Sabtu 07/09/13 saya beserta teman-teman santri yang lain mengunjungi kediaman Ustadz yang pernah menjadi pengasuh kami di PONPES UII untuk sowan. Beliau adalah Ust. Roy Purwanto, atau kami biasa menyapa beliau dengan panggilan Ust. Roy.

Beliau adalah sosok yang luar biasa, bahkan beliau adalah inspirator saya. Selain karena keilmuan dan spiritualitas nya yang balance, beliau juga selalu mengajarkan saya untuk terus dan terus berbuat baik tanpa akhir, dan juga Istiqamah. al-Istiqamatu Khairan min alfi al-karamah......

Letak "istana" beliau cukup dekat dengan Candi Prambanan, kalau dari arah Yogyakarta hanya perlu melewati candi perambanan sedikit, terus belok kanan. Tinggal melewati rel kereta api, kemudian pesawahan dan beberapa rumah penduduk, akhirnya tiba disana.  

Perjalanan kami untuk menyambangi kediaman beliau yaitu bada’ sholat maghrib. Saat itu saya nekat mengendarai motor astrea honda tahun 1991, meskipun kondisi lampu depan mati, STNKnya juga mati. Bahkan, motor itu belum seminggu baru beres karena kasus ditilang polisi.  Dengan bismillah dan lillahita’ala saya pun tetap pede mengendarainya.

Oh ya, motor itu juga sudah tidak ada rem depan, yang ada hanya rem belakang. Butuh keahlian khusus memang, dan dibutuhkan keberanian tingkat tinggi untuk mengendarainya. Karena banyak faktor itulah saya pun hati-hati betul dalam perjalanan malam itu, meskipun kondisi jalanan cukup terang dan aspalnya sangat baik.

Tetapi, siapa sangka. Ternyata benar kata beberapa teman, kalau kita sudah hati-hati betul dalam berkendaraan eh ternyata ada orang lain yang ugal-ugalan dan sembrono. Kala itu saya mengendarai motor dengan kecepatan 60/km. Posisi saya waktu itu ada di sebelah kiri. Tiba-tiba ada mobil sedan dari belakang dengan kecepatan tinggi, kemudian mobil tersebut memasang lampu rating ke kiri, saya kira mau isi bensin di SPBU.

Karena posisi mobil tadi berhenti mendadak dan motor yang saya kendarai tidak memiliki rem depan, akhirnya saya menabrak bagian belakang mobil sedan tersebut. Meskipun sudah direm belakang, tetap saja motor itu tetap nyosor untuk mencium belakang mobil. Untungnya hanya benturan kecil dan tidak terjadi apapun.

Seolah tidak ada apa-apa, dengan sigap saya pun langsung menarik gas dan melanjutkan perjalanan tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Kejadian ini hanya membuat saya tersenyum kecil dan mulut berucap “ada-ada saja tadi..alhamdulilah untung gak kenapa-kenapa.”

Setiba di kediaman Ust. Roy, kami bersalaman dan disuguhi kue dan teh hangat. Malam itupun terasa begitu cair dan mengingatkan kami tentang kepemimpinan beliau sewaktu masih menjadi pengasuh kami beberapa bulan yang lalu.

Disana kami ditemani Mas Robitul Firdaus, calon kandidat doktor yang saat ini sedang menyelesaikan tesisnya di Malaysia. Tak lupa ada asatidz pengabdian, dan teman-teman santri lain. Disana kami mendengarkan cerita dan kisah-kisah lucu yang dulu masih dirahasiakan oleh Ust. Roy. “Dulu saya masih jadi pengasuh, jadi sengaja tidak saya ceritakan...” mendengar ucapan beliau, sentak kami pun tertawa. 

Tak hanya itu, beliau juga memberikan petuah, wejangan, mauidzah hasanah, atau pesan untuk kami semua. Beliau tak pernah henti untuk menyuruh kami ayo keluar negri, dan keluar negri. Bahkan beliau sempat cerita sewaktu kuliah s2. Ketika ust. Roy kuliah, sang dosen sempat menghina, “Sudah s2 kok belum pernah ke luar negri, minimal numpang kencinglah disana...” kamipun terbahak-bahak mendengar kisah itu.

Beliau juga berpesan untuk terus meningkatkan spiritual dan intelektual santri. Sebab itulah yang membedakan mahasiswa santi UII dengan mahasiswa yang lainnya. Minimal salah satu dari keduanya ada dalam diri  santri. Para santri juga dipesan supaya memiliki satu amalan, apapun itu yang paling disukai. Sebab dulu ada salah seorang sahabat nabi, yang gemar membaca suat al-Ikhlas.

Surat al-Ikhlas ia baca bahkan sebelum surat-surat yang lain dibacanya. Kemudian ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada rasulullah. Ya rasul, si fulan bin fulan selalu membaca surat al-ikhlas sebelum surat yang lainnya. Kemuidan rasulullah bertanya kepad sahabat yang bersangkutan. Apakah benar demikian?  Pemuda itu menjawab, saya mnyukainya ya rasul. Kemudian rasulullah tersenyum dan berkata, kelak amalanmu akan memasukanmu ke dalam syurga.

Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda: 'Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ' Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, 'Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.' Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya (HR.Bukhari| Shahih| Kitab: Tauhid| No:6827) 

Terakhir, yang dipesankan oleh beliau adalah untuk berbakti/ bekhidmat. Berbakti kepada orang tua, guru, tempat dimana kita tinggal dan di manapun. Berkhidmat merupakan sebuah tanda bagi seseorang terhadap kesetiaanya.  Kesetiaan dapat diukur dari pengabdiannya. itulah beberapa pesan dari ustadz Roy. Acara malam itupun ditutup dengan membaca fatihah bersama-sama.

Pada saat tulisan ini ditulis, Ust Roy sedang berada di Kanada - Amerika, dalam rangka short course. Semoga Allah memberikan kelancaran, kemudahan, keberkahan serta keselamatan. Amin ya rabbal ‘alamin.[]

--------------------

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Jangan lupa, biar cakep dan cantik silakan ninggalin satu atau dua patah kata. Apa pun komennya boleh, yang penting sopan dan tdk promosi.

Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme