Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan air mata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha mengghiburnya. Dapatkah aku pungkiri cinta, sedangkan air mata dan derita telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.

Syair di atas merupakan penggalan dari kitab Burdah karangan Syekh Busyairi. Syair yang berkisah tentang kekuatan cinta kepada Rasulullah dan Sang Pencipta. Kekuatan cinta yang ada di dalamnya begitu besar dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Kecintaan kepada rasulullah merupakan cinta tulus murni sepenuh jiwa.

Menurut Ibn Hazm Alandalusi cinta merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Tidak ada yang salah dengan cinta, tergantung bagaiamana mengaplikasikan dan mengendalikannya saja. Hakikat cinta adalah anugerah dan berkah untuk manusia, oleh karenanya cinta itu adalah keindahan, pengorbanan, kesetiaan, mencintai, bahkan setiap orang memiliki definisi yang berbeda.

Kisah Laila dan Qais merupakan bukti kisah cinta yang begitu kuat dan diabadikan oleh para ulama besar. Bahkan dalam kisah nabi-nabi terdahulu telah dikisahkan kekuatan sang permaisuri terhadap budaknya. Ya, cinta Julaikaha kepada Yusuf yang bergebu-gebu, hingga akhirnya dipertemukan kembali dengan kondisi yang berbeda.

“Siapa saja yang mencintai sesuatu, maka ia akan dipertemukan dengannya meski aku tak dapat bertemu, mungkin kelak suatu saat akan bertemu dengannya.” Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawabnya. Apakah kisah hidup ini akan mengalir laksana kisah Laila dan Qais, atau seperti kisah Yusuf dan Julaikha? Berharap sih seperti kisah yusuf.

MH, itulah inisial yang aku kagumi selama ini, bagiku MH sama dengan Laila. Aku terpesona dan mengagumi dirinya. Hanya kekuatan dan rasa yang menggelora kini kurasakan. Namun, ku tak mampu untuk menyampaikan, apalagi mengatakannya. Wahai Laila.. Apakah dirimu sudi menerima dan membalas cintaku ini?

Rasa cinta yang saat ini kurasa, aku yakin tak ada yang salah dengannya. Hanya saja, aku tak mampu untuk berkata dengan jujur, dan apa adanya. Aku hanya dapat menulis, menuangkan kata-kata dalam baris, mengagumimu tanpa syarat alias gratis, dan aku suka hobimu yang suka menulis.

Aku punya cita-cita kelak ingin mendirikan sanggar dan kitalah pengajarnya. Punya sesuatu yang bisa dibagi dengan orang lain meski dari cara dan sisi yang lain. Aku suka dan ngerasa visi hidup kita sama, itulah kenapa seolah aku merasa ada kecocokan dalam diri kita.

Aku tidak pernah mengukur seseorang dari rupa maupun rias rupawan. Bagiku siapa pun kelak akan mengalami masak tua, dan beruban, jadi tak elok jika menilai seseorang dari tampilan lahiriyah semata.

Tradisi ‘Ngupat’ atau membuat ketupat pada dasarnya lebih terkenal pada hari lebaran/idul fitri. Tapi, di kampung kami, tradisi ngupat itu biasa dilakukan pada pertengahan bulan suci Ramadhan.
Entah dari mana asal muasal kegiatan ini dilakukan. Yang jelas, di daerah Serang-Banten, khususnya di Desa Panunggulan Kampung Pancur, kegiatan ini sudah rutin diadakan. Tepatnya, ketika puasa sudah mencapai 15 hari.

'Meulah kupat’ atau membelah ketupat merupakan filosofi yang cukup logis, ketika dijadikan sebagai makanan simbol pertengahan bulan Ramadhan. Sebab ketika akan memakannya, ketupat harus dibelah dari tengah terlebih dahulu.

Dengan demikian, maka di sana akan terbentuklah potongan ketupat yang simetris (kedua sisinya sama). Begitu juga dengan puasa yang dijalani sudah berada di pertangahan, yaitu 15 hari yang sudah dilalui dan 15 hari lagi sisanya. Itulah kenapa ketupat menjadi menu rwajib di setiap pertengahan Ramadhan.

Tak hanya disitu, setiap rumah juga mengantarkan hasil ketupat buatannya untuk dibawa ke Masjid atau Mushola. Setelah sholat tarawih, ada ritual doa. Lalu ketupat kembali dibagikan kepada yang hadir. Sehingga, ketupat yang dibawa ke rumah adalah buatan orang lain.

Tradisi ini sebetulnya cukup mengajarkan kepada kita hidup yang bermasyarakat itu ya seperti ini. Tak hanya ada pesan yang tersirat, tapi ada makna kebersamaan dan saling merasakan antar satu dengan yang lainnya.
_

Final yang Sempurna

Dua klub papan atas memperebutkan gelar terbaik dari yang terbaik. Rela madrid sebagai juara bertahan ditantang sang jawara dari Italia, Juventus. Keduanya saling menunjukan tajinya di awal pluit pertandingan dibunyikan.

Serangan berbahaya ditunjukan Juventus. Beruntung penyelamatan gemilang dilakukan penjaga gawang el real, Carol Navas. Kedudukan masih imbang.

Petaka muncul untuk Juventus, kala umpan dari Carvazal dituntaskan dengan baik oleh mega bintang el real. Cristiano Ronaldo membuka kran gol untuk real madrid di menit ke-20 babak pertama.
Tak lama, gol balasan dari Juve hadir pada menit ke 27 dari kaki marjuki. Kedudukan menjadi imabang. Serangan kedua klub tak segencar pada awal-awal pertandingan, keduanya hanya menunggu bola dan saling serang, hingga babak pertama habis.

Akhirnya gol kedua madrid muncul pada menit ke 61 melalui tendangan kaki kanan Casemiro. Skor kembali berubah dan melalui gol cantik CR7 pada menit 64. Kedudukan berubah jadi 3-1 untuk keunggul real madrid.

Juventus semakin tetinggal dan tetekan. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh real madrid. El real makin menggila. Benzema ditarik, digantiakan Bale, sedangkan Isco diganti Asensio.
Pertandingan harus tercoreng dengan keluarnya kartu kuning kedua yang diberikan kepada Guardado. Dengan ini Juventus harus bermain dengan 10 pemain.

Gol Madrid kembali muncul di babak 90, melalui pemain pengganti yaitu Asensio. Dengan ini, maka el real kembali menjuarai dua tahun berturut-turut. Sekaligus mematahkan rekor dengan 12 kali juara liga champion. Sekali lagi selamat untuk Real Madrid.

Ramadhan #8 _
_


Semadiwal (Semangat di Awal)

Semangat menyambut bulan suci ramadhan begitu menggebu-gebu. Ada yang berkeliling dengan arak-arakan obor, pawai bedug dan lain sebagainya. Tapi kini, ketika sudah memasuki hari kedelapan seolah semangat itu mulai menciut.

Kenapa seolah semangat itu hanya ada di awal-awal saja, dan makin kesini malah makin lemah. Jika kita umpamakan, hal seperti ini mirip hape. Berarti saat ini batrenya sudah mualai ngedrop. Makanya butuh carger supaya batrenya terisi kembali, dan bisa optimal lagi.

Ada apa dengan semangat keramadhanan ini? Apakah karena semangat ramadhan yang dibangun sejatinya hanya seremonial belaka, atau hanya sekedar ikut-ikutan saja? Sehingga esensi menyambut ramadhan itu sejatinya nol besar.

Lalu, pesta menyambut ramadhan itu fungsinya untuk apa? Apakah ada hungungan dengan menjalani aktivitas di bulan ramadhan. Jika iya, kok makin kesini yang tarawih semakin kosong? Malah tidak seramai ketika ikut pawai obor dan arak bedug?

Mari kita sama-sama introspeksi diri. Ramadhan sudah memasuki hari kedelapan, tapi kok jamaah semakin sepi? Kok yang tadarus tak seramai ketika awal-awal ramadhan? Sekali lagi mari kita carger lagi semangat itu biar kembali semangat.

Ketika rasa malas itu datang, maka harus dilawan. Buat motivasi yang besar, jika perlu kita anggap ini adalah ramadhan terakhir kita. Sebab kita tidak tahu jika ramadhan tahun depan bisa merasakannya lagi. Ini terkesan ekstrim? Iya gak apa-apa! Asal semangat itu tetap terjaga.

Atau, ketika malas itu tiba? Ingatkah akan amalan apa yang sudah kita perbuat di bulan ramadhan ini. Sudah maksimal ataukah belum. Jika belum maksimal, tuk diperbanyak. Mungpung bulan ramadhan, rugi kalo ibadahnya hanya yang standar-standar saja. Amalan yang sunah semuanya dikerjakan, dan tak ada yang satu pun terlewatkan. Nah, ini baru keren coy..

Intinya, yuk pupuk terus semangat beribadah dari awal ramadhan, tengah, hingga akhir ramadhan. Semoga bisa istiqamah. Amiin.

Ramadhan ke #7
_



Niat (1)

Niat itu qosdu assyai muktarinan bifi'lihi. Maksud melakukan sesuatu disertai dengan melakukannya. Niat sholat dzuhur itu tepat ketika akan shalat dzuhur, dan tidak bisa niat sholat dzuhur ketika pada waktu subuh.

Begitu juga dengan niat puasa. Ketika niat puasa dilakukan setelah shalat tarawih itu bukan niat puasa yang sesungguhnya. Jadi setelah makan sahur harus niat puasa lagi.

Ada sebagian yang menganggap niat yang dibaca setelah solat tarawih itu cukup. Padahal jika kita kembali kaitkan dengan paragraf awal di atas, jelas tidak sah niatnya.

Kecuali, niat puasa setelah solat tarawih dan kita tidak lagi makan dan minum, lalu bangun-bangun sudah subuh berarti niatnya sah. Tapi kalau sudah niat, terus makan dan minum lagi, ya sudah batal niatnya berarti.

Intinya, niat puasa setelah sahur itu wajib. Adapun niat steleah tarawih hukumnya sah jika tidak makan dan minum lagi sampai masuk waktu berpuasa. Jika diselingi makan dan minum, setelah niat, berarti batal niatnya.

Niat (2)

“Besok saya mau ke Jakarta”. Kalimat seperti ini, kebanyakan orang kita menyebut itu dengan niat. Padahal itu bukan niat, tetapi ‘Azam namanya.

Kecuali jika kita sudah di pinggir jalan, terus sedang nunggu mobil jurusan Jakarta dan begitu ada mobilnya langsung naik. Nah baru itu yang dinamakan niat.

Maksud akan mengerjakan sesuatu yang akan dilakukan, disertai perbuatannya detik itu juga.
Saya husnudzon, sebenarnya Niat yang kita pahami saat ini yaitu niat dalam definisi bahsa indonesia, bukan pengertian atau definisi yang sesuai dengan bahasan fiqih.

Ketika mengartikan niat dalam fiqih, ya arti niat yang dimaksud dalam ilmu fiqih, bukan dalam definisi bahasa indonesia.

Ramadhan #6
_


Ajeng dan Uben

Ada banyak nama kucing yang membersamai kami selama tinggal di Kawah Condrodimuko ini. Misalnya ada Ajeng, Uben, dan Stepen.

Ajeng adalah kucing milik ust. Willy Ashadi. Ustadz yang dikenal dengan ceramah khasnya tentang ‘kun’ ini memperlakukan Ajeng begitu istimewa. Jadi, tak salah jika Ajeng juga begitu Akrab dengan beliau.

Bahkan beliau jika pergi makan, tak lupa membeli ikan satu potong, khusus untuk makannya Ajeng. Tapi karena Ajeng sudah beranjak dewasa dan Ust. Willy juga banyak kesibukan, maka Ajeng kembali ke naluri kehewanannya.

Kucing kedua bernama Uben. Kucing satu ini cukup jahil dan sedikit nakal. Asal usul Uben saya sendiri lupa. Yang jelas, waktu kemunculaannya sudah bikin gemes.

Pernah ada sekelompok ibu-ibu yang mampir untuk numpang sholat di Mushola Ashabul Kahfi. Setelah dipenghujung shalatnya, ada ibu-ibu yang menggerak-gerakan jari telunjuk. Mungkin dikira Uben itu ekor tikus, secepat kilat uben menkam jari ibu tersebut.

Seketika itu juga ibu-ibu yang sedang sholat ikut kaget dan berteriak histeris. Kami hanya terpingkal-pingkal melihat ulah Uben. Dan ibu-ibu tersebut terpaksa mengulang sholatnya dari awal.

Kucing yang saat ini ada bersama kami, entahlah siapa namanya. Saya namai Stepen, biar ada namanya saja. Tapi yang jelas ia tidak seperti Ajeng yang selalu diistimewakan, dan tidak senakal Uben juga. Stepen ini kadang jadi mainan kami dan si kecil Nisa.

Bahkan jika kita tengok ke dalam sejarah, Rasulullah SAW. punya kucing juga, namanya Moeza. Tak hanya disitu. Rasulullah juga membela kucing. Di dalam salah satu hadits dijelaskan ada seorang perempuan yang masuk neraka gara-gara mengurung kucing tanpa diberi makan.

Ramadhan #5
_

Donat(ur)

Sore tadi donatur takzil libur. Kami yang berdiskusi ria bada sholat ashar siap menyusun rencana. Opsi-opsi pun dikeluarkan. Sebisa mungkin opsinya yang win-win solution.

Hingga dicetuskanlah bahwa ngaji kitab Misbah al-Dzolam tetap dijalankan, dengan konsekuensi dimajukan waktunya. Lalu 15 menit sebelum waktu berbuka tiba, ngajinya disudahi.

Ngaji kitab pun dimulai seperti biasa, yang datang juga agak sedikit. Detik demi detik pun berlalu. Tak disangka ternyata suguhan untuk berbuka pun datang. Berupa segelas teh dan tahu goreng menjadi jatah kami.

Alhasil, ngaji pun dilanjut sampai waktu berbuka tiba. Alhamdulillah, donatur yang biasa libur, ternyata masih ada donatur lain. Meskipun hanya sekedar untuk membatalkan, nyatanya mengenyangkan.

Sungguh beruntung bagi mereka yang memberi makan kepada yang berpuasa. Mereka mendapat pahala sebanyak orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikit pun.

Ramadhan #5


Bulan Pendidikan

Perintah puasa yang terdapat pada surat albaqarah ayat 183 merupakan dalil nyata bahwa manusia yang beriman diwajibkan untuk melaksanakannya. Perintah puasa sejatinya sudah ada kepada kaum-kaum terdahulu.

Di sini, Allah sebagai guru dan manusia sebagai muridnya. Nama lembaganya yaitu pendidikan ilahiyah. Jenjangnya yaitu khusus bagi orang-orang yang beriman. Sehingga wajar jika puasa adalah amalan khusus dan istimewa.

Pendidikan ilahiyah yang diajarkan, yaitu menggunakan kurikulum pengendalian hawa nafsu dan menahan rasa lapar serta dahaga. Tak sebatas di situ saja, bahkan lebih luas. Misalnya menahan diri dari perkataan kotor dan hal-hal yang tak bermanfaat, plus harus banyak bersabar.

Adapun sistem penilaian yang diberikan adalah berupa rapot atau laporan tertulis. Tetapi sayangnya rapot itu sifatnya tertutup dan hanya sang guru yang mengetahuinya. Jadi, siapa yang nilai puasanya paling besar belum ada yang tahu.

Output atau harapan yang ingin dicapai dari lembaga pendidikan ini yaitu melahirkan lulusan yang bertaqwa. Jadi, kita sebagai siswanya mari tekun belajar dan giat berlatih agar bisa menjadi lulusan yang bertakwa.

Jika sudah bertaqwa, bukan tidak mungkin hadiah syurga yang sudah disiapkan bisa menjadi milik kita. Syaratnya ya tinggal mau atau tidak.

Ramadhan #4

Pada tangga 17 Agustus 2016, Remaspa kembali menggebrak dengan acara yang tak kalah uniknya. Juji saputra, sebagai creator ide ini terasa tertantang untuk membangkitkan dan menghibur anak-anak, khususnya masyarakat kampung Pancur. Ada berbagai macam perlombaan dan pawai kemerdekaan, serta pakaian unik yang akan menjadi penilaian. Tak hanya itu ada kupon doorprizenya juga.

Ide dan harapan yang positif ini, disambut baik oleh Amir Ha yang kebetulan sependapat dengan ide Juji Saputra. Maka dibuatlah konsep acara dan perlombaan yang dapat mengeduksi dan menghibur masyarakat. Karena bertepatan dengan hari kemerdekaan, maka acara tersebut dikonsep untuk mengikuti serangkaian upara dan pawai keliling dengan menggunakan pakaian unik.

Ketentuan dan persyaratan yang ada, sudah diatur dan ditentukan oleh panitia. Perlombaan pun demikian, sudah disesuaikan dengan tingktan kelasnya masing-masing. Kelas 1 SD berlomba dengan teman sebayanya, dan begitu seterusnya. Adapun untuk hadiah, setiap perlombaan diambil tiga juara. Bagi yang masuk kandidat juara berhak mendapat dua buku tulis, satu pulpen, satu pensil dan sncak. Bagi juara satu, hadiahnya double, alias dapat dua.

Pukul 07.00 anak-anak yang sudah berdandan unik dengan kreasi sendiri. Matahari begitu trik dari timur, dan sudah terasa panas meski waktu masih pagi. Upacara pun segera dimulai dan dipimpin oleh Danu Saparudin, dan bertindak sebagai Pembina adalah Juji Saputra. Karena matahari begitu trik dan dirasa panas, maka upacara dipercepat dan diambil yang penting-penting saja.

Upacara begitu meriah dan berkesan ketika lagu 17 Agustus 45 dinyanyikan bersama oleh peserta upacara. Setelah upacara dibubarkan, acara pawai pun dimulai. Pakaian anak-anak yang diambil dari dedaunan, kardus dan lain sebagainya menambah seru acara tujuh belasan di kampung pancur. Tak hanya di situ, ketika arak-arakan kami tiba di kampung tetangga, langsung menjadi sorotan dan tontonan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang membanggakan. Kami sebagai masyarakat pancur, bisa mengadakan acara yang unik dan kreatif, kampung yang lain belum tentu bisa. Mudah-mudahan acara ini dapat ditiru oleh masyarakat yang lain juga. Tadinya acara pawai ini tidak hanya sampai di kampung ancol saja, tetapi sampai kampung Suksasari juga. Karena pesertanya kebanyakan anak-anak, sudah banyak yang kelelahan.

Semoga acara 17 agustusan tahun depan bisa lebih unik dan lebih meriah. Pawai yang diikuti tidak hanya anak-anak kecil saja, tetapi remaja dan ibu-ibunya juga bisa ikut berpartisipasi dan jangkauan pawainya juga bisa lebih jauh lagi. Panitia optimis kegiatan ini bisa memotivasi kampung lain untuk membuat acara yang sama dan lebih meriah.

Acara ini juga untuk mengalihkan anak-anak yang ingin bepergian ke tempat keramaian. Buat apa ke tempat yang jauh, jika ada kegiatan yang lebih seru dan unik tempatnya juga dekat. Tak hanya itu, ide dan kreatifitas anak juga lebih terasah, sebab mereka ditantang untuk membuat hal-hal yang unik untuk ditampilkan ketika mengikuti pawai.

Semua ini berawal dari sarung tangan. Ya, karena penasaran dengan sarung tangan untuk sepeda yang sempat dilihat-lihat sekitar daerah mirota kampus tetapi karena harganya terlalu mahal maka terpaksa tidak jadi dibeli. Ingtanku mencoba menerawang ke tempat yang pernah dikunjungi. Sepertinya di mall ambarukmo plaza (amplaz) ada, dan dulu sempat coba-coba juga.

Sore itu setelah mandi dan shalat Ashar, ditemani si soleh kuberangkat menuju amplaz. Tak lupa sebelum kesana mampir dulu ke tempat rabbani. Setelah melihat-lihat dan Tanya-tanya seputar rabbani, maka aku langsung menuju amplaz. Tidak sulit untuk memarkirkan si soleh, dimasukan ke parkiran motor gratis.

Setelah masuk di dalam, di hall ada stage yang lumayan megah. Di sana sudah ramai dengan pengunjung yang duduk di kursi yang sudah ditata rapi. Sepertinya ada acara khusus dan aka nada artis yang launching filam, kataku dalam hati. Setelah muter-muter dan cari sarung tangan, ternyata nihil. Perlengkapan sepeda banyak, tetapi untuk sarung tangannya malahan tidak ada. Cukup kecewa, tetapi mau diapakan lagi?

Dugaanku tepat, setelah kembali dari pencarian sarung tangan dan ke hall amplaz sedang heboh dan jeritan fans yang ingin berselfi ria dengan sang artis idola. Ada maudy ayunda, babe dan lelaki yang saya tidak kenal, tetapi sepertinya lelaki tersebut bintang utama dan lawan mainnya maudy ayunda. Setelah acara foto-foto bareng dan ikut menyaksikan dari jarak dekat artis ibu kota tersebut, aku memutuskan untuk pulang.

Setellah keluar dari parkiran dan si soleh dinaiki, ada perempuan yang naik sepeda lipat berpapasan denganku. Karena aku sudah terbiasa membunyikan bel atau suara-suara lain ketika bertemu dengan pesepedah lainnya. Seperti biasa, kubunyikan hentakan lidah ketika berpapasan dengan perempuan bersepeda tersebut.

Ku kayuh si soleh menuju jalan arah pulang. Sempat bertemu dengan anak-anak kecil juga yang bersepeda dan sesekali mereka kuajak untuk balapan. Tiba-tiba suara dari belakang nyahut.. “bang mau kemana emang” Suara tersebut cukup mengagetkanku. “saya mau pulang ke selokan mataram..” Jawabku singkat. Emang abang dari amplaz habis apa? Tanya lagi. “Habis nyari sarung tangan sepeda ajah..” Timpalku lagi. Karena suara adzan isya berkumandang, maka dengan reflex kutanya balik. “Sudah shalat belum, kalo belum yuk cari masjid dulu..”

Meski dalam hati masih bertanya-tanya dan sedikit waspada, tapi kutetap berusaha tenang. Setelah mengikuti suara adzan yang sikumandnagkan, ternyata masjid atau mushala yang kami cari tidak ketemu. Terpaksa nyari sedapatnya. Setelah Tanya-tanya dan sempat salah masuk ke gereja juga, akhirnya kami pun dapat menunaikan shalat isya dengan berjamaah.

Setelah shalat, bingung mau ke mana. Karena masih belum terlalu malam, maka kuajak ke tugu jogja. Melewati perempatan UIN Suka, dan gramedia, kami pun tiba di tugu. Sepeda kami diparkirkan di jalan mangkubumi. Kami duduk ditrotoar dan ngobrol ngalor ngidul deh. Tak lupa semangkuk ronde hangat menemani obrolan kami malam itu.

Aku menunggu momen yang pas untuk menanyakan nama. Aku sedikit gengsi jika harus menanyakan nama langsung, atau lebih tepatnya aku kehabisan ide untuk basa-basi menanyakan nama. Sampai disatu titik obrolan yang menyangkut nama, aku tak sia-siakan untuk menebak namanya. Maka disitulah akhirnya kami tukar menukar nama.

Namanya Oke (huruf e dieja seperti pada kata bekas). Ia punya kembaran, namanya Oka. Si kembar identik ini berasal dari Sragen-Solo. Sragen ke solo jaraknya sekitar satu jam perjalanan. Oke bekerja sebagai waiter di bakso tenis senayan, sedangkan Oka sebagai pijat refleksi di nakamura. Tempat kerja mereka masih di amplaz.

Oke lahir setelah Oka. Dengan kata lain, Oke adalah adik dari Oka. Oke bisa ke jogja karena ikut Oka yang sudah sekitar satu tahun bekerja di amplaz, sedangkan oke baru dari bulan desember kemarin (baru sekitar empat bulan). Dulu mereka bekerja di tempat yang sama, yaitu di tempat pijat refleksi tepatnya di daerah solo. Tetapi karena mereka sering berantem, akhirnya oke keluar dan pindah.

“Oke sama Oka bedanya apa aja?”

“Kalo aku lebih cantik” jawab Oke sambil senyum kecil dan pedenya.

Obrolan kami di tugu Jogja, sampai ke mana-mana. Dia cerita kakaknya yang di DO dari kampusnya gara-gara uang untuk smesteran dipakai untuk operasi adiknya yang jatuh dari motor. Cerita adiknya yang keterima bidik misi dan kehilangan laptop, sehingga harus mengerjakan tugas di kantor organisasi. Cerita ibunya yang bekerja di Jakarta jadi baby sister, dan bapaknya yang bekerja di pabrik macaroni.

Sampe-sampe cerita kalo ibunya gak akan pulang dari Jakarta. Sang ibu mau dan akan pulang kalau anaknya mau yang menikah. Ibunya asli bekasi, dan ada sudara dekat terminal senen.

_______

Mampir ke tempat Oka kerja

Setelah magrib, rasa lapar dating tiba-tiba. Kuambil dompet dan entahlah tempat makan apa yang akan kutuju, waktu itu tak ada rencana untuk makan di mana. Dengan sepeda yang biasa kubawa, kususuri jalan wahid hasyim, hingga tertuju warung yang menjual sop.

Sambil menunggu pesanan, waktu shalat isya sudah tiba, dengan terpaksa kutunda. Setelah menunggu sekian lama, maka pesanan baru dating. Dengan sedikit kesal kusantap hidangan tersebut dengan lahapnya.

Selesai makan, bingung mau kemana. Langsung kembali ke asrama atau jalan-jalan dulu menikmati suasana malam. Akhirnya karena bingung, kuputuskan untuk memarkirkan sepeda fixi biru di depan ambarukmo plaza. Setelah beberapa menit duduk di sana tanpa tujuan dan sesekali mengaktifkan wifi ku putuskan untuk menemui kembaran Oke.

Berbekal informasi dari Oke, ku beranikan diri untuk bertanya ke penjaga keamanan yang sedang bertugas di sana. Tak sulit mendapatkan lokasi yang kucari. Berkat arahan dari petugas, aku tiba ditempat yang dicari, sayangnya yang tidak jeli dengan pengamatan sekitar. Padahal saya sempat duduk dan membelakangi tempat tersebut. Sehingga karena sedikit tergesa-gesa dan buru-buru, tempat tersebut tidak ketemu.

Setelah diputeri kedua kalinya dan nanya ke karyawan bakso lapangan tembak, dengan entengnya sang pelayan tersebut menunjukan tempat yang saya tuju, tepat berada di samping bakso tenis. “Itu lho mas pijat refleksi kimora.” Ucap karyawan bakso tenis senayan sambil menunjukan dengan tangan.

Kutuemui resepseionis dan kusampakan maksud dan tujuanku. Meski dengan sedikit tidak enak karena takut mengganggu, dan dari resepsionis meykinkan jika kedatanganku tidak mengganggu, maka dipanggilkanlah Oka.

Begitu dipanggil dan membuka pintu, wajah oka memasang muka bingung sekaligus judesnya dipasang. Tapi setelah agak dekat dan Oka menyapa duluan “Mas Amir ya?” Sambil membuka percakapan, dalam pertemuan perdana kami. Setelah itu, barulah senyum itu muncul. Setelah ngobrol dan duduk di kursi depan nakamura (tempat Oka bekerja) kami ngobrol seperti tanpa skat. Seketika obrolan itu ngalor ngidul dan apapun dibahas.

Obrolanku yang tadinya mau sebentar dan beberapa menit saja, malah kebablasan hingga bermenit-menit lamanya. Obrolan tak terasa sampe amplaz mau tutup, padahal kalau tidak salah, ketika aku masuk ke sana, waktu menunjukan sekitar pukul 19.45. dan biasanya ampaz tutup sekitar pukul 21.30an. bisa dihitung berapa lama kami ngobrol, tidak terasa memang.

Ketika kami ngobrol di sana, dan sepengamatanku juga, tangan oka tak bisa diam. Tangannya bergerak tak bisa diam. Bahkan, sambil ngomong pun jari telunjuknya diputer-puter di atas kuris duduk, entah sedang membuat tulisan apa? Tetapi yang jelas lebih mirip sedang menggambar benang kusut, heeeeee. Tak cukup di situ juga, bahkan sempat kutanya prihal jari kuku tangannya.

“Oka kuku jari tangannya agak gelap, akibat mijat atau gimana??..” Pertanyaan ini tidak muncul begitu saja, tapi aku menemkan hal yang sama di jari kuku tangan Oke. Kata Oke, ia juga dulu pernah bekerja di nakamura bareng dengan Oka sang kakak. Tapi jika aku amati, kuku jari Oke masih seperti jari Oka, meskipun Oke sudah pindah kerja dan tidak mijit lagi.

Obrolan kami kemana-mana dan tidak kaku, meskipun kami baru kenal dan ketemu. Apa yang disampaikan Oke benar, kalao Oka tidak memiliki tahi lalat di hidung, suaranya agak lembut, sedikit berbeda dengan Oke yang cempreng, lantang, dan keras suaranya.

Kata Oka, ia lebih dewasa ketimbang Oke. Jadinya cukup pantas untuk menjadi kakak. Bahkan kalau tidur, Oke harus dikloni terus sama sang kakak. Oke tida biasa tidur tanpa Oka, demikian pengankuan dari sang kakak terhadap adiknya. Keduanya masih suka bertengkar, padahal asalanya dari hal yang sepele. Tetapi pertengkaran mereka tidak sampai parah kok, paling sebentar juga baikan lagi.
Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme