Pasti cerita ini sudah banyak yang tahu, tapi tidak ada salahnya bila saya share di sini, karena sangat inspiratif sekali. Cerita ini juga untuk mengingatkan dan menambah kasih sayang orangtua kepada anak-anaknya dan bagi calon orangtua, ini pelajaran yang sangat berharga. Supaya tidak terlalu penasaran, yuk kita simak ceritanya... cekidot!!

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkenal di Jakarta, dan ia baru tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron putra pertamanya yang baru duduk di kelas 2 SD membukakan pintu. Ia nampaknya cukup lama menunggu.

Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku menunggu ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa gaji Ayah?”

Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi ya?” tanya Rudi.
Ah, enggak. Pengen tahu aja yah” jawab Imron singkat.
Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000 dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Ayah satu bulan berapa?” kata Rudi.

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepaskan sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya. Sambil menatap ke sang ayah, Imron berkata :

kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000 untuk 10 jam, berarti satu jam ayah dibayar Rp 40.000 dong,”
Wah pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok” perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah aku boleh pinjam uang Rp 5.000 nggak?” dengan suara pelan. “Sudah nggak usah macem-macem lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah!” dengan nada agak keras.

Tapi, Ayah…” rengek Imron.
Kesabaran Rudi habis. “Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000 di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu.

Rudi berkata,“Maafkanlah Ayah, nak. Ayah sayang Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besokkan bisa jangankan Rp 5.000, lebih dari itu pun ayah kasih.”

Dengan terbata-bata imron menjawab “Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini
Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

Aku menunggu ayah dari jam 8. aku mau ajak ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000. tapi karena ayah bilang satu jam ayah dibayar Rp 40.000, maka setengah jam harus Rp 20.000 duitku kurang Rp 5.000. makanya aku pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya Imron dengan erat-erat.
____________
Ketika pertama kali membaca cerita ini, saya juga merasa terharu dan berniat untuk menjadi ayah yang baik dan mampu meluangkan waktu untuk anak-anak kelak. Sebab kedekatan ayah dan anak harus dibangun dari kecil sampai dewasa, dan itu tidak boleh putus. Ini tekad dan azam saya.. Amin. []


Sabtu (25/01/14), sekitar pukul 10.15 kami berangkat menuju kampus terpadu UII (Universitas Islam Indonesia) jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta. Dalam rangka menghadiri acara wisuda salah satu sahabat kami, Tubagus Syukron Tamimi, S.Sy (sarjana syariah) itulah nama resmi dan gelar di belakangnya.

Meski datangnya telat, ternyata kami masih sempat mengucapkan selamat padanya. Saya yakin, hari ini merupakan hari yang begitu spesial dan istimewa baginya. Inilah capaian awal yang saat ini sudah dinanti-nanti semenjak pertama kali hijrah ke kota gudeg. Tak terasa ternyata waktu cepat berlalu dan apa yang dicita-citakan kini telah diraih. Selamat ya Gus...

"Untung saja, gempa tadi gak pas acara wisuda.. wah bisa kacau acaranya." Ucap salah satu teman. Memang betul apa yang disampaikan, apa jadinya ya. Alhamdulillah begitu acara selesai, dan sudah pada pulang barulah gempa yang lumayan kuat (ini yang saya alami pertama kali) terjadi. Katanya 6.5 Skala Ritcher (SR), dan pusatnya di Kebumen. Demikian info singkat itu saya dapatkan dari teman yang dapat informasi dari ponsel nya.

***

Setelah mengucapkan selamat, saya ikut beberapa teman untuk mengucapkan selamat kepada teman-teman yang lain juga. Kami pun memilih untuk masuk kedalam aula gedung Kahar Mudzakkir. Ternyata di sana masih banyak wisudawan yang sedang mengabadikan momen bersejarahnya masing-masing. Tapi hanya bertemu sebagian saja, teman yang kami cari ternyata sudah pulang duluan.

Mengetahui hal itu, kami pun memilih untuk berpisah dan berpencar. "nanti kita ketemu di lantai dua (mesjid Ulil Albab) di shap pertama pas shalat dzuhur nanti..." demikian ucap salah satu sahabat sebelum kami berpisah. Saya ikut dengan dua orang sahabat terbaik. Kami ngobrol dan bercanda sambil duduk di kursi wisuda yang berwarna merah.

Setelah agak lama duduk-duduk, kami pun memutuskan untuk naik ke lantai dua. "Eh itu eskalatornya sudah jalan, yuk naik ke mesjid, sudah adzan juga nih..." demikian bujuk ku pada mereka. Di sepanjang tangga eskalator yang berjalan lembut, kami masih asyik ngobrol dan bercanda, hingga kami pun tiba di lantai dua.

Memasuki mesjid dari sebelah utara, kami disambut dengan pintu kaca dan beberapa kursi dan tempat sandal yang sudah disediakan pihak mesjid. Saya mengambil arah ke kiri dan langsung menuju tempat wudhu. Seperti biasa, mesjid itu selalu ramai dan banyak orang yang keluar masuk untuk berwudhu. Di dalam juga ternyata masih banyak orang yang sedang berwudhu.

Suara gemericik air yang keluar dai kran-kran itu memberikan nyayian yang begitu indah dan tampak unik. Keran yang di pasang melingkar tampak begitu indah dipenuhi orang yang berwudhu. Sedangkan yang lain memanfaatkan kran yang ada di dinding, layaknya seperti yang sering kita temui di kebanyakan tempat.

Selesai mengambil air wudhu, saya pun langsung mengambil posisi dan menunaikan sunah qabliyah dua rakaat. Sambil menunggu iqamah, saya sempat merenung dan sejenak dengan apa yang sudah saya perbuat (muhasabah). Tak lama iqamah pun dikumndangkan, saat itu saya berada di shaf kedua dari depan.

Ketika shalat sudah mendapatkan rakaat ke tiga, goyangan itu perlahan mulai terasa. Lama kelamaan malah semakin kuat dan saya yakin semuanya dapat merasakan. Tetap karena posisinya sedang shalat tentu lebih memilih untuk menjaga shalat ketimbang membatalkannya. Meskipun ketika sedang shalat hatinya sudah was-was (tepat seperti yang saya rasakan).

Usai shalat dan dzikir, barulah cerita unik keluar dari beberapa teman-teman yang lain. Ada yang pas lagi sujud bacaannya "asatgfirullah.. astagfirullah..." ada juga yang sudah pasang kuda-kuda mau lari, bahkan ada ada yang bilang saya lagi mikir kemana-mana, terus ada gempa, jadi serasa langsung diingetin sama Allah. Inilah beragam cerita dan respon teman-teman ketika merasakan gempa.

Kalau saya pribadi memilih untuk tenang, walaupun hati agak sedikit was-was. Sesuatu yang paling saya khawatirkan ialah kubah Mesjid Ulil Albab runtuh dan menimpa kami yang sedang sholat berjama'ah. Dan kebertulan juga tidak ada yang lari, sebab kalau ada yang lari pasti banyak yang ikutan. Alhamdulilah waktu itu saya juga berpikir, saya ini sedang sholat. Jika mati, insya Allah dalam keadaan baik.

Saya kira semua jamaah pun berpikir sama, sehingga tidak ada yang membatalkan sholat dan memilih untuk lari. Seusai sholat saya berucap syukur, karena masih diberikan keselamatan dan tidak ada apapun yang terjadi. Meskipun gempa tersebut menurut saya begitu besar, apalagi kami sedang berada di lantai dua, dan itu tengah-tengah. Bangunan Mesjid Ulil Albab memiliki tiga lantai. Apa jadinya jika mesjid itu roboh dan kami berada di tengah? Keselamatan ini wajib untuk disyukuri bukan?.

Setelah saya cari informasi dari berbagai media, ternyata gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter (SR) itu terjadi pukul 12.14, Sabtu (25/1/2014), dengan kedalaman 48 kilometer dan 104 kilometer barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Hampir seluruh Yogyakarta merasakan ini, seperti di daerah Gunung Kidul, beberapa orang terlihat panik dan keluar rumah.[]

Bagi anda penikmat tulisan-tulisan religius, buku ini sangat pas dan cocok untuk dibaca. Selain bahasanya santun, "renyah". buku ini juga mudah dipahami. Tak hanya itu, kita juga bisa diajak berpetualang menelusuri sisi lain alam ini oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA.

Meski saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di UIN Syarif Hidayatullah - Jakarta, beliau tetap menjadi orang yang begitu rendah hati dan low pofil.

Pria kelahiran Magelang 18 Oktober 1953 memulai buku ini dengan fenomena keseharian yang sering kita temukan dan konflik-konflik yang besar sampai yang kecil, entah itu masalah pemahaman, budaya, gaya, politik, maupun masalah pendapatan. Semuanya hampir disinggung di sini.

Banyak sekali makna yang terdapat dalam buku ini, sebab banyak sekali hikmah yang tersimpan dari kisah dan inti pesan yang dituliskan oleh penulis buku dalam tiap judul-judulnya. Ranah tasawuf dan bagaimana menemukan hakikat hidup yang sesungguhnya, itulah pesan yang ada dalam buku ini.

Dulu saya sempat berdiskusi dengan salah satu sahabat dari Psikologi UIN-Bandung, tentang ilmu Psikologi. Saya sedikit paham mengapa menggunakan judul ini (Psikologi Kematian). Awalnya sepintas saya berfikir bahwa buku ini pasti berhubungan dengan ilmu psikologi, tetapi begitu membacanya saya semakin paham maksudnya.

Kematian merupakan sesuatu yang pasti datangnya, hanya saja kita tidak tahu kapan kematian itu datang menjemput kita. Apakah hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Sekali lagi kita tidak pernah tahu akan hal ini. Untuk itu kematian merupakan sesuatu yang sangat pasti tetapi banyak sekali orang yang melupakannya.

Mari kita mencari makna sebelum kematian datang (Bagian ketiga). Hanya dengan cara inilah kita akan dapat menemukan arti yang sesungguhnya. Konsep balasan (pahala-dosa) akan begitu jelas bila kita mampu mendobrak kegelisahan manusia (Bagian kedua) yang ada di alam ini. Setelah proses itu kita jalani, tentulah kita akan menemukan kehidupan yang abadi (bagian keempat).

Hidup ini hanyalah singkat, tetapi kebanyakan manusia merasa berada di zona nyaman (comfort zone). Karena merasa dunia ini tempat yang begitu indah dan memberikan kebahagiaan, akhirnya mereka lupa bahwa kelak akan hilang dari dunia ini dan pindah menuju alam yang abadi.

Lantas, tak ada lagi alasan bagi yang sudah membaca buku ini untuk menjadikan dunia ini sebagai tujuan atau obsesi terbesar dalam hidupnya. Sebab semuanya hanyalah sesaat dan hanyalah titipan semata. Cukuplah buku ini, sebagai pesan terakhir yang begitu ampuh untuk selalu menjadikan diri kita sadar akan kelemahan dan ketidakberdayaan atas nyawa ini.

Mari kita sambut kematian dengan sebuah kesadaran. Sadar untuk mempersiapkan dan membekali diri supaya tidak menjadi orang-orang yang merugi ketika berada di hadapan Allah kelak. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah dan beruntung. Amiin. []

Meski usianya sudah tidak muda lagi, atraksi dan adegan yang ditampilkan sangat luar biasa. Selalu saja adrenalin ini terbawa, bahkan emosi ini pun ikut, kala film ini diputar. Luar biasa dan patut ditonton. Demikian pujian saya terhadap film yang satu ini, dan tidak berlebihan rasanya bila saya merekomendasikan film ini untuk anda tonton.

Adalah film yang sangat menarik untuk ditonton. Film ini menceritakan seorang Ray Breslin yang diperankan oleh Sylvester Stallone, sebagai seorang penulis buku, Compromising Correctional Institution Security. Ia bekerja di perusahaan keamanan independen yang dipekerjakan oleh biro penjara federal. Tujuannya adalah untuk menguji integritas keamanan penjara super ketat.


Ray Breslin tujuh tahun terakhir dimasukan ke dalam penjara yang sangat ketat dan system yang canggih, tetapi ia tetap bisa melarikan diri. Samapai pada akhirnya Lester clark CEO keamanan CEE membawa seorang klien, Jessica Miller yang mengaku sebagai pengacara. Merekalah yang mengawali cerita ini sangat seru dan dibuat dag dig dug, memainkan emosi dan penuh tanda tanya.

Jessica Miller meminta Ray untuk mencoba sebuah penjara yang sangat canggih dan super ketat. Penjara tersebut diperuntukan para penjahat super kelas kakap. Untuk menjaga kerahasiaannya, keberadaan penjara tersebut tidak diketahui sama sekali. Akhirnya dengan kesepakatan Ray bersedia dan hanya diberikan waktu 24 jam dari pertemuan tersebut.

Puertos itulah nama yang digunakan Ray ketika berada dipenjara super ketat. Disanalah ia bertemu dengan Emil Rottmayar (Arnol Schwarzenegger) alias Mannheim. Mannheim adalah penjahat yang paling dicari dan sampai detik itu pun belum ada yang tahu keberadaannya. Puertos dan Emil menjadi kawan dan mereka berdua saling membantu satu sama lain.

Mula-mula mereka mengamati seluruh aktifitas penjara, pengawal, dan kebiasaan yang lainnya. Tataruang sekitar tak luput dari pengamatan mereka, hingga akhirnya mereka menemukan ide. Untuk mencari tahu informasi yang lain, mereka harus masuk ke beberapa ruangan dan tak ayal harus membuat kerusuhan supaya bisa masuk.

Begitu masuk, mereka membagi tugas untuk menarik perhatian. Ray mencoba mencari tahu keberadaan mereka. Begitu sampai keluar, alangkah terkejutnya Ray, karena ia berada di sebuah kapal yang sangat besar dan posisinya kini di tengah-tengah samudera. Seketika itu ia pun langsung kembali ke tempat semula.

Apakah mereka bisa kembali dan keluar dari penjara yang super ketat dan di tengah-tengah samudera itu? Bagi yang belum sempat menonton, silakan dinikmati dan SELAMAT MENYAKSIAKAN !!!

Hujan adalah rahmat, tetapi karena rahmat itu tidak disyukuri maka akhirnya menjadi bencana. Mungkin kalimat inilah yang tepat untuk menggambarkan keserakahan manusia yang selama ini semakin menumpuk dan bertambah banyak di alam jagat raya ini. Air yang Allah swt turunkan kepada hambanya adalah berkah, karena air itu dapat menumbuhkan tumbuhan dan memberikan kehidupan bagi makhluk yang ada di bumi.

Tetapi ketika rahmat dan berkah itu diturunkan, malah manusia banyak yang merasa ketakutan dan merasa tersiksa dengannya. Jika kita resapi dan introspeksi diri, tentulah yang menyebabkan ini semua adalah ulah manusia sendiri. Alam ini adalah titipan bagi manusia, karena ini titipan maka tugas kita adalah menjaganya, nyatanya malah tidak demikian.

Allah telah berpesan untuk umat manusia di dalam al-Qur’an : Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. al-‘Araaf [7] : 10).

Jika pengelolaan lingkungan yang baik disertai dengan kesadaran yang tinggi tentu akan terbebas dari banjir. Dua faktor ini sebetulnya yang saat ini telah diabaikan, oleh kita. Padahal, banjir ini sudah sering terjadi dan tiap tahun pasti akan mengalaminya, tetapi tidak ada yang mau mengambil pelajaran darinya.

Aneh sungguh aneh. Penduduk Jakarta yang seolah sudah bermental baja dengan yang namanya banjir. Banjir itu seolah hiburan tahunan, “ya mbok mikir, tiap tahun banjir mulu apa gak bosen-bosen.. apa gak kepengen hidupnya tentram adem ayem dan nyaman”. Kalau ingin Jakarta bebas dari banjir, harus ada tekad untuk berubah dari masyarakat dan pemerintahnya.

Saat ini seolah jalan sendiri-sendiri. Pemerintah mau menyelesaikan masalah banjir, tetapi penduduk yang rumahnya mau dipindahkan ngamuk-ngamuk dan protes. Tata kota mau dibangun dan diperbaiki supaya lebih baik dan tidak ada banjir, malah ditolak. Pemerintah sudah berusaha, hanya saja masyarakat yang belum menrespon secara positif.

Mari kita renungkan ayat yang satu ini : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-‘Araaf [7] : 56). Allahu’alam []

______________
Tulisan ini dimuat di okezon.com. Senin, 20 Januari 2014.
Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2014/01/19/367/928530/belajar-dari-banjir

Dan dimuat di infokampusweb.id.  sumber : http://infokampus.web.id/2014/01/20/belajar-dari-banjir/

PONPES UII - Yogyakarta. Sabtu, (17/01/14) Langit hitam pekat, dan sore itu hujan mengguyur kota Yogyakarta. Hujan yang turun cukup deras, genangan air di pelataran dan selokan cukup deras, untung saja sudah dibersihkan jadi tidak banjir.

Di balik pintu asrama, terlihat beberapa pemuda yang sedang berteduh dan merapihkan tenda. ada juga yang sedang merapikan kursi-kursi dan sound system. Rencananya tenda tersebut akan digunakan untuk acara dalam memperingati peringatan kelahiran nabi Muhammad SAW.

Acara akan dilaksanakan nanti malam, adapun tema yang digunakan adalah "meneladani kepribadian rasulullah SAW dalam membangun masyarakat madani". Dengan pembicara KH. Agus Mansur, M.ENG, SC. Acara dimulai tepat setelah sholat Isya.

****

Lantunan lagu dari hadroh UII mengawali pembukaan di atas panggung dengan beberapa lagu. Mukhlas selaku Master of Ceremony (MC) membuka acara dengan bacaan ummul qur'an (fatihah).

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam illahi yang dilantunkan oleh akhuna Fahmi Zaini Dhlan, dilanjutkan dengan sambutan dari panitia yang disampaikan oleh Iqbal Zen. Selaku ketua panitia Iqbal menyampaikan permintaan maaf yang setinggi-tingginya atas jamuan dan tempat bila ada kekurangan.  Ia juga menambahkan sedkit tentang sejarah pertama kali peringatan maulid nabi yang diprakarsai oleh Sholahudin Alayubi.

Ustadz Wili Ashadi selaku pengasuh menyampaikan terima kasih kepada panitia acara dan mengajak para hadirin untuk mensyukuri nikmat dari allah, meski lautan sebagai tinta nya tentulah tidak akan cukup untuk menuliskan nikmat Allah yang sangat banyak itu. Ustadz Wili Ashadi juga mengutip surat al-Baqarah ayat 30.

Tak lupa Ustadz Wili juga mengajak hadirin untuk meneladani sifat rasulullah, yang sudah tidak lagi terbantahkan. Michael Hart juga dalam buknya 100 tokoh mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat luar bisa dan paling berpengaruh di alam ini. Demikian beliau menutup sambutannya.

Adapun perwakilan dari DPPAI (direktorat pendidikan pengembangan agama islam) UII diwakili oleh Ustadz Jamroni, M.Si. Ketika memberi sambutan, beliau menyampaikan sejarah dan tujuan pendirian UII. Universitas Islam Indonesia didirikan atas dasar pemikiran yang sederhana, "apa jadinya jika negeri ini diwarisi oleh orang-orang yang pintar, tetapi tidak memiliki aqidah yang kuat, tentu yang ada hanyalah kehancuran".

Kemudian, beliau juga sedikit menyinggung masalah pemilihan rektor UII yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Sedikit beliau menyinggung masalah kepemimpinan dan menyampaikan tentang kisah Muadz bin Jabal "Hai Muadz, jika engkau meminta jabatan, maka ia akan menyusahkan mu..." Demikian sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Jamroni.

Memasuki acara inti, yaitu mauidzah khasanah yang disampaikan oleh KH. Agus Mansur, M.ENG, SC. Di awal, beliau mengeritisi tema yang dibuat oleh panitia. kemudian dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan. "Apakah hadirin sudah siap untuk meneladai Rasulullah SAW? hadirin diam. "Mana suaranya? kok ragu-ragu.." pancing Sang Kyai. "sekali lagi saya tanya.. Apakah sudah siap anda meneladani rasulullah saw? " "Siap...." teriak hadirin serempak.

Kalau kita siap meneladani Rasulullah SAW harus siap dan rela dianggap GILA. Sebab zaman sekarang sama seperti pada zaman nabi, hanya saja sekarang itu jahiliyah modern.  Biarlah kita dianggap gila, tetapi asal jangan gila harta dan kekuasaan. Kalau kita buka berita, tentu halaman depannya ialah kasus korupsi, capres dan survei-survei.

Orang yang ditangkap komisi pemberantasan korupsi (KPK)  konon dulunya adalah para aktivis ketika jadi mahasiswa, tetapi kenapa mereka malah masuk bui? ternyata keistiqamahan mereka yang sudah berkurang. Dulu Rasululah SAW juga pernah disuap, dan berbagai cara mereka lakukan. Tetapi nabi tetap istiqamah dengan dakwahnya.

Kaum kafir quraisy membujuk Abu Thalib supaya Nabi Muhammad SAW segera menghentikan dakwahnya. Abu Thalib berusaha membujuk Nabi Muhammad SAW tetapi Nabi Muhammad SAW dengan tegas  menolaknya seraya berkata : “Demi Allah, seumpama matahari diletakan  supaya aku berhenti berdakwah, pasti aku tidak akan menghentikannya, sehingga Allah memberikan kemenangan kepadaku atau aku akan binasa  dalam berjuang".

Selain Abu Thalib, Kafir Quraisy mengutus Utbah bin Rabiah untuk membujuk Nabi Muhammad SAW dengan menyodorkan penawaran menarik sambil berkata: Wahai Muhammad, apabila engkau ingin harta melimpah aku sanggup mengangkatmu menjadi raja di negeri ini. Dan jika ingin wanita cantik, saya pun sanggup mencarikan". Semua itu dilakukan hanya satu syarat, yaitu agar Nabi menghentikan dakwahnya. Nabi Muhammad SAW dengan tegas menolak tawaran tersebut.

Ada empat hal yang disampaikan oleh KH. Agus Mansur sebelum menutup tausiahnya. Dalam diri manusia ada yang namanya Mutiara atau pusaka. Jika mutiara atau pusaka ini hilang dari dalam diri manusia, maka manusia tersebut tidak memiliki apa-apa, hanya manusia biasa.

Mutiara yang pertama adalah akal. Akal sehat tersebut akan hilang hanya karena kita mudah emosi. Untuk itu mari dijaga kebiasaan dalam keseharian untuk tidak mudah emosi. Mutiara yang kedua ialah Agama. Agama seseorang akan lenyap apabila ia memiliki penyakit hasud (rasa tidak senang ketika melihat orang lain senang). Penyakit ini sangat berbahaya dan kita harus membuangnya jauh-jauh,

Mutiara ketiga adalah malu. Malu tidak diberikan kepada makhluk lain. Malu itu akan hilang ketika kita memelihara sifat serakah. Tapi saat ini, orang sudah tidak memiliki malu lagi, bahkan mereka tetap bisa senyum mesra meski sudah ketahuan mengambil uang rakyat (baca: korupsi).

Mutiara keempat ialah amal shalih. Amal shalih ini akan lenyap bila ada sifat riya tersembunyi dalam diri. Riya merupakan syirik kecil sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW. Syirik merupakan dosa besar, dan tidak dapat diampuni dosanya (sudah meninggal dan belum sempat bertaubat). Untuk itu hati-hatilah dengannya, syirik dalam hal kebaikan itu boleh, tetapi jika syirik karena menyekutukan Allah swt, naudzubillahi min dzalik ! Allahu'alam. []

Usaha yang baik memang tidak mengecewakan. Mungkin ungkapan ini sesuai disematkan kepada punggawa Real Madrid. Mantan pemain Manchester United ini akhirnya mampu merebut gelar pemain top dunia yang selama ini dipegang oleh "musuh bebuyutannya" yaitu Lionel Messi, si punggawa Barcelona.

CR7 begitu haru, kala menerima penghargaan tersebut. Terbukti ketika ia menyampaikan ungkapannya, ia sempat meneteskan air mata. Air mata itu tak dapat lagi dibendung. Jelas ini adalah sebuah emosional yang luar biasa, dan ini ada pada naluri seorang Cristiano Ronaldo.

Gelar ini pantas ia terima, sebab ia mampu tampil luar biasa di segala ajang, untuk Los Balancos dan memberikan kemenangan bagi negaranya, sehingga masuk ke fase selanjutnya dalam perhelatan piala dunia. CR7 juga menorehkan gol yang lebih banyak ketimbang calon kandidat lainnya.

Meski Frank Ribery sempat dijagokan karena membawa klubnya, memenangi lima gelar dalam setahun sekaligus. Saya yakin, torehan Munic adalah prestasi klub atau tim, bukan atas peran satu orang (Frank Ribery). Gelar ini murni CR7 dapatkan karena performa individunya sebagaimana diberitakan di televisi.

Bahkan CR7 tidak sendiri, ada sederet pemain yang mampu memperoleh penghargaan ini meski tidak membaca timnya jadi juara di segala ajang kompetisi. Sekali lagi selamat baut CR7, jangan puas dengan gelar prestisius tersebut. Tetaplah jadi yang terbaik dan buktikan bahwa gelar ini pantas untuk kamu bawa hingga dua tau tiga tahun ke depan.

Ronaldo pun pada akhirnya menuai 1.365 poin untuk mengungguli Messi (1.205 poin) dan Ribery (1.127 poin) hasil dari voting terhadap 184 pelatih dan kapten tim-tim nasional yang jadi anggota FIFA, dan juga 173 perwakilan media. (sumber : sport.detik.com)

Tak hanya itu, Setelah menerima penghargaan pemain terbaik dunia alias Ballon d'Or 2013, Cristiano Ronaldo juga dinobatkan sebagai Pencetak Gol Terbaik 2013 oleh (International Football Federation Hostory and Statistic) IFFHS. CR7 menyabet penghargaan itu setelah mengoleksi 25 gol internasional, 9 gol bersama Portugal dan 16 bersama Real Madrid tahun lalu (2013). Lagi-lagi pemain asal Madeira ini mampu menyingkirkan Lionel Messi yang hanya berada diurutan ke lima.

Meski Cristiano Ronaldo dibicarakan dunia hanya karena penampilan luarnya saja kala itu tahun 2003. Ronaldo sempat dianggap menjadi transfer gagal Sir Alex Ferguson. Namun apa yang terjadi? pria 18 tahun justru membuat orang terpukau hingga menjadi pemain top dunia, pemain termahal dunia, dan pemain dengan bayaran termahal. Inilah yang saat ini ia buktikan kepada dunia. Luar biasa bukan?? []

Baca juga berita lainnya : 
1. CR7: Muda, Tampan, dan Kaya? Aku Cuma Orang Biasa 
2. Ronaldo Bicara Soal Ballon d'Or dan Tangis Harunya

Sore itu sahabat saya datang ke kamar. Tanpa sengaja kami ngobrol tentang film, dari film Sherlock Homes hingga Naruto. Terus kawan saya ini mengajak nonton. "eh, kang ntar senin malam kami mau nonton film tenggelamnya kapal van der wijck di Amplaz.. mau ikut gak?" Saya pun, pikir-pikir dulu dan tak berapa lama akhirnya meng-iyakan ajakan itu.

Karena penasaran saya mencoba cari informasi dan sinopsisnya. Setelah dapat, saya agak sedikit pesimis dan sudah bisa menebak alur cerita tersebut. Saat itu saya di bayang-bayangi oleh kalimat "kasih tak sampai" sebagaimana yang saya temukan pada sinopsis itu.

Agak sedikit kecewa dan pesimis. Tetapi begitu menonton film ini anggapan itu hilang. Justru saya dapat ilmu dan "amunisi" yang baru. Saya menemukan semangat dan "film ini gue banget dweh..." Dalam hati, saya berazam, kelak saya harus bisa hebat dan sukses seperti Zainudin yang dulu diremehekan dan dikecewakan.  Cekidot !!!

Tahun 1930, Berawal dari pertemuan di jalan, Zainudin begitu terpana dengan kecantikan Hayati. Kala malam hari, hujan turun dan Hayati pun berteduh di sebuah warung dengan sahabatnya. Akhirnya Zainudin menawarkan payungnya untuk digunakan oleh Hayati. “amboy, pucuk dicinta, ulam pun tiba…” demikian ungkapan pepatah yang seing kita dengar.

Zainudin berasal dari keturunan Minang dan Makasar, sedangkan hayati keturunan Minang. Kedua skat itulah yang harus memisahkan cinta mereka berdua. Zainudin terancam dan akhirnya harus rela meninggalkan kekasihnya itu untuk pergi ke tempat lain. Di tepi sungai itulah hayati berjanji untuk menunggu Zainudin kembali sampai kapan pun.

Rupanya itulah yang membuat Zainudin menjadi lebih semangat dan termotivasi meskipun nantinya harus terpisahkan oleh jarak. Toh keduanya bisa berkirim kabar melalui surat, seperti yang biasa mereka lakukan untuk mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain.

Suatu hari, Hayati mendapatkan izin untuk mengunjungi sahabtnya khadijah. Dan kesempatan itu digunakannya untuk mengobati rasa rindunya selama ini. Kesempatan itu ia gunakan untuk bisa bertemu Zainudin pada saat acara pacuan kuda. Ketika hari itu tiba, rupanya Hayati sedang bersama Aziz dan Khadijah. Tak sepatah kata pun yang sempat ia ucapkan kala itu.

Zainudin sempat mengirimkan surat untuk melamar Hayati, dan begitupun Aziz. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Aziz lah yang diterima oleh ketua adat, sebab ia berasal dari keturunan Minang asli, berbeda dengan Zainudin yang ada darah Makasarnya. Padahal ayah Zainudin berasal dari suku minang pula.

Dengan perasaan kecewa, hayati harus menerima Aziz sebagai suaminya. Zainudin mengirimkan surat untuk hayati, menjelaskan siapa sebenarnya Aziz calon suaminya, dan bahkan Zainudin menyebutnya dengan pernikahan harta dan kecantikan semata, bukan pernikahan cinta yang sesungguhnya.

Kala itu, Hayati membalas suratnya dan seketika itu surat tersebut sangat menyakiti Zainudin hingga membuat dirinya sakit parah. “kau miskin, akupun miskin, tentu tak elok untuk menata kehidupan kelak.. biarlah yang lalu berlalu, dan kita sudahi saja semua ini, dan semuanya telah berakhir… ”

Ditinggal menikah oleh sang kekasih pujaan, tak mudah baginya untuk bisa begitu saja melupakan semuanya. Barulah setelah Abang Muluk menasehati dan memberikan semangat baru baginya, akhirnya ia mantap untuk berubah dan meninggalkan semua yang berhubungan dengan Hayati, termasuk meninggalkan padang dan merantau ke jawa.”konon cakrawala akan terbuka lebar disana…”

Berkat dari abang Muluk juga, akhirnya mereka berkenalan dengan salah satu penerbit yang akhirnya tertarik dengan karya Zainudin yang telah dikirmkan Bang Muluk. Bermodalkan mesin ketik itulah akhirnya karya-karyanya dibaca oleh banyak orang. Zainudin juga menjadi orang yang sukses dan tinggal di Surabaya.

Ternyata, Aziz dan Hayati juga  pindah ke Surabaya karena urusan pekerjaan. Akhirnya mereka bertemu, kala itu dalam sebuah acara teater yang mengangkat tentang kisah mereka. Alangkah terkejutnya Hayati, ketika mengetahui penulis buku yang ia baca selama ini adalah Zainudin, dan kini berganti nama menjadi Tuan Zabir.

Karena kebiasan berjudi, Aziz memiliki banyak hutang dan kekayaan mereka disita. Terpaksa mereka meminta bantuan kepada Tuan Zabir (Zainudin). Dengan tangan terbuta Zainudin membuka pintu rumahnya untuk mereka tinggali. Meskipun bagi ia sangat sulit tinggal bersama orang yang pernah menyakitinya. Tapi bagi Zainudin, Hayati yang kini bukanlah siapa-siap, ia hanyalah istri orang lain. Mereka boleh tinggal di rumahnya, asal jangan pernah memasuki ruang kerjanya.

Suatu malam, Hayati hendak mengantarkan teh, rupanya Zainudin tidak ada. Hanya ada Bang Muluk yang ada disana. Dari obrolan itulah akhirnya Hayati diperbolehkan masuk ke dalam ruang kerja Zainudin. Ia menanyakan kenapa alasannya tidak boleh masuk ke ruang kerja tersebut, dan Bang Muluk menyingkapkan kain tabir yang ada di depan lukisan tersebut. Seketika itu Hayati lemas dan langsung duduk, menangis sejadi-jadinya. "permataku yang hilang.." demikian tulisan dalam foto Hayati yang selama ini Zainudin simpan.

Karena merasa tidak enak terhadap Zainudin yang sudah terlalu sangat baik pada mereka, akhirnya Aziz memutuskan untuk mencari pekerjaan dan meninggalkan Hayati tinggal di rumahnya. Kelak ketiak pekerjaan itu sudah ia dapatkan maka sesegera mungkin akan menyurati Zainudin. Sudah sekian lama tak ada kabar, ternyata Aziz memilih untuk bunuh diri dengan meminum obat.

Hayati yang kini sendiri, mencoba menyapa Zainudin, tapi zainudin sudah kadung sakit hati dan ia membeberkan semua perasaannya kala itu, kala ia ditinggalkan oleh Hayati hampir saja mati. Hayati hanya bisa mengucapkan maaf. Karena perasaan kecewa yang begitu dalam, akhirnya Zainudin mengambil keputusan untuk memulangkan Hayati ke negeri asalnya dengan menggunkan Kapal Van Der Wijck.

Sebelum kapal berangkat, Hayati menitipkan sebuah surat kepada Zainudin. Surat tersebut Hayati titipkan kepada Bang Muluk. Setelah surat itu dibaca, barulah Zainudin sadar, dan ingin membawa Hayati kembali. Tapi ternyata kapal tersebut tenggelam dan hayati harus meninggal dalam pelukan Zainudin. Ia sedih, dan merasa terpukul. Tapi ini bukan yang pertama kalinya, ia pun sadar dan terus bangkit lagi, menatap masa depannya penuh dengan optimis.

Sejarah dan info
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah sebuah novel yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka. Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.

Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding sebagai plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832). (wikipedia)

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini diadaptasi dari novel dengan judul sama karya sastrawan terkenal Buya Hamka pada tahun 1938. Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya.[]

#Studio Ampaz 13/01/14  - 20:30-23.00

Berawal dari sebuah pertemuan yang tak disengaja, buku itu saya temukan di kamar, ketika merapihkan buku-buku yang lain. Seketika itu saya merasa tertarik dengan cover buku yang sudah lumayan kusam. Ditambah lagi dengan judul buku yang cukup "meng-gelitik" untuk saya baca.

Buku karangan Mohamad Sobary ini memiliki ketebalan kurang lebih 240 halaman. Bahasa yang digunakan sederhana dan banyak istilah-istilah bahasa jawa, sehingga bagi pembaca yang tidak biasa dengan bahasa jawa akan sedikit kesulitan. Terlebih bait-bait syair yang menggunakan bahasa jawa.

Dalam buku ini MS (Mohamad Sobary) menceritakan kisah hidup yang ia alami ketika masa kecil, bersama keluarganya di kampung, dan hingga ia menjadi seorang kepala keluarga. Dan yang paling ditonjolkan dalam buku ini ialah cerita kehidupan dan pekerjaan MS di sebuah lembaga yang bernama LIPI.

Tidak pernah terbayangkan dalam benaknya untuk bisa kerja dikantoran. Anak yang semenjak kecil tinggal bermain di sawah dan suka Gending ini memiliki bakat yang sama seperti ayahnya.

Bagaimana MS sebagai seorang yang tidak menyukai dunia politik harus bekerja dengan orang-orang yang menjadikan politik sebagai makanan sehari-hari.

segenap perjalanan dan kisah hidup MS patut anda baca. Dengan begitu setidaknya kita akan memiliki pengalaman yang sama dengan MS ketika berada dalam posisi yang sama dengan apa yang pernah ia rasakan.

Tepat hari minggu, tangal 05 januari 2014, kami diajak oleh anak-anak TPA sabilul Muttaqin, Sanggrahan, Mauguwoharjo -Yogyakarta untuk membersamai mereka berlibur ke Gembira Loka Zoo (GLZ). Tepatnya tidak terlalu jauh memang, dan bahkan sering kami lewati, hanya saja selama empat tahun di Jogja, belum pernah sekali pun masuk ke dalam. Alhamdulilah ini kesempatan pertama kalinya.

Kebun binatang yang berdiri sejak tahun 1993 ini dikelola oleh Yayasan Gembira Loka. Asalnya ialah, Sri Sultan Hamengku Buwono IX memiliki keinginan untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka di atas lahan seluas 20 ha yang separuhnya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora. (wikipedia)

Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas. Adapaun letak GLZ di daerah aliran sungai Gajah Wong.

Di awal tahun 2014 ini, kami dan khususnya saya pribadi, merasa sangat bahagia. Selain dapat pengalaman baru, dapat satu tempat yang bisa dijadikan bahan pilihan ketika ada sanak keluarga yang mau berlibur ke Jogja. Selain luas, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga sangat bervariasi. Mulai dari hewan yang kecil, hingga hewan yang sangat besar.

Banyak hal yang kami dapatkan dari sana. Selain melihat-lihat binatang, pengunjung juga dimanjakan dengan hiburan naik perahu dan bebek-bebekkan. Selain itu, bagi anak-anak yang belum terlalu mengenal banyak hewan, bisa dikenalkan dan dapat melihat secara langsung dari jarak dekat.

Tetapi, untuk para orang tua, diharapkan untuk betul-betul menjaga buah hatinya supaya tidak lepas dari pengawasan. Sebab jika lengah sedikit saja, bisa hilang. Untuk mencarinya sangat sulit, selain karena luas pengunjungnya juga sangat ramai, apalagi ketika hari libur.

Dan para pengunjung juga diharapkan untuk berhati-hati dengan sekeliling. Sebab bisa saja hewan-hewan tersebut menjadi liar dan merasa tidak suka dengan kehadiran para pengunjung. Untuk itu, kewaspadaan harus selalu ada. []

Jam tangan silver yang ku pakai menunjukan pukul 00.00. Bunyi petasan dar..der.. dor.. seketika itu terdengar di mana-mana. Bahkan bak hujan meteor. Langit yang hitam pekat, menjadi begitu indah dihiasai dengan petasan-petasan yang meluncur di kegelapan malam.

Seperti air mancur yang sedang menyembur keluar, butiran-butiran cahaya yang keluar dari partikel petasan dan akhirnya mengeluarkan bunyi-bunyian.

Malam ini malam tahun baru, katanya.

Tahun baru merupakan masa pergantian dari tahun yang lalu dengan tahun yang akan datang. Dalam islam, bulan-bulan yang berjumlah dua belas itu disebut dengan bulan Qamariyah, adapun tahun barunya itu ditandai dengan masuknya bulan Muharram. Atau yang lebih popular dengan sebutan tahun baru hijriyah.

Sedangkan kalau dalam hitungan bulan masehi (Januari-Desember), ditandai dengan masa habisnya hitungan bulan desember dan memasuki awal bulan januari. Nama yang popular untuk tahun baru ini ialah tahun baru atau dalam istilah bahasa inggris dikenal dengan ungkapan “new year”.

Apapun nama bulannya dan tahunnya, tetapi pada esensinya sama. Pergantian tahun merupakan masa berakhirnya masa satu tahun yang telah disepakati selama dua belas bulan dan kembali kehitungan yang awal. Dari perjalanan selama satu tahun tersebut apakah ada bekas atau tidak.

Jika bekas itu baik maka diusahakan untuk terus dijaga untuk terus baik. Tetapi jika bekas itu malah sebaliknya (buruk) maka harus cepat-cepat diubah. Biasanya momen-momen akhir tahun tahunlah yang sering digunakan untuk mengevaluasi diri masing-masing. Tapi sejatinya, evaluasi diri itu idealnya dilakukan setiap hari.

Baginda Nabi Muhammad SAW, misalnya pernah semalaman tidak dapat tidur kerana khuatir memikirkan sebutir kurma yang terlanjur Baginda SAW makan di suatu tempat. Pasalnya, kemudian Baginda SAW berfikir bahawa kurma itu mungkin sebahagian daripada kurma sedekah yang disediakan untuk fakir miskin. Itulah yang menjadi beban fikiran Baginda Rasullah SAW semalaman.

Tahun baru, saya dan target
Pergantian tahun baru dari 2013 ke tahun 2014 bagi saya tidak ada yang istimewa. Sebab tahun baru ini merupakan tahun baru kedua. Tahun baru yang utama sudah saya tuliskan di postingan sebelumnya yaitu di tahun baru hijriyah, tepatnya beberapa bulan yang lalu (05 november 2013).

Sahabat saya, menargetkan tahun 2014 ini ingin hidup mandiri dan sudah tidak bergantung lagi dari kiriman orang tua. Ada juga yang menargetkan lulus kuliah, punya istri dan mendapatkan pekerjaan. Harapan dan keinginan mereka sangat luar biasa, saya pun ingin meniru mereka. Tapi dari dalam lubuk hati yang paling dalam, saya hanya ingin menjadi orang yang istiqamah.

Istiqamah dalam kebaikan, hanya itu. Saat ini yang adal dalam benak saya ialah ketaatan, pengabdian, dan menjadi hamba yang shalih itu adalah alas an kenapa manusia diciptakan. Untuk urusan yang lain, insya allah mengikuti. Kalau sudah istiqamah, maka semuanya akan mudah untuk kita dapatkan. “Alistiqamatu khairun min alfi karamah…” Istiqamah itu lebih baik dari seribu karamah.

Semoga apa yang saya azam-kan ini diberikan kemudahan dan kelancaran oleh allah swt. Khusus di tahun baru ini saya berdoa semoga orangtua, kakak, dan adik di rumah diberikan kesehatan serta kami semua tetap dalam lindunganNya. []

- at kawah condrodimuko -

Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme