarta
Al-kilani, Ismail. Skularisme Upaya Memisahkan Agama Dari Negara. 1992 Pustaka Al-kausar. Jakarta
Husaini, Adian. Liberalisasi Islam di Indonesia Fakta dan Data. 2006 Dewan Dakwah Islam Indonesia. Jakarta
Baabdullah, MO. Fatwa dan Pendirian Ulama Sunni Terhadap Aqidah Syi’ah. 1990 Mahad Aly Ilmu Fiqh dan Dakwah. Bangil
Masri, R. Teknik Menulis Berita dan Feature. 2006 PT. Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta
Hs, Lasa. Gairah Menulis. 2005. Alinea. jogjakrta


Dalam al-Qur’an Allah telah bersumpah, banyak sumpah Allah yang kita temui di dalamnya. Allah besumpah dengan seperti itu bertujuan agar mudah di fahami oleh hambanya, dibawah ini penulis akan mengajak pembaca untuk berenung dan bertafakur dengan sumpah allah swt.

Dalam Surat al-Asr Allah bersumpah dengan menggunakan nama waktu, bahkan ada sebagian ulama yang mengartikan bahwa asr itu adalah waktu ashar. Mari kita renungkan apa yang sebenarnya terkandung dari makna asr ini.

Setiap manusia Allah berikan waktu yang sama, yaitu 24 jam. Terkadang banyak manusia yang menggunkan kesempatan itu di biarkan begitu saja, ada yang malas-malasan padahal ia tahu jika esok akan menghadapi ujian. Ada lagi yang memakai waktunya ia habiskan untuk bermain alasannya karena dunia ini hanya tempat bermain-main, ia beralasan taubat nanti saja kalau sudah tua.

Sungguh mengerikan dan begitu menganggap entengnya urusannya, padahal ia tidak tahu bahwa yang selama ini yang memberikan kenikmatan itu adalah Allah. Dalam surat al-Asr ayat 1-3 dituliskan bahwa: “Demi masa sesungguhnya manusia berada dalam  kerugian, melainkan orang-orang yang mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran” (QS. Al-‘asr : 1-3)

Semua manusia dalam keadaan merugi, diakibatkan oleh perbuatan manusia itu sendiri. Ia terjerat masalah karena ulahnya sendiri yang disebabkan tidak menjaga mulutnya ketika berbicara sehingga  penulis tarik kesmpulan bahwa banyak kesalahan yang diluar kesadaran manusia itu sendiri.

Mari kita telaah bersama surat diatas, jika kita saling mengingatkan maka kerugian itu bisa di kurangi bahkan bisa dicegah, dengan apa caranya yaitu dengan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Kenapa demikian? Karena dengan saling mengingatkan itu tidak akan sirna walaupun ditelan oleh waktu, jika salah satu ada yang lupa maka yang satu mengingtkan dan begitu seterusnya.

Kadar Keimanan
Sehingga dengan demikian, hal seperti ini akan menjadikan pengingat bahkan penegur dikala posisi iman kita sedang dibawah. Kita sadari bahwa kadang-kadang kadar keimanan kita selalu naik turun “al-Iimanu yazidu wa yankus” banyak hal yang melatar belakangi semua ini terlebih sebagai seorang yang memiliki tugas untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Sulit untuk menjaga keimanan untuk selalu konsisten (istiqomah) ketika kadar iman kita sedang kurang stamina, apa lagi ketika sedang memiliki masalah maka semakin bertambahlah dukungan itu untuk malas dalam menjalankan semua kebaikan. Oleh karena itu maka teman pengingat sangat dianjurkan dalam hal seperti ini, agar kita selamat dari kerugian seperti yang di sampaikan oleh allah dalam surat al-Asr di atas.

Waktu bagaikan pedang, kalau salah menggunakannya maka kita akan terpotong oleh pedang itu. Sebenarnya ada dua kemungkinan; kalau tidak terpotong pasti memotong, pilih yang mana? Tentunya kalu tidak ingin menjadi korban maka kita harus benar-benar memanfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya agar selamat dari apa yang tidak di inginkan.

Rasulullah selalu mengingatkan kepada umatnya, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang menjadikan hari esok lebih baik dari hari kemarin. Seharusnya kita sadar betul apa yang di sampaikan nabi Muhamad saw. karena jika kita gali sebenarnya maknanya sangat dalam dan juga mampu menjadi landasan hidup dalam menimbang hari-hari yang lebih baik.

Jika kita mau memperhatikan pesan dari rasul ini sebenarnya sudah mencakup semuanya, mulai masalah hidup setiap hari dan sebaginya akan ketemu solusinya. setiap manusia yang lahir akan mengalami pertambahan usia dengan bertambahnya usia ini maka bertambah pula pengetahuan dan pemahaman keilmuan nya pula, akan teapi justru yang menjadi masalah adalah makin tua makin menjadi seperti istilah “tua-tua keladi” inilah yang dialami oleh generasi muslim saat ini.

Banyak yang ngerti agama namun jauh dai nilai-nilai agama, malah seolah-olah ia membuang apa yang telah ia ketahui. Hal ini sama saja dengan membuang air yang telah kita isikan kedalam wadah kemudian wadah itu kita lubangi dari bawah.

Dalam al-Qur’an Allah menangguhkan orang-orang yang enggan untuk menyembahnya, Allah berikan apa yang mereka minta akan tetapi tunggu saja apa yang akan mereka terima karena ini adalah istijrad dari Allah swt. Berhati-hatilah dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita perbuat untuk allah, apakah perintah allah telah kita jalankan dengan benar dan sesuai dengan anjuran Allah itu.

Kalau tidak sesuai dan jauh dari ketentuanNya kemudian apa yang kita pinta selalu Allah kabulkan jangan-jangan kita termasuk orang yang mendapatkan istijrad dari Allah. Naudzubillahi min dzalik…

Belajar dari musibah
Bangsa Indonesia, tidak henti-hentinya di landa bencana ini adalah bukti Allah menguji dan memberikan teguran kepada hambanya dikarenakan banyak diantara sekian banyaknya penduduk Indonesia yang Muslim namun hanya sebagian atau hanya tertentu saja yang menjalankan perintah Allah swt.

Kalau kita mau jujur dengan apa yang kita perbuat terhadap Allah dalam jangka sehari,seminggu,sebulan, bahkan setahun. Jika kita renungkan pastilah banyak meninggalkan daripada melakukan perintahnya. Apakah kita sudah benar menjalankan perintah Allah ? seberapa seringkah kita melalaikan kewajiban kita? Tampaknya semua individu tidak berani menjawabnya.

Dari kesalahan-kesalahan inilah Allah mengingatkan kita semua untuk mendekatkan diri kepadaNya, jangan sampai melupakannya. Allah lebih senang kepada hambanya yang selalu menyebut-nyebut namanya, akan tetapi ketika hambanya lupa Allah marah, dan memberikan teguran dengan melalui perantara musibah-musibah yang tak kunjung berhenti agar hambanya selalu mengingatnya.

Coba bayangkan, jika di seluruh dunia; jumlah penduduk bermilyar-milyar ini tak ada seorangpun yang menyembah allah semuanya lalai akan semua perintah allah, kira-kira apa yang akan terjadi ? apa jadinya jika tak ada satupun yang mengumandangkan adzan ketika waktu shalat tiba? Pastilah allah akan langsung mengirimkan sebuah bencana, bahkan qyamat pun juga bisa.

Indikasi Qiyamat menurut sebagian orang sudah akan tiba, karena pasalnya sudah banyak hal-hal yang muncul yang sesuai dengan tanda-tanda Qiyamat.  kerusuhan dimana-mana, jika kita perhatikan hampir di setiap Negara ada kerusuhan, masalah kecil jadi besar dan tak kunjung selesai; titik temu antar solusi sulit ditemukan.

Belum lagi munculnya bayi yang memiliki mata satu, yang sempat menghebohkan media televise kemarin. Sehingga kejadian-kejadian ini di kait-kaitkan dengan Qiyamat akan terjadi sebentar lagi, padahal hanya Allah lah yang mengetahui semuanya, manusia tak berhak mendahului ketentuan Allah karena dialah yang maha mengetahui apa-apa yang tidak kalian ketahui.

Penutup
Alangkah baiknya jika kita kembalikan kepada Allah jangan sampai kita melupakan semua perintah dan berusaha menjauhi larangan-larangannya. Syetan selalu mencari teman untuk menemaninya di Neraka kelak, jangan sampai kita menjadi salah jalan dan terperosok kedalam jalan mereka dan menjadi pengikut setia syetan.

Tawaran-tawaran syetan sangat menggiurkan dan mampu melupakan semua urusan termasuk urusan akhirat, banyak orang yang sewaktu dekat dengan allah, ia meminta dalam doanya sebuah harta akan tetapi setelah itu ia lupa bahwa semua itu adalah pemberian allah. Ia merasa semua itu adalah hasil dari jerih payahnya dan hasil keringatnya seorang, bukan dari allah.

Padahal ketika masih ingat dengan allah ia sempat berucap janji jika aku punya harta yang banyak aku akan tambah taat dalam menyembahmu, ternyata ia lupa semuanya Karena tertutupi oleh ajakan syetan.

Jika kita mau menjalani dan ber istiqomah dalam menjalankan ini semua pastilah semua maslah dan godaan ini bukanlah sesuatu yang sulit hanya saja kita mersakan sedikit bosan, maka sekatika itulah syetan itu masuk dan membisikan ajakan-ajakan yang menyimpang dari jalan allah swt.

Ajakan allah terkadang sulit dilakukan sedangkan ajakan syetan justru malah terasa ringan dan selalu mendapatkan kemudahan, padahal efek dari semua itu adalah sebuah hukuman yang akan membuat kita menyesal selamanya ketika sudah menjadi penghuni yang abadi.

Marilah kita niatkan secara bulat dengan tekad yang kuat bahwa kita akan melawan semua ajakan syetan, mudah-mudahan kita menjadi hamba yang kuat dan selalu allah berikan kemudahan dalam menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangan-larangannya. Wallahu’alam bissowab…ilaihi rajiuun!!!

Amir Hamzah
Mahasiswa FIAI UII Angkatan 2009


Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme