Dahulu, pas zaman sekolah esde. Pernah ikutan lomba berbagai mata pelajaran. Entah karena kebetulan atau dipandang guru (waktu itu) layak dijadikan perwakilan dari sekolah. Padahal, kalau jujur. Di rumah saja tidak pernah belajar dan tidak tahu apa itu yang dimaksud dengan belajar. He he..

Selepas pulang dari sekolah, buku dan tas dilepas. Tidak pernah dibuka2 atau disentuh2, sampai besok pagi mau berangkat sekolah lagi. Mulai mencari2 buku pelajaran untuk hari itu, ya pas mau berangkat saja. Semalaman tak pernah sedikitpun menyentuh atau teringat dengan yang namanya buku.

Makanya cukup aneh juga, tiap ujian dan kenaikan kelas selalu dapat peringkat satu. Pas ikutan lomba yang mewakili sekolah (waktu itu) hasilnya emang gak pernah dapat juara. Cukup rasional dan wajar, selain soal yang didapat baru2 dan lumayan asing gitu. Ditambah emang gak pernah belajar sedikitpun.

Pokoknya, yang paling diinget itu, ya pas keluar sebagai juara di lomba bidang pelajaran Bahasa Indonesia. Waktu itu, lumayan banyakan yang ikut mewakili dari sekolah. Jika tidak salah ingat, dari kelas 4 sampai kelas 6, ada perwakilannya. Terus, jarak tempat perombannya lumayan dekat. Jadinya kami saling janjian untuk berangkat jalan kaki bareng2 ke SDN Panunggulan yang ada di Kp. Pabuaran.

Seminggu berlalu, pengumuman juara itu keluar. Alhamdulillah, dapat juara satu. Padahal belajar saja tidak pernah. Tapi, soal2 yang harus diisi pas perlombaan emang sudah agak familiar sih, jadinya lumayan agak pede waktu itu. Terus, waktu itu juga diumumkan oleh wali kelas pas jam belajar di kelas. Jadinya lumayan menaikkan citra diri sedikit. Hehehee...

Dapat hadiahnya apaan ya waktu itu? Aduuh, sayangnya lupa! Kalau tidak salah sih, dapat piagam dan uang pembinaan.

Piagam itu di rumah, cuma jadi pajangan di lemari kayu yang didominasi bahan kaca transparan di depan dan sisinya. Piagam itu juga di letakkan berjejer dengan tumpukan piring2 dan gelas2 di bagian paling atas. Warnanya sudah mulai berubah dan kusam (maklum tidak dilaminating).

Kenangan piagam itu musnah dan raib sudah, dimakan Si jago merah. Tengah malam di akhir tahun 2000 yang bersejarah. (AH/18.06.22)

Almamater UII

Pagi tadi, ketika hendak menambal ban yang bocor, dikejutkan dengan pengendara sepeda motor yang mendadak berhenti tepat di depanku. Si bapak tersebut langsung memborbardir diriku dengan beberapa pertanyaan. Mirip penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengintrogasi para tersangka operasi tangkap tangan (OTT).

Padahal warna almamater yang menggunakan warna biru itu sangatlah banyak. Tapi anehnya, bapak tersebut seperti sudah seribu kali yakin. Kalau diibaratkan ke tembakan, ya sudah tepat sasaran banget. Tak meleset sedikit pun.

Mungkinkah melihat logo yang terdapat di almamater? Posisi datangnya si bapak tersebut dari arah belakang, dan posisinya pemotor otomatis ada di sebelah kanan. Adapun letak dari logo sebuah instansi biasanya dipasang di sebalah kiri. Jelas, pertanyaan di atas sangatlah mengada-ada dan dapat dipatahkan dengan mudah.

Harapannya sih, bisa bertemu dengan teman lama atau orang yang dikenal kala kuliah dahulu. Supaya bisa bernostalgia dan mengenang masa lalu. Akhirnya, dipertemukan dengan yang seperti ini juga, rasanya sudah sangat bahagia. Sudah sedikit terobati. Mungkinkah ini yang dinamai dengan kangen kali ya?

__

Si bapak juga tanya2 banyak hal. Jika tak salah ingat, percakapan kami yang singkat di pagi itu seputar : Pak Amir Muallim, gedung FTI, Kampus Demangan, Pak Hajar, Gedung FIAI dan lain-lain.

Bapaknya tanya-tanya banyak hal, begitu juga sebaliknya. Dari percakapan yang singkat, profesi si bapak juga sedikit banyaknya jadi terkuak. Ini berkat dari ilmu jurnalis yang pernah dipelajari dahulu. Rumus dasar 5w dan 1h tak lupa diterapkan.

Jika diilustrasikan, Si bapak mirip petugas KPK yang memeriksa tersangka OTT, kalau saya mirip dengan seorang jaksa yang sedang bersidang di pengadilan.

____

"Pak Ustadz, dari UII ya?" Tanyanya dengan yakin. Sambil motor bebek yang dinaikinya pun diberhentikan.

"Iya pak, betul! Saya pernah di UII..." Timpalku. Sambil terkesan dan campur dengan rasa keheranan.

Demi sebuah kekayaan seorang lelaki rela melakukan pembunuhan, meskipun itu istrinya. Mungkin, dengan membunuh istrinya tersebut ia berharap dapat menguasai aset sang istri. Di kisah yang lain, ada seorang teman yang terobsesi dengan kekayaan, lalu rela mengorbankan sahabat karibnya agar mendekam di penjara. Setelah itu ia bisa bebas menjalankan bisnis temannya itu tanpa ada yang tahu akan kebusukan dirinya.

Kisah di atas tadi, semuanya diambil dari sebuah film. Fiktif memang, tapi sejatinya yang demikian itu pasti adanya. Hanya saja kita tak tahu di mana kejadian itu berada. Tetapi yang jelas bagi kita, ialah mengambilnya sebagai bahan pelajaran atau hikmah untuk kehidupan yang lebih baik.

Apa yang ditawarkan oleh dunia begitu mempesona. Apa saja ada. Tinggal dikembalikan kepada diri kita, mau menempuh jalan yang mana? Jalan halal atau yang haram.

Dua orang yang digambarkan dalam kisah di atas, mereka merupakan orang yang salah dalam mengambil langkah. Atau terjerembab ke jalan yang salah. Karena sudah terbutakan oleh gemerlap dunia, akhirnya menjadi gelap mata. Tak mampu berpikir jernih dan berpikiran pendek alias buntu.

Ada juga orang yang sama sekali tak tersilaukan dengan gemerlap dunia. Dunia yang begitu menyilaukan tersebut, baginya hanyalah sebagai batu sandungan untuk melangkah. Menjadi beban bagi hidupnya suatu hari kelak. Itulah kenapa ia tak lagi menganggap penting tawaran dunia. Baginya hanya sekedar saja. Buat apa, bila suatu saat akhirnya akan menjadi beban.

Dalam pandangan umum penulis pribadi, dibagi menjadi dua bagian. Pertama, ada orang yang senangnya cukup di balik layar. Kedua, ada yang tampil di permukaan atau di depan panggung.

Dua hal yang cukup berbeda memang, tapi semuanya nyata ada dalam kehidupan ini. Bagi yang cukup berada di balik layar, kepopuleran itu tak penting. Sedangkan bagi yang di atas panggung, kepopuleran adalah segalanya, bahkan harga mati.

Secara tidak langsung, hari ini kita dipertontonkan dengan tipe yang kedua. Bagaimana bisa menjadi seseorang yang populer/tenar/terkenal. Karena yang dikejar hanya kepopuleran dan ketenaran, maka tak sedikit alhirnya menjadi gelap mata. Dibutakan oleh gemerlap dunia. Sehingga hatinya pun ikut menjadi buta! Naudzubillah min dzalik.

Amha, 05/Okt/21
Tinggal di Kp. Cibusung

Pantai Bagedur merupakan pantai yang tak asing bagiku. Nama Bagedur sudah pernah kudengar sewaktu masih duduk di sekolah esde. Katanya pantainya serem, ombaknya gede dan yang pasti letaknya jauh banget. Begitulah selentingan yang pernah kudengar dahulu kala.

Alhamdulillah, kemarin (22/11/21) Pantai Bagedur yang terletak di Malingping itu telah kusambangi. "Menyelam sambil minum air..." mungkin ungkapan itu paling tepat buat mewakili perjalanan kami ke sana. Silaturahmi, mancing di balong dan juga laut. Semua dapat terlaksana.

Meski perjalanan cukup jauh dan lumayan berliku --terutama berpacu dengan cuaca-- kami bisa selamat sampai tujuan, begitu juga pulang ke rumah tanpa ada yang kurang satupun. Hasil yang didapat memang belumlah sesuai harapan, tapi setidaknya hasrat kami telah tertunaikan. Puas rasanya! "Yang jelas, sudah tidak penasaran lagi pokoknya..."

Awal Perjalanan

Kami start sekitar pukul 07.45 wib dengan jalur yang dilalui arah Sampai - Cileles, Gunung Kencana, Malingping. Tiba disana sekitar pukul 10.30 wib. Meski di perjalanan ditemani guyuran gerimis dan hujan, kami terus melaju. Perjalanan terhenti dan terpaksa menepi, setelah melewati Pasar Malingping dikarenakan hujan turun cukup deras. Itupun jarak dengan tujuan sekitar 10 menitan lagi. Jadinya sudah tidak ngoyo, tinggal dibawa santai.

Tiba di lokasi, kami langsung disuguhi hidangan kopi dan kue-kue oleh tuan rumah. Kebetulan tuan rumah akan mengadakan acara haul keluarga, sehingga suasana rumah banyak ibu2 yang sedang memasak di dapur. Ditambah lingkungannya pesantren, begitulah suasana yang dapat dibayangkan.

Hujan yang sempat reda, kembali turun dengan lebatnya. Di kala suasana yang cukup dingin itu, kami gunakan untuk mempersiapkan alat2 pancing. Menata joran, memilih mata kail, membuat kail cadangan, memasang pelampung dan lain sebagainya. Setelah hujan reda dan waktu shalat dzuhur tiba, kami berjamaah di mushola terdekat. Selepas itu, langsung menuju tempat tujuan, balong!

Strike incaran kami adalah ikan bayong. Konon, ikan bayong di sana terkenal cukup besar-besar dan sangat sulit untuk dipancing. Seolah ikan tersebut sudah sangat hafal dengan kail pancing. Hanya keberuntunganlah yang menentukan, sedang berpihak atau tidak.

Ikan bayong ini termasuk hama bagi para petani. Itulah sebabnya para pemancing ikan ini dipersilakan oleh pemilik kolam/balong. Mereka akan merasa senang jika hama tersebut diburu dan dibasmi.

***

Awalnya nyari anjungan tunai mandiri (ATM) di sekitar pasar malingping, tapi tak ditemukan. Hingga, di salah satu indoma** terdapat papan nama bertuliskan ATM yang kami cari. Kami pun menepi sejenak. Beli beberapa jajanan dan minuman. Pas sudah selesai transaksi, hujan turun dengan lebatnya disertai tiupan angin yang cukup besar juga. Terpaksa kami meneduh di sana.

Setelah dirasa cukup reda, perjalanan kami dilanjut. Sekedar informasi, rombongan kami yang berangkat pagi ke Malingping itu, satu motor dan satu mobil. Adapun satu motor dan satu mobil, berangkatnya agak siang. Totalnya dua mobil dan dua motor. Lalu, ada tambahan satu motor lagi, yang baru tiba sore hari.

Satu mobil, pulang bada Isya. Adapun tiga motor, memilih untuk menginap.

***

Kalau punya keinginan, harus pakai filosofi Sangkuriang. Bekerja dengan cepat, berpikir dengan tepat, dan melakukan dengan terukur.

Lalu, Kalau ada masalah, harus seperti Kabayan. Tetap santai; rileks dan sambil mengorek telinga.

Kalau masalah disikapi dengan gerasah-gerusuh justru akan menimbulkan tindakan tak terkontrol dan akhirnya jadi masalah yang baru. So, stay cool!

Kalau diukur dengan hati, semua orang punya hati dan berbeda pula olahrasanya. Begitu juga banyak cara untuk mengekspresikannya.

Sebesar apapun masalah yang sedang dihadapi; Intinya, harus tetap dalam kontrol, agar ketika nanti terseok dari trek bisa segera kembali ke jalurnya.
___

Tanda-tanda Kiamat

Bila kita berbicara kiamat, tentu yang ada dalam benak kita adalah peristiwa besar dan amatlah menakutkan. Alam dunia akan hancur lebur seisinya. Tak ada lagi tempat untuk berlindung bila dunia ini telah hancur.

Peristiwa kiamat diawali dengan bunyi sangkakala. Bunyi pertama sebagai penanda. Semua manusia dibuat kaget dan ketakutan. Bunyi kedua sebagai awal kehancuran dunia dan isinya. Bunyi ketiga semua manusia dibangkitkan dari kuburnya.

Tak ada satupun manusia yang tahu kapan terjadinya hari kiamat. Hanya Allah swt yang mengetahuinya. Rasulullah saw tidak tahu kapan hari itu tiba. Tetapi dari quran dan hadits-hadits rasulullah saw kita bisa mengetahui bagaimana hari itu terjadi dan tanda-tandanya.

Secara garis besar, ada tiga: PERTAMA, peristiwa yang sudah terjadi dan telah dialami. Peristiwa yang dimaksudkan adalah diutusnya Nabi Muhammad saw ke muka bumi sebagai penutup para nabi. Hal ini menunjukan bahwa pesan Allah sudah dianggap selesai.

Lalu persitiwa yang tak kalah pentingnya, yaitu meninggalnya Nabi Muhammad saw. Ini adalah tanda kiamat yang sudah semakin dekat. Tidak salah jika kita dilabeli dwngan umat akhir zaman.

KEDUA, peristiwa yang sudah terjadi dan kini sedang dialami. Apa itu? Di antaranya adalah fitnah beterbaran di mana-mana. Orang dengan mudah mengambinghitamkan orang lain asal dirinya bisa bebas.

Lalu, amanat disia-siakan. Dengan mudah orang mencari jabatan menjanjikan ini dan itu. Berumbar kata-kata manis demi kepentingan. Begitu sudah jadi, ia lupa dengan amanat yang diembannya. Ia perkaya diri sendiri dan kelompoknya. Masyarakat yang jadi tanggung jawabnya tak dipikirkan.

Kemudian, seks bebas, kemunculan LGBT, seks sedarah, dan sejenisnya. Ini yang kini mwnghawatirkan dan terjadi di sekitar kita. Selain yang tiga di atas, ini yang diboleh terlupakan. Jumlah anak perempuan lebih sedikit dibandingkan anak laki-laki. Sederhanya, anak perempuan yang lahir jumlahnya makin sedikit.

KETIGA, peristiwa yang belum terjadi dan belum dialami. Apa itu? Kehancuran alam dunia. Mungkin kita tidak menjumpainya, dan semoga tidak akan bertemu dengan peristiwa tersebut.

Demikianlah isi kajian pengantar berbuka kemarin sore di masjid Baiturrahman Pringgolayan. Masjid terbaik keempat sekabupaten Sleman dan mendapat peringkat ketujuh kalau di tingkat DIY.
__

Jamaahnya membeludak. Jangan tanya lagi bagaimana shaf sholatnya. Ruangannya full AC. Uang infaq tiap jumatan biasa dapat 3 jutaan. Wifi gratisss. Kajiannya hampir tiap hari. Tiap Ramadhan, takjil dan makan buka puasa disediakan. Padahal masjidnya gak gede-gede amat. Rahasianya di mana? Tentu ada di manajemen pengurusnya.

Tiap hari jumat, ada sedekah nasi bungkus atau roti yang disediakan di meja. Selesai sholat jamaah boleh mengambilnya satu orang satu buah. Dan setiap hari minggu ada cek kesehatan gratis. Berobat juga gratis, dengan catatan obatnya terbatas. Kalau tidak ada obatnya, dibuatkan resep nanti kita tinggal cari ke apotek terdekat.

Sistem yang baik inilah, seharusnya bisa ditiru dan diaplikasikan di tempat tinggal kita. Supaya nanti ketularan dampak baiknya juga. Syukur-syukur banyak yang tercerahkan. Bisa jadi pioner di daerah kita itu keren... "Siapa yang menunjukan jalan kebaikan, maka baginya pahala sebanyak orang yang melakukannya..."

Sistem ini pasti bisa direalisasikan, jika kitanya mau dan sepakat untuk melakukan. Atau bila perlu, diadain study banding terlebih dulu ke tempatnya langsung. Nah, ini lebih baik, supaya tambah yakin untuk mengambilnya.

Masjid menjadi pusat perubahan. Pusat kemajuan baik spiritual dan keilmuan. Bukan hanya menjadi tempat sakral khusus sholat dan ngaji. Ada hal yang lain yang bisa dilakukan di masjid. Kembalikan fungsi masjid seperti zaman Rasulullah. Jika sudah demikian, pasti masyarakat akan maju.

Titik sentral yang paling penting ada di masjid. Tempat yang baik dipakai untuk kebaikan dan merencanakan sesuatu yang baik-baik pula. Jika semuanya dilakukan dengan cara yang baik diawali dari tempat yang baik insyaAllah endingnya juga akan baik. Sederhananya begitu.

Pendidikan dimulai dari masjid. Urusan masyarakat diselesaikan di masjid. Musyawarah di masjid. Semua di masjid. Urusan besar diselesaikan di dalam masjid. Jika semuanya dikaitkan dengan masjid, maka akan tumbuh kecintaan. Tidak heran lagi bila nanti ada para pemuda yang dihatinya selalu tertaut dengan masjid.

Oh iya, ada juga larang ketika di dalam masjid. Misalnya, jual beli membicarakan hal-hal buruk atau tentang kejahatan (merumuskan perbuatan jahat). Diluar itu, semuanya sah-sah saja dan boleh dilakukan. Tak lupa bahwa adab di dalam masjid juga perlu diperhatikan.
___

Kemarin, saya menulis tentang beberapa pelatih sepak bola yang disukai. Lebih tepatnya yang saya kagumi. Karena mereka punya filosofi yang keren banget. Misalnya saja, Jugrgen Klopp yang baru saja menyingkirkan klub Barcelona. Padahal, mereka memimpin dengan skor agregat 3-0.

Tadi malam, para permainan Liverpool mampu meruntuhkan benteng pertahanan Barca dan mengejar ketertinggalan agregat dari pertandingan sebelumnya di Cam Nou 0-3. Dan di menit 79, mereka bisa menjebol gawang yang dijaga Ter Stargen 4 -0 tanpa balas. Ini sekaligus mengembalikan keunggulan agregat. Pertandingan malam ini, menjadi miliknya Liverpool dengan skor akhir agregat 4-3. 

Yang bikin saya jatuh cinta kepda Jurgen Klopp tentu bukan tanpa alasan. Menurut buku yang saya baca; kalau tidak salah penulis bukunya seorang pengamat sepak bola yang sudah malang melintang di dunia dalam mengamati persepakbolaan.

Filosofi yang ia pakai adalah "Robin Hood". Yang pernah nontonnya pasti tahu. Ia adalah pahlawan kaum miskin, yang sering merampok harta para petinggi kerajaan. Harta tersebut dibagikan kepada rakyat miskin. Karena sejatinya kerajaan telah meminta pajak yang sangat tinggi plus mereka koruptor uang rakyat.

Senjata yang sering dibawa Robin Hood adalah panah. Meski senjata kerajaan sudah semi otomatis, dengan hanya bermodalkan panah Robin Hood bisa mengalahkan mereka. Dengan syarat pakai perencanaan yang detail dan matang.

Tak perlu pemain bertabur bintang, tapi dengan pemain yang ada dan taktik yang jitu, bukan tidak mungkin lawan-lawannya bisa dikalahkan. Meskipun lawanya bertabur bintang dan klubnya terkaya sejagat Eropa.

Tadi malam, salah satu bukti bagaimana Robin Hood mampu mengalahkan mereka. Siapa yang tidak kenal dengan klub dari Spanyol ini. Belum lagi di sana ada mega bintang Lionel Messi. Tetapi dengan semangat pantang menyerah, mereka mengedor pertahanan lawan dan menutup celah ketika lawan menyerang balik. Hasilnya berbuah manis. Barca dipermalukan!

Sepertinya, tak berlebihan bila saya memberikan standing applause (tepuk tangan sambil berdiri) untuk sang pelatih hebat yang satu ini. Tinggal menungu besok malam, untuk mengetahui lawan Liverpool di final UCL. Totenham atau Ajax?

"Kamu tidak pernah berjalan sendirian..." Demikian jargon yang tertera di logonya The Reds.
___

Ketika masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs), bisa dibilang pengetahuan tentang dunia sepak bola amat minim. Saat itu menyaksikan pertandingan bola di televisi bagi saya adalah kegiatan yang membosankan.

Ketika SD, menyaksikan pertandingan tinju pun demikian membosankannya. Kami (terutama teman-teman yang seusia), biasanya ngambek kalau hari minggu televisinya dikuasai oleh orang dewasa untuk menonton tinju.

Ketika itu, saya belum tahu banget tentang keseruan dalam sebuah pertandingan. Pokoknya ada adrenalin tersendiri, dan ada emosi yang dimainkan di sana. Sehingga bisa membangkitkan emosional dalam diri. Buktinya, ya gerak-gerak sendiri pas ada yang bikin greget.

Saat ini, pengetahuan tentang dunia sepak bola boleh diadu. Tapi jangan ditanya para pesepak bola di zaman saya masih duduk di bangku MTs. Sebab waktu itu masih gagap. Kalau tidak salah ingat, yang paling rame ketika itu serie A (liga italia). Masa itu pernah dibelikan kaos bola klub Juventus, tulisannya Del Piero nomor 10.

Termasuk juga sekarang, amat menyenangi pertandingan tinju. Mulai menyukai dunia sepak bola dan tinju dari tahun 2010 kalau tidak salah prediksi. Suka keduanya hampir berbarengan, dan diawali di kota Yogyakarta. Lebih tepatnya terbawa teman sekaligus lingkungan asrama.

Tidak sekedar menyenangi, tapi akhirnya mempelajari juga teori dan filosofisnya. Ada beberapa klub dunia yang gaya bertandingnya menggunakan filosofi serangan balik, gaya menyerang, gaya bertahan. Ada juga klub yang mengikuti gaya pelatih yang menanganinya. Rata-rata klub yang hebat itu mereka punya filosofi taktik sendiri sebagai ciri khasnya.

Dari dunia sepak bola, pemain yang saya suka Park Ji Sung dan Rafael, dulu keduanya di Mancehster United. David Beckham dan CR7 mereka juga dari MU. Saya suka tipe pemain pekerja keras. Lalu ada Santi Kazorla dan beberapa pamain yang bisa dikategorikan sebagai pelari lapangan hijau.

Di jajaran pelatih, tentu Opa Fergie adalah orang yang pertama. Lalu disusul mantan pelatih Dortmun, Jurgen Klopp. Bukan tanpa alasan kenapa saya lebih menyukai dua pelatih hebat ini. Tak lain, karena keduanya punya filosofi yang kuat dalam melatih klub yang mereka tangani. Diego Simione juga masuk jajaran pelatih keren & tak lupa Pochettino.

Di dunia tinju, saya menempatkan moh. Ali sebagai yang utama. Kedua, Mike Tyson dan ketiga, petinju dunia asal Filipina, Many Packman. Petinju-petinju yang bergaya ortodok, biasanya yang lebih saya sukai.

#CHAH -

Setelah Liverpool memastikan diri lebih dulu lolos ke babak final. Kini disusul Tottenham Hotspur yang mengikuti jejak anak asuh Jurgen Klopp ke UCL (liga champion). Dua-duanya berasal dari dataran benua biru, dari liga yang sama pula. Liga Inggris (Premier League).

Anak asuh Mauricio Pochettino mampu menumbangkan Ajax. Meskipun mereka statusnya hanyalah sebagai sang tamu. Mereka unggul selisih gol tandang. Walau hasil akhir agregatnya 3-3. Tottenham lebih banyak memasukan gol di kandang lawan. Dengan keunggulan ini, mereka berhak naik ke final bersama The Reds.

Asa the Lily White tak mudah. Mereka di pertemuan pertama, harus rela kebobolan 0-1 dalam laga kandang. Tapi, lagi-lagi bola itu bulat, hasilnya tidak ada yang tahu. Statistik di atas kertas bisa saja berubah 180 derajat dengan keadaan di atas lapangan.

Ditambah, Tottenham sudah ketinggalan 2-0 dari tuan rumah, di babak pertama. Sepertinya tiket final sudah di tangan klub asal Belanda ini. Tinggal menunggu waktu pertandingan usai. Meski tertinggal mereka berusaha mengambil alih permainan. Lebih banyak menyerang. Gol Ajax beberapa kali digagalkan tiang gawang.

Sebelum peluit dibunyikan oleh wasit sebagai berakhirnya pertandingan, maka semua kemungkinan akan terjadi. Asa itu masih ada. Ternyata benar. Tottenham mengembalikan keadaan dan mampu membalas 3 gol ke gawang Ajax. Gol penentu itu, lahir di menit akhir. Asa itu berbalik, tak berpihak lagi pada Ajax.

Peluit tanda permainan berakhir telah dibunyikan. Di papan skor tertulis 2-3 untuk kemenangan Tottenham. Mereka telah ditunggu Liverpool di Madrid.

Kepiawaian Pelatih

Lagi-lagi saya akan berbicara sang pelatih. Persis di tulisan seblum-sebelumnya, Pocetino adalah salah satu pelatih yang saya idolakan di premier league. Alasan sederhananya, ia pengagum berat Sir Alex Ferguson, atau Opa Fergie. Gaya permainannya yang kini diterapkan di Tottenham Hotspur sangatlah mirip dengan gaya Manchester United ketika dilatih Ferguson.

Umpan bola-bola lambung, dari sayap, umpan terobosan, tendangan jarak jauh, dan dipadukan dengan pelari yang handal. Sehingga, kini di liga inggris menjelma dan berada di peringkat ketiga di papan klasemen sementara. Setidaknya tiket liga champion sudah di tangan, jika mereka mampu mempertahankan performa. Klub Arsenal, Chelsea, dan MU selalu menempel ketat.

Liverpool bercokol di peringkat kedua sedangkan Tottenham satu peringkat di bawahnya, ketiga. Tidak salah jika saya menyebutnya dengan UCL tapi rasa Premier League.
_

Shalat tarawihnya cuma 8 rakaat. Itu pun langsung pake 4 rakaat. Jadinya cuma dua kali salam. Sholat witirnya langsung 3 rakaat. Selesainya bisa sampai 30 menit, bahkan bisa lebih. Justru dengan pelan-pelan, kita bisa merasakan nikmatnya. Bawa mobil juga kalau pelan-pelan mah, kita bisa menikmati pemandangan di sekitar.

Bagi saya, ini bukan hal yang baru. Dan kami juga sering dihadapkan pada pilihan mau yang cepat atau yang pelan. Karena sudah nyaman dengan yang pelan, jadinya sudah tak tertarik lagi dengan yang super kilat itu.

Mungkin sudah dibilang bosen. Pengen cari suasana baru. Tapi bukan itu sih, tepatnya lebih kepada dorongan batin. "Kalau gitu aja mah, dimana keagungan Ramadhan yang ingin didapat. Puasanya cuma nahan lapar dan haus saja, ditambah sholat tarawihnya super cepat. Apa istimewanya? Mau sampai kapan begitu? Bener kita sudah menjalankan ibadah dengan baik di bulan penuh kebaikan ini?

Jika tidak disadari dari sekarang, kapan lagi? Kalau merasa nyaman dengan yang sudah dilakukan, apalagi tanpa proses evaluasi dan koreksi, bahayanya stagnan. Gak ada perubahan. Gitu-gitu ajah. Dari lahir sampai gede begitu terus. Padahal kebenaran itu harus kita cari. Harus dikritisi. Supaya tidak taklid buta.

Jumalah rakaatnya 20. Tapi selesainya cuma sampai 15 atau 10 menit. Bukankah rasulullah saw saja kakinya bengkak-bengkak karena melaksanakan shalat. Kita, sebagai umatnya, kok secepat kilat. Apa yang kita cari? Mau cepat-cepat nonton televisi? Mau makan lagi? Atau mau maen hape-hapean lagi?

Sekali lagi, ini bukan bermaksud menyalahkan. Tapi, mari kita intospeksi diri. Sudah gak zamannya melakukan ibadah tapi tidak mengerti apa maksud dari yang dikerjakan. Bukankah kalau ketemu pujaan hati maunya berlama-lama. Betah sampai berjam-jam pula, malah 4 jam saja terasa cepat. Terasa kurang dan amat singkat.

Nah, yang kita temui itu sang penguasa jagat raya. Sang pemberi rizqi dan pencipta semesta alam. Lebih dari seorang kekasih dunia, lebih dari pujaan hati. Lantas kenapa kita malah malas-malasan dan seolah ingin cepat...

___

Reunian "SINGO"

Kemarin tepat tanggal 17 April, kami menyempatkan diri untuk reuni kecil-kecilan. Satu kawan yang kini sudah jadi dosen di salah satu kampus swasta terbaik di DIY dan satu lagi sudah bertugas di Malang sebagai calon hakim (cakim) di peradilan agama.

Cakim sedang ambil cuti dan kebetulan diminta jadi juri di acara debat kampus almamaternya. Dalam acara debat bahasa arab tersebut diwakili tiga tim dari malaysia, dan 24 tim lainnya dari Indonesia. Karena acara itu jugalah akhirnya bisa diberi cuti lebih lama oleh sang atasan.

Bagi yang sudah punya pasangan tentu diajak. Bahkan yang sudah mau punya dua anak juga tetep diajak ikut reunian. Anaknya juga lucu dan menggemaskan. Bikin iri saja, apalagi yang belum dikasih; lebih-lebih yang belum punya keduanya heehehee.

Meski sekedar ngobrol santai, ditemani kopi dan teh, lalu berangkat shalat ke masjid dan juga pergi makan di Kawan Lamo. Tak ada jamuan atau hal yang istimewa, tetapi momen yang paling istimewa adalah ketika kami bisa berkumpul bersama. Saling menanyakan kabar secara langsung tanpa dipisahkan oleh jarak dan waktu.

Inilah yang sejatinya membuat kerinduan itu muncul terus menerus. Terlalu banyak kisah romantis dalam kebersamaan kita. Banyak momen yang tak mampu dijelaskan dengan kata-kata, tapi cukup dijawab dengan kehadiran jasad kita dalam pertemuan.

Kisah lucu masa lalu, atau kejadian terunik yang masih hangat dalam ingatan kita menjadi cerita menarik untuk disuguhkan. Main sindir-sindiran, sudah jadi ciri khas kita dari zaman di pesantren dan kuliahan.

Walakhir, pokoknya terlalu manis untuk dilupakan.
__

* Mohon doa untuk istri Pak Dosen, usia kehamilan anak kedua sudah masuk tujuh bulan, semoga bayi dan ibunya tetap diberikan kesehatan serta yang menjagainya juga.

* Sang Cakim katanya senin (22/04) akan berangkat pembekalan ke Bogor selama sebulan. Semoga semuanya dilancarkan baik dalam pembekalannya dan juga nanti pas kembali ke tugasnya pula. Amiin.
~~

#CHAH
.......

Sholat Tarawih Pertama

Di masjid Baiturrahman, biasanya sebelum memulai shalat tarawih ada sambutan dari ketua panitia ramadhan. Isinya mengenai teknis kajian selama ramdhan, takjil, infaq, parkiran dan lain sebagainya.

Banyak hal yang dibahas. Termasuk formasi tarawih yang biasa dipakai. "Di masjid kami, pakainya sebelas. Empat empat tiga..." Demikian kata ketua panitia di sela-sela sambutannya. Ditutup dengan permohonan maaf jika banyak kekurangannya.

Sholat tarawih pun siap dimulai. Lalu takmir memanggil petugas imam yang sudah disiapkan khusus untuk sebulan ramdhan penuh. Terutama untuk shalat tarawihnya. "Petugas imam, dari al-Madinah kami persilakan." Majulah anak muda bertubuh agak gemuk. Memakai gamis, celana, dan kopiahan.

Sebelum takbir, saya lihat jam di hape. Waktu itu menunjukan pukul 19.40 wib. Shalat tarwih pun dimulai. Rakaat pertama berlalu. Rakaat kedua: setelah sujud kedua, rupanya sang imam tidak berdiri, melainkan duduk tahiat akhir dan salam.

Dari situ jamaah kebingungan. Lalu ada jeda agak lama --sepertinya takmir mengingatkan-- dan shalat tarawih dimulai kembali. Kali ini empat rakaat langsung. Setelahnya ada jeda agak lama lagi. Dilanjut  shalat tarawih lagi 4 rakaat. Barulah pas witir imam bersuara meski pelan dan tidak lengkap dengan jumlah rakaatnya. "Sekarang witir..." suara pelan dari pengeras suara.

Yuk Dievaluasi

Kenapa bisa salah rakaat di awal? Apa mungkin si imam murni lupa atau tidak mendengar sambutan dari takmir. Atau juga tidak menanyakan langsung ke takmir terkait kebiasaan shalat tarawih di Masjid Baiturrahman.

Ketika tahu ada yang salah, seharusnya juga, sang imam menawarkan kepada jamaah lebih dulu --lewat pengeras suara. Mau dilanjut dua-dua saja, karena terlanjur atau diganti jadi empat-empat. Jika jadinya empat-empat, yang dua di awal dianggap bonus dan latihan pemanasan. Kalau begitukan enak. Dan clear masalahnya, tidak simpang siur makmumnya.

Dan juga, si imam sebelum melaksanakan shalat tarawih seyogyanya memberitahukan kepada jamaah jumlah rakaat shalat yang akan kita pakai. Supaya niat makmum jelas, tidak bingung. Niatnya empat malah cuma dua rakaat. Niat dua, malah imam jadi empat rakaat. Kebingungan.

Saya yakin banyak jamaah yang kebingungan. Tapi yakin sajalah sama Allah swt. Toh itu bukan kehendak kita yang ingin salah, tapi mungkin imamnya juga masih dalam tahap belajar. Kita sebagai makmum harus mengambil pelajaran dari kejadian ini. Supaya tidak terulang di hari kemudian.

Kami, jika diminta untuk menjadi imam atau kultum sebelum tarawih atau selepas shalat subuh di masjid-masjid. Sehari sebelum jatuh tempo, maka kami telah survei terlebih dulu. Kadang ikut shalat di sana. Sekedar untuk mengamati jamaah dan kebiasaannya. Lebij condong ke "hijau" atau ke "biru".

Catatan Amhaisme
Ramadhan 1440 H - #1

CR7 Pemain Terhebat

Banyak orang yang membandingkan antara Ronaldo dan Messi. Baik yang terang terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Tetapi, bagi saya mereka pemain yang sangat jauh berbeda. Mereka bukan lawan yang sebanding, bahkan keduanya tidak layak dibanding-bandingkan.

Alasan yang paling rasional bagi saya, Ronaldo lah yang layak menjadi pemain paling terhebat sepanjang masa. Inilah beberapa alasan yang bisa saya paparkan.

Bukti pertama, CR7 adalah pemain yang telah membuktikan diri di dua liga yang berbeda. Di liga inggris, ia pernah menjadi pemain yang luar biasa dan mendapat balon d' dor. Setelah pindah ke Spanyol (Real Madrid) torehan rekornya terus ia ciptakan. Bahkan kini ke Juventus, catatannya semakin mentereng terus.

Bukti yang kedua, untuk mencapai jumlah gol yang banyak itu, Ronaldo tidak harus memakan waktu lama di liga Spanyol. Hanya cukup dari tahun 2009 saja. Ia sudah menjadi top skor Real Madrid sepanjang masa saat ini. Hanya butuh delapan musim.

Bukti ketiga, CR7 sudah teruji di dua liga. Hasilnya karirnya terus melejit. Cara sederhananya ya kira-kira begitulah mengukur prestasi seorang atlet.

Cara mengukur pemain hebat, bukan hanya diukur dari pencapaian satu klub saja, tetapi waktu dan jumlah klub juga menjadi pertimbangan. Belum lagi tiap klub punya gaya bermain yang berbeda. CR7 sudah membuktikannya! Bisa dicek di bekas klubnya, yaitu MU. Jangan lupa untuk menghitung capaian demi capaian di klubnya yang dulu dan yang saat ini dibela.

Bukti keempat, Ronaldo sering melelang dan menyumbang untuk kebutuhan masyarakat di belahan dunia sana. Ini bisa dicek, pemain sepak bola mana yang sering seperti ini. Lalu, CR7 juga suka nyumbang untuk masalah-masalah kemanusiaan, mendirikan sekolah dan bidang social lainnya. lalu kurang baik apa?

Bukti kelima, CR7 adalah salah seorang  pendonor darah aktif. Sehingga anggota tubuhnya bersih dari yang namanya tato. Tidak seperti kebanyakan pemain bola yang lainnya. Jadi, cukup jelas. Bahwa ia adalah pemain yang amat berbeda.

Bukti keenam, beberapa kali ia menjadi sosok yang mempengaruhi tim negaranya untuk lolos dan sekaligus menjadi juara di berbagai ajang pertandingan. Ia bisa jadi kapten tim yang mampu memberi dan memompa semangat untuk pemain lainnya.

Hanya saja, banyak orang yang menilai CR7 dari bentuk wajahnya, dibilang sombong, arogan, angkuh dan seterusnya. Padahal hatinya baik banget. Jadi, pepatah "Jangan menilai buku dari sampulnya.." seharusnya berlaku di sini.

#CHAH
____

Sepak Bola dan Tinju

Ketika masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs), bisa dibilang pengetahuan tentang dunia sepak bola amat minim. Saat itu menyaksikan pertandingan bola di televisi bagi saya adalah kegiatan yang membosankan.

Ketika SD, menyaksikan pertandingan tinju pun demikian membosankannya. Kami (terutama teman-teman yang seusia), biasanya ngambek kalau hari minggu televisinya dikuasai oleh orang dewasa untuk menonton tinju.

Ketika itu, saya belum tahu banget tentang keseruan dalam sebuah pertandingan. Pokoknya ada adrenalin tersendiri, dan ada emosi yang dimainkan di sana. Sehingga bisa membangkitkan emosional dalam diri. Buktinya, ya gerak-gerak sendiri pas ada yang bikin greget.

Saat ini, pengetahuan tentang dunia sepak bola boleh diadu. Tapi jangan ditanya para pesepak bola di zaman saya masih duduk di bangku MTs. Sebab waktu itu masih gagap. Kalau tidak salah ingat, yang paling rame ketika itu serie A (liga italia). Masa itu pernah dibelikan kaos bola klub Juventus, tulisannya Del Piero nomor 10.

Termasuk juga sekarang, amat menyenangi pertandingan tinju. Mulai menyukai dunia sepak bola dan tinju dari tahun 2010 kalau tidak salah prediksi. Suka keduanya hampir berbarengan, dan diawali di kota Yogyakarta. Lebih tepatnya terbawa teman sekaligus lingkungan asrama.

Tidak sekedar menyenangi, tapi akhirnya mempelajari juga teori dan filosofisnya. Ada beberapa klub dunia yang gaya bertandingnya menggunakan filosofi serangan balik, gaya menyerang, gaya bertahan. Ada juga klub yang mengikuti gaya pelatih yang menanganinya. Rata-rata klub yang hebat itu mereka punya filosofi taktik sendiri sebagai ciri khasnya.

Dari dunia sepak bola, pemain yang saya suka Park Ji Sung dan Rafael, dulu keduanya di Mancehster United. David Beckham dan CR7 mereka juga dari MU. Saya suka tipe pemain pekerja keras. Lalu ada Santi Kazorla dan beberapa pamain yang bisa dikategorikan sebagai pelari lapangan hijau.

Di jajaran pelatih, tentu Opa Fergie adalah orang yang pertama. Lalu disusul mantan pelatih Dortmun, Jurgen Klopp. Bukan tanpa alasan kenapa saya lebih menyukai dua pelatih hebat ini. Tak lain, karena keduanya punya filosofi yang kuat dalam melatih klub yang mereka tangani. Diego Simione juga masuk jajaran pelatih keren & tak lupa Poccetino.

Di dunia tinju, saya menempatkan moh. Ali sebagai yang utama. Kedua, Mike Tyson dan ketiga, petinju dunia asal Filipina, Many Packman. Petinju-petinju yang bergaya ortodok, biasanya yang lebih saya sukai.

#CHAH -

Berawal dari kegundahan hati dan sekaligus penasaran dengan keberadaan ningsih, maka kucoba untuk meng-kepo-i sahabat-sahabatnya hingga keluarganya. Meski hasilnya tetap nihil, selalu saja kucari cara lain supaya rasa hati yang bergejolak ini terobati.

Dengan cara yang panjang dan tidak kenal menyerah, akhirnya didapatlah info valid tersebut. Panas, bergetar, berdebar dan dada ini serasa ingin meledak. Namun, apalah daya, tak mampu berbuat apa-apa. Hanya untaian doa serta saran terbaik yang dapat kulakukan untuknya.

Ternyata hati itu memang tak bisa ditebak apalagi disangka. Sekejap mata, semua itu berbalik seratus delapan puluh derajat. Saran dan pesanku ditangkap dengan baik serta dapat diterimanya. Hatiku merasa lega sebab akhirnya ia mau jadi lebih baik. "Jika yang kita bangun itu sudah sampai level 9, kok sekarang malah balik lagi ke level 1. Ini namanya malah turun level..."

Apa yang dilalui saat ini, bukankah pernah dijalani dan dirasakan pas zaman dulukan? Gak ada bedanya juga gak? Tuh, dari sini ajah sudah bisa dilihat, kalau nantinya endingnya muter ke situ-situ lagi. Harusnya sudah sampe kelas sepuluh (naik level), inimah ya malah terjun bebas balik ke kelas awal. Ini bahaya, gak bisa berkembang malahan.

Hubungan yang Sehat

Hubungan yang sehat itu membebaskan. Memberikan keleluasaan untuk menjadi peribadi masing-masing tapi dengan komitmen yang telah disetujui secara bersama oleh kedua belah pihak. Sehingga tidak ada lagi dikte, kekakuan, kebekuan, yang ujungnya mematikan kreativitas dalam dirinya.

Karena sudah ada komitmen, maka biarlah semua mengalir apa adanya. Berjalan secara alami, murni serta penuh dengan sinergi- harmonisasi. Ketika tidak ada tekanan atau paksaan itulah akan muncul kesadaran yang utuh, genuin, tanpa motivasi dan dorongan lain. Cinta yang murni, tak akan bisa dihancurkan dengan cara apapun, selamanya tetap ada meski tersekat jarak, ruang maupun waktu.

Kerelaan akan tumbuh dengan sendirinya tanpa mesti diminta. Kesadaran muncul dari dalam diri dengan sendirinya tanpa dituntut melakukannya. Mengambilkan air minum, menyediakan makanan, merawat ketika sakit, dilakukan tanpa beban dan penuh kesadaran. Bukankah yang demikian ini, hanya akan lahir jika dibangun dari sebuah hubungan yang baik dan sehat?

Apa jadinya jika isinya hanya kekangan demi kekangan. Apa-apa dibatasi dan dilarang. Bukankan malah hanya akan mematikan karakter yang ada dalam dirinya, dan memunculkan karakter baru. Isinya kepura-puraan, kamuflase dan kebohongan. Jika sudah seperti ini, bisa kita tebak arahnya ke mana bukan?

Kata "bahagia" tidak akan keluar dari model hubungan tipe kedua tersebut. Setiap hari isinya percekcokan, adu argumen, saling merasa benar, tidak mau meminta maaf (gengsi), dipenuhi ketegangan setiap detiknya.

Dimanakah posisi kamu saat ini???
___
Malam ini terasa ada yang berbeda. Perasaan hati gundah gulana. Mungkin diterpa rindu padanya.

Selepas pulang dari majelis sholawatan Habib Usman, sekitar pukul sebelas malam, dan memutar kembali isi pesan tausiah dari Cak Kus untuk menyimak kembali supaya tidak salah tangkap, sebab bahasan alhikam lumayan berat.

Kelalaian atau maksiat kepada Allah swt bisa terjadi manakala kita berkompromi dengan hawa nafsu. Padahal, hawa nafsu itu seharusnya diberi jarak, jangan diberikan kompromi lagi. Sebab jika berkompromi, maka nafsu yang akan menang.

Sebagai contoh, bila nafsu tidak mampu menggagalkan dengan cara yang ekstrim, maka nafsu mengarahkannya kepada hal-hal menurunkan kualitas dari ibadah tersebut. Shalat sunnah itu boleh dikerjakan duduk, tidak mesti berdiri, meski kita tidak dalam kondisi darurat sekalipun.

Jika kita sehat dan mampu berdiri, lalu memilih mengerjakannya dengan duduk, maka kita telah berkompromi dengan nafsu. Sekali berkompromi, maka nafsu akan menguasai diri kita. Cara menangkalnya, kerjakan semua ibadah meskipun kita belum merasakan manisnya beribadah. Meski masih terpaksa tetap lakukan terus.

Orang yang biasa, tak mampu berdalil dan tak bisa berceramah tapi bisa menang terhadap nafsunya, dan bisa mengendalikan nafsunya, jelas lebih baik. Dari pada orang alim, yang pintar berdalil dan mampu berceramah tetapi dikuasai oleh nafsunya. Demikian kata Cak Kus.

Eh tiba-tiba ada si dia. Aku dibuatnya tak fokus. Batinku sempat naik turun. Hingga kuputuskan untuk mengambil wudhu, menunaikan dua rakaat dan meminta petunjuk. Setelahnya kubaca beberapa ayat quran, dan membaringkan tubuh sambil membaca doa dan meminta untuk diberikan kekuatan supaya bisa bangun sebelum subuh.

Sambil kuputar ulang ceramah Cak Kus yang durasinya sekitar lima belasan menitan itu. Nama ia pun mulai memudar perlahan. Meski sering hadir kisah-kisah masa lalu dalam sebuah potongan. Dan akhirnya aku tak sadarkan diri, aku masuk alam mimpi. Dalam mimpi tersebut, dia muncul. Sepertinya mimpi ini sama seperti mimpi yang dulu pernah kuimpikan.

Ah, hati. Begitu mudahnya kau berbolak balik. Atau ini hanyalah permainan nafsu yang harus selalu kucurigai dan kuwaspadai. Yaa muqalibal qulub, tsabit qalbii ala diinik...

------
"Cinta itu MISTERIUS, ga bisa dipegang tapi kerasa nyata.

Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena terbiasa.

Cinta datang karena terbiasa jika keterbiasaan itu terjadi tanpa ketidaksengajaan. Tapi, semua kebiasaan yang terjadi secara tidak sengaja bersama lo, gue jadi tahu cinta itu segila apa!"

Pan nanaon bae geh, ari ncan pernah sama sakali mah, aya bae was-was dina hate. Asa sieun kieu sieun kitu tea. Yeuh dicontoan, najan naek kendaraan nanaon geh, rewas nu aya dina rarasaan ari ncan pernah mangkat ka hiji tempat anu jauh. Ari ges pernah pan, pasti hayang ngasaan naek nulain. Biasa naek mobil, hayang ngasaan naek kareta, laju ngasaan naek pesawat jeung sajabanal.

Ari ncan pernah sama sakali, najan bari supirna bener mawa mobilna (teu ugal-ugalan) tetep bae sarieun. Intina pengalaman, atau dengan kata lain elmuna anu mumpuni. Najan kamamana geh, ari pengalamanna loba, nyantai bae. Naek mobil atawa kareta, ari geus sering ka tempat anu dituju, bari sare dina mobil oge. Iyeu conto pikeun pengalaman.

Kiwari urang ngomong conto pikeun elmu. Pangalaman can boga, aya geh bari minim, geus sesumbar asa pang gagahna bae. Perlu dikanyahokeun kusadayana, horeng mah siga kurupuk, karak dibuka tutupna geh laju la-as bae pan. Komo lamun kacaia-an tea, langsung ajur bari ngajeos. (Ncan teruji pokona mah).

Doang anu kedek hayang ternak lele gara-gara ngadeuleu batur. Meuli terpal, nyiapkeun lahan, sampe meuli bibitna sagala menta keukeuhna. Eh pas dilakonan menang saminggu, lauk loba anu paraeh, pelet boros (babari beak),cai teu diganti-ganti. Lajuna mah teu diurus, hulap ngakuna. Ujung-ujungna ngamuk deui bae.

Padahal mah, ulah waka gurasak-gurusuk. Coba meuli bukuna heulanan, pelajari bener-bener teknik jeung cara-carana. Terus cara ngukur pe-ha caina kudu bisa, jeung faktor-faktor lain kudu dikuasaan. Geus asak kabehna, karak mah praktekeun elmuna. Lamun gagal, coba deui. Evaluasi dina kasalahanana.

Iyeu mah pan lain. Diajar geh ncan, boga elmuna ncan, ujug-ujug langsung bae hayang kudu misti. Lajuna gagal jeung bantut. Mending mun nyoba deui, pas ges gagal. Puguh iyeu mah langsung kapok.

Padahal, kabeh geh polana teu jauh siga kitu. Misalna, rek PASRAH ka Gusti Allah swt bae geh, kudu make elmu. Ari elmu pasrahna can BOGA atawa NCAN ASAK mah atuh sarua keneh bohong!
__
Pertama kali saya mendengar kalimat yang agak aneh itu ketika mendapatkan kata "munafik" tapi disandingkan pada wanita berkerudung atau berhijab. “Buat apa jadi orang munafik, pake kerudung tapi perilakunya masih kayak gak orang yang berkerudung...” Inilah zaman sekarang, yang mungkin perbendaharaan katanya sedikit, sehingga menggunakan kata-kata yang tidak tepat sasarannya.

Kata munafik itu telah ada dalam hadits nabi muhammad saw, cirinya ada tiga. Tandanya orang munafik itu ada tiga, bila bicara-berdusta, bila berjanji-ingkari, bila dipercaya-khianat. Itu indikator munafik. Sekarang kita kembali bahas kalimat di atas tadi, “Buat apa jadi orang munafik, pake kerudung tapi perilakunya masih kayak gak orang yang berkerudung...” kira-kira dari tiga ciri munafik tersebut, ada gak hubungan dengan orang yang berkerudung tapi belum baik?

Nah, harus tahu perbendaharaan kata biar tepat dalam pemilihan kata. Kata munafik yang dipakai dalam kalimat di atas, jelas tidak tepat. Sebab kategorinya tidak sesuai dengan pengertian munafik. Berkerudung itu kewajiban seorang hamba (khususnya perempuan yang sudah baligh) dalam mentaati hukum agamamanya. Adapun perkara perilakunya belum baik berarti itu hal lain.

Sama halnya begini, kita masih sholat tapi masih belum bisa menjadi baik. Sholat terus maksiat jalan (STMJ) yang sering kita dengar. Nah, pas kita sadar bahwa ketika kita juga bagian dari pelaku STMJ, apa langsung memutuskan berhenti untuk tidak menunaikan sholatnya? Tentu tidak, bukan sholat yang salah. Tapi sholat sebagai ibadah kewajiban yang harus ditunaikan dan berharap (berdoa) untuk terus berubah jadi lebih baik.

Berkaitan hal tersebut, padanan kata yang tepat atau pilihan kata yang paling tepat untuk menjawab kalimat di atas, yaitu kata integritas. Integritas itu artinya satu atau padunya antara ucapan dan perbuatan. Jadi, apabila ada orang yang di mulutnya bilang A tapi pas dia ngejalaninnya malah B, berarti orang tersebut tidak memiliki intergitas. Sama persis dengan kasus kerudung di atas. “Kamu pake kerudung, tapi gak integritas dengan kerudungmu sendiri...” Nah, kalau begini baru pilihan katanya tepat, bukan pake kata munafik lagi ya.

Oke, mungkin ini masih ada hubungannya juga. Saat ini banyak sekali kata yang diselewengkan dari makna aslinya. Ini juga berpotensi dapat mengaburkan maknanya, sama seperti contoh kata munafik di atas. Kata yang ingin saya bahas adalah “on the way” alias OTW. Tahukan artinya apa? Yapz OTW itu artinya (berada) di jalan atau sedang/masih di perjalanan.

Entah bagaimana, di facebook akhirnya banyak yang menggunakan kata ini, tapi kalimatnya ambigu. Sama mereka, kata OTW diartiinnya jalan-jalan. Darimana kamusnya coba? Jelas ini salah kaprah. “Ah pengen OTW kayak orang-orang...” atau “dari pada di rumah terus, OTW-an yuk..” Menyaksikan “kedunguan” (kalau boleh meminjam kalimatnya Rocky Gerung) pada zaman ini semakin akut. Saya hanya tepok jidat begitu baca status atau tulisan begituan. Semenjak kapan mereka diberikan wewenang merubah arti OTW jadi jalan-jalan.

Jangan ikut-ikutan yang salah ya, sebab kalau ngikutin, berarti apa bedanya kamu dengan mereka. Biasakan untuk menggunakan yang bener ya, sebab tiap kata-kata ada tempatnya yang tepat begitu juga dengan tempat, ada kata-katanya yang tepat.

Masih berkaitan dengan kata, tetapi kali ini lebih esensial dan penting. Sebab membawa nama agama. Orang yang mungkin gak tahu pasti bakal ikut-ikutan. Kalimat yang saya permasalahkan adalah “Rest In Peace” (RIP) artinya istirahat dengan damai.

Kalimat ini punyanya agama kristen, katolik. Ngapain ikut-ikutan nulis atau ngucapin segala. Di islam, jelas ada kalimat yang lebih wah dan mengandung dzikir. Ketika membacanya saja jelas jadi pahala. Sebab di dalamnya ada kalimat Allah, namanya Istirja! lafadznya “Inna lillahi wainna ilaihi rajiiun...” artinya sesungguhnya kami milik Allah dan akan kepada-Nya kami dikembalikan.

Jadi, jelas berbeda jauh ketika mengucapkan atau menulis RIP dengan mengucapkan istirja. Secara kualitas maupun esensinya, jelas lebih menang kalimat istirja. Sadarlah kawan-kawan dunia maya. Luaskan bacaan, bukan sekedar jadi penikmat yang tak bertujuan.[]

Semoga jadi cerdas setelah membacanya, jangan lupa juga perbendaharaan katanya juga ditambah ya.

Salam hangat, Amha!
__
Ada salah seorang kawan yang begitu detail untuk menentukan siapa pasangannya. Hal sepele sangat ia perhatikan. Misalnya saja: bagaimana bertutur katanya, bagaimana ia merespon lawan bicaranya, menghormati orang lainnya dan banyak hal lagi yang lainnya.

Alasan sang kawan sih simpel banget. "Lho nanti dia kan akan jadi pasangan kita untuk selamanya. Akan membersamai kita bertahun-tahun. Kalau nanti akhlak dan tabiatnya jelek, ujungnya kita juga yang repot. Apalagi kalau sudah tabiat, susah untuk diubah. Makanya cari yang punya tabiat baik supaya tidak susah di kemudian hari".

Kalau sudah dapat yang tabiatnya baik, ya sudah enak. Atau ada yang kurang sedikit mah ya gampang. Tinggal nambahin dan ngajarin yang lain. Syukur-syukur sudah pinter bawannya juga. Tidak perlu disuruh, tapi sudah bisa paham dan belajar sendiri. Biasa belajar dari kesalahan atau juga dari pengalaman orang lain. Ini modal dasarnya.

Pungkasnya, kata dia. "Jangan sampe dapat pasangan yang malah suka ngeyel ke suami. Apalagi kalau dibilangin malah ngelawan, matilah kita!"

Sampai saat ini, sang kawan masih mencari. Ia yakin masih banyak stok yang seperti ini. Hanya saja belum ketemu. Faktornya karena belum terlalu serius mencari, atau tempat mencarinya hanya dilakukan di sekitar perkotaan yang jauh dari pendidikan agama. Coba saja cari di sebuah perkampungan yang kental dengan pendidikan agama, pasti di sana banyak stok yang dicari.

Selain perangai dan sikap hidupnya baik, mereka juga tidak senakal perempuan yang ada di perkotaan. Pastinya mereka juga lebih terjaga, masih asli bukan lagi bajakan. Poin plus-plus sebagai tambahan pasti akan banyak didapat. Malah, di sana kita bisa memilih mana yang paling terbaik untuk diajak mengarungi kehidupan dengan baik.

Kebanyakan sudah terkontaminasi dan gaya perempuan sekarang sudah tercuci otaknya. Sudah hedonis, mata duitan, pinter ngeles dan cari alasan serta jawaban. Mungkin lelaki dikiranya tidak cerdas dan tidak tahu. Padahal, lelaki lebih tahu segalanya, maka dari itu memilih untuk diam.
Amir Hamzah Copyright © 2009 - 2015 | Template : Yo Koffee | Design By : Designcart | Modif By : amirisme