Pernahkan anda dikecewakan? Atau merasa kecewa?.. saya yakin semuanya pernah mengalaminya, entah besar ataupun kecil bentuknya. Kecewa karena sahabat, keluarga, tetangga dan lain sebaginya. Kecewa lawan katanya ialah puas.

Kalau kita lihat kamus besar bahasa indonesia (KBBI), kecewa yaitu kecil hati; atau tidak puas karen tidak terkabul keinginannya, harapannya, dan sebagainya. Sedangkan puas merupakan kebalikan darinya. Puas yaitu merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb) karena sudah terpenuhi hasrat hatinya.

Kedua sifat ini sering kita alami, terutama dalam kehiduapn sehari-hari. Tetapi, jika kita kembali kepada ajaran agama, khususnya agama Islam (keselamatan) kedua-danya adalah baik. Dai sejuta umat, Zainudin MZ menyampaikan “kita sring mengartikan rizki itu berupa duit atau material, padahal rizki itu bisa berbentuk non-material. Bahkan kekecewaan itu pun merupakan sebuah rizki..

Dengan kecewa itu justu bisa menjadikan seseorang lebih dewasa, lebih hati-hati dan yang paling utama ialah belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Kekecewaan merupakan penawar yang luar biasa, dan menghantarkan seseorang untuk jadi lebih baik. Tetapi sebaliknya, kepuasan itu justru membuat seseorang manjadi sombong dan takabur.

Dari kecewa kita dapat belajar tentang sebuah proses, kesungguhan, kegigihan dan kerja keras. Tidak ada kata menyerah sebelum titik darah penghabisan, itulah moto orang yang kecewa. Tapi ada tipe orang yang ketika merasa kecewa atau dikecewakan justru malah berhenti sampai disitu. Ia enggan memulainya lagi sampai kapan pun “saya sudah terlanjur sakit hati...”.

Bagi orang yang demikian, kekecewaan merupakan harga mati. Silakan orang lain mau mengatai apapun, saya tidak akan marah. Tapi asal jangan pernah melakukan satu hal, yaitu membuat kecewa. Mengecewakan baginya sama artinya dengan sebuah kepercayaan. Kepercayaan itu dibangun karena ada rasa percaya pada seseorang.

Ketika kepercayaan itu sudah tidak dipegang, berarti secara tidak langsung hal itu sudah membuat kecewa. Kepercayaannya telah hilang dan telah dikhianati. Tipe orang yang manakah anda? Tapi tidak kemudian memasang wajah sinis atau tidak bersahabat. Berusahalah tetap tersenyum meski kecewa..(seperti gambar ilustrasi di atas)

Berbicara tentang puas, maka makhluk yang namanya manusia itu tidak akan pernah menemukan kepuasan. Kepuasan yang saat ini dikatakan hanyalah kepuasan yang sifatnya sementara. Hakikatnya kepuasan itu tentu tidak akan pernah ada ujungnya. Sudah punya satu ingin punya dua, sudah punya dua ingin punya tiga dan sebagainya.

Adapun mengobati rasa puas yang buas itu dengan cara Qanaah. Qanaah yaitu merasa cukup dengan apa yang diperoleh. Salah satu ciri bertaqwa menurut menantu Rasulullah saw; Ali ra yaitu ‘al-qana’at bi al-qalil’ merasa cukup dengan yang sedikit. Pernahkan kita merasa cukup dengan sesuatu yang kecil? Allahu’alam []

--------------------

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Jangan lupa, biar cakep dan cantik silakan ninggalin satu atau dua patah kata. Apa pun komennya boleh, yang penting sopan dan tdk promosi.

Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme