buku : SECRET BE RICH, Robeth T kio saki

Tips ketujuh
Robet Saki membagi empat cara menghasilkan uang dalam Cash Flow kuadran, bukunya yang sangat menarik, …. ternyata penghasilan kita diputar-putar sejauh manapun ternyata hanya bisa dibagi dari empat ini saja. Yaitu: sebagai Employee atau karyawan, yang kedua adalah Self Employee atau kerja yang mengahsilakan semua kerja yang dihasilkan dari diri sendiri, yang ketiga Bisnis Owner, yang ke empat adalah Investor. keterangan sbb: 

Employee dan Self Employee adalah orang-orang yang mengutamakan keamanan, Bisnis Owner dan Investor mereka adalah orang-orang mengeutamakan kebabasan, perbedaanya antara Self Employee dan bisnis owner adalah: Self Employee tidak bisa di tinggal dan selalu membutuhkan orang tersebut. misalnya kalau orang tadi memililki bisnis dan bisnis tadi ternyata harus tergantung pada dia seorang maka dia sebetulnya adalah bukan punya bisnis tapi, punya Self Employee.

Sedangkan cirri-ciri bisnis True Owner walau pun bisnis tadi di tinggalkan oleh pemiliknya satu tahun bisninya bisa tetap menguntungkan dan terus berkembang maka ia adalah true owner. Sedangkan ciri-ciri investor adalah orang yang ceritanya menaruh uangnya dia atau menaruh uang nya kedalam bisnisnya orang, atau saham atau kedalam prpoperti atau ke dalam sesuatu yang menghasilkan uang dan tanpa terlibat sesepenuhnya, bisnis tadi dan perusahanannya tadi bukan milik dia, maka ia adalah investor.

Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut. untuk menjadi lebih aman mestinya dua kaki lebih baik adari satu kaki, Robet Saki tidak menyarankan orang harus ceritanya keluar dan membuat usaha sendiri. Tapi saran dari Robet Saki adalah lebih aman jika kita menginjak dengan lebih satu kaki. Anda emplyi anda memiliki bisnis anda self employi anda punya bisnis anda self employi anda mempunyai invastasi atau anda employi atau mempunyai bisnis dan investasi Silahkan ini bisa lebih baik jika kita memiliki melebihi satu kuadran dari pada orang yang hanya memiliki penghasilan dari satu kaudran saja.

Demikian juaga jika employing dan self employi mereka sakit, Maka income mereka akan terganggu sedangkan pemilik bisnis dan investor. bisnis dan investasi nya akan menjadi asset yang terus menghasilkan memasukan dengan atau tanpa berkerja. Sebenarnya semua orang yang memiliki rekening di bank, mereka boleh dikatakan sebagai investor karena di bank ada yang namanya suku bunga, akan tetepi kata Robet Saki ini adalah investor yang sangat menyedihkan. Kenaapa ? karen bila dibandingkan dengan suku bunga yang dibangdingkan dengan inflasi kalao miasalnya suku bunga saat ini mendapatkan 10% atau 12% sedangkan infalsinya adalah 15% atau 17% sebetulnya uang anda berkurang bukannnya beratambah. Menurut Robet Saki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sebelah kanan cash flow kuadran plus 30% dari sisi kiri. Maksudnya apa sebelah kanan tadi adalah Bisnis dan investor dan sebelah kiri adalah employee dan self employee jadi 70% adalah dari bisnisnya sedangkan 30% dari employee dan self employee. Tidak perduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang mereka akan merasa lebih aman jika mereka memparoleh income lebih dari satu kuadran.

Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yang kuat diantara sisi cash flow kuadran tadi. Jalan yang disarankan oleh Robet Saki adalah baik sekarang anda sekarang adalah di sisi employi ataupun self employee lebih baik orang masuk ke bisnis terlebih dahulu karena dengan pengalaman dan pendidikan, jika sukses menjadi bisnismen maka kita akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi investor yang kuat, karena investor akan menambah uangnya di bisnis karena sudah pernah menjadi bisnismen maka kita bisa mengenali mana bisnis yang bagus atau mana yang kurang bagus.

Sangat beresiko bagi seorang employee ataupun self employi yang melakukan investasi tapi tidak mengetahui perbedaan sebuah sisitem dengan produk atau tidak mempunyai keterampilan kepemimpinan yang baik. Jadi kenapa menjadi bisnis men terlebih dahulu? Pertama karena pendidikan, yang kedua karena cash flow, maksudnya apa dengan kita benar-benar berpendidikan dan kiat memiliki pengalaman tentang bisnis-bisnis yang baik kita bisa memilih usaha yang kita akan investasi dengan baik, yang kedua kita memiliki cash flow atau daya tahan ketika investasi kita tidak berjalan lancar, kita masih mempunyai income dari bisnis kita. Jika memiliki bisnis yang berjalan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I .. atau investor dengan baik.

Tips ke delapan
Bagaimana menjadi kaya melalui bisnis atau bagaimana menjadi true bisnis
Owner yang berhasil, Separti yang diceritakan pada tips yang ketujuh kemarin bahwa salah satu tes apakah kita memiliki bisnis atau sebetulnya yang kita self employi adalah apabila bisnis kita tinggal selama satu tahun bisnis tadi akan bertambah besar atau rugi. Pertanyaanya adalah bisakah anda meninggalkan bisnis anda selama satu tahun atua lebih. 

Dan saat kembali anda menemukannya lebih berkembang dan serta berjalan dengan baika dari pada waktu kita tinggalkan jadi tips kali ini bagaiman bisnis kita bisa berkembang dengan atau tanpa kita. untuk menjadi true bisnis owner diperlukan dua hal satu adalah pengendalian sisitem yang kedua adalalah kemampuan memimpin orang, ini menurt Robet Saki. banyak orang merasa bahwa yang paling penting adalah prodak atau jasanya ini tidak juga benar.

Hanya orang yang bisa memasak hamburger jauh lebih enak dari pada mackdonal. Tapi hanya mackdonal yang memeiliki sistem yang bisa menjual dan menghasilkan milyaran rupiah tadi, menurut saya ada tiga sistem yang diperlukan untuk membuat perusahaan menjadi kuat dan dahsayat satu adalah sumber daya manusia yaitu termasuk pembinaan report dan funishment, yang kedua adalah sistem kontrol nya kontrol yang paling penting adalah kontrol arus kas, kontrol kedisiplinan, keuangan dan administrasi stop dan selainnya. Yang ketiga adalah sistem marketingnya, sisterm adalah suatu struktur kerja yang logis dan menghasilkan. ketika kaita mempunyai urutan kerja yang logis dan menghasilkan.

Setiap kali kita ulangi dan menghasilkan hanya sama itu berarti sistem kita sudah teruji dan kita akan menghasilkan yang lebih bagus dengan atau tanpa kita dengan sistem yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan untuk memilih orang-orang yang tepat menurut saya ada tiga kwalitas yang diperlukan, yaitu satu adalah pesien atau semagatnya orang tadi memiliki semangat atau tidak di bidang yang kita ingin delegasikan buat dia, yang kedua orang tadi mempunyai integritas tidak.

Bisa dipercaya atau tidak di bidang yang kita inginkan dia mewakili kita tadi, yang ketiga adalah skill orang tadi memiliki keterampilan tidak, yang diperlukan dibidang yang kita ingin delegasikan kepada orang trsebut. Maka bila orang memiliki pasion, integrity dan skill, yaitu “pe i es” orang tadi bisa menajdikan kita pis membuat kita “damai”.

 Pertanyaannya apabila orang tidak mempunyai pashion, tidak mempunyai integrity, dan tidak punya skill tidak perlu di rekrut namun kalo sudah terlanjur direkrut harus di pecat. Pertanyaannya orang memiliki pashion, integrity, tapi skillnya kurang masih bisa diampuni, masih kita bisa trainingkan atau bisa kita bina terlebih dahulu. Nah sedangkan Pertanyaannya jika ornag yang memilki pashion atau semangat sekali, skill nya hebat sekali,pintar sekali tapi tidak bisa dipercaya menurut saya ini adalah oarang yang paling berbahaya. Karena kalao dia ternyata tidak pintar, tidak semangat, tidak memiliki integritas kemungkinan nyurinya kecil, tapi kalo dia memiliki semnagat, dan keterampilan tinggi, integritasnya dicurigai bisa jadi ia nyurinya banyak. Untuk itu, orang yang mempunyai pashion, dan memiliki skill namun tidak memiliki integritas ia adalah orang yang sangat berbahaya yang harus anda pecat pertama kali.

Tips kesembilan
Tiga sistem bisnis yang akan membuat kita bebas
Tiga jenis bisnis menurut Robet T Kio saki satu adalah usaha tradisioanil, yang kedua bisnis waralaba dan yang ketiga pemasar Jaringan kita sudah tahu bahwa untuk membedakan bahwa kita pemilik bisnis atau self employi, adalah bila bisnnis kita tinggal selama setahun maka bisnis tersebut masih mnguntungakn dan berkembang berarti kita adalah seorang pemilik yang sesungguhnya dan bisnis tersebut adalah jalan dengan atau tanpa kita.

Menurut Robet Saki ada tiga ciri sistem yang membuat kita bisa pasif income tanpa kita harus bekerja untuk selamanya petama adalah sistem tradisionil dimana anda mengembangkan sistem diri sendiri untuk mengembangkan sistem bisnis kita harus mempunyai pembimbing. Pembimbing adalah orang yang sudah melakukan apa yang telah anda ingin lakukan dan berhasil dalam melakukannya. Jangan mencari penasehat, penasehat adalah orang yang memberi tahu cara melakukannya tapi dia sendiri belum melakukannya. Yang kedua adalah sistem waralaba cara lain mempelajari sistem waralaba adalah dengan membeli sebuah usaha wara laba, dengan membelinya anda sudah membeli sebuah sistem yang sudah berjalan sudah dicoba serta sudah terbukti.

Jika membeli sebuah sisitem waralaba jadilah seorang employi lakukan persis seperti yang mereka katakan jangan menjadi self employi atau orang yang melakukan semuanya dengan cara mereka sendiri. Yang ketiga pemasar jaringan bisa disebut juga multilevel atau system distribusi langsung diamana anda membeli dan menjadi bagian dari sebuah system yang sudah ada.

Untuk menggeluti bisnis jaringan atau waralaba yang bagus menurut Robet Saki ada lima hal yang harus kita perhatikan : pertama,  bisnis jaringan tersebut adalah merupakan organisasi yang telah terbukti baik dan mempunyai catatan prestasi yang bagus serta system distribusi atau jam kompensasi yang sudah sukses selama bertahun-tahun. Kedua, mempunyai peluang bisnis yang menghasilakan dan bisa anda percayai dan bisa anda bagi dengan penuh keyakinan dengan orang lain.

Ketiga, mempunyai program pendidikan jaka panjang dan terus berlangsung, yang bertujuan mengembangkan anda sebgai manusia. Rasa percaya diri mutlak diperlukan disisi kanan sebagai pemilik bisnis. Keempat, multi level ini mempunyai program bimbingan yang kuat anda ingin belajar dari para pemimpin bukan pengajar. Orang-orang yang sudah menjadi pemimpin disisi kanan kuadran dan yang ingin anda berhasil Kelima, multilevel ini mempunyai orang-orang yang anda hormati dan anda sukai.


Perang Badar (bahasa Arab: غزوة بدر‎), dijuang 17 Mac 624 M (17 Ramadhan 2 H dalam takwim Islam) di Hijaz dari barat Semenanjung Arab (Arab Saudi masa-kini), merupakan pertempuran penting dalam zaman awal Islam dan merupakan pemusingan dalam perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. dengan pihak lawannya di kalangan Quraisy[1] di Makkah.

Pertempuran ini telah diteruskan dalam Sejarah Islam sebagai kemenangan muktamad disebabkan campur tangan Ketuhanan atau kepintaran Nabi Muhammad s.a.w. Walaupun ia salah satu dari sedikit pertempuran yang disebut khusus dalam kitab suci Islam, Al-Qur'an, hampir kesemua pengetahuan kontemporari dari perang di Badar berasal dari keterangan tradisional Islam, kedua-dua hadis dan biografi Nabi Muhammad s.a.w., ditulis berdekad selepas pertempuran tersebut.

Sebelum pertempuran tersebut, telah berlaku beberapa pertempuran kecil Muslim dan Makkah pada lewat 623 dan awal 624, laksana ghazawāt Muslim telah menjadi lebih kerap. Badar, bagaimanapun merupakan penglibatan skala-besar pertama antara dua pihak. Bermara kepada posisi bertahan, sahabat Nabi Muhammad s.a.w. yang berdisiplin dengan baik berjaya memecahkan barisan puak Makkah, membunuh beberapa ketua Quraisy termasuklah antagonis utama Nabi Muhammad s.a.w., 'Amr ibn Hisham. Untuk Muslim awal, pertempuran ini amat penting kerana ia merupakan tanda pertama bahawa mereka mungkin akhirnya mengalahkan musuh mereka di Makkah.

Makkah pada masa itu merupakan salah satu dari kota Jahiliyah yang paling kaya dan paling berkuasa di Semenanjung Arab, yang menghantar sepasukan tentera tiga kali lebih besar dari pihak Muslimin. Kemenangan Muslim juga mengisyaratkan suku lain bahawa kuasa baru telah bangkit di Semenanjung Arab dan menguatkan kuasa Nabi Muhammad s.a.w. sebagai ketua dari yang kerapkali dengan komuniti mudah berpecah di Madinah. Suku Arab tempatan mula memeluk Islam dan berpakat diri mereka dengan Muslim dari Madinah; demikian, perkembangan Islam bermula.

Nabi Muhammad s.a.w.
Rencana utama: Nabi Muhammad s.a.w.Pada masa pertempuran, Semenanjung Arab telah bersedikit didiami oleh sebilangan dari orang berpenutur Arab. Sesetengahnya adalah Badwi; nomad kedesaan yang disusun dalam suku; sesetengahnya adalah petani yang tinggal sama ada di oasis di utara atau di kawasan yang lebih subur dan yang tebal diduduki ke selatan (kini Yaman dan Oman). Majoriti dari Arab merupakan penganut dari berbilangan ramai agama politeistik. Terdapat juga suku yang mengikut agama Yahudi, Kristian (termasuk Nestorianisme), dan Zoroastrianisme.

Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Makkah sekitar 570 M kepada Banū Hāshim dari suku Quraisy. Apabila baginda berumur sekitar empat puluh tahun, baginda dikatakan telah menerima wahyu Ketuhanan semasa baginda bertakafur dalam gua di luar Makkah. Baginda mula berdakwah kepada saudaranya dahulu secara sembunyi dan kemudian secara terbuka. Sambutan dari dakwah baginda menarik pengikut dan pnentang yang lain. Semasa tempoh ini, Nabi Muhammad s.a.w. telah dilindungi oleh bapa saudaranya Abū Tālib. Apabila beliau meninggal pada 619, kepimpinan dari Banū Hāshim telah diturunkan kepada salah satu musuh Nabi Muhammad s.a.w., 'Amr ibn Hishām,[2] yang menarik balik perlindungan dan meningkatkan lagi penindasan terhadap komuniti Muslim.

Pada 622, dengan tindakan keganasan terbuka yang dilakukan terhadap Muslim dari beberapa suku anggota Quraisy, Nabi Muhammad s.a.w. dan ramai dari pengikutnya berhijrah ke kota jiran iaitu Madinah. Penghijrahan ini menandakan permulaan pemerintahan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai ketua politik dan juga ketua keagamaan.

Pertempuran
Pada musim bunga 624 M, Muhammad menerima khabar bahawa kafilah dagangan yang diketuai Abu Sufyan dan dikawal oleh 30-40 orang, telah bertolak dari Syria kembali ke Makkah. Kafilah tersebut didana dengan duit yang ditinggalkan kaum Muslimin ketika berhijrah ke Madinah. Pihak Quraisy menjual semua barangan mereka dan menggunakan duit tersebut untuk menaja kafilah tersebut untuk mempermain-mainkan pihak Muslimin. Muhammad mengumpulkan kekuatan seramai 313 orang, kumpulan tentera yang paling ramai yang pernah pihak Muslimin kumpulkan ketika itu.

Berarak ke Badar
Muhammad sendiri mengetuai tenteranya dan membawa sebanyak mungkin panglima utama, termasuklah Hamzah dan bakal Khalifah, Abu Bakar, Umar dan Ali. Mereka juga membawa beberapa ekor unta dan tiga ekor kuda, yang bermakna mereka berjalan atau memuatkan tiga hingga empat orang setiap unta.[3] Walau bagaimanapun, kebanyakan sumber Muslim, termasuk Qur'an, menunjukkan bahawa diagak yang pertarungan kali ini tidak serius,[4] dan Uthman tinggal untuk menjaga isterinya yang sakit. [5]

Apabila kafilah menghampiri Madinah, Abu Sufyan mula mendengar dari pengembara dan musafir tentang rancangan penyerangan Muhammad. Dia menghantar seorang utusan bernama Damdam bin Amru al-Ghafari ke Makkah untuk memberi amaran kepada puak Quraisy dan mendapatkan bantuan. Setelah mengetahuinya, pihak Quraisy mengumpulkan tentera seramai 900-1000 orang untuk menyelamatkan kafilah tersebut. Kebanyakan bangsawan Quraisy, termasuklah Amr ibn Hishām, Walid ibn Utba, Shaiba, dan Umaiyyah bin Khalaf, menyertai tentera tersebut. Sebabnya adalah pelbagai: sesetengahnya untuk melindungi bahagian harta mereka; ada pula yang ingin membalas dendam untuk Ibn al-Hadrami, pengawal yang terbunuh di Nakhlah; akhirnya, beberapa yang lain menyertai kerana menyangka mereka akan menang mudah menentang tentera Muslim.[6] Amr ibn Hishām dikatakn telah memujuk sekurang-kurangnya seorang bangsawan, Umaiyyah bin Khalaf, menyertai ekspedisi itu. [7]

Ketika itu, tentera Muhammad telah tiba di telaga iaitu tempat dicadangkan untuk menahan kafilah, di Badar, sepanjang jalan dagang Syria iaitu tepat jangkaan kafilah akan berhenti. Walau bagaimanapun, beberapa orang Muslim ditemui oleh orang dari kafilah tersebut[8] dan Abu Sufyan melencong ke Yanbu.[Rancangan Muslimin

Ketika ini, perkhabaran tiba kepada tentera Muslim tentang kedatangan tentera Makkah. Nabi Muhammad segera menyeru majlis perang, memandangkan masih terdapat masa untuk berundur dan disebabkan kebanyakan tentera mereka adalah baru sahaja memeluk Islam (dipanggil Ansar atau "Penolong" untuk membezakan dengan Muslim Quraisy), yang cuma bersumpah untuk melindungi Madinah. Di bawah fasa Piagam Madinah, adalah hak mereka untuk tidak berperang atau meninggalkan tentera yang lain. Walau bagaimanapun, mengikut riwayat, mereka berjanji untuk berjuang juga, dengan Sa'ad bin 'Ubada berkata, "Jika kamu [Muhammad] mengarahkan kami mencampakkan kuda kami ke laut, nescaya kami akan lakukan."[10] Walau bagaimanapun, pihak Muslimin masih berharap utuk mengelakkan pertarungan yang sengit dan terus mara ke Badar.

Pada 15 Mac kedua-dua angkatan tentera masih berada kira-kira sehari perjalanan dari Badar. Beberapa pahlawan Muslim (termasuk Ali menurut sesetengah sumber) yang telah menunggang di hadapan angkatan utama menangkap dua orang pembawa air Makkah di telaga Badar. Menyangkakan mereka bersama dengan kafilah perdangan, para pejuang Muslim terkejut apabila mereka mengatakan mereka bersama dengan angkatan tentera Quraisy utama.[10] Sesetengah riwayat turut mengatakan apabila Nabi Muhammad mendengar nama semua bangsawan Quraisy yang mengiringi angkatan tersebut, baginda berseru "Makkah telah melempar kepada kamu cebisan terbaik hatinya."[11] Keeesokan harinya, baginda memerintah bergerak ke Badar dan tiba di sana sebelum angkatan Makkah.

Kumpulan telaga Badar terletak di cerun landai di bahagian timur lembah bernama "Yalyal". Bahagian baratnya pula dikelilingi oleh sebuah bukit besar bernama 'Aqanqal. Apabila tentera Muslim tiba dari timur, Nabi Muhammad pada mulanya memilih untuk berhenti di telaga pertama yang ditemuinya, tetapi baginda tampaknya kemudian diyakinkan oleh seorang askarnya untuk bergerak lagi ke barat dan menduduki telaga yang terdekat dengan tentera Quraisy. Baginda kemudian memerintahkan semua telaga lain ditimbus, supaya tentera Makkah terpaksa menyerang mereka untuk mendapatkan satu-satunya sumber air yang tinggal.

Rancangan Musyrikin Makkah
Tidak banyak yang diketahui tentang perkembangan tentera Quraisy sejak mereka meninggalkan kota Makkah sehingga ketibaan mereka di pinggir Badar. Walau bagaimanapun, terdapat beberapa perkara yang berguna untuk diketahui: walaupun kebanyakan tentera Arab akan membawa isteri dan anak semasa peperangan untuk mendorong semangat dan menjaga tentera, kaum Musyrikin tidak melakukan begitu. Juga, puak Quraisy tidak melakukan sebarang usaha untuk berpakat dengan puak Badwi yang berserakan di Hijaz.[12] Kedua-dua fakta tersebut mencadangkan bahawa pihak Quraisy kekurangan masa untuk bersiap sedia untuk peperangan tersebut dalam usaha mempertahankan kafilah mereka. Malah, dipercayai bahawa apabila mereka tahu mereka lebih ramai, mereka menjangkakan kemenangan mudah.

Apabila pihak Quraisy tiba di Juhfah, di selatan Badar, mereka menerima pesanan daripada Abu Sufyan yang memberitahu mereka bahawa kafilah telah selamat di belakang mereka, dan mereka boleh pulang ke Makkah.[13] Pada ketika ini, menurut Karen Armstrong, terdapat percanggahan antara tentera Makkah. Amr ibn Hishām mahu meneruskan juga peperangan, tetapi beberapa kabilah yang ada, termasuk Bani Zuhrah dan Bani Adi, ingin pulang. Armstrong mencadangkan mereka memikirkan kuasa yang akan Abu Jahal dapat jika memenangi Muslim. Rombongan Bani Hashim, yang berdegil untuk melawan puak mereka sendiri, juga pergi bersama mereka.[14] Walaupun dengan kekurangan tersebut, Amr ibn Hishām masih berdegil untuk berlawan, mengatakan "Kita takkan pulang sehingga kita tiba di Badar." Pada ketika ini, Abu Sufyan dan beberapa orang lain dari kafilah dagang menyertai bala tentera mereka.[15]

Hari pertarungan
Pada tengah malam 17 Mac, tentera Quraisy siap berkemas dan mula bertolak ke lembah Badar. Setelah hujan pada hari sebelumnya, mereka terpaksa bekerja lebih untuk mengalihkan kuda dan unta mereka ke bukit 'Aqanqal (sumber mengatakan matahari telah terbit apabila mereka tiba di puncak bukit).[16] Selepas mereka turun dari 'Aqanqal, tentera Makkah mendirikan perkhemahan di lembah. Ketika mereka berehat, mereka menghantar pengintip, Umayr ibn Wahb untuk melihat barisan tentera Muslim. Umayr melaporkan yang tentera Muhammad adalah kecil bilangannya, dan tiada pasukan Muslim lain yang akan menyertai peperangan itu.[17] Walau bagaimanapun, dia juga meramalkan kecederaan teruk pada tentera Quraisy dalam serangan itu nanti (satu hadis merujuk dia melihat "unta-unta [Madinah] sarat dengan kematian").[18] Ini kemudiannya meruntuhkan semangat puak Quraish, kerana peperangan orang Arab lazimnya tidak begitu mencederakan hingga parah. Ini menyebabkan satu lagi pertengkaran antara pemimpin Quraisy.

Pertempuran bermula dengan perwira kedua tentera bersemuka untuk bertarung. Tiga orang Ansar muncul dari barisan Muslim, tetapi ditolak Musyrikin Makkah, yang tidak mahu memulakan persengketaan tidak perlu dan cuma mahu berlawan dengan Muhajirin Makkah. Lalu keluarlah Ali, Ubaidah dan Hamzah. Mereka berjaya menewaskan wakil Quraisy dalam perlawanan tiga-lawan-tiga, walaupun Ubaidah cedera membawa maut.[19]

Kini, kedua-dua pihak memulakan serangan panah terhadap satu sama lain. Dua orang Musilm dan beberapa orang Quraisy telah terbunuh. Sebelum serangan bermula, Muhammad telah mengeluarkan arahan kepada tentera Muslim untuk menyerang dengan senjata jarak jauh, dan hanya berhadapan dengan tentera Quraisy dengan senjata tangan apabila mereka mara.[20] Kini, baginda mengarahkan untuk menyerang, dengan membaling segenggam batu kerikil kepada tentera Makkah yang mungkin perlakuan lazim orang Arab sembil meneriak "Cacatlah muka itu!"[21][22] Tentera Muslim turut menjerit "Yā manṣūr amit!"[23] dan mara ke barisan tentera Quraisy. Ketegangan serangan pihak Muslim boleh dilihat dalam beberapa ayat Qur'an, yang merujuk ribuan malaikat turun dari langit ke Badar untuk mengalahkan Quraisy.[22][24] Harus diperhatikan yang sumber awal Islam mengambilnya secara harfiah, dan terdapat beberapa hadis yang baginda Nabi Muhammad membincangkan Malaikat Jibril dan peranannya dalam peperangan itu. Bagi pihak Musyrikin Makkah, kekurangan kekuatan dan tidak bersemangat untuk berperang menyebabkan mereka berpecah dan bertempiaran lari. Peperangan hanya berlangsung selama beberapa jam dan tamat menjelang awal tengah hari.[21]

Selepas peperangan Kecederaan dan tawanan
Al-Bukhari menyenaraikan yang pihak Makkah telah kehilangan tujuh puluh orang dan ditawan tujuh puluh juga.[25] Ini lebih kurang 15%-16% tentera Quraisy, melainkan bilangan sebenar tentera yang berada di Badar hari itu kurang, peratusan itu akan lebih tinggi. Muslim kehilangan empat belas orang, lebih kurang 4% daripada kekuaan keseluruhan.[22] Sumber tidak menyatakan kecederaan di pihak yang satu lagi, dan kecederaan utama menunjukkan yang pertarungan itu sangat sekejap dan kebanyakan tentera Makkah terbunuh ketika berundur.

Selama pertempuran, kaum muslim memuat sejumlah tawanan Quraisy Mekah. Nasib mereka akan mencetuskan kontroversi dalam pasukan Muslim. [26] Sebuah kejadian serupa muncul dalam Alkitab 1 Samuel: 15, di mana Allah menghukum Saul untuk menyelamatkan kehidupan para tahanan yang Allah telah memerintahkan dia untuk membantai. Banduan Quraisy Makkah, dibebaskan hanya dengan syarat bahawa mereka berpendidikan sepuluh Muslim bagaimana membaca. Tidak ada bukti dalam penjara, dan bahkan para tahanan itu disimpan dalam dan dipenuhi selama tempoh itu. Dalam kes Umayyah, bekas budak Bilal begitu berniat membunuhnya bahkan teman-temannya yang menusuk salah satu menjaga Muslim Ummaiyyah. [27]

Tak lama sebelum ia berangkat Badar, Muhammad juga memberikan arahan untuk lebih daripada dua puluh orang mati Quraishis untuk dilempar ke dalam perigi di Badar. [28] Beberapa hadith merujuk kepada kejadian ini, yang tampaknya menjadi penyebab utama kemarahan di kalangan Quraisy dari Makkah . Tak lama selepas itu, beberapa Muslim yang telah baru-baru ini ditangkap oleh sekutu daripada Mekah dibawa ke kota Mekah dan dihukum dalam balas dendam atas kekalahan. [29]

Menurut pertumpahan darah tradisional (serupa dengan Hukum Darah) Mekah apapun yang berkaitan dengan mereka yang terbunuh di Badar akan merasa terdorong untuk membalas dendam terhadap ahli famili yang telah membunuh kerabat mereka. Di pihak umat Islam, ada juga keinginan untuk membalas dendam berat, kerana mereka telah dianiaya dan diseksa oleh Quraisy Mekah selama bertahun-tahun. Namun, selepas awal eksekusi, tawanan yang masih hidup empat dengan keluarga Muslim di Madinah dan dilayan dengan baik, baik sebagai kerabat atau sebagai sumber-sumber pendapatan wang tebusan.

Perang uhud
Perang Uhud ini berlaku pada tahun ketiga Hijrah antara tentera Islam dengan tentera kafir Quraisy. Perang Uhud adalah platform untuk orang Quraisy membalas dendam terhadap kekalahan mereka ketika Perang Badar. Dinamakan Perang Uhud kerana ia berlaku di sebuah tempat yang dikelilingi Bukit Uhud.

Pihak Quraisy keluar dari Makkah dengan gerombolan tentera seramai 3000 orang termasuk para penyokongnya. Pihak Muslim pula keluar dari Madinah di bawah seliaan Nabi Muhammad s.a.w seramai seribu orang sahaja. Walau bagaimanapun, Abdulah bin Ubai (ketua suku Khazraj) bersama tiga ratus orang yang lain telah menarik diri di tengah perjalanan mereka.

Di Bukit Uhud, 50 orang yang terdiri daripada pasukan memanah telah diperintahkan untuk mengadakan kubu pertahanan di atas bukit dan diperintahkan agar tidak meninggalkan bukit itu sama ada kalah atau menang sehingga diberitahu kelak.

Pertempuran bermula dan mula menyaksikan kegoyahan tentera Quraisy. Tentera musyrik mula berundur dan tentera Muslim mula nampak kejayaan mereka dan ketika itu, tentera yang bertahan di atas bukit mula meninggalkan tempat itu untuk memungut harta yang tertinggal dan menguasai medan kemenangan. Sebaik mereka meninggalkan bukit tersebut, Khalid al-Walid bersama tentera berkudanya serta beberapa pimpinan perang untuk mula menyerang dari belakang iaitu menerusi bukit tersebut.

Serangan tersebut memecah-belahkan tentera Muslim dan melemahkan pertahanan mereka. Ketika itulah muncul pelbagai dakwaan dan propaganda yang turut mengatakan bahawa Muhammad telah terkorban. Itu menyebabkan kebanyakan tentera Muslim menjadi lemah dan tidak bersemangat sehingga berpecah kepada kumpulan yang ingin meneruskan perang dan yang ingin lari. Walau bagaimanapun, Muhammad s.a.w. bersama Abu Bakr as-Siddiq, Umar ibni al-Khattab dan Ali bin Abi Thalib masih selamat. Ubai bin Khalaf ketika itu muncul untuk membunuh baginda dan baginda mengambil lembing terus menikam Ubai sehingga mati. Ini merupakan pembunuhan yang pertama dilakukan baginda.

Baginda turut jatuh ke dalam lubang yang digali oleh Abu Amar Ar-Rahab dan dikurung baginda di dalamnya. Ia menyebabkan kedua-dua belah lutut baginda tercedera, cedera pipi, gigi patah dan baginda turut pitam di dalamnya. Kemudian, muncul Fatimah bersama Ali membasuh luka baginda. Tidak kurang juga tentera Muslim yang lain. Jika tidak terkorban, kebanyakannya tercedera dengan hebat. Serangan bertubi-tubi dilakukan oleh tentera Quraisy dengan penuh dendam.

Lebih 70 orang tentera Muslim terkorban manakala hanya 23 orang tentera Quraisy yang terkorban. Hamzah bin Abdul Mutalib iaitu salah seorang panglima Islam turut dibunuh oleh lelaki Habsyi bernama Wahsyi. Dadanya pula kelihatan telah ditebuk dan hatinya telah dikunyah oleh Hind iaitu isteri Abu Sufyan. Baginda memerintahkan agar mereka yang syahid itu dikebumikan bersama pakaian mereka.

Setelah pulang ke Madinah, tentera Muslim mendapat penangan yang hebat apabila diejek oleh Yahudi dan Munafik Madinah dengan mengatakan yang mereka pasti terselamat jika tidak bersama berperang. Peristiwa ini memberi pengajaran kepada para sahabat dan umat Islam seluruhnya bahawa kita perlu taat kepada ketua selain Allah dan rasul-Nya.

Perang hunain
Perang Hunain berlaku pada 3 Syawal tahun kelapan Hijrah. Dalam peperangan ini, 10,000 tentera Islam telah memerangi dua puak kecil penentang Islam. Malangnya, kerana bilangan tentera yang ramai tentera Islam berasa bongkak dan takbur sehingga lupa pada pertolongan Allah.

Allah menguji tentera Islam dengan tipu helah musuh sehingga berlaku kacau bilau. Ramai tentera Islam melarikan diri. Mereka terpaksa berundur dan mengatur semula strategi sehingga akhirnya Allah mengurniakan kemenangan kepada tentera Islam.

Sejarah
Peristiwa ini dimulai dengan peristiwa sebelumnya yaitu Muhammad di Mekkah.
Tahun 622
September 9 — Hijrah ke Madinah
Hijrah yang dilakukan oleh kaum Muslim dari Mekkah ke Madinah. Muhammad tiba di Madinah pada hari Senin, tanggal 27 September.

Tiba di Madinah
Piagam Madinah
Selama tahun pertama hijrah, Muhammad membuat Piagam Madinah, sebuah perjanjian tentang hak dan tanggung jawab kaum Muslim, Yahudi, dan komunitas suku Arab lainnya di Madinah selama perang antara kota dan tetangganya.
Tahun 623
Tahun 624
17 Maret— Perang Badar
Perang Badar merupakan pertempuran yang menentukan dalam sejarah Islam awal dan dimulainya perlawanan Muhammad dengan jalan perang terhadap Quraisy Mekkah.
Bani Qainuqa
Bani Qainuqa merupaka suku Yahudi yang hidup sebelum Islam di Madinah. Mereka termasuk suku Yahudi pertama yang berdiam di sana, dan merupakan suku Yahudi yang terkuat di Jazirah Arab sebelum Islam.
Tahun 625
23 Maret — Perang Uhud
The Battle of Uhud was fought between a small Muslim force and a force from Mecca. Uhud is near Medina. The Muslims had the worst of the encounter and retired after having lost some seventy-five men. However, the Meccans did not pursue the Muslims into Medina, but marched back to Mecca.
Pengusiran Bani Nadir ke Khaibar
Bani Nadir merupakan salah satu dari tiga suku utama Yahudi yang berdiam di Madinah. Setelah Perang Uhud, Muhammad mengusir Bani Nadir dari kota pada tahun 625 dan mengambil alih tanah mereka. Bani Nadir pindah ke Khaibar yang mana kemudian terjadi konflik lagi pada taun 628.
Tahun 626
Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Syria
Tahun 627
Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah penyerangan dari suku Quraisy Mekkah dibantu oleh sekutu-sekutunya ke Madinah pada tahun 627, oleh karena itu perang ini disebut juga Perang Ahzab (sekutu). Khandaq berarti parit, dimana kaum Muslim di Madinah menggali parit melindungi kota Madinah sehingga pihak sekutu tidak dapat menyerang ke dalam kota, walaupun Quraisy Mekkah diperkuat oleh hampir 10.000 orang.
Bani Qurayzah
Bani Qurayzah merupakan suku Yahudi yang tinggal di Madinah pada saat Perang Khandaq terjadi. Pada saat itu mereka membantu pihak penyerang dari suku Quraisy, sehingga begitu pihak Quraisy mundur, maka pihak Muslim-pun menyerang ke benteng Bani Qurayzah.
Banu Kalb
Banu Kalb subjugation: Dumat al-Jandal
Tahun 628
Zainab binti Jahshi
Tahun 628, Muhammad menikahi Zainab binti Jahshi.
Perjanjian Hudaybiyah
Perjanjian Hudaybiyah ditandatangani pada tahun 628. Pada waktu itu sebanyak 1.600 orang Muslim berangkat ke Mekkah untuk melakukan ibadah Haji dipimpin oleh Nabi Muhammad.
Lalu ia [Muhammad] berjalan sampai ia mencapai al-Hudaybiyya yang terletak di batas wilayah [Haram suci daerah] Mekah pada jarak sembilan mil dari Mekah.
I. CERMIN DIRI
Apakah image itu? Dalam kamus oxford, impression that a person, company, product etc gives to public. Gambar, kesan, tara, bayangan kemudian bila kita kaitkan dengan masalah yang saya alami serta yang saya peroleh dari membaca buku-buku Bapak Imam Mujiono, dapat saya tarik kesimpulan bahwa gambar diri merupakan sebuah bayangan yang mennyerupai aslinya, sehingga hal itu mengakibatkan munculnya penilaian seseorang terhadap orang lain yang disebabkan oleh perilakunya itu.

Sebagai contoh Budi adalah seorang penganguran lulusan SMA, ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya, kemudian Budi menemukan lowongan pekerjaan dari salah satu koran yang terbit pada hari tersebut. Maka segeralah ia memenuhi persyaratan-persayaratan yang diminta oleh perusahaan tersebut, setelah menunggu selama seminggu akhirnya ia masuk dalam penyeleksian dan diminta untuk datang minggu depan ke perusahaan tersebut untuk interview.

Dengan senang hati ia menerima kabar tersebut. Setelah ia interview rupanya ia tidak bisa diterima karena peraturan yang diterapkan oleh perusahaan tersebut sangat berdisiplin, dengan masalah seperti itu akhirnya ia ditolak. Tahukah anda kenapa budi ditolak? padahal nilai rapornya sangat memuaskan dan juga baik, serta ada beberapa perlombaan yang ia ikuti maka dialah juara pertama.

Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh budi ternyata ia datang ke tempat interview dengan terlambat, tidak tepat waktu. Oleh karena itu inilah yang membuat ia gagal ketika hendak memasuki dunia kerja, hal ini memang sepele akan tetapi ini adalah awal dari image yang menjadi pandangan seseorang terhadap diri kita. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah membuat kesan pertama begitu meyakinkan dengan datang sebelum acara interview dimulai, kalo bisa lima atau sepuluh menit sebelum acara dimulai kita telah datang dan itu menambah nilai tersendiri bagi kita. Ciptakan pengaruh pertama dan buatlah saat diawal jumpa sebagai momen terbaik, sehingga pesan pertama begitu mengagumkan.

Gambar diri merupakan sikap yang sangat nyata yang ditampilkan seseorang yang diakibatkan oleh stimulus disekitarnya. Gambar diri menjadi tumpuan seseorang ketika seseorang menilai tentang perilakunya apakah baik ataukah buruk, jahat, pemarah, sabar, penyayang, pemaaf serta bijaksana ataukah tidak. Dalam bukunya Paul Hanna dijelaskan bahwa jika kita mampu mengnelali diri kita tentu semua hal akan mampu kita ketahui termasuk kesuksesan.

Gambar diri merupakan icon atau modal untuk diri kita dalam menentukan arah kesuksesan yang kita miliki dimasa depan, jika kita mau optimis tentu semua jalan akan terbuka lebar untuk kita serta hidup ini tidak akan terasa sulit. Seperti yang pernah saya sampaikan dalam presentasi saya kemapa kita seling gagal? Karena kita sendirilah yang membuat kegagalan, kita sering mengatakan “tidak mungkin” dan merasa tidak yakin dengan apa yang ingin ita cita-citakan.

Jadi, jangan sekali kali mengatakan sukar dalam suatu hal apapun karena hal itu akan merubah mindset yang ada pada diri kita. Sebagai contoh orang yang mengatakan bahwa hidupnya selalu sulit maka selamanya akan sulit, akan tetapi bila seseorang yang mengatakan bahwa hidup ini nikmat tentu tak pernah ada masalah baginya.

Sehingga dari hal yang terkecil dahulu yang harus kita rubah, mulai dari kebiasaan mengatakan yang buruk diganti dengan kata kata yang baik, yang kasar menjadi kata yang halus, yang tidak sopan menjadi sopan sehingga dengan begitu peubahan itu akan terjadi dengan sendirinya. Tentu hal yang pertama kali kita peoleh adalah lebih sabar dan tidak mudah marah, menjadi sosok yang dewasa ketika diminta pendapatnya, serta mampu mengatasi masalah sendirian tanpa bantuan orang lain.

Ketahuialah jika peroses gambar diri itu bermula muncul dari penilaian seseorang terhadap diri kita, bermula dari sinilah image muncul dengan sendirinya tanpa ada yang memulainya. Seperti yang pernah saya sampaikan jika kita melamar pekerjaaan kepada perusahaan, tentu kesan pertama itulah yang akan kita berikan kepada mereka untuk meyakinkan bahwa kita ini layak bekerja di perusahaan yang dimana posisi ia bekerja saat itu. Ingat bahwa image sebuah perusahaan di tampilkan oleh para karyawannya, karena pelanggan menilai dari cara dan bagiman karyawan itu memberikan sebuah pelayanaan terhadap pelanggannya.

Ketika para pelanggan datang meminta bantuanya kepada mereka, jika pelayanan yang di sajikan sangat tidak baik tentunya mereka akan menilai kualitas kerja para karyawan dan kualitas kerja perusahaan tersebut apakah sietem kerja yang kurang disiplin, entah yang lain sebagainya. Sehingga sekali lagi perlu diketahui juga jika gambar diri merupakan tolak ukur bagi seseorang ketika dalam “menjual dirinya” sehingga banyak yang kurang memahami dan mengerti akan kegagalan mereka disebabkan oleh hal semacam ini.

II. BAGAIMANA MENJADI ORANG LAIN
Dalam buku Agar Siapa Saja Mau Melakukan Apa Saja Untuk Anda , saya menemukan kata-kata yang begitu mempesona, sehingga ide-ide baru itu muncul dengan sendirinya, entah itu sedang sendirian atau pun sedang kumpul bersama teman-teman sekamar, sedang diskusi, ngobrol, bahakan sedang menonton televisi.

Setela saya membaca buku ini saya merasakan efek yang sangat baik sekali, bagaimana kita memanage cara kita berpikir (mind set) bagaimana kita bertindak (do) bahkan bagaimana kita bersikap (attitude). Ternyata banyak sekali kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hidup ini, sehingga mempengaruhi kesuksesan dan masa depan kita. Mau jadi apakah ? kemanakah? dan dengan apakah? Pertanyaan yang sepele ini, jika kita mampu menjawabnya maka semua kegagalan yang kita jalani akan mudah di delet. Akan teteapi cara mendelet dan memformat inilah yang salah, bahkan tidak benar sehingga malah virus itu masuk dan bertambah banyak dan menyulitkan kita sendiri untuk mendeletnya walaupun dengan menggunakan anti virus yang terbaru saat ini.

Demikian juga dengan hal-hal yang kita alami saat ini yaitu sangat mirip sekali denagan virus yang ada dalam laptop ataupun dalam komputer anda, dan yang harus kita ketahui adalah bagi mana menggunakan flashdisk yang baik agar virus itu tidak masuk sehingga selalu bersih, dan ini akan mempermudah proses cara kerja flashdisk itu sendiri. Tugas kita adalah bagaimana menjaga nya agar bebas dari virus, tidak menyusahkan orang lain, serta membuat pemiliknya pemiliknya bangga sengan apa yang ia miliki.

Dalam pertandingan sepak bola itu ada seorang pengontrol pertandingan yang sering kita kenal sengan sebutan wasit. Tugas dari seorang wasit adalah menjadi penengah dalam pertandingan, serta mengatur jalanya pertandingan agar berjalan dengan baik serta menjalankan pertandingan itu se-fair mungkin dan bebas dari pelanggaran-pelanggara yang dapat mengakibatkan pemain cedera.

Kita selaku penonton tidak pernah sadar, jika tugas seorang wasit itu sangat berat ia harus memutuskan sebuah keputusan yang sangat cepat ketika pelanggaran itu terjadi, kita sebagai penonton hanya bisa menyela dan memberikan judge kepada sang wasit dengan kata-kata yang kurang nyaman untuk didengar. Apapun yang diputuskan oleh wasit itu merupakan tugas dan pekerjaanya sang wasit, adapun salah ataupun benar itu memang murni apa yang dilihat seketika itu oleh matanya, jadi wajar jika sang wasit melakukan kesalahan karena apa yang wasit lihat terkadang tidak sama dengan apa yang kita lihat.

Hal itu memang keputusan yang harus diambil, apa lagi wasit untuk piala dunia mereka harus se-fair mungkin dalam meniup peluit, apakah pelanggaran biasa, kartu kuning, ataukah kartu merah. Disinilah seorang wasit harus bekerja seekstra mungkin, karena hal ini merupakan pekerjaan sangat rentan dengan emosi soial, jika terjadi kesalahan sedikit saja maka akibatnya akan fatal.

Satu hal yang ingin saya katakan ”apakah kita pernah berpikir bagai mana posisi kita, jika menjadi seorang wasit? ” keputusan-keputusan yang kita ambil harus se-fair mungkin agar tidak ada unsur berat sebelah atupun memihak kepada tim salah atu dari pertandingan itu. Jika saja hal yang saya katakana memang terjadi maka tamatlah riwayat anda karena ribuan penonton yang menyaksikan anda menjadi pengamat keputusan yang anda ambil pada saat itu yang menurut anda itu baik, padahal menurut orang lain itu tidak benar. Maka anda juga akan mengatakan hal yang demikian, “coba saudara sekarang dalam posisi seperti saya.”

Janganlah sekali-kali kita langsung men-judge seseorang yang mana kita sendiri tidak pernah tahu akan sulitnya pekerjaan tersebut, jangan mudah menghukumi seseorang karena dari cara ia bertindak sepontanitas karena hal itu merupakan sebuah tuntutan pekerjaan. Ketika kita membayangkan menjadi orang lain maka tidak akan semudah itu dalam men-jusge seseorang yang melakukan kesalahan ataupun tidak sesuai menurut pandangan orang banyak, malah kita akan lebih membela ketika ia melakukan kesalahan.

Bagaimana sikap kita ketika menjadi dirinya? Belum tentu apapun yang kita lakukan lebih baik dari yang pernah ia kerjakan, karena seseorang yang diluar album fhoto mampu mengetahui dimana letak bingkai itu,akan tetapi jika posisi kita ada didalam fhoto itu maka kita tidak tahu bingkai yang menghiasi kita. Maka sifat yang seperti ini tiak akan muncul jika kita menanamkan metode ini yaitu bagaimana kita menjadi orang lain? Sehingga sekali lagi buang jauh-jauh sifat mudah mencela orang lain belum tentu kita bisa lebih baik darinya. Ingat setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, La tahtaqir man duunaka falikulli saiin majiatun 

A. BERPIKIR DENGAN BENAR
Apakah anda mengkontrak, tempatnya kecil serta kumuh? Berapa kalikah anda maka setiap hari? Dengan apakah anda makan setiap hari? Jika ingin sukses maka bacalah tulisan ini dengan benar..!

Dalam hidup banyak sekali hal yang harus kita pikirkan dari mulai bangun tidur sampai tidur kembli, jadi wajar ketika kebanyakan manusia merasa betah tinggal di dunia ini karena semakin mendalami dunia semakin terasa nikmat itu. Bayangkan jika setiap hari bangun selalu di suguhi pemandangan yang sangat menyejukan, setiap kali bangun selalu tersenyaum tidak pernah merasa cemberut ataupun merasa bingung harus berbuat apa, tidak pernah memiirkan hari ini apa yang bisa saya kerjakan untuk makan keluarga, kapan bayar hutang bulan lalu dan siapa yang bisa saya pinjami uang hari ini.

Inilah cara berpikir orng yang salah, ia hanya memikirkan sesuatu yang sedang ia lakukan tanpa memikirkan solusi yang dapat membuat hidupnya berubah. Sebenarnaya jika ia merubah pola pikir seperti itu dengan berpikir dengan mencari solusi tentunya secara tidak sadar ia akan sukses sedikit demi sedikit, dengan memfokuskan diri kepada solusi itu akan membawanya dalam kontrol hidup bagai mana seharusnya ia berbuat agar mampu merubah apa yang dirasakan selama ini.

Konsep berpikir dengan benar merupakan langkah awal yang paing baik sebelum memulai semuanya, karena dari langkah yang awal inilah semuanya akan bisa berubah, karena hal ini merupakan pokok dasar untuk merubah segalanya. Berpikir adalah fungsi tertinggi dari kemampuan manusia itulah yang dikatakan oleh bob proctor , sedangkan jika menurut Stenberg salah atu dosen yale university amerika pikiran digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi diataranya:
  • Fungsi legislatif yaitu menciptakan, merencanakan, mengimajinasikan, dan merumuskan
  • Pungsi eksekutif yaitu menjalankan atau melakukan apa yang telah dirumuskan dipikiran
  • Fungsi yudikatif yaitu mengoreksi, menilai, atau membandingkan untuk memperbaiki diri.
B. BERSIKAP DENGAN BENAR
Sikap yang benar dilahirkan oleh cara berpikir yang benar, maka jika hal ini mudah ditemukan maka kesusesan itu akan segera anda miliki dengan segera. (Amir Hamzah)

bagaimana sikap anda jika mendapatkan pujian, mendapat hinaan atau yang lainnya? Tentu semua sikap yang ada pada diri anda itu selalu berubah-ubah. Kenapa demikian? Enegi positif yang dikirimkan oleh seseorang akan diterima oleh otak kita dan dicerna melalui mesin penerima yang ada dalam diri kita, energy positif itu kemudian di kirimkan keseluruh anggota tubuh sehingga memberikan kekuatan yang dahsyat. Percaya ataupun tidak dalam sebuah penelitian di jepang bahwa air itu dapat dibedakan ketika di ucapkan kata-kata yang baik, serta dengan diucapkan kata kata yang buruk. Secara otomatis air itu memberikan respon yang baik.

Dalam kehidupan sehari hari ada satu hal yang kita lupakan tentang pembahasan kita yaitu bagaimana berbuat dengan benar, suatu hari saya mendapatkan teman yang membuat kartu tanda penduduk double dengan alasan untuk mengikuti sebuah perlombaan tentunya ktp yang baru itu berbeda dengan yang sebelumnya, tanggal lahirnya dibuat lebih muda dengan alasan bisa masuk lomba.

Apa yang terjadi ketika kita merubah hal tersebut semua identitas yang pernah kita buat harus berubah dari kartu keluarga, rapor, ijazah, sim dan sebagainya kalao hal itu tidak dilakukan maka kebohongan itu akan terbongkar dengan mudah. Yang tidak habis saya pikir adalah kok mau berbuat seperti itu! Padahal dampaknya sangat besar dan merugikan diri sendiri.jika saja nantinya terbongkar kebohongan itu maka khalayak umum akan mengetahui semuanya.

Dalam buku Kedahsyatan Berpikir Positif, saya banyak sekali menemukan tentang langkah awal untuk memperbaiki cara kita berpikir, diantaranya adalah dengan berpikir positif. Kenapa demikian ? jawabannya adalah jika kita berpikir positif maka hasilnyapun akan positif, lain halnya jika kita memulai hal yang negative maka hal yang serupa akan kita terima juga, seperti yang saya tuliskan diatas mereka akhirnya tidak bisa ikut lomba dan hanya dapat kesempatan sekali tampil dan mereka kecewa berat.

Seperti itulah kehidupan hokum alam yang berlaku barang siapa memulainya dengan kebaikan maka balasan itulah yang akan diperoleh bila sebaliknya tentu negative yang akan kita terima, oleh karena itu tolaklah sesuatu yang pada waktu anda memulainya dengan jalan yang salah ataupun negativ karena itu akan berakibat pada diri kita sendiri.

C. BERTINDAK DENGAN BENAR
Tindakan yang anda ambil merupakan langkah yang terbaik pada saat itu, kemudian akan tampak kurang baik bahkan salah ketika kita menemukan solusi yang terbaik setelah itu. Bertindak dengan baik dan benar merupakan implikasi dari yang telah saya bahas diatas, sehingga akan menghasilkan hasil yang sempurna.

Apakah posisi yang akan anda ambil ketika ditawari bekerja disalah satu perusahaan yang terkenal? Tentu hal yang kita lakukan adalah melihat kapasitas diri kita sendiri, sampai sejauh mana kapasitas diri kita dan apa yang mampu kita lakukan. Jangan mentang mentang disuruh memeilih memilih yang tidak sesuai dengan kapasitas diri tentunya hal itu akan mengakibatkan rusaknya system bahkan bisa menjadi bangkrut.

Sehingga sekali lagi, jika kita mau jujur dengan kapasitas diri untuk mengambil tindakan yang tepat, itu sangat tidak mungkin karena semua orang hampir mementingkan materil semata yang ia lihat hanya aspek untung dan uang, jika mau menjunjung kejujuran pada diri sendiri dan sadar akan kemampuan diri sendiri pastilah akan memperoleh semua itu dengan mudah. Asal kitaa yakin hal itu akan terjadi kepada kita.

Dalam buku Membentuk Karakter Sukses di bahas tentang masalah keselarasan hidup sikap yang selarasterjadi bila manusiatahu dengan kedudukan, dalam artian anda akan hati-hati dalam berurusan yang melibatkan orang lain. Sikap kesabaran, rendah hati dan kesopanan akan menolong anda dalam menjalin hubungan masyarakat sehingga itu akan mempengruhi jalan hidup dan relasi yang anda bentuk.

III. MENGONSEP PERSONAL IMAGE DENGAN BENAR
Dalam rangka mengonsep semua itu tidak mudah, akan tetepi jika ada kemauan hal tersebut akan terlaksana dan akan menjadi mudah.cara mengkonsep personal image tentunya dengan beberapa cara yang telah saya siapkan buat anda, memang hal ini sepele akan tetapi dampak atau nilai positif yang akan anda dapat akan selalu mengalir bagaikan air. Jangan ragu untuk mencoba serta yakinlah bahwa anda akan memperoleh apa yang anda inginkan.

A. JANGAN MELECEHKAN ORANG LAIN
Tidak pernah kita sadari jika kita pernah melecehkan orang lain, entah itu dengan mengejek, menghina, mentertawakan orang lain ketika salah. Secara tidak sadar hal tersebut merupakan iamge yang tampil pada diri kita dalam alam bawah sadar. Dengan mudah kita melayangkan hinaan kepada seseorang padahal diri kita sendiri yang seharusnya merasa hina, karena hal tersebut itu salah. 

B. JANGAN MENYEPELEKAN HAL KECIL
Anda tahu jika mencontej itu adalah perbuatan yang jelek bahkan tidak terpuji, di singapura siswa yang melakukan hal seperti ini dikeluarkan dari sekolah, tujuan mereka agar para peserta didik mampu percaya diri dengan ilmu yang mereka miliki serta menumbuhkan semangat untuk belajar ketika tidak bisa atau belum menguasai pelajaran.

Hal iani sangat bertolak belakang dengan rakyat Indonesia malah lembaga ekolah berlomba-lomba memberikan bantuan untuk peserta didik agar bisa lulus ujian nasional, karena mereka beranggapan jika ada yang tidak lulus maka nilai jual sekolah mereka akan menurun dan kurang diminati oleh masyarakat. Padahal perbuatan yang sepele ini akan selamanya menempel menjadi kebiasaan yang sulit untuk dilepaskan dari perilaku seseorang, sehingga akan ia bawa sampai ke anak cucunya kemudian. 

IV. HIDUP SUKSES DENGAN PERSONAL IMAGE
Bagaimana kita sukses dengan personal image? Mari akan saya tunjukan solusi yang sangat menakjubkan dan saya yakin dengan seratus persen anada akan berhasil jika melakukannya.dalam buku agar siapa saja mau melakukan apa saj untuk anda, terdapat banyak sub bahasan yang sangat menarik, dari buku itu kita diajari bagaimana mengetahui karakter orang lain dan bagaimana kita menjadi seseorang yang mampu menjadi sangat berarti untuk dirinya, serta trik bagaimana teman kita dapat menepati janjinya dengan yang telah ia sepakati.

Pada bab pertama buku ini membahas tentang agar siapapun menyukai anda setiap saat … dalam buku yang sangat bagus ini dijelaskan bahwa tentang hukum pergaulan, aktualisasi diri, saling menyukai,persamaan, cara menarik seseorang, menyesuaikan diri serta banyak lagi bahasan yang sangat sangat menarik.

Jujur buku ini membuat saya merasa terbantu dengan hal hal yang ada di sekeliling kita serta langakh apa yang ahruskita ambil kala itu. Dari kesimulan buku ini pada bab pertama dari judul agar siapapun mencintai anda setiap saat isinya sebagi berikut:
  • Beradalah di sekitar orang sesering mungkin, karena keakraban menumbuhkanrasa saying, bukan rasa benci.
  • Jika hendak berbicara dengan seseorang, lakukanlah ketika suasana hatinya baik, sehingga hokum pergaulan dapat berlaku. Bicarakanlah minat atau pengalaman yang sama-sama pernah kalian alami dan cobalah untuk lebih bnayak mendengar, jangan terlalu banyak bicara.
  • Terapkan hokum saling menyukai jiaka anda menghormati anda atau mengagumi sesuatu yang ada pada dirinya, pastikan diamengetahui hal ini.
  • Buatlah ia melakukan sedikit kebaikan pada anda, tetapi pastikan bahwa hal itu tidak mengandung kesan perintah. Hal ini menciptakan motivasi tak sadr dia untuk lebih menyukai anda.
  • Bangunlah jembatan psikologis dan lakukanlah komunikasi dengan meniru gerak tubuh dan menyesuaikan diri dengan tempo dan nada bicaranya.
  • Kita tertarik pada orang-orang yang percaya diri. Tunjukan kepercayaan diri anda dengan mampu tertawa pada diri anda sendiri dan tidak tidak menjaga penampilan.
  • Buatlah ia merasanyaman. Jadilahorang yang penuh pengertian, baik hati,tulus, dan hangat.
Untuk itu, milikilah sikap mental yang positif. Kita tertarik pada orang yang antusias, bergairah, periang, dan aktif. Agar siapapun memendang anda sangat menarik, karena cenderung lebih menyukai orang yang kita anggap menarik, baiksesama jenis ataupun lawan jenis.


DAFTAR PUSTAKA

Hanna, Paul. You Can Do It. Jakarta. Erlangga.2002

Hasanah, Uswatun. Membentuk Karakter Sukses. Yogyakarta. Harum Group.2004

Lumsden, j. Langkah-Langkah Praktis Meraih Sukses. Jakarta.Mega Media Abadi.1988

Lieberman, David j. Agar Siapa Saja Mau Melakukan Apa Saja Untuk Anda. Jakarta. Serambi.2009

Ubaedy, A.N. Kedahsyatan Berpikir Positif, Depok.Vision 03.2007


Allah swt telah berfirman :“Kamu adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.....”(Qs. Ali-Imran : 110 )

Muhamad abdul qodir dalam bukunya Amar Ma’ruf Nahi Munkar mengatakan bahwamakna Ma’ruf menurut timbangan syariat islam adalah setiap Itqad (keyakinan) ‘Amal (perbuatan), Qowl ( perkataan) atau isyarat yang telah diakui oeh Al-Syar’i yang maha bijaksana dan diperintahkan sebagai bentuk kewajiban (Wujub) maupun dorongan (Nadb).

Jadi ma’ruf, disini berarti Al-khyar (kebaikan). Oleh karena itu, Amar Ma’ruf berarti perintah atau dorongan untu menjalankan perkara-perkara yang Ma’ruf (kebaikan ) yang dituntut atau didorong oleh ‘Aqidah dan syariat islam. Sebaliknya, yang dinamakan dengan munkar menurut timbangannya syariat islam adalah setiap ‘Itiqad (keyakinan/keimanan) perbuatan (‘Amal), ucapan (Qoul) yang diingkari oleh Al-syari yang maha bijaksan dan harus dijuhi.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia,” Al-kalabi telah mengatakan bahwa makna ayat ini mengandung keterangan yang menyebutkan tentang keadaan umat dalam hal keutamaannya, diatas umat-umat yang lain. Di dalamnya terkandung dalil yang menunjukan bahwa islam secara mutlak adalah umat yang paling baik.

Kebaikan ini dimiliki secara merata diantara generasi pertama dari umat ini hingga generasi terakhirnya, bila di bandingkan dengan umat-umat yang lain, meskipun diantara sesamanya terdapat perbedaan, dalam hal keutamaan, sebagaimana dalam dalil yang menunjukan keutamaan para sahabat di atas golongan yang lain. Pengertian ukhrijat yang berarti di lahirkan untuk manusia guna memberi manfaat dan maslahat kepada mereka dan semua generasinya, sehingga umat ini berbeda dan di kenal oleh umat lainnya.

Firman Allah swt yang selanjutnya yang menyebutkan “ menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” Merupakan kalimat baru yang mengandung penjelasan tentang ciri khas yang membuat mereka menjadi umat yang terbaik, selama mereka berpegang teguh dan memelihara ciri khasnya tersebut.

Namun, apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar-nya, maka akan lenyaplah predikat itu dari mereka. Dan Allah menjadikan mereka sebaik-baik umat bagi manusia karena mereka selalu memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran, dan mereka memerangi orang-orang kafir agar masuk islam, sehingga keberadaan mereka di rasakan manfaatnya oleh selain mereka. 

 Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw : “ Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”Adapun menurut riwayat Ibnu Abbas ra. dan sejumlah Tabi’in adalah umat yang paling baik dan paling berguna bagi umat lainnya. Oleh karena itu, Allah berfirman “ kamu menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Sedangkan Imam Ahmad meriwayatkan dari Durrah binti Abu Lahab, Dia berkata “seseorang bangkit dan menuju nabi ketika di mimbar, lalu bertanya ‘ ya Rasulullah siapakah manusia yang paling baik ? beliau bersabda : ‘manusia yang paling baik adalah yang paling tenang, paling bertaqwa, paling giat menyuruh kepada yang ma’ruf, paling gencar melarang kemunkaran dan paling rajin bersilaturahmi.’ 

Taghyir almukar (mengubah kemunkaran) adalah kewajiban atas setiap muslim. Hanya saja caranya telah ditentukan oleh rasulullah. Beliau bersabda :”Siapa saja daintara kalian melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangan, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisan, jika tidak mampu maka cukup membencinya dengan hati karena itu adalah selemah-lemahnya iman. ”(HR. Muslim)

Hadis itu terkait dengan sifat-sifat seseorang tetkala mengubah kemunkaran. Orang yang hendak mengubahnya dengan berbagai cara yang dapat melenyapkan emunkran tersebut, baik melalui perbuatan (tangan). Jika seseorang memiliki dugaaan kuat (yakni jika di ubah dengan tangan akam muncul kemunkaran yang yang lebih besar lagi, seperti menyebabkan resiko akan dibunuh atau onrang lain akan terbunuh karena perbuatannya) cukuplah mengubah kemunkaran itu dengan lisan, diberi nasihat dan peringatan. Jika a merasa khawatir bahwa ucapanya itu bisa beraakibat pada resiko yang sama. cukuplah diingkari dengan hati. Itulah yang dimaksud hadis tersebut. (an-nawawi, syarh shahih muslim).

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa mengubah kemunkaran dengan tangan atau kekuatan adalah tugas mereka yang memiliki kekuasaan, Sedangkan merubah kemunkaran dengan lisan adalah tugasnya para ulama, adapun dengan hati adalah reaksi dari kalangan awam atau orang yang hanya bisa mendoakan agar kemunkaran itu enyah dari hadapannya. Ulama yang lain ada yang mengatakan setiap yang mampu melakukannya atau memiliki kekuasaan untuk mencegahnya maka sudah menjadi keharusan baginya untuk mengubah kemunkaran itu sesuai dengan kemampuan dirinya.

Hudzaifah ra. Telah mengatakan bahwa kelak di akhir zaman akan datang kepada manusia suatu zaman yang di dalamnya mereka lebih suka bila bersama dengan bangkai keledai daripada seorang mu’min yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran. Musa as. Berkata “ Wahai Rabbku, apakah balasan yang mengajak saudaranya untuk mengerjakan kebaijkan dan mencegahnya melakukan kemunkaran ?” Allah berfirman, “aku akan mencatatkan baginya untuk setiap kalimat yang di ucapkannya sama dengan pahala ibadah satu tahun dan aku malu bila mengazabnya dengan neraka ku.”

Dalam sebuah hadis Qudsi di sebutkan bahwa Allah swt telah berfirman “ Hai anak Adam, janganlah kamu termasuk orang yang menangguh-nangguhkan taubatnya dan berangan-angan panjang, sehingga pulang ke akhirat tanpa membawa suatu amal apapun.” Ucapan yang di keluarkannya bagaikan ahli ibadah namun sepakterjangnya sama dengan orang munafik, jika di beri merasa kurang puas, jika tidak di beri tidak sabar untuk segera menerima. 

Berpura-pura menyukai orang-orang saleh, padahal ia bukan termasuk golongan mereka dan berpura-pura membenci orang-orang munafik, padahal ia termasuk salah seorang dari mereka. Suka memerintahkan kepada kebaikan namun ia sendiri tidak pernah melakukannya, dan melarang perbuatan yang buruk padahal ia sendiri tidak pernah berhenti melakukannya. Naudzubillahi min dzalik....

Diriwayatkan melalui sahabat rasul ‘Ali karramallahu wajhah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “ kelak di akhir zaman akan datang suatu kaum yang usia mereka masih muda-muda, wawasan pengetahuan mereka tentang agama dangkal, mereka suka mengeluarkan kalam sebaik-baik makhluk, namun hanya di mulut saja tidak sampai masuk kedalam hatinya, mereka keluar dari agama secepat anak panah menembus sasarannya. Rasulullah sewaktu di isr’akan oleh Allah swt ke langit, beliau melihat sejumlah kaum laki-laki yang lidah mereka di potong dengan gunting api, lalu beliau bertanya kepada Jibril. ‘Hai Jibril, siapakah mereka?” ‘Jibril menjawab, ‘mereka adalah tukang ceramah dari kaummu yang suka memerintahkan kebaikan kepada orang lain, sedangkan mereka sendiri melalaikannya.

Allah menegur keras sikap mereka yang demikian itu, sebagaimana firmannya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan (kewajiban) dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al-kitab (taurat) maka tidakkah kamu berpikir? (Qs. Albaqarah : 44). 

Di ayat yang lain allah juga telah menegaskan “ wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ? amat besar kebencian disisi allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (Qs. Al-shaff : 2-4). Ayat ini menunjukan kosistensi antara ucapan dan perbuatan dalam kehdupan sehari-hari. Banyak orang yang paham tentang agama tapi sifat dan tingkah lkunya tidak berbeda jauh dengan binatang, tidakah kita berpikir?

Sahabat Rasulullah yang bernama Anas ra. Telah bertanya kepada rasul, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerintahkan kepada kebaikan agar kami dapat mengerjakan semuanya, dan bolehkah kami mencegah kemunkaran agar kami agar menghindari semuanya?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan perintahkanlah kepada kebaikan, meskipun kamu masih belum mengamalkan keseluruhannya dan cegahlah kemunkaran meskipun kamu masih belum dapat menghindari seluruhnya.” Hal ini lain halnya dengan para penceramah yang memotong lidah mereka sendiri lantaran mereka menyuruh tapi mereka sendiri tidak pernah mengerjakannya (ta’mur wala ta’mal).

Jadi, sudah seharusnya tugas amar ma’ruf nahi munkar ini adalah tugas bagi kita semua selaku muslim yang bertaqwa kepada Allah swt, Rasulullah saw telah bersabda : Tidaklah suatu kaum itu melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan di kalangan mereka terdapat orang yang mampu mencegahnya dari mereka namun ia tidak melaksanakannya, melainkan Allah meratakan siksa dariNYA kepada mereka. (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu pantaslah bila kita sering mendapatkan teguran-teguran dari Allah, mulai dari Tsunami, Lumpur lapindo, Gunung meletus dan sebagainya, mungkin entah musibah apalagi yang akan menimpa negri kita. Ini tak lain adalah sebuah peringatan bahwa sesungguhnya kemunkaran itu telah tejadi di mana-mana tapi, tak pernah ada yang menyuruh kepada yang ma’ruf.

Allah telah mengingatkan kepada kita melalui bencana alam, mari bersama-sama bertafakur dan bertaubat atas kelalaian yang pernah kita lakukan, agar semua siksa yang Allah ratakan tidak terjadi lagi. Marilah kita sama-sama kembali ke jalan Allah swt dengan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dengan menanamkan kesabaran dalam diri serta percaya dengan adanya pahala dari Allah swt, karena sesungguhnya barang siapa yang percaya dengan adanya pahala dari Allah, niscaya tidak akan merasakan gangguan menyakitkan yang menimpa diri kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang bertaqwa dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Wallahu’alam bisawab..!

12 juli 2009
Amir Hamzah
Mahasiswa FIAI, Prodi pendidkan Agama Islam
Angkatan 2009

Prolog
Sesungguhnya kami telah memberimu “ al-kautsar “ karena itu, maka shalatlah engkau demi tuhan engkau dan potonglah hewan, sesungguhnya orang yang mencela engkau itulah sebenarnya orang yang terputus dari rahmat. (Qs. Al-kautsar )
Dari kata-kata “wanhar” dalam ayat ini oleh kebanyakan ulama dijadikan dasar tentang qurban. Kata ‘inhar” berasal dari kata “nahara - yanharu” yang berarti menusuk leher”. Maksudnya memotong onta dengan menusuk pisau ke lehernya sebagai salah satu cara penyembelihan onta. Kalau selain onta di pergunakan kata “dzabaha”, yang berarti “menyembelih”. Jadi, kalimat “wanhar” itu bisa diartikan dengan ‘sembelihlah binatang’. Sementara kalimat “fashalli” diartikan dengan salat ‘Id. Sehingga shalat ‘Id itu diteruskan dengan penyembelihan hewan.

Penyembelihan hewan dengan niat ibadah ini disebut ‘qurban’, diambil dari kisah dua anak Adam as Qabil dan Habil, firman Allah : “Ceritakanlah (Muhamad)kepada mereka (penduduk Mekah) tentang cerita dua putera Adam dengan sebenarnya, tetkala mereka berdua mengadakan pendekatan kepada Allah dengan qurban, lalu diterima dari salah satunya sedang yang lain tidak diterima…….” (Qs. Al-maidah : 27).

Sementara arti ‘qurban’ itu sendiri berarti ‘sangat dekat’. Maksudnya menyembelih hewan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Cara seperti ini tidak asing dalam semua agama dan adat. Ini karena hewan yang disembelih itu disedekahkan kepada fakir miskin, sedang sedekah itu termasuk perintah agama, dan melaksanakan semua perintah agama itu adalah cara mendekatkan diri kepada Allah. Dalam surat At-taubat ayat 99 misalnya dikatakan: 

“Diantara orang-oramg Arab Badui ada yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta menjadikan apa yang dia infaqkan itu sebagai qurban (jalan mendekatkan diri) kepada Allah dan (mendapatkan) do’a Rasul. Ketahuilah sesungguhnya infaq mereka itu adalah qurban bagi mereka (yang dengan itu)maka Allah akan memasukan mereka kedalam (kelompok orang-orang yang akan mendapatkan) rahmatNYA. 

Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang . Disini ”nafaqah” atau ‘infaq’ dijadikan sebagai ‘qurbah’, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah . hewan yang disembelih didistribusikan kepada fakir miskin, tak ubahnya dengan infaq sosial yang menurut ayat diatas dinilai sebagai ‘qurbah’. 

Namun, penyebutan ‘qurban’ bagi hewan yang disembelih dalam rangka bertaqarrub/berqurbah kepada Allah ini, di kalangan ulama fiqih dan orang-orang Arab, tidak populer. Yang populer adalah “udhhiyah” berasal dari kata ‘dhuha’ artinya tampak siang, waktu dhuha. Juga diambil dari kalimat ‘Id al-adhha’. 

Kemudian ‘udhhiyah’ bermakna binatang yang hendak disembelih. Karena binatang ini harus disembelih pada waktu dhuha, usai salat ‘Id al-adhha. Hari penyembelihan disebut “yaumu an-nahr” (hari penyembelihan), yaitu tanggal 10 Dzulhijjah.

Hukum Qurban
Kebanyakan ulama mujtahidin menganggap hukum qurban itu sunnat, kecuali Imam Abu Hanifah menganggapnya wajib, berdasarkan hadis : “Siapa yang mampu tetapi tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat salat kami.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, disahkan oleh Hakim). Kebanyakan ahli hadis menganggap hadis ini mauquf, yakni semata-mata perkataan Abu Hurairah perawi hadis tersebut. Kendatipun wajib, terbatas bagi orang yang mampu. Tak ubahnya haji, yang hanya wajib bagi yang mampu.

Kemampuan ini diisyaratkan juga oleh Qur’an surat Al-kautsar di atas, dalam kalimat : “sesungguhnya kami memberimu ‘alkautsar’ yang bermakna “ sangat banyak” atau ‘nikmat yang sangat banyak’ diantaranya adalah harta atau kekayaan. Sehingga surat tersebut bermakna . “karena kami telah memberi engkau kekeyaan yang banyak, maka shalatlah dan berqurbanlah.” Nabi saw. telah mengimplementasikan surat ini dengan berqurban setiap ‘Id al-adhha, padahal beliau tidak tergolong kaya, tetapi cukup. 

Kiranya sunnah fi’liyah (perbuatan) beliau ini dapat dijadikan uswah oleh kalangan kita yang mampu. Perintah shalat dan qurban sehubungan dengan kekayaan ini, sebagai salah satu bukti kesyukuran, sebagaimana Rasulullah saw. yang menyatakan “bukankah aku ini tergolong hamba yang paling banyak bersyukur ?” dalam jawaban beliau kepada Aisyah yang menanyakan gerangan mengapa beliau shalat malam dengan bacaan yang panjang sehingga bengkak kaki beliau, bukankah Allah telah mengampuni beliau ? artinya, Nabi saw. shalat malam sebagai tanda kesyukuran beliau kepada Allah atas limpahan nikmat yang diberikan kepada beliau.

Qurban juga merupakan salah satu sarana mempertahankan iman yang sangat efektif. Ini dapat dibuktikan dari qurban yang kita distribusikan kepada fakir miskindi daerh terpencil atau pedesaan yang biasanya menjadi objek missionaris, yang sangat mudah terpikat oleh ajakan mereka melalui santunan-santunan. Dengan santunan yang kita berikan berupa daging qurban itu mereka dapat mempertahankan iman mereka. 

Melihat hal seperti itu qurban ini perlu digalakan dan didistribusikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. ‘Ali ra. Pernah dilarang Rasul saw. menyimpan daging qurban, bahkan diserukan untuk menyembelih semua hewan qurban pada hari itu juga, lantaran masa susah. 

Ini, memberikan isyarat pengutamaan qurban untuk ‘fuqara’-masakin, sekalipun boleh juga dimakan sendiri dan oleh orang kaya. kalau kita hubungkan dengan pertahanan iman (baca: tauhid) sebagai hal yang wajib, maka qurban dalam konteks ini adalah wajib. Ulama fiqih mengatakan “ma adda alan al-wajib fahua wajibun” (sesuatu yang menjadi jalan pada perbutan wajib maka dia itu adalah wajib). 

Kini, ummat Islam yang kebetulan kurang mampu, khususnya di pedesaan, perlu dipertahankan keimanannya. Qurban adalah salah satu bentuk pertahanan. Pada akhirnya para missionaris itu akan lemah, atau dalam alquran di sebut ‘al-abtar’ (putus harapan dari rahmat Allah). Dalam konteks ini adalah putus harapan dari memurtadkan orang mu’min, atau putus asa dari merekrut hati orang mu’min untuk simpati pada agama mereka.

Pengertian ini tidak terlalu jauh, kalau kita kaitkan dengan sabab nuzul ayat /surat itu sendiri, yaitu Nabi Muhamad saw. oleh kaum kuffar dianggap ‘putus dari rahmat’ (al-abtar) karena kematian putera-putera beliau yang berarti pembela, pendukung dan pelanjut risalah beliau sangat naïf. Namun kenyataannya tidak demikian. Bahkan pencinta, pendukung dan pembela beliau semakin banyak. 

Karena itu kemudian mereka yang mencela dan mengejek-ejek Nabi Muhamad tadi dibalas oleh Allah dengan telak : “Inna syani aka huwa al-abtar” (sesungguhnya orang-orang yang mencela itu sendiri sebenarnya yang Abtar). Kaum missionaris pun berambisi demikian. Dengan antisipasi qurban ini akhirnya mereka menjadi “al-abtar”. 

Disini qurban mempunyai implikasai yang multi dimensional, karena penanganannya perlu banyak tangan, tidak cukup satu tangan.misalnya pendataan daerah minus, pendataan ‘fuqara wal-masakinnya’, jumlah kurban yang hendak disalurkan, tenaga yang mengusirnya dsb. Semua itu perlu koordinasi yang baik.

Beberapa Hal Yang Perlu Diketahui Seputar Qurban
Qurban sebagai ibadah yang berdimensi ‘mahdah’ (ritual) dan ijtima’iyah (sosial) maka perlu diperhatikan syarat-syaratnya. Binatang yang boleh dijadikan hewan qurban diantaranya, unta, sapi, kerbau dan kambing (harus cukup umur). 

Tidak boleh menggunakan hewan yang but sebelah matanya, kurus yang tak mempunyai lemak, pincang dan sakit. Albara Bin Azib bercerita, rasulullah berdiri di tengah-tengah kami seraya bersabda “ empat macam yang tidak boleh terdapat pada hewan qurban yaitu, buta sebelah matanya yang benar-benar nyata butanya, sakit yang benar-benar nyata sakitnya, pincang yang benar-benar nyata kepincangnya dan yang kurus yang tidak berlemak. (HR. Abu Daud dan Hakim dengan isnad shasih).

Adapun waktu penyembelihan hewan qurban itu setelah shalat ‘Id al-adha Rasulullah bersabda : barangsiapa menyembelih (hewan qurban) sebelum shalat (‘Id al-adha) maka hendaklah ia mengulanginya. (mutafaqun’alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). 

Sedangkan akhir penyembelihan itu pada hari tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah). Bacaan yang dibaca ketika hendak menyembelih hewan qurban ialah dengan mengucapkan “bismillahi allahuakbar” dan dilanjutkan dengan “allahuma hadza ‘an …….(sebutkan nama orang yang berqurban).

Dalam membaca ‘bismillah’ tidak di perkenankan untuk membacanya secara lengkap cukup dengan mengucapkan ‘bismillahi dan di sambung dengan kalimat ‘allahuakbar’ karena menyembelih itu berifat melukai. Pahala qurban dinilai sebanyak bulu qurban semakin banyak yang diqurbankan maka semakin banyak pula pahala yang didapat. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang beruntung.

Wallahu’alam bi sawab

Amir Hamzah


Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme