“Selamat pensiun....” ungkapan itu saya persembahkan kepada Opa Fergie yang sudah sukses bersama Manchester United. Banyak yang bilang jika Opa adalah pelatih tersukses. Saya tidak menapikan kesuksesan Sir Alex Ferguson di Old Trafford. Sudah banyak gelar yang dipersembahkan bagi MU dari tahun 1986. Kini masa itu telah tiba, masa dimana Opa harus pensiun dan mengenang semua perjuangan yang telah lampau dengan Setan Merah.

Satu hal yang saya sukai dari Opa. Opa selalu mengkritik pemain-pemain supaya bisa tampil lebih baik. Tak hanya itu, Opa juga mampu memoles pemain-pemain muda menjadi pemain berbakat. Salah satu contoh adalah Christiano Ronaldo. Menjadi pengganti pemain hebat seperti David Beckam tak mudah, tetapi dengan motivasi yang kuat, akhirnya CR7 sebutan Ronaldo mampu menjelma menjadi pemain luar biasa bahkan melebihi David Beckam.

Memenangi beberapa pertandingan disegala ajang pernah Opa buktikan, dan itu merupakan pencapaian yang sangat fantastik bagi saya. Semoga pencapaian yang luar biasa ini dapat diikuti oleh pengganti Opa. Semoga Setan Merah tetap konsisten berada di zona atas dan menunjukan kelasnya sebagai penguasa di negri Elisabeth.

Ucapan selamat jalan yang kedua saya persembahkan kepada salah seorang sahabat, semoga sampai ke tempat tujuan serta kembali dengan selamat... Itulah doa yang dapat saya persembahakan untuk kedua orang teman yang pada kesempatan ini diberikan lebih oleh Allah.

Teman yang pertama dari Fakultas MIPA yang bernama Miqdam Musawwa, yang berangkat umroh beserta keluarganya. Sedangkan teman yang kedua adalah teman satu fakultas, hanya saja beda jurusan yaitu Samsul Zakaria, ia akan berangkat ke negri jiran; Malayasia.

Semoga saya kelak bisa seperti mereka. Saya bisa pergi haji dan umroh dan juga sering bolak balik Malayasia, entah apapun kegiatannya. Semoga semuanya dapat saya rasakan dikemudain hari. Amiin.

"Dam, makasih ya atas oleh-oleh air zam-zamnya... Buat Samsul, jangan lupa juga oleh2nya.... hihihi..

Bulan April kemarin menyimpan banyak kenangan. Ada dua sosok yang fenomenal yang begitu menggelitik untuk di telisik lagi. Sekitar tanggal 18 April 2013 salah satu sosok yang luar biasa dengan karyanya yaitu Mbah Warson. Siapa yang tidak kenal dengan kamus Indonesia – Arab yang diberi nama Kamus Al- Munawwir.

Bagi pondok-pondok pesantren kamus tersebut begitu familiar setelah kamus Munjid, karangan orang non muslim. Ada yang mengatakan bahwa kamus Al-Munawwir merupakan kamus kritik bagi kamus Munjid yang begitu kental dengan ‘misionaris’. Salah satu contoh yang paling bisa disaksikan adalah tidak ada lafadz basmalah dalam kitab Munjid. Tak hanya itu, kosa kata tentang ketauhidan selalu disandarkan pada pemahaman Nasrani.

Kembali kepada topik awal, tepat seminggu setelah Mbah Warson wafat. Salah satu artis, penceramah, model, ikon, ustadz, tetapi saya lebih pas menyebutnya dengan sebutan penceramah, ia adalah Uje. Gayanya yang khas membuat dirinya diberikan gelar “Ustadz Gaul.” Beliau wafat karena kecelakaan dari sepeda motor dalam perjalanan menuju ke rumah.

Ada yang menarik dari Uje ini, sebelum meninggal ia sempat membuat firasat. Tetapi tak ada sau pun yang menangkap bahwa hal tersebut merupakan tanda-tanda perpisahan terakhir dengan orang-orang yang dicintainya. Uje sempat menuliskan kata-kata terakhirnya dalam twitter :

"Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd "DIA" pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..”

Semoga keduanya berada disisi Allâh swt. Atas semua amal kebaikan yang pernah mereka lakukan semasa hidupnya. Semoga kelak kita semua kembali kepada Allah dengan khusnul khotimah. Amin.

Inilah kematian, kita tidak pernah tahu kapan akan datang menghampiri. Hari ini, esok, lusa, minggu depan atau bahkan bulan depan, sekali lagi kita tidak tahu semua itu. Untuk itu maka perbanyaklah amal shaleh untuk bekal nanti. Karena hanya dengan bekal itulah kita akan selamat dari semua siksaan Allâh swt.

Setiap diri yang bernyawa akan menemui kematian. Manusia tidak ada yang bisa lari dari yang namanya mati. Dimana pun bersembunyi tetap saja kematian itu akan mendatangi kita. “Dimana pun kamu berada, kelak kematian akan menemukan mu. Meskipun kamu bersembunyi di benteng yang sangat kokoh.... ” ayat lain menjelaskan bahwa “Apabila ajal seseorang sudah tiba, maka ia tak mampu menundanya maupun mempercepatnya....”

Untuk itu jelas sudah, bahwa cukuplah kematian sebagai nasihat bagi yang hidup. Tak ada yang perlu dibangggakan dalam hidup ini, karena semuanya tidak akan dibawa mati. Duni hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan tempat yang baik dan lagi abadi adalah akhirat. “Dan alam akhirat adalah tempat yang paling baik lagi abadi.” wallâhu ‘alam []


Meski sudah dibilang angkatan tua, 2009 tidak mau kalah dalam pertandingan futsal antar angkatan  (12/05) di Ponpes UII. Dari lanjutan perlombaan Class Meeting kemarin, angkatan 2009 tetap tampil ngotot dan berjuang keras untuk menjadi juara. Akhirnya semua itu terbukti. Dengan skor tipis yaitu 1 – 0 sudah cukup bagi angkatan 2009 untuk menyingkirkan lawan dan akhirnya resmi menjadi juara 1.

Tampil dengan skuad terbaiknya angkatan 2009 beberapa kali mengancam pertahanan angatan 2010. Hanya saja arah bola masih menghantam tiang dan tipis di atas mistar gawang. Beberapa peluang itu diciptakan dari permainan apik angkatan 2009.

Kali ini kombinasi yang dipasang angkatan 2009 cukup berbeda. Memasang saudara Syaifulloh Yusuf sebagai striker dan pemain sayap saudara Udin Paul dan Samsul Zakaria. Sedangkan dilini belakang atau bek yaitu masih sama, saudara Ady Guswady dan Ahmad Zaini Aziz. Alhasil lumayan efektif dan mampu mengimbangi gempuran angkatan 2010.

Dari kubu lawan (angkatan 2010) rupanya tidak menurunkan skuad pemain terbaiknya. Sehingga Habib Zen dan Fadhal Fazri kewalahan dalam menyuplai bola ke depan. Beberpa kali mengancam pertahanan 2009, tetapi masih bisa digagalkan oleh para pemain 2009. Walaupun demikian kedua tim bermain cukup baik.

Jalannya Pertandingan
Dengan diwasiti oleh saudara Latif angkatan 2011. Baru beberapa menit pertandingan berjalan, bola mengenai tangan pemain angkatan 2009. Seketika itu lawan berteriak “final sit...” dengan berjaran ke arah kejadian, lalu wasit meniup peluit dan mengatakan final. Sontak angkatan 2009 tidak terima keputusan itu. “lho final dari mana..?? orang jauh gitu kok.. terus orang gak ada garisnnya juga...” Masalah itu akhirnya bisa selesai. Tak ada final, tetapi hanya sebagai pelanggaran.

Pemain belakang 2009 berjibaku dan harus rela jatuh di atas tanah yang bercampur dengan batu-batu krikil. Pertahanan belakang yang dijaga Aziz  dan Ady cukup rawan, tetapi dengan disiplin yang baik serangan 2010 dapat mereka patahkan. Sehingga lawan tidak banyak menciptakan peluang dan membahayakan lini belakang.

Dalam pertandingan sore ini, kedau kubu bermain cukup ngotot. Beberapa peluang lebih banyak diciptakan oleh angkatan 2009. Tendangan jarak jauh saudara Samsul Zakaria masih mengenai tiang gawang. Tak mau kalah, tendangan saudara Syaifulloh Yusuf tipis berada di atas mistar gawang. Permainan dibabak pertama harus berakhir dengan skor kacamata.

Setelah babak pertama selesai saudara Amir Hamzah langsung masuk untuk menggantikan saudara Ady Guswady yang cedera. Pada babak kedua angkatan 2009 tidak mengendurkan serangan. Akhinya kebuntuan itu pun terpecahkan melalui gol semata wayangnya Syaifulloh Yusuf. Kedudukan pun kini berubah menjadi 1 – 0. Meski telah unggul, angkatan 2009 tidak lantas bermain dengan formasi bertahan. Serangan demi serangan tetap kami lancarkan.

Menggantikan saudara Ady Guswady peran seorang Amir Hamzah dilini belakang cukup besar. Dengan dibantu beberapa pemain yang agak turun, beban itu menjadi agak ringan. Beberapa  serangan balik dari lawan akhirnya dapat digagalkan. Tak satu pun gol yang mampu lawan ciptakan hingga peluit babak kedua dibunyikan.

Akhinya dengan kemenangan tipis 1 – 0 mampu mengantarkan angkatan 2009 menjadi juara lomba futsal sore tadi dalam perlombaan Class Meeting OSPP UII tahun 2013.

Susunan pemain  angkatan 2009 :
Ady Guswady, Samsul Zakaria, Syaifulloh Yusuf, Ahmad Zaini Aziz, Udin Paul dan AMIR Hamzah (masuk babak kedua menggantikan Ady).

Susunan pemain Angkatan 2010 :
Ahmad Syaroni, Miftahul Ulum, M. Iqbal Zen, Fdhal Fazri, dan Ahmad Said.


Acara Class Meeting yang diselenggarakan Divisi Olah Raga OSPP (Organisasi Santri Pondok Pesantern) UII Yogyakarta berjalan cukup baik. Perlombaan yang pertama adalah lomba futsal. Bermain di lapangan berdebu alias depan asrama pondok pesantren tak menciutkan angkatan 2009. Kami (2009) turun pada league kedua, setelah pertandingan angkatan 2010 melawan 2012 (11/05).

Sore itu kami bertanding melawan angkatan 2008, mas Ahmad Muflihin dan Cs. Tetapi karena angkatan 2008 tidak hadir, dan hanya ada beberapa saja maka terpaksa kami dinyatakan juaranya. Dengan kata lain angkatan 2008 di diskualifikasi. Untuk itu kami bertanding melawan angkatan 2011.

Jalannya Pertandingan
Dengan kombinasi pemain yang lumayan apik, angkatan 2009 meladeni permainan 2010. Dengan memasang saudara Udin Paul sebagai striker rupanya tak sia-sia, dua gol dipersembahaknnya untuk  angkatan 2009. Satu gol lagi dipersembahkan oleh saudara Zaini Aziz, yang sering disandingkan  dengan Hernadez, striker klub Manchester United.

Gawang 2009 bukan sepi dari teror dan bombardir pihak lawan. Hanya saja, pertahanan yang dilakukan oleh saudara Ady Guswady begitu kokoh. Sehingga tak ayal serangan lawan sering kali kandas. Sedangkan saudara Amir Hamzah bekerja sebagai penyerang sayap, dan menymbang beberapa asis pada pertandingan kala itu.

Pada babak pertama, kami unggul 2 gol tanpa balas. Dengan diwasiti saudara Fadhal Fazri laga babak kedua semakin seru. Alih-alih ingin membalas ketertinggalan, angkatan 2011 malah kebobolan untuk ketiga kalinya. Tendangan saudara Ahmad Zaini Aziz tak mampu dibendung bek lawan, bola pun masuk lewat sela-sela kaki, dan masuk tepat kearah gawang.

Hingga peluit babak kedua dibunyikan tak ada lagi gol yang tercipta. Angkatan harus puas dengan  kemenangan 3 - 0 atas angkatan 2011 tanpa balas. Dengan kemenagan ini, angkatan 2009 telah di tunggu adik angkatannya di babak final, yaitu oleh angkatan 2010.

“Ini modal yang cukup bagus bagi kami, semoga dengan kemenangan ini kami mampu tampil lebih baik lagi di laga final.. dan tentunya diperkuat lagi dengan hadirnya beberapa pemain berkelas kami...” kata Udin Paul. Memang pertandingan tadi sore tanpa diperkuat oleh Syaifulloh Yusuf dan Samsul Zakaria. Dua pemain ini terkenal dengan gocekan dan tendangan mautnya.

Orang yang bisa gitar katanya romantis... makanya saya ingin belajar. Tetapi saya sadar, ada beberapa hal yang saya dapatkan dari belajar gitar. Pertama yaitu belajar menuangkan perasaan melalui sebuah lagu. Apalagi ketika sumpek, galau, dilema, dan risau sangat tepat jika dituangkan kedalam bait-bait kata yang indah.

Selain itu, menurut ilmu psikologi, jika masalah itu kita pendam dalam hati maka yang timbul adalah penyakit. Jadi dengan seperti ini saya sudah berusaha keluar dari resiko terkena penyakit, mungkin ini gaya hidup sehat ala saya....

Oleh karenanya, masalah sebesar apapun jika dikeluarkan insya Allah gak jadi penyakit. Bisa jadi malah nanti ada yang ngasih solusinya. Oh iya bagi yang memiliki masalah sebaiknya jangan curhat di FB, karena tidak menyelesaikan masalah.... walau pun ada yang komentar, kadang komentarnya tidak menjawab permsalahan tetapi malah memperkeruh.

Lanjut ke masalah gitar. Kedua, melalui gitar saya belajar tentang mengsinkronkan dua hal, dalam hal ini yaitu musik dan lagu. Begitu juga dengan kehidupan ini, banyak yang bisa disingkronkan. Terlebih banyak hal yang menurut kita tidak sesuai atau tidak sepemikiran dengan yang kita harpakan.

Nah dari situ saya semakin mantap untuk belajar alat musik yang satu ini. Selain teman menghibur diri, gitar juga ternyata mampu mengajarkan makna ketenangan jiwa yang sedang bergejolak. Tentunya tak hanya disandarkan kepada alat musik semata, tetapi tujuan utamanya adalah kepada sang khaliq.

Salah seorang sufi yang terkenal dengan tariannya yang khas, Jalaludin Rumi menemukan bahwa dengan cara bersyair itu mampu mendekatkan dirinya kepada sang pencipta. Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik.

Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.[]


Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme