Siswa yang "nakal" itu bernama Naila dan Arina. Sebetulnya mereka berdua tidak nakal, hanya saja istilah  nakal itu saya berikan tanda kutip agar terkesan lebih wah atau lebih menarik. Naila dan Arina adalah kelas XII-A1 (dua belas IPA 1). Setiap saya masuk kelas hampir dua orang ini tidak ada, sempat sekali pertemuan mereka hadir tetapi kedua, ketiga dan keempat mereka tidak pernah ketemu lagi.

Saya kenal dengan mereka ketika mendapatkan tugas PPL (praktik pengalaman lapangan) di MAN Yogyakarta 3 atau yang lebih familiar dengan sebutan MAYOGA. Saat itu saya mendapatkan amanat untuk mengajar pelajaran Qur'an Hadits selama kurang lebih empat pertemuan di kelas mereka dan selebihnya di kelas XI-A4.

Kelas mereka sebetulnya enak, gokil dan lebih dewasa. Mereka sudah bisa menentukan pilihan mana yang terbaik dan yang tidak baik, sehingga lebih mudah untuk diatur. Tetapi karena kondisi pemabgain jadwal mengajar saya yang cukup tidak strategis mengakibatkan semuanya terasa berat. mengutup perkataan salah satu dosen di kampus "siang hari merupakan perjuangan terberat, karena tantangannya lebih berat;ngantuk, capek, kesel dan semuanya campur aduk".

Kembali ke Naila dan Arina, karena mereka tidak pernah ikut pelajaran bahkan tidak ikut ulangan harian pula, sehingga mau tidak mau mereka harus ikut remidi. Tugas yang saya berikan untuk mereka cukup berat tetapi dalam keyakinan saya dengan tugas tersebut justru mereka akan paham dan menguasai pelajaran, sehingga dapat mengejar ketertinggalan dari teman-temannya.

Tugas tersebut adalah mereka harus menulis rangkuman dari pertemuan pertama hingga pertemuan sebelum Ulangan harian. Tugas tersebut merupakan hukuman bagi keduanya karena jarang ada dikelas. Sebetulnya mereka tidak mengikuti pelajaran dikarenakan ada tugas madrasah (TM) biasanya untuk perlombaan atau lain-lain. Sebetulnya mereka adalah siswi yang hebat dan memiliki prinsip, organiasi dan sekolah adalah lahapan mereka. "kelak mereka akan menjadi orang yang sukses" AMIIIN.[]


Setiap orang pasti menginginkan kesehatan, karena denagn keadaan sehat banyak sekali hal yang bisa dilakukan. tetapi sedikit sekali orang yang bersyukur dengan salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan. Kita baru mengerti dan sadar bahwa sehat itu adalah nikmat yang begitu besar, berharga dan tidak boleh disia-siakan setelah kite mengalami atau merasakan sakit itu sendiri. Bahkan tak sedikit orang yang sedang sakit berazam "kelak jika saya sembuh saya akan rajin beribadah, berbuat baik dan lain sebagainya...." azam ini diungkapkan ketika masih sakit, tujuannya adalah untuk memotivasi diri agar bisa sehat kembali dan membuat semangat baru. Ketika sehat apa yang ia azamkan ia laksanakan dengan baik.

Diawal bulan Desember 2012, Aku mendapatkan sebuah ujian dari Allah yaitu berupa sakit. Awalnya sakit itu biasa, bahkan tak sedikitpun terasa, tetapi menginjak tengah malam badan terasa tidak enak dan pada sakit-sakitan. Tadinya aku kira sakit initak akan lama, atau sampai satu mingguan, pasalanya kalau sakit ya paling masuk angin atau sakit kepala. Ya solusinya cukup minum obat atau ditidurkan pasti sembuh, tetapi setelah bangun pagi-pagi sakitnya semakin menjadi. Kepala pening, badan panas dan terasa lemas. Anggapanku lagi-lagi paling ini karena masuk angin, maka ku putuskan untuk tidak berangkat PPL (Praktek Pengalaman Lapangan).

Ketika malam pertama menikmati sakit, sungguh tak kuat rasanya. Ba'da magrib badan tidak enak, cahaya lampu terasa menyesak dan menginginkan cahaya yang redup tidak langsung kena cahaya lampu. Badan terasa panas, ditambah lagi dengan kepala terasa pusing dan sakit. Aku coba untuk memejamkan mata dan merasakan panasnya tubuh ini, tetapi semakin aku rasakan semakin kuat rasa panas itu menghinggapi tubuhku, hingga aku pun tak kuat merasakan panas tersebut. "ya allah jika nyawa ini hendak kau ambil maka ambilah..." batinku. Seketika akupun terbangun dan merasakan tubuh yang basah kuyup disebabkan sekujur tubuhku mengeluarkan keringat.

Dalam keadaan gelap, kuu raih handphone yang ada disampingku, ku lihat bahwa waktu menunjukan pukul 22.00. Badan sudah agak enakan, tetapi untuk bangun belum terlalu enak, masih sakit dan kepala pusing. Dalam kondisi seperti itu (mencari posisi yang enak untuk bisa tidur) berguling kesana kemari tetapi hasilnya tetap tidak bisa. Bahkan aku merasakan sesuatu yang aneh, dan ini tidak biasa aku alami. Malam itu ketika aku berguling-guling, dari arah kepala terasa ada yang meniup.. sempat dua kali aku merasakan dingin seperti kena kipas angin, padahal di kamar kami tidak ada kipas angin.

Pagi harinya kejadian itu aku ceritakan kepada teman sekamar ku. Tetapi ini kami anggap bukan apa-apa, bahkan tak sedikitpun kami merasa ketakutan ataupun merinding. Pasalnya kami tidak percaya dengan hal-hal yang seperti disiarkan televisi. 

Malam kedua badan sudah enteng dan enakan. Tetapi menginjak dini hari sekitar pukul 02.00 tak henti-hentinya aku batuk, batuk itu amat sakit dan terasa mencekik leher ini. Batuk itu berlanjut hingga sore hari dan ku putuskan untuk berobat ke dokter. 

Bermodalkan uang pas-pasan akhirnya berobat kedokter. Karena takut mahal aku mengabari keadaanku ke keluarga yang ada di rumah, alhamdulilah mereka mengirimkan uang tambahan untuk biaya berobatku, walapun tak seberapa tetapi sudah lebih dari pada cukup. Setelah diperiksa, ternyata aku mengalami Radang Tenggorokan. 

Tak banyak yang aku tanyakan ke dokter terkait penyebab sakit ku ini, melainkan aku lebih flashback ke beberapa hari sebelumnya, apa yang aku makan, apa yang sudah aku lakukan sehingga menyebabkan aku sakit. Setelah memutar-mutar otak tak satupun yang aku temukan masalahnya. Hal ini terjadi karena badanku sakit sehingga tidak bisa berpikir secara jernih dan tidak bisa digunakan untuk berpikir tentang sesuatu hal yang sifatnya sulit dipikirkan.

Hingga aku putuskan untuk menelepon ibu yang ada di rumah dan aku tanyakan tentang keadaannya, dan ternyata ibu ku juga baru sembuh dari sakitnya. Ibu bilang kalo ibu juga baru sembuh, "kemarin batuk-batuk dan alhamdulilah sudah mendingan, dibantu dengan minum jahe hangat..." ibu juga menyarankan agar aku tidak terlalu bnayak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak, salah satunya adalah makanan yang digoreng.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili.

Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda : “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.” Allah memerintahkan :Malaikat pertama, untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah. Malaikat kedua, untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat pertama, kedua dan ketiga untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba. Namun untuk malaikat keempat, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.” []

Pertengahan tahun 2009, tepatnya (25/05) aku singgah di kota gudeg Jogja. Yogyakarta merupakan kota pertama yang aku singgahi dalam sejarah kota terjauh yang pernah ku jelajahi. Pada waktu itu memang aku hanya bermodalkan nekat untuk bisa sampai ke Yogyakarta. Pengalaman minim, bahkan jalan pun aku tidak tahu, maklum kuper dan gak pernah kemana-mana dulunya.

Bermodalkan catatan alamat yang diberiakn oleh teh Syifa dan nomor handpon yang ku miliki akhirnya aku beranikan diri untuk menysuslnya di jogja. Alhamdulilah akhirnya sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan tanpa ada yang kurang salah satupun, tetapi jujur sewaktu naik bis aku merasa was-was dan sampe gak bisa tenang tidur di perjalanan, walaupun sampe larut malam.

Aku sempat terbangun dan kaget ketika bis yang aku tumpangi berhenti. Cuaca pada waktu itu hujan lebat dan aku tanya ke kondektur ternyata penumpang yang tujuan ke jogja di oper. Seketika itu maka aku langsung bangkit dan meraih tas ku yang ada di bagian atas. Dalam kondisi dingin yang sangat dan diguyur hujan plus malam2 pula, aku turun dari bis dan pindah ke bis yang lain. Huft.. semakin was-was saja perasaanku waktu itu..

Di bis yang baru aku naiki tak henti-hentinya aku kirim SMS ke teh Syifa, walaupun tengah malam aku tak menghiraukannya. Aku tahu jika SMS ku pasti kurang sopan dan mengganggu istirahatnya, tetapi apa yang aku lakukan adalah untuk menutupi rasa khawatirku yang samat sangat malam itu.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, suara adzan yang berkumandang mengiringi bis yang melaju menuju terminal tujuan. Waktu sudah menunjukan shalat subuh ternyata.. rasa khawatirku sudah mulai hilang dan sms dari teh Syifa juga sudah aku terima. Pemandangan suasana di waktu subuh dan hamparan bukit yang memancarkan sinar lampu-lampu dari rumah penduduk mengingatkanku akan sebuah perjuangan yang begitu berat tadi malam, tetapi semuanya kini terbayar sudah dengan pemandangan nan indah penuh pesona.

Perasaaanku tak karuan, aku ingat Ibu di rumah dan sejenak aku ingin pulang ke kampung.. tetapi tekad ku adalah aku akan belajar sungguh-singguh dan menjadi orang yang berguna, kelak aku akan kembali ke kampung halaman dan menjadi orang yang berguna disana. "tunggu aku.. aku pasti pulang" dalam batinku.

Pukul 07.00 aku tiba di Kota Yogyakarta. Sebagai orang asing aku kebingungan dan seolah tak percaya bisa sampai ke tempat yang begitu jauh dari kampung halaman. Segera ku kabari keluarga di rumah dengan hape butut warna biru dongker mirip dengan ulekan sambal. Mereka berpesan agar aku hati-hati dan jaga diri baik-baik, itulah pesan yang masih ku ingat.

Aku dijemput di Km. 4 namanya kentungan. Aku dibawa ke salah satu tempat, namnya adalah asrama zaini... atau dengan kata lain yaitu tempat asrama takmir Ulil Albab UII, karena teh Syifa pada waktu itu merupakan salah satu takmiroh mesjid ulil albab. Rupanya aku tidak sendiri disana, aku ditemani Ali Syamsudin (Im) dari NTT. Di takmir banyak sekali kenangan serta tempaan khususnya buatku, hidup dalam sebuah perantauan memang harus merasakan sulitnya menjalani hidup. Alhamdulilah berkat dukungan takmir semua terasa ringan. thank for all.. specially to mas Rahmat, mas Aziz, mas Feri dan lain-lain yang tidak saya sebutkan disini... semoga allah membalas semua kebaikan kalian dan mengabulkan semua harapan yang diinginkan AMIIN.

Tuhan di manakah engkau... tuhan hari ini di manakah engkau berada? aku mencari dirimu kesana kemari tanpa tahu arah engkau pastinya di mana. Meski hari ini ku cukup lelah mencari, ku coba untuk terus optimis mencari dirimu. Meski hari ini terasa berat dan lelah, tak ada kata menyerah untuk selalu memuja Mu, tuhan...

Tuhan alangkah hampa hidup ini tanpa Mu, tanpa kehadiran Mu di sisiku. Semuanya terasa indah bila engkau di sisiku, di hadapanku dan menemani hidup ku dalam hari-hari ku yang sunyi ini.

ku persembahkan puisi yang ku tulis dalam kegelisahan jiwa ini :

oh tuhan..
dalam gelap ku memohon padaMU
dalam rintih ku mengadu padaMU
tak ada ku mampu selain kepadaMU

Ku sadar bahwa aku biasa
Hanya makhluk yang penuh dosa
bergelimang kesalahan dan maksiat
tapi, ku mencoba untuk berhenti dari itu dan memilih BERTAUBAT

oh Tuhan...
jika dengan cara ini aku bisa lebih mendekatkan diri kepadaMU
MengenalMu..

tuhan di manakah engkau..
hari ini aku full melaksanakan perintahmu..
sholatku tak lagi berlubang..
ku pasrahkan diri ini untuk selalu menyebut Mu
meng-agungkan namaMU dalam setiap langkah ku

tuhan...
tampakkan lah wajahmu
agar aku mampu melihat keagungan yang terpancar dalam wajahMu..
sebagai manusia yang hina dan lemah
aku tak pernah lelah untuk mencari keberadaan MU..

Tuhan TANPAMU AKU BUKAN SIAPA-SIAPA
dan tak tahu harus kembali pada siapa...
esok, lusa atau bahkan hari ini umur ku tak lama lagi..

Pencarian ini sampai detik ini terus berlangsung. Semoga engkau berikan keistqamahan kepada hamba untuk terus berada di jalanMu. Meski kadang hamba lalai dan melupakanMu, tetapi hati ini, jujur tak dapat berpaling selain kepadaMu tuhan illahi rabbi.

* bait-bait puisi di atas merupakan kegundahan yang dialami oleh penulis saat ini. Saat merasa jauh dari tuhan. Maksiat dan dosa selalu diperbuatnya, sedangkan ketaatannya masih sangat dangkal dan baru sekedar menggugurkan kewajiban semata. Semoga Allah memberikan pengampunan dan kasih sayangnya kepada diri ini dan umumnya kepada kita semua selaku hambanya. Amin. []


Kepada Yayah Alawiah dan Ibad Badru Salam, saya ucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.. amiin. Tepat pada tanggal 06 Desember 2012 atau bertepatan dengan 22 Muharam 1434 H. merupakan hari bahagia kalian dan semoga semuanya menjadi lebih bermakna dan penuh limpahan kasih sayang setelah ucap janji setia sehidup semati, tetep setia sampai kakek nenek.

Acara resepsi ini dilaksanakan di kampung Nembol-Pandeglang-Banten, di rumah mempelai putri (Yayah Alawiah). Doakan semoga penulis bisa cepat nyusul dan memiliki pendamping hidup yang begitu setia menemani dalam duka maupun duka. Jujur, penulis merasa iri dengan siapa saja yang sudah menikah, karena hadis nabi mengatakan "pahala satu rakaat orang yang sudah menikah sama besarnya dengan 70 rakaat... sedangkan saya belum menikah jadi pahalanya masih sedikit.."

Untuk itu maka harus perbanyak puasa dan harus giat bekerja untuk mempersiapkan harta dan bekal nanti ketika sudah siap untuk menikah semuanya tinggal pakai dan tinggal jalan saja. Amiiin.



Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme