JANUARI
Tanggal 1 Januari Diperingati Sebagai Hari Raya Tahun Baru Masehi
Tanggal 10 Januari Diperingati Sebagai Hari Tritura
Tanggal 15 Januari Diperingati Sebagai Hari Peristiwa Laut atau Samudera
Tanggal 25 Januari Diperingati Sebagai Hari Gizi

FEBRUARI
Tanggal 9 Februari Diperingati Sebagai HUT Persatuan Wartawan Indonesia
Tanggal 13 Februari Diperingati Sebagai Hari Farmasi

MARET
Tanggal 1 Maret Diperingati Sebagai Hari Kehakiman Indonesia
Tanggal 9 Maret Diperingati Sebagai Hari Wanita Indonesia
Tanggal 11 Maret Diperingati Sebagai Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
Tanggal 18 Maret Diperingati Sebagai Hari Arsitektur Indonesia
Tanggal 24 Maret Diperingati Sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api

APRIL
Tanggal 6 April Diperingati Sebagai Hari Nelayan Indonesia
Tanggal 9 April Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional
Tanggal 19 April Diperingati Sebagai Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
Tanggal 21 April Diperingati Sebagai Hari Peringatan RA. Kartini
Tanggal 24 April Diperingati Sebagai Hari Angkutan Nasional
Tanggal 27 April Diperingati Sebagai Hari Lembaga Pernasyarakatan Indonesia

MEI
Tanggal 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Peringatan Pernbebasan Irian Barat
Tanggal 2 Mei Diperingati Sebagai Hari Pendidikan Nasional
Tanggal 3 Mei Diperingati Sebagai Hari Surya
Tanggal 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan Nasional
Tanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Buku Nasional

JUNI
Tanggal 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahirnya Pancasila
Tanggal 3 Juni Diperingati Sebagai Hari Pasar Modal Indonesia
Tanggal 21 Juni Diperingati Sebagai Hari Krida Pertanian
Tanggal 22 Juni Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
Tanggal 24 Juni Diperingati Sebagai Hari Bidan Indonesia
Tanggal 29 Juni Diperingati Sebagai Hari Keluarga Berencana Nasional

JULI
Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Bhayangkara
Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Anak-anak Indonesia
Tanggal 5 Juli Diperingati Sebagai Hari Bank Indonesia
Tanggal 12 Juli Diperingati Sebagai Hari Koperasi Indonesia
Tanggal 22 Juli Diperingati Sebagai Hari Kejaksaan

AGUSTUS
Tanggal 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran Nasional
Tanggal 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
Tanggal 17 Agustus Diperingati Sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tanggal 18 Agustus Diperingati Sebagai Hari Konstitusi Republik Indonesia
Tanggal 19 Agustus Diperingati Sebagai Hari Departemen Luar Negeri
Tanggal 21 Agustus Diperingati Sebagai Hari Maritim Nasional

SEPTEMBER
Tanggal 1 September Diperingati Sebagai Hari Polwan (Polisi Wanita)
Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Aksara
Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Pamong Praja
Tanggal 11 September Diperingati Sebagai Hari RRI (Radio Republik Indonesia)
Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Perhubungan Nasional
Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Palang Merah Indonesia
Tanggal 24 September Diperingati Sebagai Hari Agraria Nasional (Hari Tani)
Tanggal 28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta Api
Tanggal 29 September Diperingati Sebagai Hari Sarjana
Tanggal 30 September Diperingati Sebagai Hari Berkabung Nasional Gestipu

OKTOBER
Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila
Tanggal 5 Oktober Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun ABRI
Tanggal 15 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hak Asasi Binatang
Tanggal 16 Oktober Diperingati Sebagai Hari Parlemen Republik Indonesia
Tanggal 24 Oktober Diperingati Sebagai Hari Dokter Indonesia
Tanggal 27 Oktober Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional
Tanggal 28 Oktober Diperingati Sebagai Hari Sumpah Pemuda
Tanggal 30 Oktober Diperingati Sebagai Hari Keuangan

NOVEMBER
Tanggal 3 November Diperingati Sebagai Hari Kerohanian
Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan
Tanggal 12 November Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Nasional
Tanggal 21 November Diperingati Sebagai Hari Pohon
Tanggal 25 November Diperingati Sebagai Hari Guru (PGRI)

DESEMBER
Tanggal 4 Desember Diperingati Sebagai Hari Artileri
Tanggal 9 Desember Diperingati Sebagai Hari Armada Republik Indonesia
Tanggal 12 Desember Diperingati Sebagai Hari Transmigrasi
Tanggal 15 Desember Diperingati Sebagai Hari Infanteri
Tanggal 19 Desember Diperingati Sebagai Hari Trikora
Tanggal 20 Desember Diperingati Sebagai Hari Sosial
Tanggal 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah swt. adalah dua belas. bulan, dalam ketetapan Allah swt. di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah Kaum Musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah swt. beserta orang-orang yang bertakwa.’ (QS At-Taubah: 36)
Menurut Allamah Kamal Faqih Imani dalam Tafsir Nurul Quran disebutkan bahwa sejak hari dibentuknya sistem tata surya seperti bentuk yang kita lihat sekarang ini, terbentuk pula hitungan tahun dan bulan. Hitungan satu tahun adalah perputaran lengkap dari rotasi bumi mengelilingi matahari; dan dalam hitungan satu bulan adalah pergerakan penuh dari rotasi bulan mengelilingi bumi, yang terjadi sebanyak dua belas. kali dalam setahun.

Kemudian al-Quran menambahkan bahwa terdapat empat bulan di antara dua belas bulan itu yang haram (disucikan), dimana menurut hukum agama diharamkan, pada bulan-bulan yang empat itu, untuk bertempur dan berperang. Yang dapat dipahami dari beberapa literatur Islam bahwa larangan berperang selama empat bulan ini adalah merupakan perintah yang bukan hanya dalam agama (kepercayaan) Nabi Ibrahim as. 

Tetapi juga dalam agama yang diturunkan Tuhan kepada kaum Yahudi dan Nasrani, sebagaimana juga diturunkan kepada agama-agama langit yang lain. Sehingga apabila ada serangan dari Kaum Kafir kepada Kaum Muslim, maka sudah semestinya bagi muslimin yang monoteistik untuk bersatu dalam satu barisan yang kokoh melawan musuh Islam.

Bulan Haram pada ayat di atas, ialah bulan yang dihormati dan dimuliakan oleh al-Quran, mayoritas ahli tafsir mengemukakan bahwa ada empat bulan haram Asyhurul Hurum yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, kaum muslimin dilarang mengadakan peperangan. Setiap bulan ataupun hari-hari tertentu yang dimuliakan pasti mempunyai makna sejarah dan nilai filosofis yang sangat berarti bagi kaum muslimin, demikian halnya dengan Rajab.

Ada yang berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki bermacam keutamaan lalu menganjurkan Kaum Muslim untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih (fadhilah) keutamaan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Dari Anas. bin Malik RA, dijelas.kan bahwa Ras.ulullah saw. apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a, “Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan). (H.R. Ahmad dan Bazzar)

Peristiwa Besar
Allah swt .berfirman : “maha suci Allah swt. yang telah memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia maha mendengar dan maha melihat.” (QS. Al-Maidah :1)

Isra adalah berjalan pada waktu malam hari, M’iraj adalah semacam alat untuk naik. Sedangkan Istilah Isra dalam sejarah Islam adalah perjalanan Nabi Muhamad saw. pada waktu malam hari dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaqsha di Yerusalem, dengan waktu yang sangat singkat. Adapun M’iraj berarti perjalanan Ras.ulullah dari bumi sampai ke langit ke tujuh dan sampai ke Sidratulmuntaha. Dalam istilah lain M’iraj adalah kenaikan Nabi Muhamad saw. dari Masjidilaqsaha di Yerusalem, ke alam atas (langit) melalui beberapa tingkatan, terus menuju Baitulmakmur, Sidratulmuntaha, Arasy (tahta tuhan), dan kursi (singgasana tuhan), dan menerima langsung wahyu dari Allah swt.

Peristiwa ini juga di sebutkan dalam surat lain, yaitu pada surat an-Najm (53/ 1-18) Yang artinya “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhamad) tidak perlu sesat dan tidak perlu keliru, dan tiada yang diucapkan itu (al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. 

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai akal yang cerdas, dan Jbril itu menampakan diri dengan rupa yang asli sedang dia berada di ufuk yang tinggi. kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhamad) sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi. 

Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhamad) apa yang telah Allah swt. wahyukan. Hatinya tidak bisa mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu Musyrikin Mekah hendak membantahnya tentang apa yang telah di lihatnya? dan sesungguhnya Muhamad telah melihat Jibril itu (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratulmuntaha. 

Didekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhamad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha di liputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya Muhamad tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tiak pula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda tanda (kekuasaan) tuhanya yang paling besar.”

Awal surat al-Isra dan beberapa ayat awal Surat an-Najm memberitakan apa yang di lihat oleh Nabi Muhamad saw. dalam peristiwa Isra wal M’iraj. Awal surat al-Isra berbicara tentang Isra dan Surat an-Najm membicarakan tentang M’iraj.

Peristiwa pra-Isra wal M’iraj
Peristiwa Isra dan M’iraj telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, pada suatu malam ketika Nabi Muhamad saw. sedang berada di Hatim (dekat ka’bah), tiba-tiba Malaikat Jibril datang membelah dada Nabi saw. hati nabi di keluarkan dan di sucikan dengan air zam-zam, kemudian kedalam hatinya di masukannya iman dan hikmah yang telah disediakannya di bejana emas.. 

Dengan di bimbing oleh Jibril, Nabi Muhamad saw. berangkat menuju Baitulmaqdis dan Masjidilaqsha, kemudian melakukan shalat dua raka’at yang di ikuti oleh Nabi-Nabi terdahulu. Setelah selesai sholat Jibril datang menemui Nabi dengan membawa dua gelas minuman, gelas yang satu berisi susu dan gelas yang satu lagi berisi arak. Malaikat Jibril mempersilakan Nabi Muhamad saw. meminumnya, dan Nabi Muhamad memilih susu. Kemudian Malakiat Jibril mengatakan “seandainya kamu memilih arak niscaya umatmu akan tersesat”. Berakhirlah proses Isra disini.

Kemudian dimulailah proses M’iraj, Nabi Muhamad bersama Malaikat Jibril naik ke langit. Sesampainya di langit Malaikat Jibril meminta penjaga supaya dibukakan pintu untuk mereka. Sebelum masuk Jibril di tanya “siapakah ini? “ Jibril menjawab “ Aku Jibril” kemudian di tanya lagi siapakah yang bersama engkau ? Jibril menjawab “Muhamad” kemudian di tanya lagi: “apakah ia sudah mendapat panggilan?” Jibril menjawab “ya, dia sudah dapat panggilan” malaikat penjagapun membuka pintu untuk Nabi Muhamad saw. dan Jibril sambil mengucapkan salam atas kedatangannya Nabi Muhamad saw.

Di langit pertama bertemu dengan Nabi Adam as. dan memberinya salam. Nabi Adam as. menjawab salamnya dan mendoakanannya, sesudah itu tiba-tiba Rasulullah melihat wujud samar-samar yang berwarna hitam yang ada di sebelah kanan dan kiri tempat duduk Nabi Adam as. Bila menoleh ke sebelah kanan Nabi Adam senyum tapi bila menoleh kesebalah kiri ia bersedih, ternayata yang di sebelah kanan adalah syurga dan yang sebelah kiri adalah neraka. 

Kemudian Nabi Muhamad saw. naik ke langit yang kedua, keduanya sama di sambut seperti di langit yang pertama. Di sini Nabi Muhamad saw. bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi yahya as. Nabi Muhamad mengucapkan salam kepada keduanya dan salam ini di sambut baik dan dengan hormat. Keadaan seperti ini terjadi pada langit ketiga sampai ke langit ketujuh. Di langit ketiga Nabi Muhamad saw. bertemu dengan Nabi Yusuf as, di langit keempat bertemu dengan Nabi idris as, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun as, dilangit keenam bertemu dengan Nabi Musa as. dan di langit yang ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim as.

Di Sidartulmuntaha Rasulullah saw. berangkat ke Mustawa, kehadirat Allah swt. Disinilah Nabi Muhamad saw. menerima wahyu kewajiban sholat lima puluh kali sehari-semalam. Ketika nabi turun dan sampai di langit yang ke enam, Nabi Musa as. menyarankan agar sholat lima puluh kali itu dikurangi, mengingat kemampuan umat Nabi Muhamad saw. sangat terbatas. Atas saran itu Nabi saw. kembali ke khadirat Allah swt. mohon dikurangi, dan Allah swt. akhirnya berkenan menguranginya menjadi lima kali selama sehari-semalam.

Kejadian luar biasa ini sudah keluar dari batas.- batas hukum alam materi, oleh karena itu Jumhur Ulama memandang bahwa peristiwa ini dilakukan oleh Nabi Muhamad saw. dengan ruh dan jasadnya, seandainya hanya dilakukan dengan ruh, atau hanya melalui mimpi maka hal itu bukanlah hal yang luar biasa, karena ruh dapat melakukan yang demikian. Akan tetapi ini adalah peristiwa luar biasa, karena yang di terima oleh Nabi Muhamad saw. adalah perintah sholat, yang wajib dilakukan secara rohani melainkan dengan jasmani.

Marilah kita tingkatkan Ibadah kita kepada Allah dengan mengerjakan semua apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangannya. Serta mensyukuri sholat yang kini dikerjakan hanya lima kali dalam sehari-semalam, apa jadinya jika lima puluh kali dalam sehari-semalam.? Inilah yang harus kita syukuri dan lebih rajin untuk menunaikannya, semoga kita di beri kekuatan untuk selalu menunaikannya hingga akhir hayat dan mati dalam keadaan khusnul khotimah. Amin ya rabbal’alamin.

Amir Hamzah
Mahasiswa PAI UII angkatan (2009/2010)

Kalau kita berbicara masalah pendidikan islam, yang terbayang adalah bagaimana nasib pendidikan yang ada di Indonesia, padahal memiliki jumlah penduduk islam terbesar dunia dan memiliki badan pendidikan yang dinamakan DEPAG (Departemen Agama) yang sebagian memiliki kewenangan terhadap pendidikan islam yang ada di indonesia. 

Selain DEPAG ada juga DEPDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional) yang memiliki kewajiban juga terhadap pendidikan yang ada di Indonesia akan tetapi DEPDIKNAS lebih ke sekolah umum saja. Kedua lembaga ini tidak dapat bersatu padahal, memiliki satu tujuan dalam hal pendidikan yaitu memajukan pendidikan yang ada di Indonesia ini agar memiliki sdm yang berkwalitas, tapi kenapa masih tidak bisa bersatu dan malah cenderung musuhan. 

Bagaimana mau maju jika untuk menyamakan presepsi saja tidak bisa, kenapa harus ada dua jika satu lembaga saja sudah cukup ! toh kebijakan pemerintah tetap sampai kesemua sekolah yang berlebel swasta maupun negeri.

Yang menjadi masalah di dunia pendidikan islam yang ada di Indonesia khususnya adalah bagaimana mencetak peserta didik yang memiliki kemampuan agama yang memadai dan pendidikan umum yang pas. Jadi antara keduanya terdapat keselarasan yang menimbulkan efek yang baik bagi hidupnya di masa yang akan datang, serta memberikan kemajuan yang signifikan bagi negeri Indonesia ini. 

Jika setiap pendidikan mampu melahirkan system pendidikan yang balance antar keduanya pastilah melahirkan manusia yang mampu melahirkan pemimpin yang adil, anti korupsi dan mampu mengembangkan kemajuan- kemajuan bagi daerahnya masing-masing. Banyak sekali orang yang busuk yang memimpin Indonesia akan tetapi yang ada di otaknya hanyalah mencari kekayaan, sehingga masalah yang demikian merambat dan menjadi kebudayaan, dan menjadi hal yang lumrah dilakukan. 

Disetiap lembaga pasti ada istilah korupsi, entah itu korupsi waktu, uang, dan sebagianya. Jadi tak perlu heran walaupun di lembaga islam sendiri banyak hal yang seperti ini, seperti yang penulis sampaikan hal ini terjadi karena pengethuan agamanya yang kurang sehingga menjadikan nya buta, dalam artian tidak mampu menimbang mana yang baik dan mana yang buruk, yang ada di pikirannya adalah harta dan harta. Nadzubillahimin dzalik!

Dalam Hadis sering kita dengar “tuntutlah ilmu walaupun di negeri china, tuntutlah ilmu dari sememnjak dalam buaian sampai ke liang lahad dan menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan.” Akan tetapi semua itu hanyalah tulisan dan omongan belaka, jika ilmu itu sangat penting dan sngat dibutuhkan kenapa sampai detik ini masih ada yang tidak sekolah karena maslah biaya. 

Masalah pendidikan nyatanya tidak tidak diurusi oleh lembaga-lembaga yang katanya menjadi badan pendidikan dan beratnggung jawab dengan pendidikan. Jika pemerintah mengerti betul makna hadis diatas kenapa tidak mempermudah pendidikan yang ada di Indonesia dan memberikan kemudahan bagi penduduk yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Berapa banyak pendidikan islam yang tersebar di Indonesia akan tetapi berapakah yang memiliki kwalitas yang baik dalam mengasilkan peserta didik yang ulil albab. Inilah pertanyaaan yang wajib kita pikirkan untuk memajukan pendidikan kedepan, agar pendidikan lebih terbuka dan mampu menerima masukan dari masyaratkat, bagimana seharusnya pendidikan itu dan bagaimana pandangan masyarakat terrhadap pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. 

Jika mau jujur dengan semu maslah yang ada di dunia pendidikan, berapa maslah yang timbul di dunia pendidikan akibat kurngnya pendidikan yang di berikan oleh pendidik terhadap peserta didik. Banyak hal yang bertentangan yang ada di dunia pendidikan terutama masalah kekerasan yang menimpa lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.

Awal kekrasan itu ditimbulkan oleh beberapa maslah yang akhirnya membuat sang pendidik memberikan hukuman terhadap peserta didiknya, sebenarnya apa yang diakukan pendidika adalah sebisa mungkin agar peserta didik tidak melakukan hal yang serupa, akan tetapi kini semuanya berbalik, sebuah hukuman untuk membuat jera peserta didik kini akan menjadi masalah bagi pendidik, bahkan bisa masuk tahanan ataupun dikeluarkan dari lembaga. 

Ada juga kasus plagiat di dunia pendidikan yang menyebabkan dunia pendidikan kembali tercoreng, sebenarnya siapakah yang salah? System yang salah ataukah pelaku pendidikan yang salah yang mengakibatkan semuanya bermasalah.

Solusi
Agama selalu mengajarkan yang baik-baik, jika penganut agama itu taat maka kejahatan itupun tidak akan terjadi. Begitu juga dengan kebaikan yang ada dalam diri manusia yang taat akan memberikan efek yang biak bagu dirinya apapun etnisnya. 

Akan tetapi yang menjadi maslah adalah banyak orang yang tidak taat dalam agama kemudian hanya mencari kekayaan semata sehingga ketika menjadi seorang pemimpin di lembaga apapun menggunakan “aji mumpung” sebagai ladang tambahan bagi hartanya. 

Untuk memperbaiki ini semua maka yang harus dilakukan adalah memperkuat agamanya agar setiap apa yang ia lakukan memberikan manfaat dan penuh pertimbangan bagi dirinya maupun bagi orang lain. Sebab jika ia agamanya kuat tentulah apa yang ia lakukan selalu di pertimbangkan azaz baik dan buruknya, tidak hanya asal ambil saja, bisa jadi apa yang ia lakukan merugikan orang lain.

Untuk masalah kekerasan di pendidikan seharusnya kita jangan asal menilai, boleh jadi masalah yang timbul adalah akibat dari peserta didik itu sendiri, sehingga pendidik harus berbuat lebih dari batas wajar karena apa yang dilakukan siswa nya sudah tidak wajar. 

Jadi kita harus melihat duduk permasalahannya terlebih dahulu. Kita tahu sisiwa sekarang sudah berbeda dengan dahulu, dahulu apapun yang dikatakan oleh guru selalu di turuti dan di taati oleh leh murid tapi kini sangat bertentangan pepeatah mengatakan “guru kencing berdiri murid kencing berlari” 

Inilah yang sekarang terjadi saat ini, bagaimana hancurnya dunia pendidikan yang ahrus di benahi dengan sebaik baikanya, yaitu dengan mengembalikan semua nya kepada undang undang yang telah dibuatoleh lembaga pendidikan. Atau di kembalikan kepada lembaga sekolah masing-masing jangan smapai ada yang campurtangan karena yang mengerti masalah nya hanya lembaga sekolah itu sendiri bukan lembaga yang lain.

Masalah plagiat sebaiknya langsung saja di jathkan hukman bagi yang melakukan, dengan hukuman yang sesuai seperti yang telah ada dalam undang-undang plagiatisme bahwa orang yang terbukti melakukan plagiati dikenakan hukuman penurunan jabatan dan di nonaktifkan dari jabatanya. 

Hal ini diamksudkan agar tidak terjadi lagi, serta setiap orang harus memiliki kresasi dan inovasi yang baru, dan mempunyai ide yang membangun serta bersifat mengembangkan kemjuan masyarakat. Pendidikan yang sudah mengalami pasang surut harus di benahi kembali dan juga maslah antar depag dan depdiknas harus segera disamakan presepsinya agar tercipta satu tujuan yaitu memajukan pendidikan.

Amir Hamzah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UII 2009

buku : SECRET BE RICH, Robeth T kio saki

Tips ketujuh
Robet Saki membagi empat cara menghasilkan uang dalam Cash Flow kuadran, bukunya yang sangat menarik, …. ternyata penghasilan kita diputar-putar sejauh manapun ternyata hanya bisa dibagi dari empat ini saja. Yaitu: sebagai Employee atau karyawan, yang kedua adalah Self Employee atau kerja yang mengahsilakan semua kerja yang dihasilkan dari diri sendiri, yang ketiga Bisnis Owner, yang ke empat adalah Investor. keterangan sbb: 

Employee dan Self Employee adalah orang-orang yang mengutamakan keamanan, Bisnis Owner dan Investor mereka adalah orang-orang mengeutamakan kebabasan, perbedaanya antara Self Employee dan bisnis owner adalah: Self Employee tidak bisa di tinggal dan selalu membutuhkan orang tersebut. misalnya kalau orang tadi memililki bisnis dan bisnis tadi ternyata harus tergantung pada dia seorang maka dia sebetulnya adalah bukan punya bisnis tapi, punya Self Employee.

Sedangkan cirri-ciri bisnis True Owner walau pun bisnis tadi di tinggalkan oleh pemiliknya satu tahun bisninya bisa tetap menguntungkan dan terus berkembang maka ia adalah true owner. Sedangkan ciri-ciri investor adalah orang yang ceritanya menaruh uangnya dia atau menaruh uang nya kedalam bisnisnya orang, atau saham atau kedalam prpoperti atau ke dalam sesuatu yang menghasilkan uang dan tanpa terlibat sesepenuhnya, bisnis tadi dan perusahanannya tadi bukan milik dia, maka ia adalah investor.

Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut. untuk menjadi lebih aman mestinya dua kaki lebih baik adari satu kaki, Robet Saki tidak menyarankan orang harus ceritanya keluar dan membuat usaha sendiri. Tapi saran dari Robet Saki adalah lebih aman jika kita menginjak dengan lebih satu kaki. Anda emplyi anda memiliki bisnis anda self employi anda punya bisnis anda self employi anda mempunyai invastasi atau anda employi atau mempunyai bisnis dan investasi Silahkan ini bisa lebih baik jika kita memiliki melebihi satu kuadran dari pada orang yang hanya memiliki penghasilan dari satu kaudran saja.

Demikian juaga jika employing dan self employi mereka sakit, Maka income mereka akan terganggu sedangkan pemilik bisnis dan investor. bisnis dan investasi nya akan menjadi asset yang terus menghasilkan memasukan dengan atau tanpa berkerja. Sebenarnya semua orang yang memiliki rekening di bank, mereka boleh dikatakan sebagai investor karena di bank ada yang namanya suku bunga, akan tetepi kata Robet Saki ini adalah investor yang sangat menyedihkan. Kenaapa ? karen bila dibandingkan dengan suku bunga yang dibangdingkan dengan inflasi kalao miasalnya suku bunga saat ini mendapatkan 10% atau 12% sedangkan infalsinya adalah 15% atau 17% sebetulnya uang anda berkurang bukannnya beratambah. Menurut Robet Saki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sebelah kanan cash flow kuadran plus 30% dari sisi kiri. Maksudnya apa sebelah kanan tadi adalah Bisnis dan investor dan sebelah kiri adalah employee dan self employee jadi 70% adalah dari bisnisnya sedangkan 30% dari employee dan self employee. Tidak perduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang mereka akan merasa lebih aman jika mereka memparoleh income lebih dari satu kuadran.

Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yang kuat diantara sisi cash flow kuadran tadi. Jalan yang disarankan oleh Robet Saki adalah baik sekarang anda sekarang adalah di sisi employi ataupun self employee lebih baik orang masuk ke bisnis terlebih dahulu karena dengan pengalaman dan pendidikan, jika sukses menjadi bisnismen maka kita akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi investor yang kuat, karena investor akan menambah uangnya di bisnis karena sudah pernah menjadi bisnismen maka kita bisa mengenali mana bisnis yang bagus atau mana yang kurang bagus.

Sangat beresiko bagi seorang employee ataupun self employi yang melakukan investasi tapi tidak mengetahui perbedaan sebuah sisitem dengan produk atau tidak mempunyai keterampilan kepemimpinan yang baik. Jadi kenapa menjadi bisnis men terlebih dahulu? Pertama karena pendidikan, yang kedua karena cash flow, maksudnya apa dengan kita benar-benar berpendidikan dan kiat memiliki pengalaman tentang bisnis-bisnis yang baik kita bisa memilih usaha yang kita akan investasi dengan baik, yang kedua kita memiliki cash flow atau daya tahan ketika investasi kita tidak berjalan lancar, kita masih mempunyai income dari bisnis kita. Jika memiliki bisnis yang berjalan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I .. atau investor dengan baik.

Tips ke delapan
Bagaimana menjadi kaya melalui bisnis atau bagaimana menjadi true bisnis
Owner yang berhasil, Separti yang diceritakan pada tips yang ketujuh kemarin bahwa salah satu tes apakah kita memiliki bisnis atau sebetulnya yang kita self employi adalah apabila bisnis kita tinggal selama satu tahun bisnis tadi akan bertambah besar atau rugi. Pertanyaanya adalah bisakah anda meninggalkan bisnis anda selama satu tahun atua lebih. 

Dan saat kembali anda menemukannya lebih berkembang dan serta berjalan dengan baika dari pada waktu kita tinggalkan jadi tips kali ini bagaiman bisnis kita bisa berkembang dengan atau tanpa kita. untuk menjadi true bisnis owner diperlukan dua hal satu adalah pengendalian sisitem yang kedua adalalah kemampuan memimpin orang, ini menurt Robet Saki. banyak orang merasa bahwa yang paling penting adalah prodak atau jasanya ini tidak juga benar.

Hanya orang yang bisa memasak hamburger jauh lebih enak dari pada mackdonal. Tapi hanya mackdonal yang memeiliki sistem yang bisa menjual dan menghasilkan milyaran rupiah tadi, menurut saya ada tiga sistem yang diperlukan untuk membuat perusahaan menjadi kuat dan dahsayat satu adalah sumber daya manusia yaitu termasuk pembinaan report dan funishment, yang kedua adalah sistem kontrol nya kontrol yang paling penting adalah kontrol arus kas, kontrol kedisiplinan, keuangan dan administrasi stop dan selainnya. Yang ketiga adalah sistem marketingnya, sisterm adalah suatu struktur kerja yang logis dan menghasilkan. ketika kaita mempunyai urutan kerja yang logis dan menghasilkan.

Setiap kali kita ulangi dan menghasilkan hanya sama itu berarti sistem kita sudah teruji dan kita akan menghasilkan yang lebih bagus dengan atau tanpa kita dengan sistem yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan untuk memilih orang-orang yang tepat menurut saya ada tiga kwalitas yang diperlukan, yaitu satu adalah pesien atau semagatnya orang tadi memiliki semangat atau tidak di bidang yang kita ingin delegasikan buat dia, yang kedua orang tadi mempunyai integritas tidak.

Bisa dipercaya atau tidak di bidang yang kita inginkan dia mewakili kita tadi, yang ketiga adalah skill orang tadi memiliki keterampilan tidak, yang diperlukan dibidang yang kita ingin delegasikan kepada orang trsebut. Maka bila orang memiliki pasion, integrity dan skill, yaitu “pe i es” orang tadi bisa menajdikan kita pis membuat kita “damai”.

 Pertanyaannya apabila orang tidak mempunyai pashion, tidak mempunyai integrity, dan tidak punya skill tidak perlu di rekrut namun kalo sudah terlanjur direkrut harus di pecat. Pertanyaannya orang memiliki pashion, integrity, tapi skillnya kurang masih bisa diampuni, masih kita bisa trainingkan atau bisa kita bina terlebih dahulu. Nah sedangkan Pertanyaannya jika ornag yang memilki pashion atau semangat sekali, skill nya hebat sekali,pintar sekali tapi tidak bisa dipercaya menurut saya ini adalah oarang yang paling berbahaya. Karena kalao dia ternyata tidak pintar, tidak semangat, tidak memiliki integritas kemungkinan nyurinya kecil, tapi kalo dia memiliki semnagat, dan keterampilan tinggi, integritasnya dicurigai bisa jadi ia nyurinya banyak. Untuk itu, orang yang mempunyai pashion, dan memiliki skill namun tidak memiliki integritas ia adalah orang yang sangat berbahaya yang harus anda pecat pertama kali.

Tips kesembilan
Tiga sistem bisnis yang akan membuat kita bebas
Tiga jenis bisnis menurut Robet T Kio saki satu adalah usaha tradisioanil, yang kedua bisnis waralaba dan yang ketiga pemasar Jaringan kita sudah tahu bahwa untuk membedakan bahwa kita pemilik bisnis atau self employi, adalah bila bisnnis kita tinggal selama setahun maka bisnis tersebut masih mnguntungakn dan berkembang berarti kita adalah seorang pemilik yang sesungguhnya dan bisnis tersebut adalah jalan dengan atau tanpa kita.

Menurut Robet Saki ada tiga ciri sistem yang membuat kita bisa pasif income tanpa kita harus bekerja untuk selamanya petama adalah sistem tradisionil dimana anda mengembangkan sistem diri sendiri untuk mengembangkan sistem bisnis kita harus mempunyai pembimbing. Pembimbing adalah orang yang sudah melakukan apa yang telah anda ingin lakukan dan berhasil dalam melakukannya. Jangan mencari penasehat, penasehat adalah orang yang memberi tahu cara melakukannya tapi dia sendiri belum melakukannya. Yang kedua adalah sistem waralaba cara lain mempelajari sistem waralaba adalah dengan membeli sebuah usaha wara laba, dengan membelinya anda sudah membeli sebuah sistem yang sudah berjalan sudah dicoba serta sudah terbukti.

Jika membeli sebuah sisitem waralaba jadilah seorang employi lakukan persis seperti yang mereka katakan jangan menjadi self employi atau orang yang melakukan semuanya dengan cara mereka sendiri. Yang ketiga pemasar jaringan bisa disebut juga multilevel atau system distribusi langsung diamana anda membeli dan menjadi bagian dari sebuah system yang sudah ada.

Untuk menggeluti bisnis jaringan atau waralaba yang bagus menurut Robet Saki ada lima hal yang harus kita perhatikan : pertama,  bisnis jaringan tersebut adalah merupakan organisasi yang telah terbukti baik dan mempunyai catatan prestasi yang bagus serta system distribusi atau jam kompensasi yang sudah sukses selama bertahun-tahun. Kedua, mempunyai peluang bisnis yang menghasilakan dan bisa anda percayai dan bisa anda bagi dengan penuh keyakinan dengan orang lain.

Ketiga, mempunyai program pendidikan jaka panjang dan terus berlangsung, yang bertujuan mengembangkan anda sebgai manusia. Rasa percaya diri mutlak diperlukan disisi kanan sebagai pemilik bisnis. Keempat, multi level ini mempunyai program bimbingan yang kuat anda ingin belajar dari para pemimpin bukan pengajar. Orang-orang yang sudah menjadi pemimpin disisi kanan kuadran dan yang ingin anda berhasil Kelima, multilevel ini mempunyai orang-orang yang anda hormati dan anda sukai.


Perang Badar (bahasa Arab: غزوة بدر‎), dijuang 17 Mac 624 M (17 Ramadhan 2 H dalam takwim Islam) di Hijaz dari barat Semenanjung Arab (Arab Saudi masa-kini), merupakan pertempuran penting dalam zaman awal Islam dan merupakan pemusingan dalam perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. dengan pihak lawannya di kalangan Quraisy[1] di Makkah.

Pertempuran ini telah diteruskan dalam Sejarah Islam sebagai kemenangan muktamad disebabkan campur tangan Ketuhanan atau kepintaran Nabi Muhammad s.a.w. Walaupun ia salah satu dari sedikit pertempuran yang disebut khusus dalam kitab suci Islam, Al-Qur'an, hampir kesemua pengetahuan kontemporari dari perang di Badar berasal dari keterangan tradisional Islam, kedua-dua hadis dan biografi Nabi Muhammad s.a.w., ditulis berdekad selepas pertempuran tersebut.

Sebelum pertempuran tersebut, telah berlaku beberapa pertempuran kecil Muslim dan Makkah pada lewat 623 dan awal 624, laksana ghazawāt Muslim telah menjadi lebih kerap. Badar, bagaimanapun merupakan penglibatan skala-besar pertama antara dua pihak. Bermara kepada posisi bertahan, sahabat Nabi Muhammad s.a.w. yang berdisiplin dengan baik berjaya memecahkan barisan puak Makkah, membunuh beberapa ketua Quraisy termasuklah antagonis utama Nabi Muhammad s.a.w., 'Amr ibn Hisham. Untuk Muslim awal, pertempuran ini amat penting kerana ia merupakan tanda pertama bahawa mereka mungkin akhirnya mengalahkan musuh mereka di Makkah.

Makkah pada masa itu merupakan salah satu dari kota Jahiliyah yang paling kaya dan paling berkuasa di Semenanjung Arab, yang menghantar sepasukan tentera tiga kali lebih besar dari pihak Muslimin. Kemenangan Muslim juga mengisyaratkan suku lain bahawa kuasa baru telah bangkit di Semenanjung Arab dan menguatkan kuasa Nabi Muhammad s.a.w. sebagai ketua dari yang kerapkali dengan komuniti mudah berpecah di Madinah. Suku Arab tempatan mula memeluk Islam dan berpakat diri mereka dengan Muslim dari Madinah; demikian, perkembangan Islam bermula.

Nabi Muhammad s.a.w.
Rencana utama: Nabi Muhammad s.a.w.Pada masa pertempuran, Semenanjung Arab telah bersedikit didiami oleh sebilangan dari orang berpenutur Arab. Sesetengahnya adalah Badwi; nomad kedesaan yang disusun dalam suku; sesetengahnya adalah petani yang tinggal sama ada di oasis di utara atau di kawasan yang lebih subur dan yang tebal diduduki ke selatan (kini Yaman dan Oman). Majoriti dari Arab merupakan penganut dari berbilangan ramai agama politeistik. Terdapat juga suku yang mengikut agama Yahudi, Kristian (termasuk Nestorianisme), dan Zoroastrianisme.

Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Makkah sekitar 570 M kepada Banū Hāshim dari suku Quraisy. Apabila baginda berumur sekitar empat puluh tahun, baginda dikatakan telah menerima wahyu Ketuhanan semasa baginda bertakafur dalam gua di luar Makkah. Baginda mula berdakwah kepada saudaranya dahulu secara sembunyi dan kemudian secara terbuka. Sambutan dari dakwah baginda menarik pengikut dan pnentang yang lain. Semasa tempoh ini, Nabi Muhammad s.a.w. telah dilindungi oleh bapa saudaranya Abū Tālib. Apabila beliau meninggal pada 619, kepimpinan dari Banū Hāshim telah diturunkan kepada salah satu musuh Nabi Muhammad s.a.w., 'Amr ibn Hishām,[2] yang menarik balik perlindungan dan meningkatkan lagi penindasan terhadap komuniti Muslim.

Pada 622, dengan tindakan keganasan terbuka yang dilakukan terhadap Muslim dari beberapa suku anggota Quraisy, Nabi Muhammad s.a.w. dan ramai dari pengikutnya berhijrah ke kota jiran iaitu Madinah. Penghijrahan ini menandakan permulaan pemerintahan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai ketua politik dan juga ketua keagamaan.

Pertempuran
Pada musim bunga 624 M, Muhammad menerima khabar bahawa kafilah dagangan yang diketuai Abu Sufyan dan dikawal oleh 30-40 orang, telah bertolak dari Syria kembali ke Makkah. Kafilah tersebut didana dengan duit yang ditinggalkan kaum Muslimin ketika berhijrah ke Madinah. Pihak Quraisy menjual semua barangan mereka dan menggunakan duit tersebut untuk menaja kafilah tersebut untuk mempermain-mainkan pihak Muslimin. Muhammad mengumpulkan kekuatan seramai 313 orang, kumpulan tentera yang paling ramai yang pernah pihak Muslimin kumpulkan ketika itu.

Berarak ke Badar
Muhammad sendiri mengetuai tenteranya dan membawa sebanyak mungkin panglima utama, termasuklah Hamzah dan bakal Khalifah, Abu Bakar, Umar dan Ali. Mereka juga membawa beberapa ekor unta dan tiga ekor kuda, yang bermakna mereka berjalan atau memuatkan tiga hingga empat orang setiap unta.[3] Walau bagaimanapun, kebanyakan sumber Muslim, termasuk Qur'an, menunjukkan bahawa diagak yang pertarungan kali ini tidak serius,[4] dan Uthman tinggal untuk menjaga isterinya yang sakit. [5]

Apabila kafilah menghampiri Madinah, Abu Sufyan mula mendengar dari pengembara dan musafir tentang rancangan penyerangan Muhammad. Dia menghantar seorang utusan bernama Damdam bin Amru al-Ghafari ke Makkah untuk memberi amaran kepada puak Quraisy dan mendapatkan bantuan. Setelah mengetahuinya, pihak Quraisy mengumpulkan tentera seramai 900-1000 orang untuk menyelamatkan kafilah tersebut. Kebanyakan bangsawan Quraisy, termasuklah Amr ibn Hishām, Walid ibn Utba, Shaiba, dan Umaiyyah bin Khalaf, menyertai tentera tersebut. Sebabnya adalah pelbagai: sesetengahnya untuk melindungi bahagian harta mereka; ada pula yang ingin membalas dendam untuk Ibn al-Hadrami, pengawal yang terbunuh di Nakhlah; akhirnya, beberapa yang lain menyertai kerana menyangka mereka akan menang mudah menentang tentera Muslim.[6] Amr ibn Hishām dikatakn telah memujuk sekurang-kurangnya seorang bangsawan, Umaiyyah bin Khalaf, menyertai ekspedisi itu. [7]

Ketika itu, tentera Muhammad telah tiba di telaga iaitu tempat dicadangkan untuk menahan kafilah, di Badar, sepanjang jalan dagang Syria iaitu tepat jangkaan kafilah akan berhenti. Walau bagaimanapun, beberapa orang Muslim ditemui oleh orang dari kafilah tersebut[8] dan Abu Sufyan melencong ke Yanbu.[Rancangan Muslimin

Ketika ini, perkhabaran tiba kepada tentera Muslim tentang kedatangan tentera Makkah. Nabi Muhammad segera menyeru majlis perang, memandangkan masih terdapat masa untuk berundur dan disebabkan kebanyakan tentera mereka adalah baru sahaja memeluk Islam (dipanggil Ansar atau "Penolong" untuk membezakan dengan Muslim Quraisy), yang cuma bersumpah untuk melindungi Madinah. Di bawah fasa Piagam Madinah, adalah hak mereka untuk tidak berperang atau meninggalkan tentera yang lain. Walau bagaimanapun, mengikut riwayat, mereka berjanji untuk berjuang juga, dengan Sa'ad bin 'Ubada berkata, "Jika kamu [Muhammad] mengarahkan kami mencampakkan kuda kami ke laut, nescaya kami akan lakukan."[10] Walau bagaimanapun, pihak Muslimin masih berharap utuk mengelakkan pertarungan yang sengit dan terus mara ke Badar.

Pada 15 Mac kedua-dua angkatan tentera masih berada kira-kira sehari perjalanan dari Badar. Beberapa pahlawan Muslim (termasuk Ali menurut sesetengah sumber) yang telah menunggang di hadapan angkatan utama menangkap dua orang pembawa air Makkah di telaga Badar. Menyangkakan mereka bersama dengan kafilah perdangan, para pejuang Muslim terkejut apabila mereka mengatakan mereka bersama dengan angkatan tentera Quraisy utama.[10] Sesetengah riwayat turut mengatakan apabila Nabi Muhammad mendengar nama semua bangsawan Quraisy yang mengiringi angkatan tersebut, baginda berseru "Makkah telah melempar kepada kamu cebisan terbaik hatinya."[11] Keeesokan harinya, baginda memerintah bergerak ke Badar dan tiba di sana sebelum angkatan Makkah.

Kumpulan telaga Badar terletak di cerun landai di bahagian timur lembah bernama "Yalyal". Bahagian baratnya pula dikelilingi oleh sebuah bukit besar bernama 'Aqanqal. Apabila tentera Muslim tiba dari timur, Nabi Muhammad pada mulanya memilih untuk berhenti di telaga pertama yang ditemuinya, tetapi baginda tampaknya kemudian diyakinkan oleh seorang askarnya untuk bergerak lagi ke barat dan menduduki telaga yang terdekat dengan tentera Quraisy. Baginda kemudian memerintahkan semua telaga lain ditimbus, supaya tentera Makkah terpaksa menyerang mereka untuk mendapatkan satu-satunya sumber air yang tinggal.

Rancangan Musyrikin Makkah
Tidak banyak yang diketahui tentang perkembangan tentera Quraisy sejak mereka meninggalkan kota Makkah sehingga ketibaan mereka di pinggir Badar. Walau bagaimanapun, terdapat beberapa perkara yang berguna untuk diketahui: walaupun kebanyakan tentera Arab akan membawa isteri dan anak semasa peperangan untuk mendorong semangat dan menjaga tentera, kaum Musyrikin tidak melakukan begitu. Juga, puak Quraisy tidak melakukan sebarang usaha untuk berpakat dengan puak Badwi yang berserakan di Hijaz.[12] Kedua-dua fakta tersebut mencadangkan bahawa pihak Quraisy kekurangan masa untuk bersiap sedia untuk peperangan tersebut dalam usaha mempertahankan kafilah mereka. Malah, dipercayai bahawa apabila mereka tahu mereka lebih ramai, mereka menjangkakan kemenangan mudah.

Apabila pihak Quraisy tiba di Juhfah, di selatan Badar, mereka menerima pesanan daripada Abu Sufyan yang memberitahu mereka bahawa kafilah telah selamat di belakang mereka, dan mereka boleh pulang ke Makkah.[13] Pada ketika ini, menurut Karen Armstrong, terdapat percanggahan antara tentera Makkah. Amr ibn Hishām mahu meneruskan juga peperangan, tetapi beberapa kabilah yang ada, termasuk Bani Zuhrah dan Bani Adi, ingin pulang. Armstrong mencadangkan mereka memikirkan kuasa yang akan Abu Jahal dapat jika memenangi Muslim. Rombongan Bani Hashim, yang berdegil untuk melawan puak mereka sendiri, juga pergi bersama mereka.[14] Walaupun dengan kekurangan tersebut, Amr ibn Hishām masih berdegil untuk berlawan, mengatakan "Kita takkan pulang sehingga kita tiba di Badar." Pada ketika ini, Abu Sufyan dan beberapa orang lain dari kafilah dagang menyertai bala tentera mereka.[15]

Hari pertarungan
Pada tengah malam 17 Mac, tentera Quraisy siap berkemas dan mula bertolak ke lembah Badar. Setelah hujan pada hari sebelumnya, mereka terpaksa bekerja lebih untuk mengalihkan kuda dan unta mereka ke bukit 'Aqanqal (sumber mengatakan matahari telah terbit apabila mereka tiba di puncak bukit).[16] Selepas mereka turun dari 'Aqanqal, tentera Makkah mendirikan perkhemahan di lembah. Ketika mereka berehat, mereka menghantar pengintip, Umayr ibn Wahb untuk melihat barisan tentera Muslim. Umayr melaporkan yang tentera Muhammad adalah kecil bilangannya, dan tiada pasukan Muslim lain yang akan menyertai peperangan itu.[17] Walau bagaimanapun, dia juga meramalkan kecederaan teruk pada tentera Quraisy dalam serangan itu nanti (satu hadis merujuk dia melihat "unta-unta [Madinah] sarat dengan kematian").[18] Ini kemudiannya meruntuhkan semangat puak Quraish, kerana peperangan orang Arab lazimnya tidak begitu mencederakan hingga parah. Ini menyebabkan satu lagi pertengkaran antara pemimpin Quraisy.

Pertempuran bermula dengan perwira kedua tentera bersemuka untuk bertarung. Tiga orang Ansar muncul dari barisan Muslim, tetapi ditolak Musyrikin Makkah, yang tidak mahu memulakan persengketaan tidak perlu dan cuma mahu berlawan dengan Muhajirin Makkah. Lalu keluarlah Ali, Ubaidah dan Hamzah. Mereka berjaya menewaskan wakil Quraisy dalam perlawanan tiga-lawan-tiga, walaupun Ubaidah cedera membawa maut.[19]

Kini, kedua-dua pihak memulakan serangan panah terhadap satu sama lain. Dua orang Musilm dan beberapa orang Quraisy telah terbunuh. Sebelum serangan bermula, Muhammad telah mengeluarkan arahan kepada tentera Muslim untuk menyerang dengan senjata jarak jauh, dan hanya berhadapan dengan tentera Quraisy dengan senjata tangan apabila mereka mara.[20] Kini, baginda mengarahkan untuk menyerang, dengan membaling segenggam batu kerikil kepada tentera Makkah yang mungkin perlakuan lazim orang Arab sembil meneriak "Cacatlah muka itu!"[21][22] Tentera Muslim turut menjerit "Yā manṣūr amit!"[23] dan mara ke barisan tentera Quraisy. Ketegangan serangan pihak Muslim boleh dilihat dalam beberapa ayat Qur'an, yang merujuk ribuan malaikat turun dari langit ke Badar untuk mengalahkan Quraisy.[22][24] Harus diperhatikan yang sumber awal Islam mengambilnya secara harfiah, dan terdapat beberapa hadis yang baginda Nabi Muhammad membincangkan Malaikat Jibril dan peranannya dalam peperangan itu. Bagi pihak Musyrikin Makkah, kekurangan kekuatan dan tidak bersemangat untuk berperang menyebabkan mereka berpecah dan bertempiaran lari. Peperangan hanya berlangsung selama beberapa jam dan tamat menjelang awal tengah hari.[21]

Selepas peperangan Kecederaan dan tawanan
Al-Bukhari menyenaraikan yang pihak Makkah telah kehilangan tujuh puluh orang dan ditawan tujuh puluh juga.[25] Ini lebih kurang 15%-16% tentera Quraisy, melainkan bilangan sebenar tentera yang berada di Badar hari itu kurang, peratusan itu akan lebih tinggi. Muslim kehilangan empat belas orang, lebih kurang 4% daripada kekuaan keseluruhan.[22] Sumber tidak menyatakan kecederaan di pihak yang satu lagi, dan kecederaan utama menunjukkan yang pertarungan itu sangat sekejap dan kebanyakan tentera Makkah terbunuh ketika berundur.

Selama pertempuran, kaum muslim memuat sejumlah tawanan Quraisy Mekah. Nasib mereka akan mencetuskan kontroversi dalam pasukan Muslim. [26] Sebuah kejadian serupa muncul dalam Alkitab 1 Samuel: 15, di mana Allah menghukum Saul untuk menyelamatkan kehidupan para tahanan yang Allah telah memerintahkan dia untuk membantai. Banduan Quraisy Makkah, dibebaskan hanya dengan syarat bahawa mereka berpendidikan sepuluh Muslim bagaimana membaca. Tidak ada bukti dalam penjara, dan bahkan para tahanan itu disimpan dalam dan dipenuhi selama tempoh itu. Dalam kes Umayyah, bekas budak Bilal begitu berniat membunuhnya bahkan teman-temannya yang menusuk salah satu menjaga Muslim Ummaiyyah. [27]

Tak lama sebelum ia berangkat Badar, Muhammad juga memberikan arahan untuk lebih daripada dua puluh orang mati Quraishis untuk dilempar ke dalam perigi di Badar. [28] Beberapa hadith merujuk kepada kejadian ini, yang tampaknya menjadi penyebab utama kemarahan di kalangan Quraisy dari Makkah . Tak lama selepas itu, beberapa Muslim yang telah baru-baru ini ditangkap oleh sekutu daripada Mekah dibawa ke kota Mekah dan dihukum dalam balas dendam atas kekalahan. [29]

Menurut pertumpahan darah tradisional (serupa dengan Hukum Darah) Mekah apapun yang berkaitan dengan mereka yang terbunuh di Badar akan merasa terdorong untuk membalas dendam terhadap ahli famili yang telah membunuh kerabat mereka. Di pihak umat Islam, ada juga keinginan untuk membalas dendam berat, kerana mereka telah dianiaya dan diseksa oleh Quraisy Mekah selama bertahun-tahun. Namun, selepas awal eksekusi, tawanan yang masih hidup empat dengan keluarga Muslim di Madinah dan dilayan dengan baik, baik sebagai kerabat atau sebagai sumber-sumber pendapatan wang tebusan.

Perang uhud
Perang Uhud ini berlaku pada tahun ketiga Hijrah antara tentera Islam dengan tentera kafir Quraisy. Perang Uhud adalah platform untuk orang Quraisy membalas dendam terhadap kekalahan mereka ketika Perang Badar. Dinamakan Perang Uhud kerana ia berlaku di sebuah tempat yang dikelilingi Bukit Uhud.

Pihak Quraisy keluar dari Makkah dengan gerombolan tentera seramai 3000 orang termasuk para penyokongnya. Pihak Muslim pula keluar dari Madinah di bawah seliaan Nabi Muhammad s.a.w seramai seribu orang sahaja. Walau bagaimanapun, Abdulah bin Ubai (ketua suku Khazraj) bersama tiga ratus orang yang lain telah menarik diri di tengah perjalanan mereka.

Di Bukit Uhud, 50 orang yang terdiri daripada pasukan memanah telah diperintahkan untuk mengadakan kubu pertahanan di atas bukit dan diperintahkan agar tidak meninggalkan bukit itu sama ada kalah atau menang sehingga diberitahu kelak.

Pertempuran bermula dan mula menyaksikan kegoyahan tentera Quraisy. Tentera musyrik mula berundur dan tentera Muslim mula nampak kejayaan mereka dan ketika itu, tentera yang bertahan di atas bukit mula meninggalkan tempat itu untuk memungut harta yang tertinggal dan menguasai medan kemenangan. Sebaik mereka meninggalkan bukit tersebut, Khalid al-Walid bersama tentera berkudanya serta beberapa pimpinan perang untuk mula menyerang dari belakang iaitu menerusi bukit tersebut.

Serangan tersebut memecah-belahkan tentera Muslim dan melemahkan pertahanan mereka. Ketika itulah muncul pelbagai dakwaan dan propaganda yang turut mengatakan bahawa Muhammad telah terkorban. Itu menyebabkan kebanyakan tentera Muslim menjadi lemah dan tidak bersemangat sehingga berpecah kepada kumpulan yang ingin meneruskan perang dan yang ingin lari. Walau bagaimanapun, Muhammad s.a.w. bersama Abu Bakr as-Siddiq, Umar ibni al-Khattab dan Ali bin Abi Thalib masih selamat. Ubai bin Khalaf ketika itu muncul untuk membunuh baginda dan baginda mengambil lembing terus menikam Ubai sehingga mati. Ini merupakan pembunuhan yang pertama dilakukan baginda.

Baginda turut jatuh ke dalam lubang yang digali oleh Abu Amar Ar-Rahab dan dikurung baginda di dalamnya. Ia menyebabkan kedua-dua belah lutut baginda tercedera, cedera pipi, gigi patah dan baginda turut pitam di dalamnya. Kemudian, muncul Fatimah bersama Ali membasuh luka baginda. Tidak kurang juga tentera Muslim yang lain. Jika tidak terkorban, kebanyakannya tercedera dengan hebat. Serangan bertubi-tubi dilakukan oleh tentera Quraisy dengan penuh dendam.

Lebih 70 orang tentera Muslim terkorban manakala hanya 23 orang tentera Quraisy yang terkorban. Hamzah bin Abdul Mutalib iaitu salah seorang panglima Islam turut dibunuh oleh lelaki Habsyi bernama Wahsyi. Dadanya pula kelihatan telah ditebuk dan hatinya telah dikunyah oleh Hind iaitu isteri Abu Sufyan. Baginda memerintahkan agar mereka yang syahid itu dikebumikan bersama pakaian mereka.

Setelah pulang ke Madinah, tentera Muslim mendapat penangan yang hebat apabila diejek oleh Yahudi dan Munafik Madinah dengan mengatakan yang mereka pasti terselamat jika tidak bersama berperang. Peristiwa ini memberi pengajaran kepada para sahabat dan umat Islam seluruhnya bahawa kita perlu taat kepada ketua selain Allah dan rasul-Nya.

Perang hunain
Perang Hunain berlaku pada 3 Syawal tahun kelapan Hijrah. Dalam peperangan ini, 10,000 tentera Islam telah memerangi dua puak kecil penentang Islam. Malangnya, kerana bilangan tentera yang ramai tentera Islam berasa bongkak dan takbur sehingga lupa pada pertolongan Allah.

Allah menguji tentera Islam dengan tipu helah musuh sehingga berlaku kacau bilau. Ramai tentera Islam melarikan diri. Mereka terpaksa berundur dan mengatur semula strategi sehingga akhirnya Allah mengurniakan kemenangan kepada tentera Islam.

Sejarah
Peristiwa ini dimulai dengan peristiwa sebelumnya yaitu Muhammad di Mekkah.
Tahun 622
September 9 — Hijrah ke Madinah
Hijrah yang dilakukan oleh kaum Muslim dari Mekkah ke Madinah. Muhammad tiba di Madinah pada hari Senin, tanggal 27 September.

Tiba di Madinah
Piagam Madinah
Selama tahun pertama hijrah, Muhammad membuat Piagam Madinah, sebuah perjanjian tentang hak dan tanggung jawab kaum Muslim, Yahudi, dan komunitas suku Arab lainnya di Madinah selama perang antara kota dan tetangganya.
Tahun 623
Tahun 624
17 Maret— Perang Badar
Perang Badar merupakan pertempuran yang menentukan dalam sejarah Islam awal dan dimulainya perlawanan Muhammad dengan jalan perang terhadap Quraisy Mekkah.
Bani Qainuqa
Bani Qainuqa merupaka suku Yahudi yang hidup sebelum Islam di Madinah. Mereka termasuk suku Yahudi pertama yang berdiam di sana, dan merupakan suku Yahudi yang terkuat di Jazirah Arab sebelum Islam.
Tahun 625
23 Maret — Perang Uhud
The Battle of Uhud was fought between a small Muslim force and a force from Mecca. Uhud is near Medina. The Muslims had the worst of the encounter and retired after having lost some seventy-five men. However, the Meccans did not pursue the Muslims into Medina, but marched back to Mecca.
Pengusiran Bani Nadir ke Khaibar
Bani Nadir merupakan salah satu dari tiga suku utama Yahudi yang berdiam di Madinah. Setelah Perang Uhud, Muhammad mengusir Bani Nadir dari kota pada tahun 625 dan mengambil alih tanah mereka. Bani Nadir pindah ke Khaibar yang mana kemudian terjadi konflik lagi pada taun 628.
Tahun 626
Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Syria
Tahun 627
Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah penyerangan dari suku Quraisy Mekkah dibantu oleh sekutu-sekutunya ke Madinah pada tahun 627, oleh karena itu perang ini disebut juga Perang Ahzab (sekutu). Khandaq berarti parit, dimana kaum Muslim di Madinah menggali parit melindungi kota Madinah sehingga pihak sekutu tidak dapat menyerang ke dalam kota, walaupun Quraisy Mekkah diperkuat oleh hampir 10.000 orang.
Bani Qurayzah
Bani Qurayzah merupakan suku Yahudi yang tinggal di Madinah pada saat Perang Khandaq terjadi. Pada saat itu mereka membantu pihak penyerang dari suku Quraisy, sehingga begitu pihak Quraisy mundur, maka pihak Muslim-pun menyerang ke benteng Bani Qurayzah.
Banu Kalb
Banu Kalb subjugation: Dumat al-Jandal
Tahun 628
Zainab binti Jahshi
Tahun 628, Muhammad menikahi Zainab binti Jahshi.
Perjanjian Hudaybiyah
Perjanjian Hudaybiyah ditandatangani pada tahun 628. Pada waktu itu sebanyak 1.600 orang Muslim berangkat ke Mekkah untuk melakukan ibadah Haji dipimpin oleh Nabi Muhammad.
Lalu ia [Muhammad] berjalan sampai ia mencapai al-Hudaybiyya yang terletak di batas wilayah [Haram suci daerah] Mekah pada jarak sembilan mil dari Mekah.
Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme